Kamis, 07 Maret 2019

Awal April PDAM Kotabaru Tidak Lagi Terima Uang Tunai

Awal April PDAM Kotabaru Tidak Lagi Terima Uang Tunai

GEMA, PULAULAUT - Setelah meluncurkan aplikasi online beberapa waktu lalu pihak PDAM Kotabaru akan memberlakukan semua pelayanan secara transparan kepada pelanggannya melalui situs https://pdamkotabaru.co.id. Dengan adanya aplikasi online tersebut otomatis awal April nanti pihak PDAM Kotabaru tidak akan lagi menerima pembayaran rekening air dengan uang tunai dari pelanggannya.

Tindakan tersebut dilakukan pihak PDAM untuk mewujudkan adanya transparan dan akuntabilitas dalam pengelolaan dan memberikan kemudahan bagi pelanggannya.

Namun masyarakat khususnya pelanggan PDAM Kotabaru dalam melakukan pembayaran akan dialihkan ke kantor pos, Bank Kalsel, PPOB berlogo symponi, Koperasi Tirta (Kantor PDAM), Aplikasi Bitplus Mobile, dan Jaringan Indomaret/Alfamart.

Hal itu dibenarkan Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah, memang kami tidak menerima lagi pembayaran rekening air dengan uang tunai dari pelanggan mulai 1 April nanti namun masih bertahap dimulai dari pelanggan di Pulau Laut Utara, Bakau, Sungai Durian, dan Sengayam sedangkan untuk Cantung dan Serongga segera menyusul ungkapnya.

Ia, pun, menjelaskan sebelum semua itu berlaku kami akan melakukan sosialisasi kepada para pelanggan agar mereka jangan kaget sebab pelayanan kasir di PDAM sudah tidak ada lagi.

"Dengan aplikasi online ini dapat mempermudah pelayanan dan transaksi keuangan hingga tidak ada lagi cash money dan semuanya bisa dipertanggungjawabkan secara baik," harap Ipan.

Masih kata Ipan, aplikasi ini juga akan terus dikembangkan hingga proses pembayaran nantinya bisa meluas melalui via ATM di semua Bank BUMN dan juga aplikasi online lainya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Kain Sasirangan Kotabaru Sudah Mulai Diminati

Kain Sasirangan Kotabaru Sudah Mulai Diminati

GEMA, BANJARMASIN - Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kotabaru yang terus mempromosikan kain sasirangan khas Kotabaru baik lokal maupun luar kini membuahkan hasil karena sudah mulai disukai dan mempunyai tempat sendiri.

Saat ini keberadaan kain sasirangan khas Kotabaru tersebut sudah banyak peminatnya yaitu para Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat desa, anak sekolah, dan masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Kotabaru Hajjah Fatma Idiana Sayed Jafar saat mengikuti acara Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF), Kamis (7/3/2019) di sekitar Menara Pandang Banjarmasin.

"Kegiatan seperti ini kesempatan kita untuk mempromosikan kain sasirangan dan lainnya yang dimiliki oleh daerah Kotabaru untuk bisa bersaing dengan daerah lainnya," kata Fatma.

Lebih luas dibeberkannya, daerah kita juga mempunyai produk unggulan yaitu kain sasirangan dengan motif ikan todak kembar yang tidak kalah bersaing baik warna, motif, dan kwalitasnya dengan yang lain.

Fatma berharap, kegiatan kegiatan promosi seperti ini agar terus dilakukan supaya kain sasirangan khas Kotabaru bisa lebih dikenal luas diluar Kotabaru baik Kalsel maupun tingkat nasional.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Umat Hindu Lakukan Upacara Pengusiran Roh Jahat

Umat Hindu Lakukan Upacara Pengusiran Roh Jahat

GEMA, TELAGASARI - Dalam rangkaian memeriahkan hari raya nyepi dan tahun saka 1941, umat Hindu Desa Telagasari Kecamatan Kelumpang HIlir, Kotabaru, menggelar upacara adat pengusiran roh jahat (Pengurupukan) dan pawai ogoh-ogoh, Rabu (6/3/2019).

Para umat Hindu tersebut mengarak miniatur patung dengan mengusungnya beramal ramai dan membakarnya sebagai bentuk kepercayaan tradisi adat mereka agar roh jahat menjauh dan tidak mengganggu.

Nampak dalam acara tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan  hadir dan menyaksikan langsung jalannya proses acara adat umat Hindu tersebut hingga malam.

Orang nomor satu di Bumi Saijaan itu menyambut baik atas diselenggarakannya pawai ogoh-ogoh tersebut, karena ini merupakan tradisi dari umat hindu menjelang perayaan hari raya nyepi.

Melalui kegiatan ini ungkap bupati tentunya menambah daya tarik wisatawan yang ada di Kabupaten Kotabaru, sekaligus menunjukkan keragaman juga kemajemukan masyarakat di Kotabaru.

"Ini kan budaya umat hindu yang ada di Kotabaru khususnya di Desa Telagasari yang menggambarkan bahwa masyarakat Kotabaru terdiri dari beragam suku, agama, juga budaya, yang hidup berdampingan dan harmonis yangmana tercermin dalam kegiatan tersebut," jelas bupati.

Keharmonisan ini lanjut Sayed Jafar, merupakan kunci penting untuk memacu pembangunan yang kita harapkan, agar kesejahteraan dapat dirasakan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Hal seperti ini harus terus kita dijaga agar menjadi kekuatan dalam membangun Kotabaru, dan kontribusi umat hindu untuk bersama-sama membangun Kotabaru," katanya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online