Selasa, 22 September 2020

Raih WTP Lima Kali, Kotabaru Dapat Penghargaan dari Kemenku

GEMA, PULAULAUT - Setelah berturut turut lima kali mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait pengelolaan keuangan daerah, maka Kementerian Keuangan pun memberikan penghargaan kepada Pemkab Kotabaru Kalimantan Selatan atas prestasi itu.

Acara secara resmi dibuka oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui vidcom di gedung Juanda I lantai 9, Jakarta.

Penghargaan tersebut diberikan bersamaan dengan daerah lainnya di Indonesia melalui video confren akses zoom pada acara Rakernas akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah tahun 2020, Selasa (22/9/2020) di operation room sekretariat daerah.

Ada empat kriteria daerah yang mendapatkan penghargaan dari Kemenku ini yaitu, WTP 10 kali berturut turut, WTP 5 kali berturut turut, WTP 2019, dan BMN Award.

Menanggapi hal itu, Bupati Kotabaru H Sayed Ja'far, menyambut baik dan bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh menteri keuangan ini terkait prestasi Pemkab Kotabaru lima kali berturut turut mendapatkan WTP.

"Alhamdulillah, penghargaan yang diperoleh ini patut ditingkatkan dan diperbaiki lagi kedepannya karena bukan berarti baik 100 persen setelah dapat penghargaan," ungkapnya.

Ditambahkan Sayed Ja'far, dengan penghargaan WTP lima kali berturut turut ini tentu akan berimbas terhadap bantuan dari pusat sebab dari tata pengelola laporan keuangan dan aset kita cukup bagus dan ini akan jadi perhatian pusat.


Disisi lain, dalam penyampaiannya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kepada semua pemangku jabatan mulai pusat hingga daerah harus melakukan pengelolaan keuangan 2020 dengan baik dalam penanganan Covid-19 sehingga APBN bisa terjaga secara professional, akuntabel, dan transparan.

"Kita ingin APBN bisa terjaga dengan terus bersinergi antara pemangku jabatan baik pusat maupun daerah," ucapnya.

Ia, pun, menjelaskan, ini adalah tantangan akuntabilitas keuangan negara dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional bagi semua pihak.

Lebih luas dibeberkan Sri Mulyani, pembentukan teknis dalam penanganan Covid-19 untuk pemulihan kesehatan juga perekonomia nantinya jangan sampai tidak bisa mengeksekusi keadaan dilapangan sebab kondisi pandemi ini belum berakhir hingga 2021 mendatang.

"Ya, mari kita terus bersinergi baik pusat maupun daerah dalam pemulihan kesehatan dan perekonomian juga selalu menggunakan 3M," katanya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: