-->

Proyek Smelter Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal



GEMA, SEBUKU - Pembangunan proyek smelter yang dilakukan oleh salah satu perusahaan bagian dari Salim Grup di Pulau Sebuku diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar.

Perusahaan yang sudah beraktifitas lama di Kecamatan Pulau Sebuku yakni PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) berkolaborasi dengan perusahaan PT Exellen Silo Ferroalloy dair Hongkong, yang merupakan perusahaan patungan antara CATL produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia dengan Putailai produsen katoda baterai lithium terbesar di dunia.

Sekedar diketahui bersama, PT Exellen Silo Ferroalloy menanamkan investasinya untuk pembangunan smelter itu sebesar 65 juta USD. Kedua belah pihak berinvestasi dalam proyek tahap pertama smelter RKEF berkapasitas 80 ribu ton ferronickel per tahun dengan nilai total investasi 65 juta USD, smelter secara langsung membuka lapangan kerja bagi 350 orang lebih penduduk lokal dan menggerakkan industri terkait, meningkatkan pendapatan daerah, serta meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitar.

Kemarin Rabu (29/9/21), bertempat di Pulau Sebuku dilakukan peletakan batu pertama pembangunan smelter yang dihadiri secara langsung oleh Presiden Direktur PT Exellen Silo Ferroalloy, Huang Shanfu. Presiden Direktur PT SILO Effendy Tyos, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, General Managel PT PLN Kalselteng dan pihak-pihaknya lainnya.

Dalam kesempatannya disampaikan oleh Huang Shanfu selaku Presiden Direktur PT Exellen Silo Ferroalloy bahwa, ia hadir mewakili management perusahaan memberikan apresiasi yang baik kepada seluruh pihak yang berhadir dalam kegiatan groundbreaking proyek smelter RKEF PT Excellen Silo Ferroalloy.

“PT SILO sebagai bagian dari Salim Group, merupakan perusahaan yang memiliki kredibilitas tinggi, berdedikasi dalam menjaga lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial masyarakat, dan Hongkong Excellen merupakan perusahaan patungan antara CATL produsen baterai mobil listrik terbesar di dunia dengan Putailai produsen katoda baterai lithium terbesar di dunia,” tuturnya.



Dikatakannya pula, tujuan dari hal tersebut adalah guna mencari pasokan sumber daya logam untuk bahan baku baterai mobil listrik, kedua perusahaan dengan keunggulan masing-masing bersinergi menjadi faktor penting penjamin kesuksesan proyek yang dijalankan.

“Dalam kerjasama yang saling menguntungkan dan selain akan merekrut ratusan tenaga kerja lokal juga diharapkan akan mampu meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitar,” tambahnya.

Smelter yang dibangun, lanjutnya, akan mulai produksi pada Mei 2022 dengan dukungan pemda dan masyarakat serta PT SILO dan juga PLN, ia berharap pasti akan bisa membangun smelter yang ramah lingkungan dan produksi tepat pada waktunya.

“Untuk proyek tahap kedua adalah smelter leaching yang memproduksi bahan baku baterai mobil listrik dengan nilai total investasi sebesar 220 juta USD, dimana direncanakan pembangunan dimulai pada awal tahun 2022, dan commissioning produksi pada Juli 2023. Kami percaya kerjasama Kedua Pihak akan berhasil dan berkelanjutan, kedepan kami akan membangun lebih banyak industri di Sebuku,” jelasnya.

Sementara, Presiden Direktur PT SILO Grup Effendy Tyos menyampaikan, dengan pembangunan proyek smelter di kawasan Pulau Sebuku menjadi harapan besar dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat sekitar dan untuk daerah Kotabaru pada umumnya.

“Yang jelas, penyerapan tenaga kerja lokal dapat dilakukan dan secara tidak langsung hal itu membantu masyarakat juga pemerintah daerah,” katanya.

Mewakili pemerintah daerah, Sekda Kotabaru Said Ahmad Assegaf menyambut baik atas investasi yang dilakukan dunia usaha di bumi Saijaan dan hal itu sangat jelas akan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan pendapatan daerah.

“Utamanya bagi Kecamatan Pulau Sebuku yang jauh dari pusat ibukota kabupaten, dan pastinya juga dalam peningkatan perekonomian masyarakat kita disini, karena dengan begitu saya meyakini perputaran uang disini akan semakin tinggi dan diharapkan juga dengan adanya pembangunan smelter dan rencana lainnya akan membuat Pulau Sebuku semakin maju dan berkembang, selain itu juga daerah ini telah ditetapkan sebagai kawasan industri,” ucapnya. (AOL)










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:
Show comments
Hide comments

0 Comments:

Posting Komentar

>> Salam Hormat Buat Anda Gunakan Kotak Komentar Untuk Bertanya dan Memberikan Saran yang Membangun Jangan Menggunakan Kata yang Menyinggung dan Berbau SARA <<

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah