-->

Pemkab Kotabaru Bantu Warga Pulaulaut Timur

GEMA, BERANGAS - Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Kotabaru dalam membantu mensejahterakan warganya nampak sudah dirasakan oleh masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaaan.

Setelah memberikan bantuan dibeberapa kecamatan kali ini, Kamis (30/1/2020) Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan kembali memberikan bantuan kepada masyarakat Kecamatan Pulaulaut Timur.

Adapun bantuan yang diserahkan berupa dua buah unit mobil ambulance untuk Desa Teluk Gosong dan Batu Tunau, bantuan BPJS Kesehatan untuk masyarakat di 12 desa Kecamatan Pulaulaut Timur.

Selain itu bupati juga memberikan bantuan keagamaan untuk Mesjid dan tempat ibadah, bantuan benih unggul untuk tujuh kelompok tani, bantuan ice flake machine untuk Kelompok Sinar Empang Desa Sungai Limau, dan bantua kartu Asuransi Nelayan di Desa Teluk Gosong.

Dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di Bumi Saijaan itu berpesan agar bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat dan harap dipelihara sebaik baiknya.

"Semua ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakatnya agar bisa sejahtera dan bersama membangun Kotabaru ini agar lebih baik lagi," ucap bupati.

Disisi lain, Camat Pulaulaut Timur, Tri Basuki Rachmad mengucapkan, Ahamdulillah, sebab Kecamatan Pulaulaut Timur salah satu kecamatan yang banyak mendapatkan program dari pemerintah.

"Atas nama masyarakat Pulaulaut Timur mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah sebab ini sangat bermanfaat bagi warga kami," tuturnya.

Untuk mengetahui lebih dalam permasalahan yang dihadapi oleh masyarakatnya selama ini bupati langsung melakukan dialog dengan warga setempat agar bisa menyerap aspirasi mereka untuk pembangunan Kotabaru lebih baik lagi kedepannya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kini Kotabaru Sudah Punya Pengurus PPI

GEMA, PULAULAUT - Untuk pertama kalinya di Kabupaten Kotabaru pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dibentuk dan disahkan masa bakti 2019 - 2020 hingga menjadi organisasi kepemudaan dari anggota Pasukan pengibar bendera yang sudah purna tugas.

Pengesahan pengurus kabupaten PPI ini dilakukan oleh Ketua PPI Provinsi Kalsel H Untung Bijaksana, didampingi Asisten III Murdianto, Sekretaris Disparpor Abdul Gafar, anggota TNI AD, dan disaksikan puluhan anggota Paskibraka Kabupaten kotabaru, Kamis (30/1/2020) di Gedung Parisbarantai Kecamatan Pulaulaut Sigam.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar melalui Asisten III Murdianto, menyampaikan, anggota PPI yang dilantik ini harus bisa memperbaharui semangat, mampu membangun, mengukir prestasi, untuk menjadi contoh terhadap generasi yang akan datang.

"Mereka diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk membangun Kotabaru khususnya agrobisnis dan pariwisata dengan berkomunikasi dan tidak mengurangi jiwa nasionalisnya," ungkapnya.

Ia, berpesan, kepada pengurus Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Ini agar kedepannya bisa berkembang dan maju hingga bisa menjadi wadah bagi para pemuda yang mempunyai karakter positif dan terhindar dari hal hal negatif yang akan menghancurkan masa depan pemuda.

Ketua PPI Provinsi Kalsel H Untung Bijaksana usai acara kepada media gemasaijaanonline mengatakan, pelantikan PPI kabupaten ini seharusnya dilaksanakan tahun 2019 kemarin namun karena ada sesuatu hingga baru sekarang bisa dilaksanakan.

"Ya, seharusnya tahun 2019 tadi sudah disahkan dan di Kotabaru ini yang terakhir dari 13 kabupaten/kota se Kalsel yang disahkan pengurusnya," jelas Untung.

Ditambahkannya, nantinya pengurus PPI kabupaten akan menjadi pelopor dengan mengadakan kegiatan kegiatan positif yang mana harus bersinergi dengan instansi terkait diantaranya, Kesbangpol, Pemuda Olahraga, dan Kepariwisataan.

Disisi lain Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpor) Abdul Gafar, menyambut baik adanya pengesahan pengurus kabupaten untuk Purna Paskibraka Indonesia (PPI) tersebut dan nantinya mereka bisa memberikan gagasan positif tentang kegiatan kepemudaan apa saja tinggal dikoordinasikan.

"Kita siap menampung gagasan dari PPI ini terkait kegiatan kepemudaan dan pariwisata jadi tinggal mereka akan melakukan apa namun harus tetap bersinergi dan berkoordinasi," ungkapnya.

Untuk kepengurusan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Kotabaru periode 2019-2020, yang sudah disahkan yaitu, sebagai penasehat, Bupati, Ketua DPRD, Kepala Disparpor, Kepala Disdikbud.

Dan majelis pertimbangan, yaitu, Andi Mapangangka, Fikri Mulyadi HS, Rudi Arman, dan Yuliana.

Sedangkan pengurus kabupaten diketuai oleh Wawan Kristiantoro, bidang penataan organisasi dan anggota dikepalai Said Mukhsin Al Aydrus, bidang penelitian dan pengembangan dikepalai Agus Adi Purnomo, bidang kaderisasi dan bela negara dikepalai Rosadi Maulana, bidang hukum dan ham dikepalai Victor Trijaya Patintingan.

Dan bidang kewirausahaan dan koperasi dikepalai Umar Yakub, bidang sosial, budaya dan keagamaan dikepalai Lisa Fitria, bidang komunikasi informasi dan hubungan antar lembaga dikepalai Firdaus, bidang kesehatan dan siaga bencana dikepalai oleh Edy Ariyanto.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Bantu Pembuatan Kanal Kapal Desa Sarangtiung

GEMA, PULAULAUT - Untuk mempermudah akses para nelayan keluar dan masuk membawa kapal motor mereka dan tidak terhalang lagi oleh hamparan batu karang disepanjang pantai, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar membantu warga di RT 03 Desa Sarangtiung Kecamatan Pulaulaut Sigam Kabupaten Kotabaru membuat kanal kapal.

Saat ini pengerjaan kanal kapal itu sudah berjalan empat hari dan orangy nomor satu di Bumi Saijaan itu bersama jajarannya meninjau kelokasi untuk mengetahui sudah sampai dimana pengerjaannya, Rabu (29/1/2020).

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, kepada media gemasaijaanonline mengatakan, tujuan dari pembuatan kanal kapal ini untuk membantu para nelayan di RT 03 Desa Sarangtiung ini tetap beraktivitas kelaut walaupun air surut mereka tatap dengan mudah keluar dan masuk membawa kapal hingga sampai kepinggiran dan tidak parkir ditengah laut lagi.

"Memang kita hanya membantu meminjamkan alat berat untuk nelayan disini membuat kanal kapal sedangkan untuk bahan bakarnya dari desa dan nelayan setempat," ucapnya.

Dan tambahnya, nantinya bukan hanya diwilayah ini saja yang mempunyai kanal kapal akan tetapi diwilayah lain akan dibangunkan juga sebab wilayah pesisir Kotabaru memang hamparan karangnya luas dan panjang.

Disisi lain Kepala Urusan (KAUR) Perencanaan Desa Sarangtiung Bahtiar, mengatakan, selama ini para nelayan disini sangat terganggu dengan adanya hamparan batu karang di sepanjang bibir pantai sebab menghambat aktivitas nelayan bila mau melaut karena dangkal dan harus menunggu air pasang terlebih dulu sebalikya bila air surut maka kapal terpaksa harus parkir di tengah laut.

"Alhamdulilah, Pemkab Kotabaru mau membantu meminjamkan alatnya dalam pembuatan kanal kapal ini karena sangat membantu warga khususnya para nelayan sehingga tidak menunggu air pasang surut lagi untuk melaut," ungkapnya.

Dijelaskan Bahtiar, pengerukan batu karang untuk pembuatan kanal kapal ini sepanjang 120 meter dengan lebar 15 meter dan pengerjaannya pun harus menunggu air surut baru bisa dilakukan.

"Memang, kami hanya minta bantuan pinjam pakai alat dan operatornya saja kepada bupati sedangkan bahan bakar dan lain lainnya dari warga sini," jelas Bahtiar.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kini Giliran Warga Kelumpang Hulu Dapatkan Bantuan Pemkab Kotabaru

GEMA, CANTUNG - Seperti halnya kecamatan lain yang sudah lebih dulu mendapatkan bantuan dari Pemkab Kotabaru, kini giliran Kecamatan Kelumpang Hulu juga mendapatkan bantuan itu, Selasa (28/1/2020) dihalaman PAUD Desa Banua Lawas Kecamatan Kelumpang Hulu Cantung.

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh orang nomor satu di Bumi Saijaan itu kepada perwakilan desa dan pengurus setempat diantaranya, satu unit mobil ambulance untuk Pukesmas Sungai Kupang, BPJS kesehatan untuk tiga desa, dan makanan tambahan ibu hami.

Sedangkan dibidang keagamaan adalah bantuan hibah 25 juta kepada pengurus GPDI Ekklesia Desa Karang Liwar, GPDI Eliezzer Desa Bangkalan Dayak sebesar 50 juta, GPDI Eben Haezer Desa Karang Liwar 50 juta, GPDI Bukit Sion Desa Laburan 75 juta, GPDI Exilsia Guntung Turap Desa Bangkalan Dayak 50 juta, dan pengurusan Wihara Sudha Subha Desa Karang Liwar 30 juta.

Selain itu bupati juga menyerahkan bantuan berupa gaji pribadinya selama dua bulan untuk Desa Banua Lawas, dan penyerahan cindera mata berupa photo bersama untuk anggota BPD yang telak dilantik.

Pemberian bantuan kesehatan, sosial, dan keagamaan, kepada warga di Kecamatan Kelumpang Hulu tersebut dirangkai dengan acara pelantikan 71 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, menyampaikan bahwa kita harus berlomba untuk memajukan pembangunan di desa masing masing agar lebih maju dari desa lain dengan cara saling bekerjasama antara anggota BPD dan perangkat desa.

"Ya, kita harus berkompetisi untuk meningkatkan pembangunan dimasing masing desa sesuai perundang undangan yang berlaku dengan transparan, sesuai, dan efektif," ujarnya.

Ia, pun, menjelaskan bahwa bukan hanya kalian saja yang berkompetisi namun bupati juga dengan13 kabupaten /kota di Kalsel saling berlomba agar tidak tertinggal dengan kabupaten lain terkait pembangunan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Warga Kotabaru Geger Air PDAM Berbau

GEMA, PULAULAUT - Beberapa hari ini warga Kotabaru khususnya pelanggan PDAM Kotabaru dibuat geger dikarenakan air ledeng dirumah mereka berbau sehingga mereka langsung melaporkan hal tersebut kepetugas melalui forum pelanggang PDAM di media sosial Facebook.

Mayoritas di forum tersebut pelanggang menanyakan kenapa air dirumah mereka berbau lumpur sehingga membuat mereka tidak bisa menggunakannya untuk keperluan memasak dan minum sebab tidak layak dikonsumsi.

Keluhan pelanggang tersebut langsung direspon oleh Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki, setelah mendapat informasi tim langsung bergerak melakukan pengecekan kepenampungan air baku PDAM untuk mengetahui sumber masalahnya apa yang menyebabkan air jadi berbau.

Ia, pun, tidak menampik hal tersebut memang benar, kepada gemasaijaanonline, Selasa (28/1/2020) dikatakannya bahwa setelah dilakukan pengecekkan ke lokasi sumber air baku ternyata memang ada aroma berbau, dan kini sudah dilakukan pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi aroma bau itu.

"Benar, pemicu sumber bau air PDAM yang dikeluhkan warga berada di embung Gunung Ulin dan hasil analisa laboratorium masih menunggu pihak Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kotabaru apakah layak atau tidak untuk dikonsumsi," ujar Tri.

Sementara menunggu hasil tambahnya, analisa dari PDAM sementara air masih layak untuk dikonsumsi sebab aroma bau tersebut berasal dari pembusukan dedaunan dan sisa kayu di dasar embung namun pihak PDAM tetap menunggu hasil penelitian laboratorium dan bila hasilnya tidak layak maka pendistribusian air kepelanggan akan dihentikan.

Akan tetapi ujar Tri, secara pribadi ia masih menggunakannya untuk konsumsi namun apabila pelanggan ragu karena belum ada hasil analisa lab dari DLHD provinsi maka pelanggang harus bijak menggunakan air itu bisa sementara hanya untuk MCK saja artinya jangan dikonsumsi dan hingga saat ini kami masih mengusahakan mengurangi aroma bau tersebut.

"Ya, sekitar satu minggu ini kita tunggu hasil lab DLHD dulu apa, baru bisa mengambil tindakan selanjutnya apa yang harus dilakukan PDAM apakah tetap melakukan pendistribusian air kepelanggan atau dihentikan," kata Tri.

Lebih luas dipaparkannya, sebenarnya embung rutin dibersihkan oleh petugas apalagi bila kemarau tiba namun masalahnya bukan di embung akan tetapi ketika hujan tiba banyak matrial yang terbawa arus sungai dan tertumpuk di embung seperti ranting pohon kayu, dedaunan, dan lainnya.

Biasanya lanjut Tri, setelah air normal petugas melakukan pembersihan namun sekarang hal itu tidak bisa dilakukan karena dikhawatirkan sumber airnya habis dan tidak ada tambahan lagi sebab saat ini hanya itulah satu satunya sumber air yang bisa didistribusikan kepelanggan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Warga Desa Bangun Rejo Suguhkan Hasil Kebun Kepada Bupati Kotabaru

GEMA, TANJUNG SELAYAR - Kedatangan rombongan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar disambut ratusan warga Desa Bangun Rejo Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar Kotabaru dan disuguhi hasil kebun warga setempat sembari silaturrahmi, Minggu (26/1/2020).

Nampak terlihat orang nomor satu di Bumi Saijaan itu bersama istri dan rombongan berbaur dengan warga setempat santai bercengkrama sambil menikmati hasil kebun warga.

Camat Pulaulaut Tanjung Selayar, Paimin menyampaikan, jalan yang ada di Desa Bangun Rejo sejak 2018 sudah diperbaiki oleh Pemkab Kotabaru hal ini tentunya membuat warga setempat bangga dan senang walaupun masih belum sepenuhnya beraspal.

"Memang masyarakat disini mayoritas petani dan masyarakatnya selalu kompak, bersatu dan terkenal bahwa warganya adalah pekerja sehingga tidak adanya pengangguran," ujarnya tersenyum.

Pada kesempatan silaturrahmi tersebut salah satu warga bertanya kepada orang nomor satu di Bumi Saijaan itu terkait infrastruktur jalan di Desa Bangun Rejo kenapa belum semuanya dilakukan pengaspalan sehingga banyak pertanyaan dari warga terkait masalah itu.

"Kita hanya ingin tau kenapa pengaspalan jalan di Desa Bangun Rejo berhenti begitu sampai rumah pertama warga dan menginginkan jalan tersebut kembali dilanjutkan pengerjaannya," ungkap warga.

Menanggapi keluhan yang disampaikan warga tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menyampaikan, nantinya tidak ada lagi jalan yang terpotong potong untuk pengaspalannya dan tahun ini jalan tersebut akan kembali dilanjutkan pengerjaan pengaspalan hingga semuanya bisa tersambung antar desa hingga seluruh kecamatan.

"Memang nantinya semua jalan jalan di desa dan kecamatan diwilayah Kotabaru akan diperbaiki dan tahun ini kembali akan dilanjutkan pengerjaan untuk pengaspalan," ungkap bupati.

Suasana silaturrahmi antara bupati dan warga Desa Bangun Rejo nampak terlihat keakraban seorang pemimpin dan rakyatnya duduk lesehan bersama saling berbagi pikiran dan pendapat untuk bisa membangun Kotabaru bersama sama.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement: Kini Hutan Mangrove Langadai Bernilai Ekonomis

GEMA, LANGADAI - Hutan mangrove atau kayu bakau kebanyakan hanya dibuat warga untuk keperluan sehari hari padahal kalau dilestarikan dan dibudidayakan maka akan menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis hingga bisa menambah penghasilan warga setempat.

Kini kawasan hutan dipesisir Desa Langadai Kecamatan Kelumpang HIlir Kotabaru tersebut sudah ditetapkan seubagai kawasan ekowisata mangrove yangmana perlu perhatian dari semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan itu.

Melihat hal tersebut PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun yang peduli akan lingkungan melakukan berbagai kegiatan untuk tetap menjaga kawasan ekosistem tersebut guna keberlangsungan keanekaragaman hayatinya dan dampak positif yang dirasakan manusia disekitanya.

Selain menjaga dan melestarikan kawasan hutan mangrove, perusahaan juga berupaya memanfaatkan tanaman mangrove yaitu buah rambai untuk menjadi bahan makanan diantaranya sirup, selai, dan sebagai pewarna alami untuk pembuatan batik.

Mewakili management Indocement, H Teguh Iman Basoeki kepada wartawan menjelaskan, pihaknya terus konsen dalam hal pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan edukasi yang baik tentang bagaimana mengelola kawasan hutan dengan bijak dan baik untuk keberlangsungan kehidupan dimasa mendatang.

Selain itu ungkapnya, bukan hanya untuk melestarikan dan menjaga hutan saja akan tetapi juga bisa memanfaatkan hasilnya seperti buah mangrove menjadi inovasi bagi masyarakat sekitar dengan berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Memang merubah pola pikir masyarakat agar tidak menebang pohon dikawasan mangrove tidak lah mudah namun perlahan lahan akhirnya usaha yang dilakukan perusahaan itu membuahkan hasil dan sekarang warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan," ujar Teguh.

Lebih luas dipaparkannya, kini desa binaan Indocement sudah ada lokal heronya salah satunya penggiat lingkungan di Desa Langadai yaitu, Adawiyah yangmana sudah mendirikan bank sampah dan mempelopori terbentuknya kelompok sadar wisata dan terus dibina agar lingkungan tetap lestari.

Saat dijumpai di kawasan hutan mangrove Adawiyah mengatakan, kepedulian akan lingkungan harus dilakukan bagaimanapun cara dan langkahnya banyak hal yang bisa dilakukan misalnya, mendirikan bank sampah, kelompok sadar wisata, dan menjaga kelestarian kawasan ekowisata hutan mangrove.

"Ya, semua itu atas bantuan dan dukungan pihak PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun hingga semuanya bisa berjalan sampai sekarang," tuturnya.

Ia dan warga lainnya berusaha untuk menjaga hutan mangrove dari penebangan kayu bakau, tidak membuang sampah sembarangan, dan melakukan penanaman pohon.

"Alhamdulillah, dengan bank sampah Desa Langadai warga disini tingkat kepeduliannya sudah terlihat dengan  baik, sampah-sampah pun tidak lagi dibuang sembarangan karena bisa bernilai ekonomis dan penebangan kayu mangrove sudah dapat di minimalisir sesuai harapan," jelasnya senang.

Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Desa Langadai, Tri Sutrisno sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh perusahaan Indocement terkait dengan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan itu terlihat di desa-desa binaannya.

"Saya sangat apresiasi kepada Indocement karena telah banyak membantu dan itu merupakan wujud nyata dalam kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup," ungkapnya bangga.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Kunjungi Pulau Kerayaan

GEMA, KERAYAAN - Dalam kunjungan kerjanya Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan SKPD kunjungi Pulau Kerayaan Kecamatan Pulaulaut Kepulauan Kotabaru untuk mengetahui langsung keadaan warga disana dengan berdialog, Minggu (26/1/2020)

Pulau Kerayaan dengan luas wilayah sekitar lima hektar persegi mayoritas adalah nelayan dan ada dua desa ditempat tersebut yaitu, Desa Kerayaan dan Desa Kerayaan Utara.

Dalam acara dialog itu warga diberikan kesempatan menyampaikan masalah yang telah dihadapi warga setempat kepada orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut yangmana acara berlangsung di gedung bulutangkis Desa Kerayaan Utara Kecamatan Pulaulaut Kepulauan.

Salah satu warga Desa Kerayaan Utara menyampaikan, sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) di Desa Kerayaan Utara Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar Kotabaru masih belum mempunyai listrik jadi pa bupati dan instansi terkait bisa mencarikan solusinya agar masyarakat bisa menikmati listrik seperti warga lainnya.

"Ya, kami ingin warga yang belum mempunyai aliran listrik bisa dibantu agar mereka juga bisa menikmati penerangan seperti halnya warga lainnya," ungkapnya.

Selain itu warga lainnya juga menyampaikan bahwa saat ini Pulau Kerayaan ingin memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) sebab sekitar 60 persen masyarakat disini hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja dikarenakan tidak adanya biaya untuk anak mereka sekolah ke luar atau kota.

Menanggapi hal itu Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menyampaikan, untuk warga yang belum teraliri listrik pemerintah daerah nanti akan turun tangan bersama tim dalam mendata warga kurang mampu tersebut agar bisa mempunyai listrik dan menikmati penerangan sama dengan warga lainnya.

Sedangkan untuk bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) memang prosesnya akan lama masalahnya sekarang sudah bukan kewenangan bupati lagi namun kewenangan provinsi akan tetapi nanti kita akan siapkan proposalnya dulu seperti lahan sekolah dan lainnya hingga bersama kita ajukan ke provinsi untuk memprosesnya.

"Memang banyak permasalahan yang dihadapi oleh Kotabaru karena daerahnya sangat luas namun perlahan tapi pasti sekarang sudah mulai berubah baik pariwisata, insfrastruktur jalan, dan lainnya," ungkap bupati.

Acara tetsebut juga dirangkai dengan pembagian bantuan kepada para nelayan setempat oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar disaksikan oleh Kepala SKPD dan ratusan masyarakat Kerayaan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Sayed Jafar: Masalah Tapal Batas Desa di Kotabaru Sudah Selesai

GEMA, HAMPANG - Banyaknya permasalahan selama ini yang dialami oleh 21 kecamatan khususnya masalah tapal batas desa yang jumlahnya ratusan membuat pemerintah desa harus melapor ke Pemkab Kotabaru agar bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam.kunjungan kerja bupati di Kecamatan Hampang, Sabtu (25/1/2020) Sumarno selaku Camat Hampang berkesempatan menyampaikan masalah tapal batas desa yang selama ini terjadi diwilayahnya kepada orang nomor satu di Bumi Saijaan itu agar bisa selesai hingga tidak terjadi masalah yang berlaku larut.

Menanggapi masalah tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengatakan, masalah tapal batas desa ini sekarang sudah diselesaikan oleh pemerintah masa kepemimpinan dirinya dan sudah ada ratusan desa bebas masalah tapal batas desa.

"Sekarang masyarakat jangan lagi takut masalah batas desa karena sudah sah dimata hukum dan selama kepemimpinan saya sekarang sudah ada 113 desa selesai permasalahan itu," ucap bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar membagikan Perbup tapal batas  kepada 7 desa yaitu, Desa Lalapin, Limbungan, Hampang, Cantung Kanan, Cantung Kiri, Pramasan 2x9, dan Muara Uri, yang diterima langsung oleh masing masing kepala desa.

Selain itu acara juga dirangkai dengan sunatan masal yang diikuti oleh 26 anak anak desa setempat yang melibatkan tenaga medis Dinas Kesehatan Kotabaru. 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pengolahan Air PDAM Kotabaru Tidak Sesuai Kebutuhan Pelanggan

GEMA, PULAULAUT - Disaat musim penghujan air baku milik PDAM Kotabaru berlimpah namun sebaliknya bila musim panas datang maka akan kekurangan air baku.hal tersebut disebabkan pipa dan pompa transmisi pengolahan air tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki, Sabtu (25/1/2020), memang pengolahan IPA Gunung Relly dari 145 Lt/Dt hanya mampu mengolah 110 Lt/Dt dan hanya bisa melayani sekitar 5.500 pelanggang sedangkan yang harus dilayani sekitar 8000 pelanggan.

"Memang keadaan air baku kita kurang karena selain layanan ke Gunung Relly air tersebut juga harus melayani instalasi Gunung Perak Dan Instalasi Gunung Pemandangan," ungkapnya.

Untuk jangka pendek kata Tri, harus dilakukan penambahan jaringan pipa baru dari embung Gunung Ulin ke IPA Gunung Relly sehingga bisa menambah kapasitas dari 50 lt/dt menjadi 100 lt/dt untuk memaximalkan air embung Gunung Ulin pada saat intake Mandin tidak memasok air lagi ke Gunung Relly.

Ia, pun, tidak menampik permasalahan air ini terus dialami tiap tahunnya oleh kabupaten kotabaru jadi harus ada penambahan air baku agar krisis air bersih ini bisa teratasi seperti pembangunan jaringan perpipaan dengan pemanfaatan sumber air Seratak atau Teluk Mesjid sebagai pasokan air ke IPA Tirawan dan Gunung Relly.

Dan jaringan perpipaan dengan pemanfaatan sumber air Megasari untuk memasok air ke IPA Gunung Sari, Gunung Ulin, dan Gunung Perak, agar bisa menambah kapasitas produksi untuk pemenuhan kebutuhan air dan ini semua harus terwujud dalam waktu minimal 2 tahun anggaran atau dengan anggaran multi years.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar melalui Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki mengatakan, pembangunan jaringan perpipaan perlu segera direalisasikan sebab dengan perpipaan tersebut nantinya sumber sumber air yang ada di wilayah Seratak, Kilometer 12 dan sumber lainya bisa di masukan kejaringan pipa," ungkapnya.

"Memang, masalah ini harus segera dituntaskan karena dampaknya sangat terasa dari krisis air bersih ini bila kemarau tiba," ujar Tri menirukan ucapan bupati.

Selain itu, pemanfaatan air baku Seratak untuk memasok air bersih ke IPA Tirawan dan Gunung Relly, sumber air Seratak itu juga akan melayani pasokan air bersih untuk wilayah timur dan Megasari juga wilayah tengah. Dan nanti akan dibangunkan IKK baru disana sehingga masyarakat bisa menikmati akses air bersih.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bidang Agama Tiap Kecamatan Jadi Perhatian Bupati Kotabaru

GEMA, TG SELAYAR - Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Tanjung Selayar Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan melihat langsung keadaan Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Desa Kampung Baru yang memprihatinkan dan perlu adanya bantuan, Kamis (23/1/2020).

Dalam kesempatan itu orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut mengatakan akan selalu memperhatikan persoalan persoalan dibidang agama tiap kecamatan.

Sekedar diketahui bangunan pondok pesantren Raudhatul Jannah tersebut dibangun sejak tahun 2009 dari bahan bekas perusahaan setempat yang dihuni sekitar 50 santri terdiri dari 32 laki laki dan 18 perempuan dan hanya punya satu ruangan dalam proses belajar mengajar.

Hal tersebut disampaikan pimpinan Ponpes Raudhatul Jannah Desa Kampung Baru, Lukman, memang ponpes ini hanya memiliki satu ruangan saja dalam proses belajar mengajar kepada 50 santri.

"Saat ini karena ruang kelasnya rusak jadi proses belajar mengajarnya di mushola atau langgar mudah mudahan bupati dapat membantu ponpes ini," harapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar akan memperbaiki ponpes tersebut dan membangunkan ruangan tambahan agar proses belajar mengajar di ponpes Raudhatul Jannah ini tidak lagi di mushola.

Selain itu dilahan kosong ponpes ini juga akan dibangunkan ruangan sehingga bisa menampung semua guru dan santri agar mereka bisa menjadi regenerasi yang lebih baik kedepannya.

"Kita akan selalu memperhatikan persoalan bidang kegamaan di tiap kecamatan baik ponpes, mushola, mesjid, dan lainnya akan diberikan bantuan," ucap bupati.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Rumah Tahfidz Saijaan Akan Miliki Gedung Sendiri

GEMA, PULAULAUT - Sekitar 9 tahun menempati gedung eks Dinas Kesehatan di Jalan H Hasan Basri kini Rumah Tahfidz Saijaan akan memiliki gedung sendiri untuk bisa memberikan pelajaran kepada santrinya lebih nyaman.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengelola Rumah Tahfidz Saijaan, H Muchtasar memang, keberadaan Rumah Tahfidz Saijaan ini sudah 9 tahun dengan jumlah santri yang belajar sekarang sekitar 370 orang, Senin (20/1/2020).

"Kami sangat senang karena gedung yang dipakai Rumah Tahfidz Saijaan sekarang akan dihibahkan oleh Pemkab Kotabaru untuk dikelola sendiri dalam proses belajar mengajar," ujar Muchtasar

Ia, pun, menyampaikan bahwa pembelajaran yang diberikan yaitu hafalan dan tajwid, bahkan ketentuan-ketentuan membaca Al-Qur'an yang benar, sehingga alumni dari rumah tahfidz ini bisa memenuhi persyaratan menjadi imam.

Dalam kegiatan itu Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengungkapkan kedatangannya ini untuk melihat langsung kondisi rumah tahfidz yang saat ini sudah di penuhi kurang lebih 370 anak-anak santri untuk belajar.

"Ya, kita akan perbaiki dan tingkatkan tempat ini bahkan Pemkab Kotabaru akan menghibahkan gedung ini sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman," ujarnya.

Mereka kata orang nomor satu di Bumi Saijaan itu bisa dapat mengelola sendiri tempat ini dengan betul betul untuk para santri menimba ilmu agama.

Ia, pun, menjelaskan nanti kan ini jadi aset Rumah Tahfidz Saijaan dan mengelola sendiri namun pemerintahy tetap ikut campur tangan dalam hal peningkatan ilmu keagamaan untuk anak-anak dan para pengajar disini akan mendapatkan tunjangan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Hujan Tak Turun, PDAM Kotabaru Kembali Lakukan Penggiliran

GEMA, PULAULAUT - Setelah diguyur hujan siang maupun malam kini Kotabaru terbebas dari kemarau pasalnya air ledeng kembali normal keluar dirumah mereka namun hal itu tak berselang lama beberapa hari tidak turun hujan debet air milik PDAM kembali turun dari batas normal sehingga harus dilakukan penggiliran kepada pelanggan.

Hal itu dibenarkan Kepala Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki, memang, Minggu (19/1/2020) kembali dilakukan penggiliran pendistribusian air kepada pelanggan disebabkan debet sumber air baku dari Gunung Mandin, Gunung Perak, dan Dam 2 Gunung Ulin yang masuk ke IPA Gunung Relly dan Gunung Ulin mengalami penurunan drastis dari 85 Lt/Dt menjadi 5 Lt/Dt.

"Ya, hal ini harus dilakukan PDAM Kotabaru pasalnya sumber debit air baku drastis turunnya jadi mau tidak mau kembali dilakukan penggiliran kepada pelanggan," ujar Tri.

Namun tambahnya, saat ini pihaknya telah memaximalkan pasokan air dari embung Gunung Ulin dengan kapasitas 50 lt/dt dengan rasio jumlah pelanggan terlayani sekitar 3.500 pelanggan.

Ia, pun, memohon maaf melalui akun Facebooknya atas masalah ketidaknyamanan ini kepada seluruh pelanggang dan untuk jadwal penggiliran di beritahukan melalui Facebook melalui group pelanggan PDAM Kotabaru.

Perlu diketahui oleh pelanggan PDAM beber Tri kepada gemasaijaanonline, bahwa pengolahan IPA Gunung Relly dari 145 Lt/Dt hanya mampu mengolah 110 Lt/Dt saja dan bisa melayani sekitar 5.500 pelanggang sedangkan pelanggang yang harus dilayani sekitar 8000 pelanggan.

"Memang keadaan air baku kita kurang karena selain layanan ke Gunung Relly air tersebut juga harus melayani instalasi Gunung Perak Dan Instalasi Gunung Pemandangan," ungkapnya.

Lebih luas dijelaskannya, disaat hujan air baku berlimpah namun bila kemarau datang maka akan kekurangan air baku hal itu disebabkan pipa transmisi dan pompa yang kecil sehingga pengolahan air tidak sesuai dengan kebutuhan.

Solusinya ujar Tri, adanya penambahan air baku dari Seratak dan Megasari yang harus segera diwujudkan dan pengolahan IPA Tirawan juga harus ditambah minimal 50 Lt/Dt agar dapat membantu wilyayah layanan Gunung Relly (Wilayah Kotabatu Tengah). Sedangkan untuk Embung Gunung Perak juga harus terwujud pasalnya agar tidak membebani IPA G.Relly lagi.

"Intinya harus ada penambahan jaringan pipa baru dari embung Gunung Ulin ke IPA Gunung Relly sehingga bisa menambah kapasitas dari 50 lt/dt menjadi 100 lt/dt untuk memaximalkan air embung Gunung Ulin pada saat intake Mandin tidak memasok air lagi ke Gunung Relly," harap Tri.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Basnaz Kotabaru Bantu Siswi SDN Batang Kulur

GEMA, PULAULAUT -  Untuk membantu masyarakat kurang mampu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kotabaru mempunyai program.sendiri dalam melakukan hal itu dengan programnya seperti Kotabaru makmur, Kotabaru cerdas, Kotabaru sehat, Kotabaru taqwa, dan Kotabaru peduli.

Kali ini melalui program Kotabaru cerdas Baznas Kotabaru kembali memberikan bantuan kepada Hersyathia Safara Zahra siswi SDN Batang Kulur Kecamatan Kelumpang Barat Kotabaru, yang lulus administrasi dan akan melanjutkan tes akademik Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Cendekia Baznas Bogor.19 Januari nanti di Banjarmasin.

Melalui pesan singkatnya, Jum'at (17/01/2020) Ketua Baznas Kotabaru H Mahmud Dimyati mengungkapkan saat ini pihaknya telah memberikan bantuan dana untuk transport kepada Zahra yang akan mengikuti tes akademik di Banjarmasin.

Dan apabila lolos, ungkapnya, Baznas Kotabaru akan kembali membantu transport pesawat untuk Zahra dan keluarga menuju Jakarta.

"Hersyathia ini satu-satunya yang lolos tes administrasi di Kalimantan Selatan, bahkan salah satu dari dua siswa yang lolos asal pulau Kalimantan," kata Mahmud.

Lebih luas dipaparkannya, Baznas Kotabaru sebelumnya telah menyebarkan informasi perihal seleksi penerimaan peserta didik baru SMP Cendekia Baznas Bogor ini, melalui berbagai media serta grub whatsapp pada tanggal 11 Nopember 2019 kemerin.

"Alhamdulillah, kita sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh Hersyathia dan mudah mudahan kembali lulus tes sehingga bisa melanjutkan sekolah disana," harap Mahmud.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pemkab Kotabaru Tingkatkan PAD Melalui Pajak

GEMA, PULAULAUT - Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Kotabaru melakukan Perjanjian kerjasama (KPS) dengan KPP Pratama Batulicin dan Kotabaru dalam hal retribusi pajak.

Sekretaris Daerah Kotabaru H Said Akhmad, mengemukakan bahwa dari data yang sudah disampaikan oleh pihak KPP Pratama Batulicin dan Kotabaru tadi sangat berpengaruh terhadap bagi hasil pendapatan daerah karena selama ini pajak perusahaan yang ada di Kotabaru dibayarkan kepusat sedangkan daerah tidak mendapatkan apa apa.

"Ya, kita rugi pastinya sebab mereka aktivitasnya di daerah Kotabaru akan tetapi pembayaran pajaknya tidak ke daerah namun kepusat kantor mereka," tutur setda.

Ia, pun, berharap dengan adanya perjanjian kerja sama dengan pihak KPP Pratama Batulicin dan Kotabaru tersebut dapat mendongkrak PAD dan adanya perubahan besar bagi Kotabaru karena perusahaan yang ada harus membayar pajak ke daerah tidak lagi ke pusat.

Jadi tambahnya, dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Kotabaru dengan KPP Pratama Batulicin ini nantinya bisa meningkatkan pendapatan daerah.

Dalam kesempatan itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Batulicin Kotabaru Elija Setyawan menjelaskan penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari MOU yang ditandatangani langsung oleh Bupati Kotabaru pada tanggal 20 Desember 2019 lalu.

"Semoga dengan kerjasama ini kita dapat lebih aktif lagi menggali potensi pajak yang akhirnya akan kembali ke daerah dalam bentuk APBD," tuturnya.

Mudah mudahan kegiatan ini bukan hanya seremonial saja namun bisa di aplikasikan, harap Elija.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bekas Limbah Kayu Disulap Jadi Barang Berharga

GEMA, SERONGGA - Baru dua bulan berdiri pengusaha kerajinan di Desa Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru sudah bisa menghasilkan uang jutaan rupiah dari pengolahan limbah kayu ulin dan kelapa menjadi perabotan makan rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Masnur kepada gemasaijaanonline dikediamannya Rabu (15/1/2020), memang untuk saat ini untuk limbah kayu ulin yang dibikin perabot makan dan rumah tangga baru berjalan dua bulan sedangkan limbah kelapa sudah satu tahun.

Ia, pun, menuturkan, sekarang ini hanya mempunyai satu orang tenaga ahli dan delapan orang pekerja yang mengoprasikan peralatan tersebut.

"Alhamdulilah, hasil kerajinan limbah kayu ulin ini yang menjadi perabot makan sudah bisa keluar Kalimantan dan mulai dikenal orang," ungkapnya.

Lebih luas dikatakan Masnur, sebenarnya kerajinan ini untuk meningkatkan perekonomian dan pengembangan masyarakat dengan membuat kayu dari limbah hingga jadi berharga dengan inovasi baru agar menarik dipasaran.

Selain itu, tambahnya, untuk kerajinan limbah kayu kelapa yang dibikin cobek sudah tersebar di 13 kab/kota se Kalsel per bulannya sekitar 3000 lebih sedangkan limbah kayu ulin yang dibikin perabot makan dan hiasan sudah masuk pasaran Surabaya, Jakarta, dan Bali.

"Kita akan patenkan kerajinan ini milik Kabupaten Kotabaru untuk mengangkat daerah dan provinsi agar lebih dikenal lagi," harap Masnur.

Terkait hal itu Pemkab Kotabaru dalam hal ini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama jajarannya langsung mengunjungi lokasi kerajinan tersebut dan sangat mendukung untuk mengembangkan usaha kerajinan itu menjadi khas Kabupaten Kotabaru.

"Ya, nanti kita akan kembangkan usaha kerajinan ini dan promosikan melalui instansi terkait agar bisa jadi khas kerajinan Kotabaru," ungkap bupati.

Usaha kerajinan limbah kayu dari Desa Tegalrejo ini kalau nantinya berkembang akan merekrut pekerja lokal dan pastinya akan meningkatkan perekonomian warga setempat, tutur bupati.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Warga Kelumpang HIlir Sampaikan Unek Unek Kepada Bupati Kotabaru

GEMA, SERONGGA - Warga Kecamatan Kelumpang HIlir menyampaikan unek unek permasalahan yang terjadi di desa mereka kepada Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dan jajarannya usai pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rabu (15/1/2020) di Desa Tegalrejo.

Dalam pertemuan itu warga dan bupati tersebut mereka menyampaikan keluhan terkait air, jalan, listrik, sampah, dan juga wisata di tempat mereka.

Menanggapi hal tersebut Bupati Kotabaru H Sayed menyampaikan, dari ratusan desa yang ada di Kabupaten Kotabaru semuanya sudah pernah di kunjungi dan permasalahan lampu, jalan, air, dan lainnya yang dialami warga semua sama tiap desanya di Kotabaru akan tetapi karena terbentur anggaran sehingga tidak bisa semua dikerjakan akan tetapi harus bertahap.

"Semua permasalahan jalan, listrik, air, dan lainnya yang dialami tiap desa di Kotabaru secara bertahap akan dibenahi dan menjadi catatan pemerintah untuk menuntaskannya demi kemajuan daerah dan kepentingan masyarakat luas," ucap bupati.

Lebih luas dipaparkannya, nantinya semua permasalahan itu akan dicarakan dulu dengan instansi terkait agar bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Giliran Anggota BPD Kelumpang HIlir Dilantik

GEMA, SERONGGA - Setelah melakukan pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dibeberapa kecamatan kini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, kembali melantik 16 anggota BPD di Kecamatan Kelumpang HIlir, Rabu (15/1/2020) di pondopo Desa Tegal Rejo.

Anggota BPD yang dilantik tersebut berasal dari dua desa yaitu, Desa Tegal Rejo 9 orang dan Desa Langadai 7 orang periode 2019-2020.

Dalam kesempatan itu Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengatakan, anggota BPD yang sudah dilantik harus mampu memahami peraturan perundang undangan yang berlaku sesuai tugasnya dalam melayani masyarakat untuk perkembangan desa.

"Nantinya harus tetap berkomunikasi dengan perangkat desa setempat agar pembangunan desa cepat terealisasi jangan hanya monoton saja akan tetapi harus bisa berenovasi," ungkap bupati.

Selain itu ucap bupati anggota BPD juga harus transparan, akuntabilitas, dan mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat dengan bekerja secara ikhlas dan tulus.

Disisi lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) H Hariansnyah, mengatakan, dulu dana desa dikirimkan ke kas desa namun sekarang berada di kas umum negara pasalnya banyaknya kegiatan yang tidak selesai 100 persen sedangkan dana desa masih ada di kas desa.

Jadi ungkapnya, camat dan pemerintah desa harus bekerja keras dan cepat agar pembangunan di desa bisa berjalan secara transparan untuk masyarakat.

Anggota yang sudah dilantik harus bersinergi dengan kepala desa untuk peningkatan pembangunan desa dengan memahami management kelola tata pemerintah desa dan mementingkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesuai arahan bupati mereka anggota BPD yang dilantik harus mementingkan pelayanan kepada masyarakat dan bersinergi dengan kepala desa," ujar Hari.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar juga memberikan bantuan secara simbolis kepada warga diantaranya BPJS terintegrasi, Mesjid, Gereja, dan 1 unit mobil ambulan untuk Desa Langadai Kecamatan Kelumpang HIlir.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ibukota Kotabaru Akan Berpindah Status

GEMA, PULAULAUT - Ibukota Kabupaten Kotabaru kini akan berpindah status hal tersebut dikarenakan adanya pemekaran kecamatan yang dulunya Pulaulaut Utara kini dimekarkan hingga menjadi Kecamatan Pulaulaut Sigam.

Sementara tahap pembangunan kantor camat Pulau Laut Sigam akan menempati kantor eks Dikbud di Desa Sigam yang dipimpin oleh Joko Prayitno, S.Sos dan Sekcamnya Norliana, S, STP,.MIP bersama jajarannya untuk bertugas melayani masyarakat.

Untuk luas wilayah Kecamatan Pulaulaut Sigam hasil dari pemekaran Kecamatan Pulaulaut Utara itu sekitar 36,87 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 39.304 jiwa dan ada 11 desa/kelurahan di dalamnya, yaitu, Desa Sebatung , Desa Hilir Muara, Desa Batuah, Desa Baharu Utara, Desa Tirawan, Desa Gedambaan, Desa Sarang Tiung, Kelurahan Baharu Selatan, Kelurahan Kotabaru Tengah, kelurahan Kotabaru Hilir, dan sebagai Ibukota Kecamatan adalah Desa Sigam.

Sementara untuk kecamatan Pulaulaut Utara sendiri kini luas wilayahnya hanya 96.88 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 52.811 jiwa dengan 10 desa/kelurahan yaitu, Desa Megasari, Desa Sebelimbingan, Desa Gunung Sari, Desa Stagen, Desa Gunung Ulin, Desa Sungai Taib, Desa Semayap, Desa Rampa, Kelurahan Kotabaru Hulu, dan sebagai Ibukota kecamatan adalah Desa Dirgahayu.

Perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam itu akan dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektar bersama dengan puluhan bangunan lainnya diantaranya kantor Polsek, kantor Koramil, dan lainnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, pada saat peninjauan dan selamatan lokasi perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam, Jum'at (15/11/2019) lalu di lapangan eks Sirkuit Kemuning Sigam.

"Ya, kita ingin pemekaran ini bisa mempermudah pelayanan kepada masyarakat agar nantinya bila berurusan tidak jauh lagi," ungkapnya.

Selain itu kata bupati, perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam ini akan menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya sebab bangunan perkantoran kecamatannya hanya satu lokasi dengan bangunan lainnya.

"Ini perkantoran camat yang pertama bangunannya jadi satu lokasi dengan lainnya karena kebanyakan bangunan kantor camat terpisah pisah hingga masyarakat sulit berurusan," ujar bupati.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Air Tidak Keluar, Tim URC-KP PDAM Kotabaru Turun Kelokasi

GEMA, PULAULAUT - Musim penghujan sudah tiba hampir merata di Kotabaru beberapa pekan ini dan embung embung penampungan milik PDAM pun sudah terisi akan tetapi masih saja ada pelanggan yang mengeluh karena air ledeng dirumahnya tak kunjung keluar sedangkan para tetangga keluar cukup deras.

Hal tersebut dieluhkan oleh para pelanggan melalui media sosial di grup facebook pelanggan PDAM Kotabaru mengapa air tidak mengalir dirumah mereka akan tetapi tetangga mereka bisa keluar normal.

Beragam tanggapan pun dilontarkan oleh para warganet mengenai hal itu kepada para petugas ada yang negatif dan ada juga yang positif.

Menanggapi hal itu Kepala Bagian Teknik PDAM Kotabaru Tri Basuki kepada gemasaijaanonline, Minggu (12/1/2020) mengatakan, sebenarnya banyak penyebab tidak keluarnya aliran air kebeberapa pelanggan karena adanya proses normalisasi jaringan distribusi air kepelanggan memerlukan waktu sebab masih banyaknya jaringan pipa yang kosong pasca kemarau.

"Pipa jaringan distribusi banyak yang di turunkan ke posisi terendah oleh pelanggan pasca kemarau kemarin hingga mengakibatkan lambatnya normalisasi pendistribusian," ujar Tri

Selain itu diungkapkan Tri, tekanan air di wilayah terujung masih lemah sehingga harus menyesuaikan antara jumlah pelanggan terdistribusi dengan debet air yang masuk ke instalasi pengolahan air dan belum meratanya hujan di wilayah tangkapan air sehingga ada beberapa wilayah yang masih belum mengalir.

Lebih luas dibeberkannya, bahwa banyaknya water meter yang buntu karena terlalu lama tidak terkena air sehingga kotoran mengering yang akibatnya water meter tertutup.

Saat ini percepatan normalisasi sudah dilakukan tim Unit Reaksi Cepat (URC) PDAM Kotabaru untuk menjawab keluhan pelanggan tersebut hingga saat ini sudah diminimalisir dan keluhan pun berkurang baik melalui medsos maupun yang langsung datang ke kantor.

Perlu diketahui tim URC penanganan keluhan pelanggan ada 5 tim dan masing maaing tim berjumlah 6 orang dengan job masing masing.

"Semua yang telah dilakukan pihak PDAM ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan pokok hajat hidup orang banyak dan ini menjadi komitmen tugas dan tanggung jawab PDAM sebagai pelayanan publik dengan memberikan pelayanan handal, prima, ramah dan santun," kata Tri.

Ia, pun, ingin saatnya PDAM bangkit dan berubah ke arah perubahan yang lebih maju, guna mendukung program pemerintah dan Pemkab Kotabaru.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

33 Tahun, Desa Suka Maju Gelar Syukuran

GEMA, SAMPANAHAN - Sebagai ucapan rasa syukur 33 tahun hari jadi Desa Suka Maju Kecamatan Sampanahan Kotabaru, pihak desa setempat menggelar syukuran dengan pemotongan tumpeng sekaligus tasyakuran atas diaspalnya ruas jalan Sampanahan - Sangsang.

Acara syukuran harjad tersebut dihadiri Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan yangmana dirangukai dengan acara pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2020-2026 untuk Desa Sampanahan dan Desa Sungai Betung sebanyak 10 orang, Sabtu (11/1/2020).

Kepala Desa Suka Maju Supriyudin, mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran bupati dan rombongan dalam acara syukuran 33 tahun hari jadi Desa Suka Maju dan telah di aspalnya jalan di Desa Sampanahan dan Desa Sangsang.

"Alhamdulilah, pa bupati bisa berhadir walaupun acara orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut sangat padat," ucapnya senang.

Ia, pun, menyampaikan selamatan ini sebagai bentuk rasa syukur dan mengingat kembali sejarah berdirinya Desa Suka Maju yangmana awal mulanya adalah warga transmigrasi yang mayoritas penduduknya adalah petani namun seiring waktu kini terus berkembang.

"Ya, kita berharap sesuai dengan namanya Desa ini nanti akan terus maju dan berkembang," tutur Supriyudin tersenyum.

Dalam rangkaian acara tersebut bupati juga menyerahkan bantuan dari Dinas Kesehatan berupa tiga buah ambulan untuk Desa Bungkukan, Tanjungsari dan Batang Kulur Kecamatan Kelumpang Barat.

Dan penyerahan buku Raport Kesehatanku kepada Kepala SDN Sungai Nyamuk dan Kepala MTS Darul Ulum, dan penyerahan buku Kesehatan Ibu dan Anak kepada bidan Desa Suka Maju, Serta bantuan untuk pesantren Raudhatul Aminin Desa Suka Maju Kecamatan Sampanahan sebesar 100 juta rupiah.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Pertahankan Peringkat Hijau Proper 2019 Kementerian

GEMA, JAKARTA - Indocement merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen sebagai usaha inti, yaitu, beton siap-pakai, tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan hampir 6.000 orang.

Dengan 13 pabrik yang dimilikinya, yaitu, 10 pabrik di Citeureup Jawa Barat, 2 pabrik di Cirebon Jawa Barat, dan 1 pabrik di Tarjun Kotabaru Kalimantan Selatan, produsen semen Tiga Roda tersebut berhasil mempertahankan peringkat hijau anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, kepada Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya. Rabu, (8/1/2020). Gedung 2 Istana Wakil Presiden RI Jalan Kebon Sirih 14, Jakarta.

Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, mengatakan apresiasi dari pemerintah ini merupakan bukti nyata upaya yang telah dilakukan Indocement dalam mengutamakan sistem manajemen lingkungan dan izin lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian limbah B3 dan limbah Non-B3.

Dan potensi kerusahan lahan khusus untuk kegiatan pertambangan serta penerapan program pemberdayaan masyarakat yang membawa manfaat bagi masyarakat mitra melalui berbagai inisiatif program CSR yang terukur serta partisipasi aktif dalam program vokasi industri nasional.

"Ya, perusahaan berhasil mempertahankan peringkat hijau anugerah PROPER 2019, yaitu, untuk Pabrik Cirebon peringkat hijau sedangkan Pabrik Citeureup, Bogor dan Pabrik Tarjun, Kotabaru mendapatkan peringkat biru," jelasnya.

Sebelumnya, tambah Kartawijaya, di penghujung tahun 2019 lalu Indocement juga telah membuktikan upaya hijau berkelanjutan, dengan berhasil memperoleh Sertifikasi Standar Industri Hijau No. SIH 23941.1:2018 dari Kementerian Perindustrian untuk ketiga kompleks pabriknya, dengan demikian berarti semua kompleks pabrik milik Indocement memenuhi Standar Industri Hijau untuk industri semen Portland.

Sekedar diketahui bahwa program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan program yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejak 1995 untuk mengukur kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

PROPER sendiri dibagi menjadi 5 peringkat diantaranya emas, hijau, biru, merah, dan hitam, yangmana salah satu peringkat PROPER tertinggi yaitu emas dan peringkat PROPER terburuk adalah hitam.

Kreteria perusahaan yang memperoleh peringkat emas yaitu perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi, dalam melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Terima Bantuan Kebakaran Sebuku Dari Partai Golkar Provinsi Kalsel

GEMA, PULAULAUT - Walaupun kebakaran Pulau Sebuku sudah berlalu namun bantuan masih mengalir dan kali ini bantuan datang dari Fraksi Partai Golkar (FPG) 13 kab/kota Kalimantan Selatan yang diterima oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Jum'at (10/1/2020) pagi, di aula DPD Golkar Kabupaten Kotabaru.

Sekitar 185 paket sembako dan uang tunai Rp 40 juta rupiah secara simbolis diserahkan langsung oleh perwakilan FPG Provinsi Kalsel kepada bupati dan kembali diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru yang nantinya bantuan tersebut akan disalurkan untuk warga korban kebakaran di Pulau Sebuku.

Perwakilan FPG Provinsi Kalsel H Puar Junaidi usai acara menyampaikan bantuan 185 paket sembako dan uang tunai Rp 40 juta rupiah ini diberikan untuk meringankan beban warga yang terkena musibah kebakaran di Sebuku yang berdampak ratusan rumah hangus terbakar.

"Ya, kita baru bisa menyalurkan bantuan ini sekarang karena keinginan memberikan secara langsung akan tetapi karena padatnya kegiatan pimpinan jadi baru bisa didistribusikan," jelasnya.

Menyikapi hal itu Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh FPG Provinsi Kalsel dari 13 kab/kota ini dan mudah mudahan mendapatkan keberkahan apa yang sudah dilakukan untuk meringankan beban warga Sebuku.

"Bantuan ini akan kita berikan keposko yang menangani yaitu BPBD untuk disalurkan ke warga yang berhak menerimanya," ucap bupati.

Selain itu tambahnya, lokasi eks kebakaran di Sebuku tersebut belum boleh di bangun karena akan ditata terlebih dulu dengan bangunan semi permanen agar rapi dan tidak kumuh.

Disisi lain Sekretaris BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya mengatakan, alhamdulillah, kembali dapat bantuan untuk warga korban kebakaran di Sebuku dari FPG Provinsi Kalsel dan nantinya bantuan ini segera akan di salurkan kepada warga.

"Mudah mudahan bantuan ini bisa dipergunakan warga untuk keperluan mereka insyaallah secepatnya akan disalurkan," ungkap Jaya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Sayed Jafar: Anggota BPD Jangan Terlena Anggaran Desa

GEMA, SENAKIN - Banyaknya permasalahan dan keinginan warga yang belum terpenuhi terkait sarana dan prasarana pembangunan desa membuat pemerintah daerah kembali melantik Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di dua kecamatan sekitar 50 orang agar bisa bekerjasama dan berkomunikasi dengan perangkat desa setempat.

Pelantikan puluhan anggota BPD periode (2019 -2025) itu dilakukan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar disaksikan Kepala SKPD, Porkopinca, tokoh agama, dan undangan, Senin (6/1/2020) di los Pasar Senakin Kecamatan Kelumpang Tengah.

Dalam kesempatan itu bupati mengatakan, anggota BPD harus mampu memahami agenda juga tugasnya dan jangan sampai terlena dengan anggaran desa yang sudah di transfer oleh pemerintah pusat akan tetapi menggunakannya untuk perkembangan desa.

"Ya, harus tetap berkomunikasi dengan perangkat desa setempat agar pembangunan desa cepat terealisasi bukan malah terlena dengan dana desa yang ada," ungkap bupati.

Selain itu anggota BPD juga harus transparan, akuntabilitas, dan mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Disisi lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) H Hariansnyah, mengatakan, anggota yang sudah dilantik harus bersinergi dengan kepala desa untuk peningkatan membangun desa dengan memahami management kelola tata pemerintah desa dan mementingkan pelayanan kepada masyarakat.

"Ya, harus sesuai arahan bupati mereka anggota BPD yang dilantik harus mementingkan pelayanan kepada masyarakat dan bersinergi dengan kepala desa," ujar Hari.

Adapun anggota BPD yang dilantik, yaitu, Kecamatan Kelumpang Tengah meliputi 5 Desa yang sudah dilantik diantaranya desa Senakin sebanyak 5 orang, Desa Tanjung Selayar 5 orang, Desa Sangsang 5 orang, Desa Sungai Punggawa sebanyak 5 orang dan Desa Tanah Rata 5 orang.

Sedangkan anggota BPD Kecamatan Kelumpang Utara yang mewakili 6 Desa, yakni Desa Sulangkit 5 anggota, Desa Pudi seberang 5 anggota, Desa Sungai Punggawa 5 orang, Desa Wilas 5 orang dan Desa Mangga sebanyak 5 orang..










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bangkalaan Dayak Gelar Pesta Adat Balian Tandik

GEMA, BANGKALAAN DAYAK - Ratusan warga Desa Bangkalaan Dayak Kecamatan Kelumpang Hulu Kotabaru memadati balai adat pangkalan untuk menggelar acara perayaan pesta adat balian tandik pemujaan goa temuluang, Minggu (5/1/2020).

Nampak pada puncak perayaan pesta adat balian tandik pemujaan goa temuluang itu dihadiri Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dan jajarannya.

Kepala Desa Bangkalaan Dayak, Herdinan, atas nama warga mengucapkan terima kasih atas kehadiran bupati dan jajarannya pada pesta adat ini walaupun agenda bupati sangat banyak.

"Acara ritual adat ini merupakan ucapan rasa syukur masyarakat karena telah diberikan rezeki melimpah dengan adanya goa temuluang ini," ungkap Herdinan.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, sangat mengapresiasi adanya pesta adat dayak ini karena merupakan ucapan rasa syukur masyarakat kepada tuhan yang telah memberikan rezeki yg melimpah.

Ia, pun, menyampaikan nantinya pemerintah akan mengemas ritual adat warga setempat melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga agar bisa lebih meriah bahkan menjadikan salah satu destinasi wisata Kotabaru.

"Acara ini salah satu destinasi wisata Kotabaru yang akan menarik pengunjung baik lokal maupun luar daerah untuk datang ke Kotabaru nanti kita kemas lebih baik lagi acaranya," ungkap bupati.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Saijaan ini akan memperbaiki infrastruktur jalan di daerah itu agar memudahkan akses menuju tempat iacara sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat..










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

KPU Kotabaru Launching Pemilihan Serentak Bupati dan Wakil Bupati

GEMA, PULAULAUT - Untuk memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat tentang pemilihan serentak bupati dan wakil bupati di Kotabaru pada 23 September 2020 nanti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru menggelar launching pemilihan serentak, Sabtu (4/1/2020) malam di taman Siringlaut.

Nampak hadir Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru, Setda, Ketua DPRD Kotabaru, Ketua KPU Kalsel, Ketua Bawaslu, dan perwakilan KPU 13 kabupaten/kota se Kalsel.

Acara diawali dengan tepuk mayang oleh para pejabat yang hadir disaksikan perwakilan KPU 13 kabupaten/kota se Kalsel dan undangan.

Ketua KPU Kotabaru Zainal Abidin, menyampaikan, saat ini KPU sudah melakukan berbagai tahapan mulai 2019 hingga 2020 diantaranya membuka panitia pemilihan kecamatan, kelurahan, dan desa untuk melakukan pendataan warga.

Ada dua jalur pencalonan nantinya untuk balon bupati dan wakil bupati yang bisa dilakukan namun ada syarat yang harus mereka persiapkan dari sekarang sebagai bakal calon.

"Untuk jalur perseorangan harus mempunyai dukungan sebanyak 22.314 suara melalui KTP yang tersebar di 12 kecamatan sedangkan untuk jalur partai harus mempunyai dukungan sekitar 20 persen kursi DPRD," ucap Zainal.

Kita, tambahnya hanya bisa berharap peran serta masyarakat untuk bisa ikut mensukseskan pemilihan serentak bupati dan wakil bupati 23 September 2020 nanti dengan memberikan data akurat kepada petugas dan menggunakan hak suaranya untuk kemajuan daerah.

Disisi lain Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, mengungkapkan, Pemerintah Daerah sangat mendukung adanya louncing atau peluncuran pemilihan serentak bupati dan wakil bupati Kotabaru dari KPU ini sebab dapat memberikan informasi lebih awal kepada masyarakat tentang pilkada.

"Louncing ini kan informasi awal kepada masyarakat tentang pilkada agar mereka seluruh komponen bisa menggunakan hak suaranya pada pilkada nanti," kata bupati.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Syairi Mukhlis: DPRD Kotabaru Akan Dukung Program Pemerintah Daerah

GEMA, PULAULAUT - Perampingan terhadap 35 SKPD menjadi 30 yang telah dilakukan Pemkab Kotabaru adalah hasil rapat bersama pembentukan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru yang sudah di sahkan oleh DPRD beberapa waktu lalu untuk mempercepat pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis usai acara pengukuhan dan pelantikan 560 pejabat eselon di lingkup Pemkab Kotabaru, Kamis (2/1/2020) pagi diaula gedung Paris Barantai.

Memang, dijelaskannya, perampingan ini juga dilakukan oleh pemerintah pusat jadi kita di daerah harus menyesuaikannya dengan SOTK yang baru karena ada nomorklaturnya juga yang berubah.

"Kita mengharapkan dengan perampingan SKPD ini seluruh PNS yang baru dilantik sekarang bisa mempercepat pelayanan publik kepada masyarakat," ucapnya.

Ia, pun, mendukung adanya perampingan SKPD ini untuk percepatan pembangunan di Kotabaru sebab mereka para PNS yang dilantik itu adalah orang orang pilihan yang pasti sudah melalui proses agar bisa bergerak cepat sesuai tugasnya masing masing untuk melayani masyarakat.

"Apapun program pemerintah untuk kepentingan rakyat kita akan mendukungnya demi kemajuan Kotabaru," tutupnya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pemkab Kotabaru Lakukan Perampingan SKPD

GEMA, PULAULAUT - Untuk bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan roda pemerintah bisa bergerak cepat membuat Pemkab Kotabaru perlu melakukan perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari 35 menjadi 30 dan pejabat mulai dari eselon II, III, dan IV pun harus di lakukan bongkar pasang mengisi kekosongan jabatan yang ada.

Sekitar 560 pejabat di lingkup Pemkab Kotabaru dikukuhkan dan dilantik langsung oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Kamis (2/1/2020) pagi di aula Gedung Paris Barantai.

Untuk pejabat Struktural yaitu, Eselon II sebanyak 24, Eselon III ada 112, dan Eselon IV sekitar 260 pejabat. Dan untuk kecamatan, yaitu, Eselon III ada 40, Eselon IV ada 107, sedangkan untuk kelurahan Eselon IV ada 17 orang.

Dalam kesempatan itu Bupati Kotabaru H Sayed, dalam wawancaranya menyampaikan, pengukuhan dan pelantikan saat ini adalah untuk penyegaran bagi pejabat agar dalam melaksanakan tugasnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal dan roda pemerintahan dalam hal pembangunan bisa cepat.

"Kita harus bergerak cepat dalam melakukan roda pembangunan di Kotabaru dan mereka (PNS) yang sudah dilantik agar bisa memahami tugas dan fungsi mereka masing masing sebagai pejabat dalam melayani masyarakat," tegas bupati.

Lebih luas dijelaskannya, bahwa pelantikan ini sudah sesuai dengan aturan karena banyaknya pejabat struktural yang kosong dibeberapa dinas jadi 5 SKPD yang dirampingkan tersebut akan dimasukkan ke 30 SKPD yang ada agar tidak ada lagi kekosongan pejabat sehingga bisa bergerak cepat.

"Ya, mereka kita atur untuk mengisi kekosongan yang ada dan tidak mungkinlah kita non jobkan mereka kan masih ada 30 SKPD jadi kita gabung disitu sesuai aturannya," ungkap bupati.

Setelah acara pengukuhan dan pelantikan para pejabat melakukan penandatanganan perjanjian kerja dan mengucapkan selamat atas pelantikan itu.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ratusan Pejabat Kotabaru Akan Dimutasi

GEMA, PULAULAUT - Pemerintah Kabupaten Kotabaru akan melakukan perombakan kepada ratusan pejabatnya yang tersebar di 21 kecamatan di aula Gedung Paris Barantai, Kamis (2/1/2020) pagi.

Sekitar 560 pejabat di Pemkab Kotabaru akan dilakukan mutasi diantaranya Eselon II sebanyak 24, Eselon III ada 112, dan Eselon IV sekitar 260 pejabat.

Dan untuk kecamatan, yaitu, Eselon III ada 40, Eselon IV ada 107, sedangkan untuk kelurahan Eselon IV ada 17 orang.

Saat ini acara pelantikan para pejabat masih berlangsung dan nampak aula Gedung Paris Barantai penuh sesak dan rencananya mereka akan dilantik dan dikukuhkan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kemarau Basah Melanda Kotabaru

GEMA, PULAULAUT - Walaupun musim hujan sudah tiba dan mengguyur hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kotabaru namun kemarau masih juga belum mau pergi dari Kota yang berjuluk Bumi Saijaan tersebut.

Bisa dikatakan kejadian ini adalah kemarau basah yang melanda pasalnya hujan sudah turun akan tetapi warga Kotabaru belum bisa seluruhnya menikmati air bersih.

Padahal embung dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Kotabaru sudah mulai terisi dampak turunya hujan walau belum mencapai batas normal penampungan sebab hujan terjadi hanya diperkotaan sedangkan dihulu air baku tidak terjadi hujan hingga pihak PDAM harus melakukan penggiliran pendistribusian kepelanggan.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bagian Teknis PDAM Kotabaru, Tri Basuki, ia tidak menampik bahwa Kotabaru berapa kali di guyur hujan akan tetapi selalu mengarah ke laut dan hanya diperkotaan sedangkan di hulu atau di gunung tidak ada hujan dan tidak merata.

"Ya, dilihat karakternya bisa dikatakan kemarau basah soalnya hujan tidak merata dan masyarakat yang kurang paham pasti berpendapat bahwa bila hujan air akan mengalir padahal tergantung debit air bakunya," jelas Tri.

Oleh karena itu tambahnya, pihak PDAM sering memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sebenarnya yang di butuhkan PDAM itu hujanya di hulu atau digunung karena sumbernya berada disitu untuk dialirkan ke IPA dan di olah airnya baru bisa didistribusikan ke pelanggan.

Ia, pun, mengungkapkan, bahwa PDAM Kotabaru saat ini memiliki 5 sumber air baku yang terdiri dari sumber air Gunung ulin. Gunung Sari, Gunung Mandin, Gunung Perak Dan Gunung Tirawan, yangmana masing masing sumber berbeda untuk layanan pendistribusianya

Untuk sumber air Gunung Ulin dan Gunung Mandin wilayah cakupanya meliputi seputaran Sungai Taib sampai seputaran Dirgahayu , perkotaan sampai terujung Hilir Mesjid Anur , untuk sumber air Gunung Sari mencakup wilayah seputaran Stagen sampai dengan perumahan Pulau Laut .

Dan sumber air Gunung Perak meliputi Panorama, Teluk Bayur, Bima, Puteri Jaleha, sampai belakang SDN Dirgahayu, sedangkan sumber air Gunung Tirawan meliputi daerah seputaran gunung Menanggulangi, Tanah Rata, Sigam. Hilir Muara, Batu Selira.

"Jadi pada dasarnya walaupun ada hujan belum tentu distribusi air mengalir karena berbeda sumber dan layanan pendistribuaianya, misalkan yang kena hujan Gunung Sari dan yang lain tidak hujan otomatis yang mengalir daerah layanan Gunung Sari," dipaparkan Tri.

Sekedar diketahui informasi untuk ketinggian Air di Embung dan di masing masing IPA ( Instalasi Pengolahan Air ), Rabu (1/1/2020) Embung Gn Ulin 355 cm maksimal ketinggian air 600 cm, Embung Gn Tirawan 125  cm maksimal ketinggian Air 250 cm

Dan IPA Gn Relly 30 cm maksimal ketinggian air 250 cm, IPA Gn Perak 90 cm maksimal ketinggian  air 200 cm, IPA Gn Ulin  75 cm maksimal ketinggian air 150 cm, IPA Gn Pemandangan 15 cm maksimal ketinggian air 200 cm, IPA Gn Tirawan 120 cm maksimal ketinggian air 250 cm, IPA Gn Sari 150  cm.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah