Minggu, 12 Januari 2020

Ibukota Kotabaru Akan Berpindah Status

Ibukota Kotabaru Akan Berpindah Status

GEMA, PULAULAUT - Ibukota Kabupaten Kotabaru kini akan berpindah status hal tersebut dikarenakan adanya pemekaran kecamatan yang dulunya Pulaulaut Utara kini dimekarkan hingga menjadi Kecamatan Pulaulaut Sigam.

Sementara tahap pembangunan kantor camat Pulau Laut Sigam akan menempati kantor eks Dikbud di Desa Sigam yang dipimpin oleh Joko Prayitno, S.Sos dan Sekcamnya Norliana, S, STP,.MIP bersama jajarannya untuk bertugas melayani masyarakat.

Untuk luas wilayah Kecamatan Pulaulaut Sigam hasil dari pemekaran Kecamatan Pulaulaut Utara itu sekitar 36,87 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 39.304 jiwa dan ada 11 desa/kelurahan di dalamnya, yaitu, Desa Sebatung , Desa Hilir Muara, Desa Batuah, Desa Baharu Utara, Desa Tirawan, Desa Gedambaan, Desa Sarang Tiung, Kelurahan Baharu Selatan, Kelurahan Kotabaru Tengah, kelurahan Kotabaru Hilir, dan sebagai Ibukota Kecamatan adalah Desa Sigam.

Sementara untuk kecamatan Pulaulaut Utara sendiri kini luas wilayahnya hanya 96.88 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 52.811 jiwa dengan 10 desa/kelurahan yaitu, Desa Megasari, Desa Sebelimbingan, Desa Gunung Sari, Desa Stagen, Desa Gunung Ulin, Desa Sungai Taib, Desa Semayap, Desa Rampa, Kelurahan Kotabaru Hulu, dan sebagai Ibukota kecamatan adalah Desa Dirgahayu.

Perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam itu akan dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektar bersama dengan puluhan bangunan lainnya diantaranya kantor Polsek, kantor Koramil, dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, pada saat peninjauan dan selamatan lokasi perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam, Jum'at (15/11/2019) lalu di lapangan eks Sirkuit Kemuning Sigam.

"Ya, kita ingin pemekaran ini bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat agar nantinya bila berurusan tidak jauh lagi," ungkapnya.

Selain itu kata bupati, perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam ini akan menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya sebab bangunan perkantoran kecamatannya hanya satu lokasi dengan bangunan lainnya.

"Ini perkantoran camat yang pertama bangunannya jadi satu lokasi dengan lainnya karena kebanyakan bangunan kantor camat terpisah pisah hingga masyarakat sulit berurusan," ujar bupati.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Air Tidak Keluar, Tim URC-KP PDAM Kotabaru Turun Kelokasi

Air Tidak Keluar, Tim URC-KP PDAM Kotabaru Turun Kelokasi

GEMA, PULAULAUT - Musim penghujan sudah tiba hampir merata di Kotabaru beberapa pekan ini dan embung embung penampungan milik PDAM pun sudah terisi akan tetapi masih saja ada pelanggan yang mengeluh karena air ledeng dirumahnya tak kunjung keluar sedangkan para tetangga keluar cukup deras.

Hal tersebut dieluhkan oleh para pelanggan melalui media sosial di grup facebook pelanggan PDAM Kotabaru mengapa air tidak mengalir dirumah mereka akan tetapi tetangga mereka bisa keluar normal.

Beragam tanggapan pun dilontarkan oleh para warganet mengenai hal itu kepada para petugas ada yang negatif dan ada juga yang positif.

Menanggapi hal itu Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki kepada gemasaijaanonline, Minggu (12/1/2020) mengatakan, sebenarnya banyak penyebab tidak keluarnya aliran air kebeberapa pelanggan karena adanya proses normalisasi jaringan distribusi air kepelanggan memerlukan waktu sebab masih banyaknya jaringan pipa yang kosong pasca kemarau.

"Pipa jaringan distribusi banyak yang di turunkan ke posisi terendah oleh pelanggan pasca kemarau kemarin hingga mengakibatkan lambatnya normalisasi pendistribusian," ujar Tri

Selain itu diungkapkan Tri, tekanan air di wilayah terujung masih lemah sehingga harus menyesuaikan antara jumlah pelanggan terdistribusi dengan debet air yang masuk ke instalasi pengolahan air dan belum meratanya hujan di wilayah tangkapan air sehingga ada beberapa wilayah yang masih belum mengalir.

Lebih luas dibeberkannya, bahwa banyaknya water meter yang buntu karena terlalu lama tidak terkena air sehingga kotoran mengering yang akibatnya water meter tertutup.

Saat ini percepatan normalisasi sudah dilakukan tim Unit Reaksi Cepat (URC) PDAM Kotabaru untuk menjawab keluhan pelanggan tersebut hingga saat ini sudah diminimalisir dan keluhan pun berkurang baik melalui medsos maupun yang langsung datang ke kantor.

Perlu diketahui tim URC penanganan keluhan pelanggan ada 5 tim dan masing maaing tim berjumlah 6 orang dengan job masing masing.

"Semua yang telah dilakukan pihak PDAM ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan pokok hajat hidup orang banyak dan ini menjadi komitmen tugas dan tanggung jawab PDAM sebagai pelayanan publik dengan memberikan pelayanan handal, prima, ramah dan santun," kata Tri.

Ia, pun, ingin saatnya PDAM bangkit dan berubah ke arah perubahan yang lebih maju, guna mendukung program pemerintah dan Pemkab Kotabaru.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online