Selasa, 16 Juni 2020

Hadapi Virus Corona, Gugus Tugas Kotabaru Bentuk Kampung Tangguh

GEMA, PULAULAUT - Dalam rangkaian percepatan penanganan covid-19 di Kabupaten Kotabaru, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 melakukan rapat terbatas koordinasi pembentukan kampung tangguh, Senin (15/6/2020), pagi di ruang kerja Kapolres Kotabaru.

Nampak hadir dalam acara tersebut Bupati Kotabaru, Kapolres, Dandim, Danlanal, Ketua DPRD, Kejari, Sekda, BPBD, Kesehatan, Forkopimda, dan Kepala SKPD terkait.

Hingga saat ini pandemi Covid-19 telah berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan budaya yang sudah pasti merugikan warga sehingga pemerintah melakukan upaya untuk memutus rantai penyebarannya dengan pola baru membangun ketangguhan masyarakat secara mandiri melalui pembentukan kampung tangguh.

Pada kesempatan itu, Bupati Kotabaru H Sayed Ja'far, menyampaikan, saat ini posko posko diperbatasan sudah dihentikan akan tetapi diganti dengan penjagaan di desa dan kecamatan sebagai ujung tombak keluar masuknya masyarakat dengan pola baru yaitu kampung tangguh banua.

"Ya, memang saat ini posko perbatasan sudah dihentikan jadi fokus penjagaan di desa dan kecamatan sebab masyarakat pendatang pasti akan masuk kedesa desa jadi harus diperkuat dengan kampung tangguh agar masyarakat tetap sehat," ungkap bupati.

Selain itu, tim gugus tugas covid-19 akan melakukan persiapan dibeberapa wilayah kampung tangguh yang sudah ditunjuk untuk sarana dan prasarana di desa tersebut juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan melibatkan perangkat desa.

"Mudah mudahan dengan pola baru dibentuknya kampung tangguh ini nantinya bisa menekan penyebaran covid-19 di Bumi Saijaan," harap Sayed Ja'far.

Saat ini kampung tangguh banua yang sudah terbentuk dari Polres Kotabaru, yaitu, Desa Megasari Kecamatan Pulau Laut Utara, Desa Tebing Tinggi Kecamatan Kelumpang Tengah, Desa Karang Payau Kecamatan Kelumpang Hulu, Desa Banjarsari Kecamatan Sampanahan, Desa Pudi Kecamatan Kelumpang Utara.

Memang secara khusus adanya pembentukan kampung tangguh banua adalah upaya pencegahan, penularan dan penyebaran Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat RW, dengan sasaran masyarakat terdampak penyebaran Covid-19 yang berada di satu teritori tertentu dengan melibatkan warga kampung itu sendiri seperti, perangkat desa, RW, RT, Polres dan Polsek, Forkopimda, juga Forkopimca.

Diharapkan dengan terbentuknya kampung tangguh banua tersebut akan membuat tangguh kesehatan jasmani dan rohani, tangguh sosial ekonomi, tangguh keamanan, dan tangguh informasi kreativitas.

Perlu diketahui, kampung tangguh banua adalah sebuah pilot project kolaboratif bersama stakeholder dengan gerakan aksi nyata di daerah karena terindikasi penyebaran covid-19 dan menitik beratkan keterlibatan elemen masyarakat yang aktif baik secara personal maupun kelompok melalui pendampingan khusus dari stakeholder yang terorganisir, intens, dan terfokus.

Hal tersebut dilakukan pemerintah karena Pandemi jika berkepanjangan akan berpotensi rusuh, kerugian ekonomi dan sosial, berbasis kebersamaan dan ketertiban, juga terbatasnya aparat negara sehingga perlu menyiapkan antisipasi.

Selain itu, tujuan dari kampung tangguh banua ini untuk memutus dan mengurangi penyebaran covid-19, menumbuhkan juga membangun kesadaran masyarakat  agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19, membangun solidaritas dan kemandirian masyarakat dalam meminimalisir dampak sosial ekonomi, dan mensosialisasikan masyarakat produktif dan aman Covid-19 dalam menghadapi new normal.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: