-->

Warga Desa Banjarsari Terima 85 Sertifikat Tanah Gratis

GEMA, SAMPANAHAN - Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Kantor Pertanahan melakukan jemput bola dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dengan membagikan 85 sertifikat tanah secara gratis kepada warga Desa Banjarsari Kecamatan Sampanahan, Jum'at (29/3/2019).

Hal tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar didampingi Sekretaris Daerah H Said Akhmad dan rombongan SKPD dengan tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan surat kepemilikan tanah.

Ditemui usai penyerahan, Sayed Jafar mengungkapkan sertifikat tanah ini merupakan bukti sah atas kepemilikan tanah, sehingga dengan adanya sertifikat yang diberikan ini, kedepannya dapat menghindari konflik sengketa yang sering terjadi di masyarakat.

"Terima kasih kepada BPN Kotabaru yang telah membagikan sertifikat tanah gratis kepada masyarakat dan ini bagian dari upaya pelayanan prima," ungkapnya.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Saijaan ini juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama sama bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Kotabaru agar bisa lebih baik lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kotabaru Kadi Mulyono mengatakan, pada tahun 2019 ini pihaknya akan menerbitkan sebanyak 8 ribu sertifikat tanah secara gratis.

"Alhamdulillah, hari ini sudah dibagikan sebanyak 85 sertifikat tanah kepada masyarakat Desa Banjarsari, nanti pada pertengahan tahun kita akan kembali membagikan sertifikat tanah secara gratis kepada masyarakat yang sudah mengajukan surat kepemilikan tanah," bebernya.

Ia, pun, memberitahukan kepada masyarakat yang akan mengajukan surat kepemilikan tanah agar bisa datang langsung ke Kantor BPN Kotabaru dengan syarat membawa surat surat dari kepala desa yang menerangkan bahwa tanah sudah menjadi hak masyarakat dan surat pajak tanah dari instansi terkait.

Pihak BPN kata Kadi Mulyono akan terus berupaya mempermudah masyarakat yang akan membuat sertifikat tanah.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Mesjid Khusnul khotimah Kotabaru Tak Mampu Tampung Jamaah

GEMA, PULAULAUT - Informasi adanya acara haulan KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani (Guru Sekumpul) ke 14 di Mesjid Khusnul khotimah Kotabaru tentunya membuat warga berbondong bondong mendatanginya untuk mengambil berkah dan syafaat dari acara tersebut.

Nampak dilokasi mulai habis sholat magrib masyarakat (Jamaah) mulai bergerak memadati ruang induk mesjid dan berangsur angsur ratusan masyarakat Kotabaru membludak hingga ruang induk mesjid tak mampu menampung para jamaah yang datang dari berbagai pelosok tersebut hingga meluber kehalaman mesjid, Jumat (22/3/2019) malam.

Walaupun berada diluar ruang induk mesjid namun para jamaah yang tidak bisa masuk tetap khusu mengikuti jalannya acara dengan melihat melalui layar lebar di halaman mesjid yang telah disediakan oleh panitia.

Kegiatan haulan guru sekumpul ini langsung dirangkai oleh panitia pelaksana dengan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Sebelummnya acara terlebih dulu dibuka dengan pembacaan ayat suci Al qur'an, surah Yasin, hadist Isra Mi'raj, Maulid Simtudduror, dan Zikir Nasyid yang langsung dibawakan oleh rombongan Sekumpul Martapura dibawah pimpinan Guru H Fahmi.

Sedangkan untuk pencerahan diisi oleh Habib Ahmad Hanafi Hariri Bahasyim dari Martapura, menyampaikan tentang Isra Mi'raj dan sedikit riwayat hidup Al Alimul 'Alamah Al Fadhil Al Arif Billah Asyeikh KH Mihammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul).

Tampak masyarakat sangat antusias dan khusu duduk dengan rapinya baik laki laki maupun perempuan mendengarkan dan menyimak ceramah yang disampaikan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Ingin Kembali Raih WTP

GEMA, BANJARBARU - Sudah menjadi agenda tahunan setiap daerah harus menyerahkan hasil laporan keuangan mereka kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan untuk dilakukan proses dan dalam hal ini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar menyerahkan langsung Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2018 di aula kantor BPK Banjarbaru, Jum'at (22/3/2019).

Setelah mendapatkan predikat WTP tiga kali berturut turut orang nomor satu di Bumi Saijaan itu kembali ingin meraih WTP untuk yang keempat kalinya tahun ini hal tersebut bisa terwujud berkat kerjasama semua pihak.

Hari ini kata bupati, kita sudah menyerahkan laporan keuangan ke BPK untuk ditindak lanjuti jadi tinggal menunggu hasil proses dari tim BPK nanti sesuai atau tidak laporan keuangannya.

"Pemerintah telah berupaya keras untuk menyajikan laporan keuangan dan menindak lanjuti arahan BPK sesuai aturan, mudah mudahan kita kembali bisa meraih predikat WTP, " jelas Sayed Jafar.

Ia, pun, ingin seluruh SKPD agar bersama sama untuk menyelesaikan laporan keuangannya dan jangan sampai tim BPK datang kitanya tidak ada ditempat.

"Seluruh SKPD dalam audit terperinci nantinya agar jangan meninggalkan tempat baik KPA, PA, PPTK, Bendahara pengeluaran, Bendahara barang, terkecuali dalam keadaan mendesak," ujarnya.

Sementara itu Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kotabaru ( BPKAD ) H Abdul Kadir mengatakan, terkait penyampaian LKPD Kabupaten Kotabaru tahun ini lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Walaupun demikian kita selalu melakukan inventarisasi aset-aset khususnya di SKPD dan Kecamatan.

"Alhamdulillah, kita bisa tepat waktu menyampaikan LKPD ke BPK RI perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan," kata Kadir.

Diungkapkannya lebih luas bahwa, setelah penyampaian LKPD ini nanti ada tahapan lainya yaitu pemeriksaan terinci hingga infrastruktur yangmana akan dilakukan audit.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pelebaran Jalan Wisata Pantai Gedambaan Kotabaru Menelan dana Rp2,5 miliar

GEMA, PULAULAUT - Seiring waktu tempat wisata Pantai Gedambaan di Desa sarangtiung Kecamatan Pulau Laut Utara semakin meningkat pengunjungnya baik dari lokal maupun luar Kotabaru, melihat hal tersebut pemerintah daerah berencana melakukan pelebaran jalan kawasan wisata tersebut dengan mengalokasikan dana sekitar 2,5 miliar.

Rencana pelebaran jalan wisata tersebut langsung ditinjau oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan SKPD, Rabu (20/3/2019).

Nantinya, ungkap bupati pelebaran jalan tersebut dengan luas 10 meter, bersih 6 meter dan 2 meter kiri dan kanan jalan akan dibangunkan untuk parit dan bahu jalan masing masing luas 1 meter. Pengerjaannya akan dimulai mulai kawasan wisata Pantai Gedambaan hingga menuju perkotaan.

"Pelebaran jalan ini untuk mengantisipasi peningkatan objek pariwisata yang ada di Kotabaru khususnya pantai Gedambaan," kata Sayed Jafar.

Ditambahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air H Joni Anwar, bahwa untuk pelebaran jalan tersebut rencananya akan dilaksanakan tahun ini dengan dana kurang lebih 2,5 miliar dan pengerjaannya dilaksanakan secara bertahap hingga nantinya kembali dianggarkan pada tahun 2020.

"Kita akan lihat dulu sampai dimana pengerjaannya pada tahun ini baru nanti akan kembali kita lanjutkan ditahun berikutnya," kata Joni

Rencana pelebaran jalan wisata Pantai Gedambaan oleh orang nomor satu di Bumi Saijaan itu tentunya di dukung penuh oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Ir. Rurien Srihardjanti, karena saat ini sudah banyak pengunjung yang datang baik dari dalam maupun luar kelokasi wisata.

"Pelebaran jalan kawasan wisata ini memang sudah direncanakan semuanya sesuai dengan visi misi beliau (bupati) yaitu agrobisnis dan pariwisata," jelas Rurien.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

CSR Indocement, Warga Dapatkan Pelatihan Bertani dan Beternak

GEMA, TARJUN - Melalui program CSR nya untuk yang kesekian kalinya pihak Indocement selain memberikan bantuan kepada warga desa mitra namun juga memberikan pelatihan agar mereka bisa mandiri dalam menjalani hidup.

Kali ini warga Desa Tarjun dan Desa Langadai Kecamatan Kelumpang HIlir, Kabupaten Kotabaru mendapatkan pelatihan cara bertani hidroponik dan beternak bebek Mojosari dari Indocement di Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) sebagai wadah percontohan, Selasa (19/3/2019).

Pelatihan yang di gagas oleh CSR PT ITP Pabrik Tarjun ini di hadiri oleh Management PT ITP, Teguh Iman Basoeki, CSR Section Head, Nor Imansyah dan para peserta sebanyak 65 orang yang berasal dari desa Tarjun dan Langadai.

Disela sela pelatihan, CSR  Section Head PT ITP, Nor Imansyah mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah menularkan pengetahuan mengenai teknik pertanian hidroponik sayur sawi dan kangkung sedangkan peternakan jenis bebek.

"Tanaman hidroponik ini mudah  dan gampang di kembangkan, medianya bisa dari Rockwool, kapas, dan lainnya, kemudian air yang di beri nutrisi, jadi tanpa harus ke sawah atau ladang ibu-ibu sudah bisa bertani, hasilnya bisa di pakai untuk keperluan sendiri atau di jual, sedangkan untuk beternak bebek peserta dilatih cara efektif beternak bebek," tutur Imansyah.

Lebih lanjut Imansyah mengatakan, harapan PT. ITP terhadap peserta yang sudah dilatih bisa mengembangkan ilmu yang sudah di peroleh engan mengaplikasikan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, sehingga nantinya bisa menumbuhkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) baru di masyarakat sekitar pabrik Indocement.

Selain pelatihan pihak management PT ITP juga  memberikan bantuan modal usaha agar mereka bisa mengaplikasikan teori yang sudah di dapatkan selama pelatihan.

Dalam pelatihan tersebut pihak perusahaan menunjuk Kepala Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) CSR PT ITP Pabrik Tarjun, I Wayan Kedep sebagai instruktur dan nara sumber dalam menyampaikan materi tentang pengenalan hidroponik, jenis-jenisnya, cara bertanam, dan peluang usaha hidroponik.

Wayan juga memaparkan materi kepada peserta tentang beternak bebek mulai dari membuat kandang yang bagus, pemilihan bibit, kesehatan pakan, mengetahui umur, pasca panen hingga analisa usaha juga pemasaran.

"Mereka para peserta sangat bagus dan antusias dalam mengikuti pelatihan ini dengan aktif berkomunikasi melalui tanya jawab," ungkap Wayan.

Salah satu peserta dari Desa Langadai, Siti Raudah, menyambut baik adanya pelatihan ini karena sangat bermanfaat dan mereka mengetahui cara menanam sawi dengan hidroponik juga mengerti cara beternak bebek yang baik.

"Dengan pelatihan ini mudah mudahan kami bisa mewujudkannya di lingkungan tempat tinggal kami nantinya," kata Raudah.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ratusan Rider Kotabaru Coba Sirkuit Pantai Gedambaan

GEMA, PULAULAUT - Untuk menyalurkan bakat anak muda dalam ajang balapan Pemkab Kotabaru menyiapkan Sirkuit Pantai Gedambaan sebagai tempat bagi para penghoby motor trail, motorcros, dan event balapan lainnya.

Mendengar adanya sirkuit baru ratusan rider di Kotabaru langsung mencoba Sirkuit Pantai Gedambaan yang berada 14 kilometer dari ibukota Kabupaten Kotabaru itu baik perorangan maupun bersama tim mereka.

Dalam ajang trial game kali ne diikuti sekitar 56 peserta perorangan dan dan 30 tim yangmana dalam satu tim ada 3 orang

Hal tersebut dilakukan pemerintah setempat sebab banyaknya bibit pembalap dan anak muda yang kebut kebutan dijalan dikarenakan tidak adanya tempat untuk menyalurkan hobi mereka tersebut.

Sirkuit Pantai Gedambaan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, bersama, Dandim 1004, Sekda dan Kepala SKPD, dengan mencoba lintasan sirkuit, Sabtu (16/3/2019).

Usai mencoba lintasan sirkuit Bupati Kotabaru H Sayed Jafar mengatakan bahwa Sirkuit Pantai Gedambaan ini memang memiliki rintangan yang sulit untuk dilalui butuh konsentrasi dan keberanian khusus untuk dapat melewatinya karena adanya tanjakan, gundukan, dan kubangan air.

"Walaupun harus jatuh bangun saat melintas tadi akan tetapi saya merasa puas," ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Saijaan ini menjelaskan ajang trial game ini dilaksanakan untuk menyalurkan bakat anak muda Kotabaru yang memiliki hobi trail dan nantinya mereka bisa latihan disirkuit ini hingga tidak lagi kebut kebutan dijalan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bank Sampah Hilir, Hitungan Jam 100 Kilogram Sampah Terkumpul

GEMA, PULAULAUT - Untuk mengurangi banyaknya limbah sampah baik didarat maupun dilaut terutama limbah plastik sehingga aparat Desa Hilir Muara Kecamatan Pulau Laut Utara, membangun bank sampah di Desa mereka agar bersih, sehat juga kreatif.

Agar masyarakat setempat dan sekitarnya mengetahui keberadaan bank sampah dengan nama "Hilir Muara Bercahaya" itu, ketua dan staf bank sampah tersebut terlebih dulu mensosialisasikannya kepada warga hingga berlari hari lamanya.

Kegiatan yang mereka lakukan akhirnya membuahkan hasil sebab tidak lama setelah dibuka hanya hitungan jam bank sampah Hilir Muara Bercahaya sudah bisa mengumpulkan 100 Kilogram lebih sampah dari warga sekitar.

Ketua Bank Sampah Hilir Muara Bercahaya, Muhammad Ramli menjelaskan memang untuk mensosialisakan bank sampah ini ke masyarakat Hilir Muara gampang gampang susah memerlukan waktu sekitar empat hari dan masyarakat juga ikut senang menyambut adanya bank sampah tersebut di kampung mereka.

"Walaupun saat ini anggota bank sampah Hilir Muara Bersinar hanya 10 orang namun kami tatap semangat bekerja dan selain itu tiap bulannya juga mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru," ungkap Ramli.

Bank sampah Hilir Muara Bersinar tersebut diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H Said Akhmad, Rabu (13/3/2019), diaula kantor Desa Hilir Muara

Nampak hadir dalam acara tersebut Sekda Kotabaru Said Akhmad, Ketua PKK Kotabaru Hajjah Fatma Idiana Sayed Jafar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Forkopimda, dan tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Said Akhmad mengungkapkan bahwa seluruh lembaga dan kementrian harus bergerak aktif untuk mendukung penanganan sampah yang telah diprogramkan oleh pemerintah agar Indonesia bersih.

"Bank sampah ini merupakan salah satu program tekat Saijaan untuk mengurangi sampah dan sebagai bentuk dukungan kita terhadap program Indonesia bersih," katanya.

Dengan adanya bank sampah ini, lanjut Said Akhmad, diharapkan dapat membangun kesadaran untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri.

Semoga kedepannya semakin banyak bank sampah yang didirikan di desa-desau diwilayah Kabupaten Kotabaru sehingga dapat mendukung terwujudnya Kotabaru yang bebas sampah dan masyarakat yang berbudaya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Awal April PDAM Kotabaru Tidak Lagi Terima Uang Tunai

GEMA, PULAULAUT - Setelah meluncurkan aplikasi online beberapa waktu lalu pihak PDAM Kotabaru akan memberlakukan semua pelayanan secara transparan kepada pelanggannya melalui situs https://pdamkotabaru.co.id. Dengan adanya aplikasi online tersebut otomatis awal April nanti pihak PDAM Kotabaru tidak akan lagi menerima pembayaran rekening air dengan uang tunai dari pelanggannya.

Tindakan tersebut dilakukan pihak PDAM untuk mewujudkan adanya transparan dan akuntabilitas dalam pengelolaan dan memberikan kemudahan bagi pelanggannya.

Namun masyarakat khususnya pelanggan PDAM Kotabaru dalam melakukan pembayaran akan dialihkan ke kantor pos, Bank Kalsel, PPOB berlogo symponi, Koperasi Tirta (Kantor PDAM), Aplikasi Bitplus Mobile, dan Jaringan Indomaret/Alfamart.

Hal itu dibenarkan Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah, memang kami tidak menerima lagi pembayaran rekening air dengan uang tunai dari pelanggan mulai 1 April nanti namun masih bertahap dimulai dari pelanggan di Pulau Laut Utara, Bakau, Sungai Durian, dan Sengayam sedangkan untuk Cantung dan Serongga segera menyusul ungkapnya.

Ia, pun, menjelaskan sebelum semua itu berlaku kami akan melakukan sosialisasi kepada para pelanggan agar mereka jangan kaget sebab pelayanan kasir di PDAM sudah tidak ada lagi.

"Dengan aplikasi online ini dapat mempermudah pelayanan dan transaksi keuangan hingga tidak ada lagi cash money dan semuanya bisa dipertanggungjawabkan secara baik," harap Ipan.

Masih kata Ipan, aplikasi ini juga akan terus dikembangkan hingga proses pembayaran nantinya bisa meluas melalui via ATM di semua Bank BUMN dan juga aplikasi online lainya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kain Sasirangan Kotabaru Sudah Mulai Diminati

GEMA, BANJARMASIN - Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kotabaru yang terus mempromosikan kain sasirangan khas Kotabaru baik lokal maupun luar kini membuahkan hasil karena sudah mulai disukai dan mempunyai tempat sendiri.

Saat ini keberadaan kain sasirangan khas Kotabaru tersebut sudah banyak peminatnya yaitu para Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat desa, anak sekolah, dan masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Kotabaru Hajjah Fatma Idiana Sayed Jafar saat mengikuti acara Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF), Kamis (7/3/2019) di sekitar Menara Pandang Banjarmasin.

"Kegiatan seperti ini kesempatan kita untuk mempromosikan kain sasirangan dan lainnya yang dimiliki oleh daerah Kotabaru untuk bisa bersaing dengan daerah lainnya," kata Fatma.

Lebih luas dibeberkannya, daerah kita juga mempunyai produk unggulan yaitu kain sasirangan dengan motif ikan todak kembar yang tidak kalah bersaing baik warna, motif, dan kwalitasnya dengan yang lain.

Fatma berharap, kegiatan kegiatan promosi seperti ini agar terus dilakukan supaya kain sasirangan khas Kotabaru bisa lebih dikenal luas diluar Kotabaru baik Kalsel maupun tingkat nasional.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Umat Hindu Lakukan Upacara Pengusiran Roh Jahat

GEMA, TELAGASARI - Dalam rangkaian memeriahkan hari raya nyepi dan tahun saka 1941, umat Hindu Desa Telagasari Kecamatan Kelumpang HIlir, Kotabaru, menggelar upacara adat pengusiran roh jahat (Pengurupukan) dan pawai ogoh-ogoh, Rabu (6/3/2019).

Para umat Hindu tersebut mengarak miniatur patung dengan mengusungnya beramal ramai dan membakarnya sebagai bentuk kepercayaan tradisi adat mereka agar roh jahat menjauh dan tidak mengganggu.

Nampak dalam acara tersebut Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama rombongan  hadir dan menyaksikan langsung jalannya proses acara adat umat Hindu tersebut hingga malam.

Orang nomor satu di Bumi Saijaan itu menyambut baik atas diselenggarakannya pawai ogoh-ogoh tersebut, karena ini merupakan tradisi dari umat hindu menjelang perayaan hari raya nyepi.

Melalui kegiatan ini ungkap bupati tentunya menambah daya tarik wisatawan yang ada di Kabupaten Kotabaru, sekaligus menunjukkan keragaman juga kemajemukan masyarakat di Kotabaru.

"Ini kan budaya umat hindu yang ada di Kotabaru khususnya di Desa Telagasari yang menggambarkan bahwa masyarakat Kotabaru terdiri dari beragam suku, agama, juga budaya, yang hidup berdampingan dan harmonis yangmana tercermin dalam kegiatan tersebut," jelas bupati.

Keharmonisan ini lanjut Sayed Jafar, merupakan kunci penting untuk memacu pembangunan yang kita harapkan, agar kesejahteraan dapat dirasakan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Hal seperti ini harus terus kita dijaga agar menjadi kekuatan dalam membangun Kotabaru, dan kontribusi umat hindu untuk bersama-sama membangun Kotabaru," katanya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Kampanyekan Kurangi Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tegalrejo

GEMA, TEGALREJO - Pihak perusahaan produsen semen Tiga Roda yang dipimpin langsung oleh Direktur Indocement Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dan Tanggung Jawab Sosial, Antonius Marcos dan jajaran manajemen melakukan kampanye untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekaligus bersih-bersih sampah dan penataan rest area di kawasan pasar Tegalrejo Kecamatan Kelumpang Hilir, Selasa (5/3/2019).

Selain membersihkan sampah di areal pasar Tegalrejo, manajemen Indocement juga menyempatkan waktu menanam pohon di area jalan pasar bersama masyarakat setempat.

Dalam kegiatan yang bertemakan "Tiga Roda Goes To Community", Direktur Indocement, Antonius Marcos mengatakan bahwa, kegiatan ini melibatkan para karyawan, serikat pekerja dan masyarakat sekitar dan ini merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab sosial (CSR). Di samping itu kami juga giat mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik karena sifatnya yang tidak mudah di daur ulang.

"Kegiatan seperti ini akan terus digalakkan oleh Indocement bersama masyarakat dan kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga lingkungan ini," ungkap Antonius.

Ia, pun, bersama jajarannya akan terus menghimbau dan  mengajak seluruh masyarakat mitranya untuk terus  menjaga lingkungan dengan baik dan ini akan menjadi budaya yang baik agar kita semakin cerdas dalam melihat lingkungan.

"Dengan terjaganya lingkungan otomatis akan dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat secara menyeluruh khususnya 10 desa mitra yang ada disekitar perusahaan untuk bersama-sama menjaga ekosistem lingkungan," harapnya.

Senada dengan itu, Camat Kelumpang Hilir, Johanuddin mengatakan, dengan kegiatan yang dilakukan oleh Indocement ini pastinya sangat berdampak positif pada lingkungan, apalagi dengan adanya rest area yang akan dibuat tentunya Indocement sangat membantu untuk penataan awal kawasan tersebut.

Johan, pun, menambahkan bahwa, Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa dengan kemajuan yang luar biasa, karena tepat berada di jalan poros Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, dengan pengerjaan awal yang dilakukan oleh Indocement, sudah tentu membuat Tegalrejo semakin maju.

"Rest area ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan para pelintas jalan dan selain bisa menikmati rest area para pengunjung juga bisa menikmati kuliner yang ada di kawasan tersebut,” jelas Johanudin

Melihat kegiatan itu, salah satu pelajar SMK Negeri yang juga ikut ambil bagian dalam aksi peduli lingkungan tersebut menilai, apa yang dilakukan oleh perusahaan tentunya sangat baik yangmana tujuannya untuk keberlangsungan ekosistem bersama dan bukan hanya kepada manusia saja melainkan juga yang lainnya.

"Dengan tidak membuang sampah sembarangan tentunya kita sudah berbuat baik bagi lingkungan dan ini merupakan salah satu upaya nyata yang telah dilakukan oleh perusahaan sebesar Indocement. Hal ini tentu memberikan inspirasi dan contoh nyata yang sangat baik, khususnya bagi kami generasi muda," ujarnya. (*)










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Naas, Tempat Tinggal Bardan Jadi Arang

GEMA, PULAUPANCI - Suasana sepi kala malam yang membuat penghuninya tertidur lelap karena lelah tidak demikian dengan pasangan suami istri Bardan dan Patoya warga asal Desa Pulau Panci RT 003 Dusun II Kecamatan Kelumpang HIlir tersebut mereka harus disibukkan dengan aktivitas rutin mereka menyalin BBM jenis bensin dari jerigen.

Namun naas kali ini tetesan bahan bakar tersebut disambar oleh api dapur begitu cepatnya sehingga kobaran api meluas dan melahap tempat tinggal mereka yang hanya dari bangunan kayu itu hingga jadi arang, Selasa (5/3/2019). malam.

Kejadian tersebut diperkirakan sekitar pukul 19.10 Wita, dan selain menghanguskan bangunan kayu milik Bardan dan Patoya, mereka pun mengalami luka bakar akibat musibah tersebut.

Saat ini Bardan yang mengalami luka bakar pada punggung dan kaki sedangkan sang istri Patoya luka bakar pada kaki dan tangan langsung dibawa ke Puskesmas Serongga untuk diberikan perawatan.

Informasi yang didapat dari petugas BPBD Kotabaru Syafaruddin bahwa karena jarak kejadian diseberang jauh dari ibu kota maka pemadaman api dilakukan oleh masyarakat setempat dengan peralatan seadanya dan kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.

Tidak berselang lama Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui BPBD Kotabaru langsung melakukan pendistribusian bantuan berupa logistik dan rehabilitasi rekonstruksi kepada korban yang terkena musibah itu, Rabu (6/3/2019).
                                                                              Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar kepada korban di dilokasi kebakaran.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Empat Pejabat Kotabaru Kembali Bergeser

GEMA, PULAULAUT - Untuk mempercepat perkembangan pembangunan dan pertumbuhan perekonomian di Bumi Saijaan, Pemkab Kotabaru kembali melakukan pergeseran kepada empat orang pejabat pengawas dan Administrator untuk melaksanakan tugas baru mereka.

Pelantikan tiga orang pejabat eselon II dan III itu dilakukan oleh Sekda Kotabaru H Said Akhmad, mewakili Bupati Kotabaru disaksikan oleh Asisten, staf ahli, Kepala BKPPD, dan Kepala SKPD lainnya, Senin (5/3/2019).di ruang sekretariat Pemkab Kotabaru.

Untuk pejabat yang dilantik adalah Sugian Noor, SH, MSi, staf ahli bidang ekonomi, menjabat tugas baru sebagai Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Ir Kamirudin, MSi. Kadis Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dan jabatan baru Staf Ahli Bidang ekonomi, Risa Ahyani, SE, MSi, Sekretaris PPRP. tugas baru Sekretaris Dinas Bina Marga dan SDA, M Fuad, S.Ag, Kabid penelitian dan pembangunan Bappeda, tugas baru Sekretaris PPRP.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar melalui Sekda H Said Ahmad menyampaikan, kita harus bergerak cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan selalu melakukan inovasi dalam bekerja agar tidak terkesan monoton dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian sehingga bisa cepat terwujud.

"Wewenang pelantikan ini kan sepenuhnya dari bupati, karena sudah melalui tahapan evaluasi terhadap kinerja masing masing SKPD," ucap Sekda.

Ditambahkan Said Ahmad, kita harus bergerak cepat dalam bekerja jangan bila ada permasalahan baru bertindak intinya jangan menunggu dalam melayani masyarakat.

Mereka diberikan amanah dalam bekerja untuk kepentingan masyarakat agar optimal bekerja secara profesional dan nantinya masih ada lagi pergeseran karena masih banyak jabatan yang kosong, ungkap Sekda.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Cuaca Ekstrim, Rumah Warga Disambar Petir

GEMA, TG LALAK - Cuaca buruk disertai petir diwilayah Kepulauan bukan hanya membuat takut para nelayan sekitar dengan ombak besar yang menghantam kapal mereka namun juga telah menghantam salahsatu rumah warga hingga rusak.

Kejadian tersebut telah menimpa keluarga H Jamaluddin yang berada Desa Tanjung Lalak Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kotabaru, RT 03 RW 02 sekitar pukul 14.30 Wita, Senin (4/3/2019).

Hal tersebut berdampak terhadap 1 Kepala Keluarga (KK), 3 Jiwa dengan tempat tinggal mereka rusak namun tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya melalui petugas lapangan Syafaruddin, menyampaikan bahwa informasi didapat kejadian diperkirakan sekitar pukul 14.30 Wita, dengan kondisi saat itu mendung dan gerimis mengguyur daerah setempat disertai petir hingga menyambar rumah warga.

"Alhamdulilah dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa namun hanya kerugian material sekitar 2 juta," kata Syafaruddin.

Ia, pun, mengungkapkan karena jarak antara ibukota Kabupaten dengan lokasi kejadian cukup jauh sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan belum lagi kondisi jalan yang rusak sehingga dilokasi saat kejadian hanya ada aparat desa dan warga masyarakat.

Namun kata Syafaruddin, pihak BPBD sendiri pasca bencana itu langsung melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan aparat setempat melalui komunikasi handphone dan WA.                                                                                                                                                                         










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Puluhan Becak Bawa Anak RA Al Ikhlas Keliling Kota

GEMA, PULAULAUT - Sudah menjadi rutinitas setiap sekolah TK/RA di Kabupaten Kotabaru mereka memberikan pelajaran bukan hanya teori saja namun juga langsung kepada anak didiknya dengan mempraktekkan pelajaran yang telah diberikan disekolah agar bisa melihat dan merasakan secara langsung keadaan dilapangan.

Hal tersebut dilakukan oleh pihak sekolah RA Al Ikhlas Kotabaru untuk mempraktekkan pelajaran mereka dengan membawa anak didiknya menggunakan sarana puluhan Becak yang sudah dihiasi sesuai dengan tema pelajaran "Kendaraan Darat" yaitu  Becak untuk keliling kota, Sabtu (2/3/2019).

Sekitar 50 becak yang sudah dihias tersebut membawa 88 anak anak RA Al Ikhlas mengelilingi kota dengan titik kumpul di depan Kodim 1004 Kotabaru dengan rute yang dilewati yaitu Jalan Veteran, Suryagandamana, Putri Cipta Sari, Singabana, Pangeran Hidayat, Veteran, dan kembali ke depan Kodim 1004 Kotabaru.

Sedangkan guru pembimbing dan orang tua murid hanya menggunakan roda dua untuk mengikuti anak mereka keliling kota.

Kepala Sekolah RA Al Ikhlas Kotabaru, Noor Aina, S.PdI mengatakan, memang kegiatan ini rutin kami lakukan kepada anak didik kami tergantung pelajarannya bertema apa jadi beda beda.

"Alhamdulillah, kegiatan dengan tema kendaraan darat menggunakan beca kali ini berjalan lancar dan aman berkat dukungan semua pihak," tutur Kepsek RA Al Ikhlas.

Salahsatu orang tua murid sebut saja Tari, menyambut baik dengan adanya acara yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut sebab kegiatan ini positif bagi anak.

"Ya, senang lah pastinya karena anak bisa melihat dan merasakan langsung pelajaran yang mereka dapatkan disekolah bukan hanya teori saja namun dipraktekkan," ucap Tari.

Nampak dilapangan cuaca panas dan gerah namun guru pembimbing, orang tua murid, dan anak anak antusias dan senang penuh canda dan tawa hingga akhir acara.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah