-->

Pandemi Covid-19, Penjualan Semen Indocement Meningkat

GEMA, TARJUN - Hampir dua tahun sudah virus Corona melanda dunia termasuk Indonesia sehingga berdampak pada perekonomian semua kalangan mulai masyarakat hingga pelaku dunia usaha sehingga mereka harus mengatur strategi dan berinovasi agar bisa bertahan.

Namun, kondisi pandemi Covid-19 ini tidak berdampak pada penjualan semen oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa, bahkan ada peningkatan penjualan di semester pertama tahun 2021.

Melalui siaran persnya, Direktur dan Corporate Secretary Indocement, Antonius Marcos menyampaikan, pada pertengahan tahun 2021 semester pertama secara keseluruhan volume penjualan meningkat sebesar 11,3 persen dari penjualan domestik meningkat sebesar 8,8 persen, dan untuk penjualan ekspor yang juga mengalami peningkatan sebesar 513,4 persen. Untuk pangsa pasar pada Semester I tahun 2021 adalah 25,6 persen.

"Memang, ada beberapa indikator keuangan yang meningkat yakni pada margin keuangan seperti laba kotor, EBITDA dan laba periode berjalan menunjukkan peningkatan yang disebabkan oleh pertumbuhan volume penjualan dan efisiensi operasional yang berkelanjutan," jelasnya.

Lebih luas dibeberkannya, hingga 30 Juni 2021, Indocement bisa mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan kas sebesar Rp8,1 triliun tanpa hutang (zero debt) dan membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 8,0 juta ton pada semester I tahun 2021 meningkat 642 ribu ton atau 8,8 persen dari periode yang sama tahun lalu yang menetapkan pangsa pasar perseroan menjadi 25,6 persen untuk semester I.

Walaupun tambahnya, semester pertama tahun 2021 memberikan signal positif terhadap pemulihan ekonomi akan tetapi bulan Juli dimana Indonesia kembali mengalami gelombang pandemi kedua yang diikuti oleh pembatasan mobilitas yang ketat dari Pemerintah sehingga faktor ketidakpastian yang berkelanjutan pada pemulihan ekonomi.

Namun demikian, Indocement tetap optimis terhadap konsumsi semen domestik pada tahun 2021 dengan perkiraan pertumbuhan 5 persen dari tahun-tahun sebelumnya dan konsumsi semen di semester kedua telah bertumbuh lebih dari 30 persen jika dibandingkan semester pertama. Tren yang sama diperkirakan akan berlanjut disebabkan oleh penyelesaian anggaran belanja pada akhir tahun pada proyek-proyek yang sedang berjalan.

"Kita berharap, pemulihan konsumsi semen tersebut akhirnya akan banyak bergantung pada tingkat penyebaran Covid-19 yang dapat dikendalikan dengan baik dan faktor lain yang membuat ketidakpastian berkenaan dengan tingginya kenaikan biaya energi baik harga pembelian batu bara maupun harga bahan bakar," ucapnya 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:
Show comments
Hide comments

0 Comments:

Posting Komentar

>> Salam Hormat Buat Anda Gunakan Kotak Komentar Untuk Bertanya dan Memberikan Saran yang Membangun Jangan Menggunakan Kata yang Menyinggung dan Berbau SARA <<

Arsip Blog