Rabu, 01 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Pemkab Kotabaru Bebaskan Pembayaran Air PDAM Kepada 16.816 Pelanggan

GEMA, PULAULAUT - Akibat dampak pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat Kotabaru carut marut, sehingga Pemkab Kotabaru memberikan bantuan terhadap warga terdampak di 22 kecamatan.

Bukan hanya itu pemerintah setempat juga memberikan subsidi 1,8 miliar lebih kepada PDAM Kotabaru untuk membebaskan pembayaran rekening air kepada pelanggan selama dua bulan yaitu Mei dan Juni.

Hal itu disampaikan Plt Direktur PDAM Kotabaru Basuki, kepada gemasaijaanonline, Rabu (1/7/2020) diruang kerjanya.

"Iya, memang PDAM Kotabaru mendapatkan subsidi dari pemerintah sebesar 1,8 miliar lebih dana Covid-19 untuk pembebasan  rekening air PDAM," ujar Basuki.

Lebih luas dijelaskannya, dalam hal ini Bupati Kotabaru H Sayed Ja'far ingin membantu meringankan warga akibat dampak Covid-19 dengan membebaskan pembayaran rekening air PDAM selama dua bulan untuk rumah tangga dan sosial khusus yaitu, golongan A1 hingga A4, dan tempat ibadah juga sekolah.

Ia, pun, membeberkan, yang sudah terealisasi yaitu bulan Mei yang dibayarkan bulan Juni sebesar Rp 946 juta lebih dengan jumlah pelanggan yaitu, 16.751 terdiri dari A1 hingga A4 dan sosial khusus yang tersebar di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Kecamatan Pulaulaut Sigam, juga ada lima IKK seperti, IKK Serongga, IKK Cantung, IKK Sengayam, IKK Sungai Durian, dan IKK Bakau.

Sedangkan untuk bulan Juni yang dibayarkan Juli 2020 ada peningkatan sebesar Rp 949 juta sekian dengan pelanggan yaitu, 16.816 yang tersebar di perkotaan dan lima IKK milik PDAM Kotabaru.

Masih kata Basuki, Dengan dana yang yang disiapkan Pemkab Kotabaru sebesar Rp 1,8 miliar lebih ini tentu tidak bisa mencukupi sehingga pihak PDAM Kotabaru pun menggunakan dana CSR nya untuk menutupi kekurangan tersebut.

"Ya, kami juga memberikan subsidi kepada pelanggan sebesar Rp 72 juta lebih untuk bulan Mei dan bulan Juni sebesar Rp 230 juta lebih karena dana subsidi dari pemerintah tidak cukup," bebernya.

Jadi jelas Basuki, pembebasan pembayaran rekening air ini akan berakhir bulan Juni dan masyarakat akan kembali melakukan pembayaran bulan Agustus 2020 nanti sesuai pemakaian.

Saat ini ungkap Basuki, memang volume pemakaian air ada peningkatan dari biasanya dikarenakan warga lebih banyak beraktivitas dirumah akibat Covid-19, jadi dihimbau kepada masyarakat untuk bisa berhemat dalam pemakaian air.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: