Rabu, 19 Februari 2020

PDAM Kotabaru Lakukan Sosialisasi Pendistribusian Air Melalui Radio

GEMA, PULAULAUT - Banyaknya pertanyaan yang ingin diketahui oleh masyarakat terkait pengelolaan dan pendistribusian air bersih oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kotabaru, maka pihak PDAM melakukan sosialisasi melalui media Radio Gema Saijaan 102 Fm agar masyarakat khususnya pelanggang bisa mengetahuinya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas PDAM Kotabaru Syarwani dalam acara Hallo Kotabaru yang dipandu H Kisra Syarwansyah selama satu jam, Rabu, (19/2/2020).

Ditanya masalah keluh kesah dari masyarakat terkait pendistribusian air bersih PDAM, Syarwani menjawab dengan santai, ya, itu sudah menjadi resiko petugas akan tetapi kami tetap berusaha memberikan yang terbaik buat masyarakat dan sosialisasi ini selain di radio PDAM juga tiap harinya selalu mengupdate keadaan air baku melalui media Facebook pelanggang PDAM.

Hingga saat ini PDAM Kotabaru terus berbenah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggang dengan mengoptimalkan embung ataupun penampungan yang dimiliki untuk bisa mendistribusikannya ke masyarakat luas.

Dipaparkan Syarwani, saat ini PDAM Kotabaru sudah melakukan survei dengan instansi terkait kebeberapa titik air baku yang nantinya mampu mengatasi kemarau yang tiap tahun dialami Kotabaru.

"Memang, ada program jangka pendek dan panjang yang akan dilakukan pihak PDAM untuk pengelolaan air dalam menangani kemarau salah satunya memperbanyak penampungan air baku yaitu di sungai Seratak dan Gunung Perak," ujarnya.

Lebih luas dijelaskannya, tahun ini anggaran pembangunan embung Seratak dan Gunung Perak harus dilakukan jangan ketinggalan lagi hingga bisa lelang dan tahun 2021 nanti sudah bisa selesai.

Untuk saat ini tambah Syarwani, revetalisasi embung gunung tirawan sudah masuk tahap lelang di provinsi sedangkan perluasan waduk Gunung Ulin tahun 2021 optimis akan di kerjakan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: