Kamis, 15 Februari 2018

ITP Tarjun Latih Warga Membuat Roti dan Kue

ITP Tarjun Latih Warga Membuat Roti dan Kue

GEMA, PULAU PANCI - Untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Tarjun memberikan pelatihan cara membuat roti dan kue kepada warga Desa Pulau Panci, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, agar nantinya mereka bisa memanfaatkan waktu senggang dengan mengembangkan usaha mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

CSR Section Head Indocement Plant Tarjun H Nor Imansyah mengatakan, tujuan pihaknya menggelar pelatihan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan sekitar operasional pabrik.

"Pelatihan ini merupakan program  Pilar Pendidikan dan Pilar Pembangunan Ekonomi, terkhusus ekonomi yang terkait dengan usaha mikro atau usaha kecil, termasuk kerajinan lokal, agar tercipta UMKM-UMKM baru guna menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Indocement sendiri memiliki 10 desa binaan, yakni  Desa Tarjun, Langadai, Serongga, Tegalrejo dan Pulau Panci (Kecamatan Kelumpang Hilir), Sidomulyo, Simpang Tiga, Sungai Kupang dan Cantung Kiri Hilir (Kecamatan Kelumpang Hulu) dan Sungai Dua Kecamatan Batulicin.

Instruktur pelatihan, Syafik Sofia, yang juga pemilik usaha Sofia Bakery, mengatakan, ada beberapa materi pelatihan  yang diberikannya kepada para peserta, yakni pembuatan roti manis toping coklat, keju, pizza, pie buah, kue sus, martabak, kue kering,  lapis surabaya, black forest, dan bolu gulung.

Bukan hanya tatacara membuat, kami juga mengajarkan tentang komposisi bahan baku, bentuk kemasan dan strategi pemasarannya, kata Syafik.

"Sebagian peserta sudah ada yang mempunyai keahlian membikin kue tradisional jadi tinggal pendalaman dan arahan yang lebih spesifik saja bahkan mereka sangat cepat menyerap pelajaran yang di paparkan," ungkapnya bahagia.

Syafik juga yakin para peserta dapat menjalankan usaha pembuatan kue dan roti ini karena bahan baku mudah didapat di Desa Pulau Panci dan desa tetangga cukup setengah jam naik motor untuk ke supermarket  yang menjual bahan baku pembuatan kue dan roti ini, imbuhnya.

Demikian pula pemasaranan produk, menurut Syafik, bisa melalui  berbagai acara di desa, kegiatan seremoni perusahaan, perkawinan, pengajian, toko-toko makanan dan warung-warung kecil.

Salah satu peserta, Sariyani, warga RT 01 RW.01 Desa Pulau Panci, bersyukur bisa mendapatkan pelatihan membuat kue dan roti bahkan banyak hal baru yang kami ketahui terkait pembuatan kue dan roti ini dengan melakukan tanya jawab dengan instruktur langsung.

Sariyani optimistis dapat mempraktikkan keterampilan yang diperolehnya dari pelatihan yang diadakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement ini dan sambil jalan kita lihat perkembangannya.

Senada, Kepala Desa Pulau Panci Saiansyah mengapresiasi program pelatihan yang dilaksanakan CSR Indocement tersebut terhadap kemajuan desa-desa binaannya yang selalu kreatif dan inovatif.

Ia, pun, yakin warganya dapat mempraktikkannya setelah mendapatkan pelatihan tersebut dan berharap agar ibu-ibu di desa ini lebih giat berusaha dan mengembangkan kreativitas sehingga menjadi usaha kerajinan rumah tangga yang dapat diandalkan serta menjadi kebanggaan desa.











- Penulis : Agus Rifani - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Tiga Kementerian Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus di Kotabaru

Tiga Kementerian Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus di Kotabaru

GEMA, TANJUNG SELAYAR - Angin segar bagi iklim investasi industri di Kabupaten Kotabaru, pasalnya tim analisis dari tiga kementrian yang dipimpin oleh Totok Arie wibowo meninjau langsung lokasi pemanfaatan aset dan lokasi pendukung KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Rabu (14/2/2018).

Kepala BAPPEDA Kotabaru, Zainal Arifin mengatakan, kedatangan tiga kementrian terdiri dari Kementrian Ekonomi, Kementrian Industri dan Kementrian Pariwisata ini terkait usaha percepatan penetapan KEK di Kabupaten Kotabaru.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad juga sangat mengharapkan penetapan KEK di Kabupaten Kotabaru cepat terwujud.

Menurutnya, kotabaru layak untuk dijadikan KEK, hal tersebut merupakan satu kebijakan yang sangat baik dalam memberikan dorongan investasi bagi daerah.

"Dengan nawaitu KEK harus diwujudkan dan pemerintah daerah akan terus siap membantu di lapangan, Pemkab Kotabaru sendiri akan menerima apapun yang terbaik, yang penting KEK cepat terwujud," ungkap Said Akhmad.

Said Akhmad pun menegaskan, kalau pekerjaan ini dikeroyok sama sama dengan mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah secara umum tentu tidak akan ada masalah dalam perwujudan KEK ini.

Sementara itu, Totok  menjelaskan kegiatan ini merupakan niatan kementrian pusat dalam meliat inisiatif persiapan dari daerah dalam mendukung suksesnya penetapan KEK di Kotabaru.

Tambahnya, saat ini kegiatan ekonomi di daerah barat lebih hidup, sehingga sebelum ditetapkan, daerah harus benar benar siap dalam menghadapi perkembangan industri. Detail tekhnis harus perlu selau dikomunikasikan daerah ke pusat sehingga memudahkan sinergi dalam pengambilan tindakan.

Kawasan KEK merupakan prospek cerah untuk daerah kabupaten yang berkembang apalagi seperti Kabupaten Kotabaru yang banyak mempunyai potensi SDA

Sebelumnya, hasrat Kabupaten Kotabaru untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus sejak tahun 2016.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru sendiri optimis bahwa Kotabaru layak menjadi daerah Kawasan Ekonomi Khusus karena saat ini banyak potensi sektor pariwisata dan perikanan yang bisa mendukung terwujudnya KEK di Kabupaten Kotabaru.

Selain itu dari letak posisi Kabupaten Kotabaru juga sangat mendukung dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan kota Maritim Nasional dan jalur tol laut.








- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online