Rabu, 15 Juli 2020

Air Meluap, 16 Hektar Sawah di Sampanahan Gagal Panen

GEMA, SAMPANAHAN - Sepuluh tahun berlalu kini kawasan Sampanahan Kabupaten Kotabaru kembali di rendam air akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut dan ratusan rumah warga pun terendam air hingga satu meter.

Bukan hanya perumahan warga saja yang terendam air akan tetapi 16 hektar sawah milik warga gagal panen dan empat hektar kebun pisang rusak diterjang banjir.

Hal itu dipaparkan Kepala Desa Sampanahan, Bambang Erdani kepada Bupati Kotabaru H Sayed Ja'far dan rombongan saat melakukan kunjungan kelokasi banjir, Selasa (14/7/2020).

Ia, pun, menjelaskan kronologis kejadian  pada Minggu pagi hingga malam wilayah Sampanahan diguyur hujan lebat sehingga membuat air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga.

"Ya, hujannya sangat lebat dari pagi hingga malam sehingga air sungai meluap dan merendam tempat tinggal warga hingga satu meter," ungkap Bambang.

Lebih luas dikatakannya, kejadian banjir ini juga pernah dialami warga sekitar 10 tahun yang lalu namun kali ini ada 150 Kepala Keluarga (KK) dengan 800 jiwa tempat tinggal mereka terendam air juga sawah dan kebun pisang warga pun ikut terendam.

Pada kesempatan itu, Bupati Kotabaru H Sayed Ja'far bersama rombongan meninjau lokasi banjir sekaligus memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

"Alhamdulillah, kami bisa bertatap muka dengan warga terdampak banjir dan memberikan bantuan untuk meringankan beban warga tersebut," ucap bupati.

Selain itu bupati dan rombongan juga meninjau jembatan gantung yang rusak akibat banjir dan memberikan bantuan kepada 15 KK di Desa Gedang Timburu Kecamatan Sungai Durian juga bantuan untuk 30 KK di Desa Magalau Hilir Pamukan Barat.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: