Senin, 27 Januari 2020

Indocement: Kini Hutan Mangrove Langadai Bernilai Ekonomis

GEMA, LANGADAI - Hutan mangrove atau kayu bakau kebanyakan hanya dibuat warga untuk keperluan sehari hari padahal kalau dilestarikan dan dibudidayakan maka akan menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis hingga bisa menambah penghasilan warga setempat.

Kini kawasan hutan dipesisir Desa Langadai Kecamatan Kelumpang HIlir Kotabaru tersebut sudah ditetapkan seubagai kawasan ekowisata mangrove yangmana perlu perhatian dari semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan itu.

Melihat hal tersebut PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun yang peduli akan lingkungan melakukan berbagai kegiatan untuk tetap menjaga kawasan ekosistem tersebut guna keberlangsungan keanekaragaman hayatinya dan dampak positif yang dirasakan manusia disekitanya.

Selain menjaga dan melestarikan kawasan hutan mangrove, perusahaan juga berupaya memanfaatkan tanaman mangrove yaitu buah rambai untuk menjadi bahan makanan diantaranya sirup, selai, dan sebagai pewarna alami untuk pembuatan batik.

Mewakili management Indocement, H Teguh Iman Basoeki kepada wartawan menjelaskan, pihaknya terus konsen dalam hal pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan edukasi yang baik tentang bagaimana mengelola kawasan hutan dengan bijak dan baik untuk keberlangsungan kehidupan dimasa mendatang.

Selain itu ungkapnya, bukan hanya untuk melestarikan dan menjaga hutan saja akan tetapi juga bisa memanfaatkan hasilnya seperti buah mangrove menjadi inovasi bagi masyarakat sekitar dengan berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Memang merubah pola pikir masyarakat agar tidak menebang pohon dikawasan mangrove tidak lah mudah namun perlahan lahan akhirnya usaha yang dilakukan perusahaan itu membuahkan hasil dan sekarang warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan," ujar Teguh.

Lebih luas dipaparkannya, kini desa binaan Indocement sudah ada lokal heronya salah satunya penggiat lingkungan di Desa Langadai yaitu, Adawiyah yangmana sudah mendirikan bank sampah dan mempelopori terbentuknya kelompok sadar wisata dan terus dibina agar lingkungan tetap lestari.

Saat dijumpai di kawasan hutan mangrove Adawiyah mengatakan, kepedulian akan lingkungan harus dilakukan bagaimanapun cara dan langkahnya banyak hal yang bisa dilakukan misalnya, mendirikan bank sampah, kelompok sadar wisata, dan menjaga kelestarian kawasan ekowisata hutan mangrove.

"Ya, semua itu atas bantuan dan dukungan pihak PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun hingga semuanya bisa berjalan sampai sekarang," tuturnya.

Ia dan warga lainnya berusaha untuk menjaga hutan mangrove dari penebangan kayu bakau, tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan penanaman pohon.

"Alhamdulillah, dengan bank sampah Desa Langadai warga disini tingkat kepeduliannya sudah terlihat dengan  baik, sampah-sampah pun tidak lagi dibuang sembarangan karena bisa bernilai ekonomis dan penebangan kayu mangrove sudah dapat di minimalisir sesuai harapan," jelasnya senang.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Desa Langadai, Tri Sutrisno sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh perusahaan Indocement terkait dengan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan itu terlihat di desa-desa binaannya.

"Saya sangat apresiasi kepada Indocement karena telah banyak membantu dan itu merupakan wujud nyata dalam kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup," ungkapnya bangga.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

SHARE THIS

Facebook Comment

0 Comments: