Limbah Kayu Ulin Bisa Bernilai Jutaan Rupiah


Baca Juga


GEMA, SIDOMULYO - Workshop kerajinan limbah kayu ulin yang berada di Desa Sidomulyo Kecamatan Kelumpang Hulu, Kotabaru yang dimotori oleh Muhammad Zulfiqli, walau hanya setahun berjalan sudah menjadi incaran para kolektor seni baik lokal maupun luar dan kisaran harga jualnya pun cukup mahal.

Walaupun terbuat dari bahan bekas atau sisa kayu ulin namun Zulfiqli bisa menyulapnya menjadi kerajinan seni yang bernilai jual tinggi mulai kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 10 juta rupiah.

Dalam perjalanan selama ini banyak kendala yang dihadapi pihak pengelola kerajinan ini diantaranya pemasaran dan peminat yang masih belum maksimal khususnya di lokal.

Diungkapkan Zulfiqli memang banyak pemesan dari luar daerah diantaranya Pulau Jawa namun biaya kirim ekspedisi juga tinggi.

"Kita kepikiran juga lah masalah biaya pengiriman melalui ekspedisi keluar daerah ini karena mahal," ujar Zulfiqli.

Disinggung masalah bahan baku, Ia, pun, mendapatkannya di kawasan perkebunan kelapa sawit yangmana akar akar ulin itu tertimbun di dalam tanah.

"Biasanya kayu limbah ulin itu sudah ada diatas tanah, karena saat perusahaan perkebunan kelapa sawit mengerjakan lahan menggunakan alat berat sehingga bekas-bekas kayu ulin terangkat naik dan itu yang kami manfaatkan," jelasnya pula.

Walaupun pernah ikut promo di ajang ekspo namun ia berharap ada bantuan khususnya peralatan, sebab sekarang ini peralatan yang kami pergunakan hanya seadanya saja. Namun, kami dari sisi pelaku usaha sangat berterimakasih kepada pihak Indocement karena menjadi salah satu pembina usaha yang kami geluti sekarang ini," imbuhnya.

Sementara, Management PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Plant Tarjun, H Teguh Iman Basoeki mengatakan bahwa, perusahaan tentunya akan terus memberikan support kepada para pelaku UMKM dalam pengembangan kemandirian untuk kemajuan.

Perusahaan sendiri memiliki 10 desa mitra dan pastinya menjadi perhatian besar sehingga hal tersebut di wujudkan dalam berbagai kegiatan yang sudah terlaksana baik itu pelatihan, pembinaan dan pemberian bantuan secara langsung dan itu salah satu wujud nyata perusahaan.

"Melalui berbagai program ke masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Indocement, diharapkan akan membantu masyarakat untuk lebih maju dan berkembang sebagaimana yang di harapkan. Kami dari Indocement terus berupaya dengan baik untuk kepentingan masyarakat dalam membangun kebersamaan, kemandirian guna meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat kedepannya," katanya.

Salah satu penyuka kerajinan limbah ulin, Syahril menilai, kerajinan limbah kayu ulin tentu menjadi salah satu daya tarik karena jarang dijumpai pelaku usaha mampu memanfaatkan limbah kayu endemik asli Kalimantan yang di buat dan di bentuk memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Kebetulan saya dirumah ada beberapa kerajinan limbah kayu ulin yang saya beli, dan pelaku usaha semacam ini harus selalu di support karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," ucap Syahril.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share on Google Plus

Tentang gemasaijaanonline

Gema Saijaan Online memberikan informasi seputar Kabupaten Kotabaru untuk ikut mencerdaskan anak bangsa

0 Comments :

Posting Komentar