Senin, 26 Februari 2018

Bupati Kotabaru Hadiri Evaluasi Rancangan Peraturan Desa

Bupati Kotabaru Hadiri Evaluasi Rancangan Peraturan Desa

GEMA, PULAULAUT - Bupati Kotabaru Sayed Jafar hadiri evaluasi rancangan peraturan desa tentang rancangan anggaran pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2018, Senin (26/2/2018) di Aula Kantor Camat Kelumpang Hulu.

Dalam kesempatan itu bupati membuka langsung acara tersebut dan memberikan arahan bahwa pentingnya sistem administrasi dalam proses penggunaan dana desa.

"Pusat menurunkan dana ke desa dengan pengawasan banyak pihak jadi diharapkan dana desa bisa digunakan dengan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Sayed Jafar.

Ditambahkannya, bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa sebesar 1,5 Milyar setiap desanya, tujuannya untuk peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat di pedesaaan,

Ia, pun, mengharapkan pihak desa agar meningkatkan sistem administrasi sehingga pertanggungjawaban dana desa tidak bermasalah, selain itu juga harus mampu menyusun pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

"Administrasi itu adalah kunci kesuksesan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKD), Abdul Kadir menambahkan agar kegiatan pembangunan desa digunakan pola swakelola dengan masyarakat setempat sehingga perputaran ekonomi tidak keluar dari desa.

Turut hadir dalam acara tersebut Assisten Pemerintahan Hariansyah, Asisten Administrasi Umum Gt. Syamsul Bahri, Kepala BPMPD, Inspektorat dan Kepala Dispenda Khairul Aswandi dan rombongan lainnya.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Selasa, 20 Februari 2018

Indocement Latih Warga Bikin Abon dan Amplang Bandeng

Indocement Latih Warga Bikin Abon dan Amplang Bandeng

GEMA, LANGADAI - Setelah sukses memberikan pelatihan membuat kue kini PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Tarjun, Kotabaru, kembali memberikan pelatihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kepada warga desa di sekitar lingkungan operasional perusahaan dengan makanan khas banjar yaitu pengolahan abon bandeng dan amplang.

CSR Section Head Indocement Plant Tarjun H Nor Imansyah mengatakan, tujuan pelatihahn ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan sekitar operasional pabrik, melalui Pilar Pendidikan dan Pilar Pembangunan Ekonomi.

"Perekonomian yang terkait dengan usaha mikro atau usaha kecil tersebut termasuk kerajinan lokal sehingga terciptanya UMKM-UMKM baru guna menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut diikuti oleh 25 peserta dari desa setempat di Kantor Desa Langadai dan pada saat bersamaan Indocement juga menggelar pelatihan teknik dasar menjahit di Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir.

Salah seorang peserta warga RT 03  RW 02 Desa Langadai, Hafifah, menyambut antusias pelatihan ini karena penyampaian teori di barengi dengan praktek dan dialog dengan instruktur, dia pun yakin dapat menerapkan hasil pelatihan ini untuk mengembangkan usaha rumah tangga.

Apalagi, tambahnya, pembuatan abon bandang dan amplang ini ini tidaklah sulit karena pas buat kami ibu-ibu dan semua bahan bakunya mudah didapat serta modalnya tidak banyak bahkan bahan-bahannya cukup tersedia di pasaran dan terjangkau, ungkapnya.

Hal senada dikatakan Dwi Astuti, warga  RT 02 RW 01 Desa Langadai, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami karena betul-betul kerja nyata dan menghasilkan uang, pastinya menambah penghasilan rumah tangga kami.

Hafifah dan Astuti berharap pelatihan seperti ini jangan hanya sekali dilaksanakan CSR Indocement akan etapi terus dilakukan agar informasi dan pengetahuan ini juga didapatkan teman-teman yang lainnya di desa, ujar Astuti.

Halimah, selaku instruktur pelatihan mengatakan, materi yang diberikan mengenai pengenalan bahan dan jenis-jenis ikan yang akan dibikin abon kemudian jenis-jenis peralatan yang diperlukan, dan tata cara membuat abon ikan.

"Mereka, warga Desa Langadai ingin salahsatu bahannya dari ikan bandang, maka kami juga berikan penjelasan abon dengan bahan ikan bandang," ujar pemilik usaha Amplang Saijaan itu.

Dia menilai, kemampuan peserta menyerap materi pelatihan baik sebab mereka mengenal secara umum tentang abon dan amplang dan sebagian juga mempunyai keahlian membikin kue tradisional jadi tinggal pendalaman dan arahan yang lebih spesifik, ujarnya.

Untuk pemasaran produk sendiri menurut Halimah, tidaklah sulit karena kerajinan lokal ini cukup diminati di pasaran tergantung perencanaan dan strategi pemasaran yang tepat.

Kepala Desa Langadai Syafruddin mengapresiasi CSR Indocement yang selalu memberikan pelatihan yang kreatif dan inovatif untuk kemajuan lingkungan atau desa-desa mitranya.

"Saya percaya warga dapat mempraktikkannya dan ibu-ibu lebih giat berusaha juga kreatif mengembangkan hasil pelatihan yang diberikan Indocement  ini agar dapat menjadi usaha rumah tangga dan kebanggaan desa," harapnya. (*)











- Penulis : Agus Rifani - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Kamis, 15 Februari 2018

ITP Tarjun Latih Warga Membuat Roti dan Kue

ITP Tarjun Latih Warga Membuat Roti dan Kue

GEMA, PULAU PANCI - Untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Tarjun memberikan pelatihan cara membuat roti dan kue kepada warga Desa Pulau Panci, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, agar nantinya mereka bisa memanfaatkan waktu senggang dengan mengembangkan usaha mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

CSR Section Head Indocement Plant Tarjun H Nor Imansyah mengatakan, tujuan pihaknya menggelar pelatihan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan sekitar operasional pabrik.

"Pelatihan ini merupakan program  Pilar Pendidikan dan Pilar Pembangunan Ekonomi, terkhusus ekonomi yang terkait dengan usaha mikro atau usaha kecil, termasuk kerajinan lokal, agar tercipta UMKM-UMKM baru guna menciptakan lapangan kerja baru," katanya.

Indocement sendiri memiliki 10 desa binaan, yakni  Desa Tarjun, Langadai, Serongga, Tegalrejo dan Pulau Panci (Kecamatan Kelumpang Hilir), Sidomulyo, Simpang Tiga, Sungai Kupang dan Cantung Kiri Hilir (Kecamatan Kelumpang Hulu) dan Sungai Dua Kecamatan Batulicin.

Instruktur pelatihan, Syafik Sofia, yang juga pemilik usaha Sofia Bakery, mengatakan, ada beberapa materi pelatihan  yang diberikannya kepada para peserta, yakni pembuatan roti manis toping coklat, keju, pizza, pie buah, kue sus, martabak, kue kering,  lapis surabaya, black forest, dan bolu gulung.

Bukan hanya tatacara membuat, kami juga mengajarkan tentang komposisi bahan baku, bentuk kemasan dan strategi pemasarannya, kata Syafik.

"Sebagian peserta sudah ada yang mempunyai keahlian membikin kue tradisional jadi tinggal pendalaman dan arahan yang lebih spesifik saja bahkan mereka sangat cepat menyerap pelajaran yang di paparkan," ungkapnya bahagia.

Syafik juga yakin para peserta dapat menjalankan usaha pembuatan kue dan roti ini karena bahan baku mudah didapat di Desa Pulau Panci dan desa tetangga cukup setengah jam naik motor untuk ke supermarket  yang menjual bahan baku pembuatan kue dan roti ini, imbuhnya.

Demikian pula pemasaranan produk, menurut Syafik, bisa melalui  berbagai acara di desa, kegiatan seremoni perusahaan, perkawinan, pengajian, toko-toko makanan dan warung-warung kecil.

Salah satu peserta, Sariyani, warga RT 01 RW.01 Desa Pulau Panci, bersyukur bisa mendapatkan pelatihan membuat kue dan roti bahkan banyak hal baru yang kami ketahui terkait pembuatan kue dan roti ini dengan melakukan tanya jawab dengan instruktur langsung.

Sariyani optimistis dapat mempraktikkan keterampilan yang diperolehnya dari pelatihan yang diadakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement ini dan sambil jalan kita lihat perkembangannya.

Senada, Kepala Desa Pulau Panci Saiansyah mengapresiasi program pelatihan yang dilaksanakan CSR Indocement tersebut terhadap kemajuan desa-desa binaannya yang selalu kreatif dan inovatif.

Ia, pun, yakin warganya dapat mempraktikkannya setelah mendapatkan pelatihan tersebut dan berharap agar ibu-ibu di desa ini lebih giat berusaha dan mengembangkan kreativitas sehingga menjadi usaha kerajinan rumah tangga yang dapat diandalkan serta menjadi kebanggaan desa.











- Penulis : Agus Rifani - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Tiga Kementerian Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus di Kotabaru

Tiga Kementerian Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus di Kotabaru

GEMA, TANJUNG SELAYAR - Angin segar bagi iklim investasi industri di Kabupaten Kotabaru, pasalnya tim analisis dari tiga kementrian yang dipimpin oleh Totok Arie wibowo meninjau langsung lokasi pemanfaatan aset dan lokasi pendukung KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Rabu (14/2/2018).

Kepala BAPPEDA Kotabaru, Zainal Arifin mengatakan, kedatangan tiga kementrian terdiri dari Kementrian Ekonomi, Kementrian Industri dan Kementrian Pariwisata ini terkait usaha percepatan penetapan KEK di Kabupaten Kotabaru.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kotabaru, Said Akhmad juga sangat mengharapkan penetapan KEK di Kabupaten Kotabaru cepat terwujud.

Menurutnya, kotabaru layak untuk dijadikan KEK, hal tersebut merupakan satu kebijakan yang sangat baik dalam memberikan dorongan investasi bagi daerah.

"Dengan nawaitu KEK harus diwujudkan dan pemerintah daerah akan terus siap membantu di lapangan, Pemkab Kotabaru sendiri akan menerima apapun yang terbaik, yang penting KEK cepat terwujud," ungkap Said Akhmad.

Said Akhmad pun menegaskan, kalau pekerjaan ini dikeroyok sama sama dengan mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah secara umum tentu tidak akan ada masalah dalam perwujudan KEK ini.

Sementara itu, Totok  menjelaskan kegiatan ini merupakan niatan kementrian pusat dalam meliat inisiatif persiapan dari daerah dalam mendukung suksesnya penetapan KEK di Kotabaru.

Tambahnya, saat ini kegiatan ekonomi di daerah barat lebih hidup, sehingga sebelum ditetapkan, daerah harus benar benar siap dalam menghadapi perkembangan industri. Detail tekhnis harus perlu selau dikomunikasikan daerah ke pusat sehingga memudahkan sinergi dalam pengambilan tindakan.

Kawasan KEK merupakan prospek cerah untuk daerah kabupaten yang berkembang apalagi seperti Kabupaten Kotabaru yang banyak mempunyai potensi SDA

Sebelumnya, hasrat Kabupaten Kotabaru untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus sejak tahun 2016.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru sendiri optimis bahwa Kotabaru layak menjadi daerah Kawasan Ekonomi Khusus karena saat ini banyak potensi sektor pariwisata dan perikanan yang bisa mendukung terwujudnya KEK di Kabupaten Kotabaru.

Selain itu dari letak posisi Kabupaten Kotabaru juga sangat mendukung dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan kota Maritim Nasional dan jalur tol laut.








- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Rabu, 07 Februari 2018

Fatma Idiana : Pertemuan DWP Sangat Penting Untuk Anggota

Fatma Idiana : Pertemuan DWP Sangat Penting Untuk Anggota

GEMA, PULAULAUT - Salaku penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotabaru Hj Fatma Idiana Sayed Jafar merasa penting melakukan pertemuan rutin bulanan dengan anggota DWP, Rabu (7/2),  di Gedung Ratu Intan Kotabaru.

Dalam sambutannya Hj Fatma Idiana Sayed Jafar mengatakan, kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kotabaru ini sangatlah penting dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh jajaran penggurus serta anggota dengan tujuan menjalin tali silaturahmi, bertukar informasi khususnya dalam hal melaksanakan berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan.

Selain itu sambung Fatma, organisasi wanita ini akan terus berfungsi dan selalu berperan dalam menunjang kinerja para pegawai dilingkungan Pemkab Kotabaru dan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kesejahteraan ekonomi diantara sesama anggota didalam keluarga besar Dharma Wanita.

"Terkait dengan permasalah keluarga yang seringkali terjadi hendaknya kita harus tenang dalam menyikapi suatu masalah dengan kepala dingin jangan sampai terbawa emosi yang akan berakibat buruk pada hubungan keharmonisan keluarga," jelas Fatma.

Dalam pertemuan tersebut juga berhadir Wakil Ketua TP-PKK Hj Siti Mariani Burhanudin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kotabaru Hj Yulianti Zairina Said Akhmad dan semua pengurus juga anggota Dharma Wanita Kabupaten Kotabaru.












- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Senin, 05 Februari 2018

Sayed Jafar Hadiri Rapat Koordinasi se Kalsel

Sayed Jafar Hadiri Rapat Koordinasi se Kalsel

GEMA, BANJARBARU - Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama walikota/bupati se Kalimantan Selatan menghadiri rapat koordinasi dengan gubernur di Kota Banjarbaru, Senin (5/2/2018).

Dalam kesempatan itu orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Kotabaru sedang fokus dalam pengembangan investasi agrobisnis dan pariwisata juga membuka peluang yang sebesar besarnya bagi para investor yang ingin berinvestasi di Kotabaru dan dapat menguntungkan bagi masyarakat, pemerintah juga perusahaan.

"Pemkab pasti selalu membuka peluang bagi para investor yang ingin berinvestasi, tapi yang jelas menguntungkan bagi masyarakat, pemerintah dan perusahaan itu sendiri," ungkap Sayed Jafar.

Dalam Rakoor tersebut Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menekankan provinsi kota/kabupaten untuk mengambil kebijakan dalam memudahkan proses perizinan investasi sehingga investasi di daerah masing masing bisa meningkat.

"Saya harapkan kepada walikota/bupati se Kalimantan Selatan bisa bergerak cepat dalam mengimplementasikan arahan dari Presiden RI sehingga Kalimantan Selatan bisa menjadi daerah investasi yang unggul dan berdampak meningkatnya PAD daerah," jelas Sahbirin.

Tahun ini rakoor walikota/bupati se Kalimantan Selatan berbeda dari biasanya karena dilaksanakan di alam hijau terbuka dan disamping itu juga diselenggarakan kontes buah durian se Kalimantan Selatan.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online