Rabu, 01 Januari 2020

Kemarau Basah Melanda Kotabaru

Kemarau Basah Melanda Kotabaru

GEMA, PULAULAUT - Walaupun musim hujan sudah tiba dan mengguyur hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kotabaru namun kemarau masih juga belum mau pergi dari Kota yang berjuluk Bumi Saijaan tersebut.

Bisa dikatakan kejadian ini adalah kemarau basah yang melanda pasalnya hujan sudah turun akan tetapi warga Kotabaru belum bisa seluruhnya menikmati air bersih.

Padahal embung dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Kotabaru sudah mulai terisi dampak turunya hujan walau belum mencapai batas normal penampungan sebab hujan terjadi hanya diperkotaan sedangkan dihulu air baku tidak terjadi hujan hingga pihak PDAM harus melakukan penggiliran pendistribusian kepelanggan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Teknis PDAM Kotabaru, Tri Basuki, ia tidak menampik bahwa Kotabaru berapa kali di guyur hujan akan tetapi selalu mengarah ke laut dan hanya diperkotaan sedangkan di hulu atau di gunung tidak ada hujan dan tidak merata.

"Ya, dilihat karakternya bisa dikatakan kemarau basah soalnya hujan tidak merata dan masyarakat yang kurang paham pasti berpendapat bahwa bila hujan air akan mengalir padahal tergantung debit air bakunya," jelas Tri.

Oleh karena itu tambahnya, pihak PDAM sering memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sebenarnya yang di butuhkan PDAM itu hujanya di hulu atau digunung karena sumbernya berada disitu untuk dialirkan ke IPA dan di olah airnya baru bisa didistribusikan ke pelanggan.

Ia, pun, mengungkapkan, bahwa PDAM Kotabaru saat ini memiliki 5 sumber air baku yang terdiri dari sumber air Gunung ulin. Gunung Sari, Gunung Mandin, Gunung Perak Dan Gunung Tirawan, yangmana masing masing sumber berbeda untuk layanan pendistribusianya

Untuk sumber air Gunung Ulin dan Gunung Mandin wilayah cakupanya meliputi seputaran Sungai Taib sampai seputaran Dirgahayu , perkotaan sampai terujung Hilir Mesjid Anur , untuk sumber air Gunung Sari mencakup wilayah seputaran Stagen sampai dengan perumahan Pulau Laut .

Dan sumber air Gunung Perak meliputi Panorama, Teluk Bayur, Bima, Puteri Jaleha, sampai belakang SDN Dirgahayu, sedangkan sumber air Gunung Tirawan meliputi daerah seputaran gunung Menanggulangi, Tanah Rata, Sigam. Hilir Muara, Batu Selira.

"Jadi pada dasarnya walaupun ada hujan belum tentu distribusi air mengalir karena berbeda sumber dan layanan pendistribuaianya, misalkan yang kena hujan Gunung Sari dan yang lain tidak hujan otomatis yang mengalir daerah layanan Gunung Sari," dipaparkan Tri.

Sekedar diketahui informasi untuk ketinggian Air di Embung dan di masing masing IPA ( Instalasi Pengolahan Air ), Rabu (1/1/2020) Embung Gn Ulin 355 cm maksimal ketinggian air 600 cm, Embung Gn Tirawan 125  cm maksimal ketinggian Air 250 cm

Dan IPA Gn Relly 30 cm maksimal ketinggian air 250 cm, IPA Gn Perak 90 cm maksimal ketinggian  air 200 cm, IPA Gn Ulin  75 cm maksimal ketinggian air 150 cm, IPA Gn Pemandangan 15 cm maksimal ketinggian air 200 cm, IPA Gn Tirawan 120 cm maksimal ketinggian air 250 cm, IPA Gn Sari 150  cm.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online