Hujan Tak Turun, PDAM Kotabaru Kembali Lakukan Penggiliran


Baca Juga


GEMA, PULAULAUT - Setelah diguyur hujan siang maupun malam kini Kotabaru terbebas dari kemarau pasalnya air ledeng kembali normal keluar dirumah mereka namun hal itu tak berselang lama beberapa hari tidak turun hujan debet air milik PDAM kembali turun dari batas normal sehingga harus dilakukan penggiliran kepada pelanggan.

Hal itu dibenarkan Kepala Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki, memang, Minggu (19/1/2020) kembali dilakukan penggiliran pendistribusian air kepada pelanggan disebabkan debet sumber air baku dari Gunung Mandin, Gunung Perak, dan Dam 2 Gunung Ulin yang masuk ke IPA Gunung Relly dan Gunung Ulin mengalami penurunan drastis dari 85 Lt/Dt menjadi 5 Lt/Dt.

"Ya, hal ini harus dilakukan PDAM Kotabaru pasalnya sumber debit air baku drastis turunnya jadi mau tidak mau kembali dilakukan penggiliran kepada pelanggan," ujar Tri.

Namun tambahnya, saat ini pihaknya telah memaximalkan pasokan air dari embung Gunung Ulin dengan kapasitas 50 lt/dt dengan rasio jumlah pelanggan terlayani sekitar 3.500 pelanggan.

Ia, pun, memohon maaf melalui akun Facebooknya atas masalah ketidaknyamanan ini kepada seluruh pelanggang dan untuk jadwal penggiliran di beritahukan melalui Facebook melalui group pelanggan PDAM Kotabaru.

Perlu diketahui oleh pelanggan PDAM beber Tri kepada gemasaijaanonline, bahwa pengolahan IPA Gunung Relly dari 145 Lt/Dt hanya mampu mengolah 110 Lt/Dt saja dan bisa melayani sekitar 5.500 pelanggang sedangkan pelanggang yang harus dilayani sekitar 8000 pelanggan.

"Memang keadaan air baku kita kurang karena selain layanan ke Gunung Relly air tersebut juga harus melayani instalasi Gunung Perak Dan Instalasi Gunung Pemandangan," ungkapnya.

Lebih luas dijelaskannya, disaat hujan air baku berlimpah namun bila kemarau datang maka akan kekurangan air baku hal itu disebabkan pipa transmisi dan pompa yang kecil sehingga pengolahan air tidak sesuai dengan kebutuhan.

Solusinya ujar Tri, adanya penambahan air baku dari Seratak dan Megasari yang harus segera diwujudkan dan pengolahan IPA Tirawan juga harus ditambah minimal 50 Lt/Dt agar dapat membantu wilyayah layanan Gunung Relly (Wilayah Kotabatu Tengah). Sedangkan untuk Embung Gunung Perak juga harus terwujud pasalnya agar tidak membebani IPA G.Relly lagi.

"Intinya harus ada penambahan jaringan pipa baru dari embung Gunung Ulin ke IPA Gunung Relly sehingga bisa menambah kapasitas dari 50 lt/dt menjadi 100 lt/dt untuk memaximalkan air embung Gunung Ulin pada saat intake Mandin tidak memasok air lagi ke Gunung Relly," harap Tri.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share on Google Plus

Tentang gemasaijaanonline

Gema Saijaan Online memberikan informasi seputar Kabupaten Kotabaru untuk ikut mencerdaskan anak bangsa

0 Comments :

Posting Komentar