Selasa, 10 November 2020

Area Eks Tambang Serongga Jadi Budidaya Ikan dan Objek Wisata

GEMA, SERONGGA - Melalui Corporate Social Responsibily (CSR) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun, petani budidaya ikan air tawar desa mitra perusahaan yaitu Desa Serongga Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru Kalsel mendapatkan pelatihan bagaimana cara memelihara ikan air tawar mulai pembibitan hingga panen di area eks tambang hingga berhasil meraup keuntungan.

Kini, masyarakat Desa Serongga telah membangun pondok-pondok lesehan di sekitar area tambak untuk dijadikan lokasi wisata bagi masyarakat sekitar.

Sebelumnya Indocement bersama masyarakat terlebih dulu melakukan uji coba dilokasi itu dengan menabur bibit ikan Nila sebanyak 12.000 ekor bulan Maret lalu sampai akhir Juli 2020 dengan tingkat kematian hanya lima persen dan hasilnya sesuai harapan.
 
Ketua kelompok perikanan Bina Sejahtera Desa Serongga, Mudrika, Senin (9/11/2020) kemarin mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Tim CSR Indocement yang telah memberikan bibit juga pelatihan budidaya ikan air tawar dengan menggunakan keramba sehingga pengelolaannya terbantu.

"Alhamdulillah, sekarang sudah banyak warga yang berminat dalam pengembangan budidaya ikan air tawar ini karena berhasil dan bisa menambah pendapatan perekonomian warga setempat," ucapnya.

Lebih luas Mudrika memaparkan, saat ini pembudidayaan ikan air tawar dikelola oleh 12 orang dengan membangun 12 keramba, namun berkembang menjadi 50 keramba oleh 30 orang dan kedepannya dipastikan terus bertambah.

"Ya, kemarin kami sudah panen 50 kilogram ikan Nila dan berharap kedepannya akan terus bertambah dan meningkat," tuturnya.

Pada kesempatan itu Management Indocement, H. Teguh Iman Basoeki mengatakan, program yang terlaksana ini merupakan salah satu contoh program CSR Indocement dari integrasi pilar pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya, yangmana masyarakat diberikan ilmu tentang budidaya ikan air tawar.

Dan di pilar ekonomi, perusahaan berkolaborasi dengan masyarakat peternak dengan pemberian bantuan bibit ikan, sedangkan di pilar sosial yaitu, mengupayakan budidaya sesuai kondisi sumber daya alam sekitar dengan kearifan lokal sehingga dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat peternak.

"Kita ingin hal ini dapat berkelanjutan memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat dengan terus mengembangkan budidaya ikan tersebut menjadi sebuah unit usaha sehingga bisa menjadi penopang perekonomian dan ketahanan pangan di desa,” ungkap Teguh.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: