Selasa, 28 Januari 2020

Kini Giliran Warga Kelumpang Hulu Dapatkan Bantuan Pemkab Kotabaru

Kini Giliran Warga Kelumpang Hulu Dapatkan Bantuan Pemkab Kotabaru

GEMA, CANTUNG - Seperti halnya kecamatan lain yang sudah lebih dulu mendapatkan bantuan dari Pemkab Kotabaru, kini giliran Kecamatan Kelumpang Hulu juga mendapatkan bantuan itu, Selasa (28/1/2020) dihalaman PAUD Desa Banua Lawas Kecamatan Kelumpang Hulu Cantung.

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh orang nomor satu di Bumi Saijaan itu kepada perwakilan desa dan pengurus setempat diantaranya, satu unit mobil ambulance untuk Pukesmas Sungai Kupang, BPJS kesehatan untuk tiga desa, dan makanan tambahan ibu hami.

Sedangkan dibidang keagamaan adalah bantuan hibah 25 juta kepada pengurus GPDI Ekklesia Desa Karang Liwar, GPDI Eliezzer Desa Bangkalan Dayak sebesar 50 juta, GPDI Eben Haezer Desa Karang Liwar 50 juta, GPDI Bukit Sion Desa Laburan 75 juta, GPDI Exilsia Guntung Turap Desa Bangkalan Dayak 50 juta, dan pengurusan Wihara Sudha Subha Desa Karang Liwar 30 juta.

Selain itu bupati juga menyerahkan bantuan berupa gaji pribadinya selama dua bulan untuk Desa Banua Lawas, dan penyerahan cindera mata berupa photo bersama untuk anggota BPD yang telak dilantik.

Pemberian bantuan kesehatan, sosial, dan keagamaan, kepada warga di Kecamatan Kelumpang Hulu tersebut dirangkai dengan acara pelantikan 71 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, menyampaikan bahwa kita harus berlomba untuk memajukan pembangunan di desa masing masing agar lebih maju dari desa lain dengan cara saling bekerjasama antara anggota BPD dan perangkat desa.

"Ya, kita harus berkompetisi untuk meningkatkan pembangunan dimasing masing desa sesuai perundang undangan yang berlaku dengan transparan, sesuai, dan efektif," ujarnya.

Ia, pun, menjelaskan bahwa bukan hanya kalian saja yang berkompetisi namun bupati juga dengan13 kabupaten /kota di Kalsel saling berlomba agar tidak tertinggal dengan kabupaten lain terkait pembangunan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Warga Kotabaru Geger Air PDAM Berbau

Warga Kotabaru Geger Air PDAM Berbau

GEMA, PULAULAUT - Beberapa hari ini warga Kotabaru khususnya pelanggan PDAM Kotabaru dibuat geger dikarenakan air ledeng dirumah mereka berbau sehingga mereka langsung melaporkan hal tersebut kepetugas melalui forum pelanggang PDAM di media sosial Facebook.

Mayoritas di forum tersebut pelanggang menanyakan kenapa air dirumah mereka berbau lumpur sehingga membuat mereka tidak bisa menggunakannya untuk keperluan memasak dan minum sebab tidak layak dikonsumsi.

Keluhan pelanggang tersebut langsung direspon oleh Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki, setelah mendapat informasi tim langsung bergerak melakukan pengecekan kepenampungan air baku PDAM untuk mengetahui sumber masalahnya apa yang menyebabkan air jadi berbau.

Ia, pun, tidak menampik hal tersebut memang benar, kepada gemasaijaanonline, Selasa (28/1/2020) dikatakannya bahwa setelah dilakukan pengecekkan ke lokasi sumber air baku ternyata memang ada aroma berbau, dan kini sudah dilakukan pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi aroma bau itu.

"Benar, pemicu sumber bau air PDAM yang dikeluhkan warga berada di embung Gunung Ulin dan hasil analisa laboratorium masih menunggu pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kotabaru apakah layak atau tidak untuk dikonsumsi," ujar Tri.

Sementara menunggu hasil tambahnya, analisa dari PDAM sementara air masih layak untuk dikonsumsi sebab aroma bau tersebut berasal dari pembusukan dedaunan dan sisa kayu di dasar embung namun pihak PDAM tetap menunggu hasil penelitian laboratorium dan bila hasilnya tidak layak maka pendistribusian air kepelanggan akan dihentikan.

Akan tetapi ujar Tri, secara pribadi ia masih menggunakannya untuk konsumsi namun apabila pelanggan ragu karena belum ada hasil analisa lab dari DLHD provinsi maka pelanggang harus bijak menggunakan air itu bisa sementara hanya untuk MCK saja artinya jangan dikonsumsi dan hingga saat ini kami masih mengusahakan mengurangi aroma bau tersebut.

"Ya, sekitar satu minggu ini kita tunggu hasil lab DLHD dulu apa, baru bisa mengambil tindakan selanjutnya apa yang harus dilakukan PDAM apakah tetap melakukan pendistribusian air kepelanggan atau dihentikan," kata Tri.

Lebih luas dipaparkannya, sebenarnya embung rutin dibersihkan oleh petugas apalagi bila kemarau tiba namun masalahnya bukan di embung akan tetapi ketika hujan tiba banyak matrial yang terbawa arus sungai dan tertumpuk di embung seperti ranting pohon kayu, dedaunan, dan lainnya.

Biasanya lanjut Tri, setelah air normal petugas melakukan pembersihan namun sekarang hal itu tidak bisa dilakukan karena dikhawatirkan sumber airnya habis dan tidak ada tambahan lagi sebab saat ini hanya itulah satu satunya sumber air yang bisa didistribusikan kepelanggan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online