Rabu, 22 Juli 2020

Gunakan Teknologi, Poktan Desa Teluk Masjid Hasilkan 6,98 Ton

GEMA, TELUK MASJID - Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, mempunyai lahan fungsional sekitar 1.042 hektar tersebar dibeberapa desa diantaranya Desa Teluk Masjid dengan lahan fungsional 65 hektar.

Dengan adanya program Pemkab Kotabaru melalui APBD memberikan bantuan lahan 100 hektar kepada petani di empat kecamatan yaitu, Kecamatan Pulau Laut Tengah (Desa Sungai Pasir), Kecamatan Pulau Laut Timur (Desa Teluk Masjid), Kecamatan Pamukan Utara (Bakau), dan Kecamatan Kelumpang Utara (Pudi), masing masing desa 25 hektar.

Saat ini sudah banyak petani menggunakan teknologi dengan sistem cara tanam Transplenter dan Atabela (Alat tanam benih langsung).dan sistem cara panen dengan mesin Combine harvester sudah dilakukan beberapa kelompok tani sehingga bisa menghemat tenaga, waktu dan biaya bahkan meningkatkan hasil produksi.

Kini kelompok tani "Membangun" Desa Teluk Masjid sudah bisa meningkatkan hasil panen mereka yang mana sebelumnya hanya  4 hingga 4,5 ton per hektar gabah kering sekarang sudah mencapai 6,98 ton per hektarnya.

Pada pemberitaan sebelumnya yang sudah naik di media gemasaijaanonline edisi Rabu (15/7/2020) kemarin, ada kekeliruan sedikit pada penyebutan data oleh redaksi utamanya terkait dengan hasil produksi padi sawah di Desa Teluk Masjid yang dituliskan meningkat 8,98 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP), yang seharusnya adalah hanya pada kisaran 6,98 ton.

Oleh karenanya, ada klarifikasi yang disampaikan berkenaan dengan data tersebut dan didalam pemberitaan ini telah diluruskan.

Dalam wawancara media gemasaijaanonline Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Ir Hairuddin saat panen padi sawah, Rabu (15/7/2020) di Desa Teluk Masjid Kecamatan Pulau Laut Timur.

"Alhamdulillah, panen padi sawah di Desa Teluk Masjid kali ini meningkat hingga 6,98 per hektar gabah kering panen lebih tinggi dari Desa Sungai Pasir yaitu 6,7 ton saja," ucapnya.

Lebih luas dipaparkan Hairuddin, selain penggunaan benih bermutu dan saprodi para petani juga menggunakan alat tanam Transplenter dan Atabela (Alat tanam benih langsung).

"Ya, dengan memanfaatkan teknologi dalam budidaya padi sawah hasilnya pasti meningkat dari 4 hingga 4,5 ton kini menjadi 6,98 ton per hektar GKB," ucapnya.

Hairuddin juga mengingatkan kepada warga agar tidak merasa puas dengan hasil yang ada sekarang akan tetapi harus lebih ditingkajkan lagi sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: