Kamis, 17 Agustus 2017

Maknai Kemerdekaan Kodim 1004 Kotabaru Gelar Do'a Bersama

Maknai Kemerdekaan Kodim 1004 Kotabaru Gelar Do'a Bersama

GEMA, PULAULAUT - Dalam memaknai kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun ini, Kodim 1004 Kotabaru menggelar do'a bersama 17 17 17, di ruang induk Masjid Miftahul Jannah, Kamis, (17/8/2017) yang dihadiri ratusan masyarakat baik dari unsur pemerintahan, swasta, tokoh agama, dan pelajar, membaur menjadi satu.

Setiap jamaah yang akan mengikuti do'a bersama tersebut mereka akan diberikan pita ikat kepala merah putih, yangmana acara ini digagas oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan tema "Indonesia Lebih Kasih Sayang", dan hal ini serempak dilaksanakan oleh seluruh pasukan yang tersebar di Indonesia.

Dalam sambutan Panglina TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang dibacakan oleh Dandim 1004 Kotabaru, Letkol Arh Samujiyo bahwa, memaknai kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama selama 72 tahun hingga sekarang dan selayaknya kita bersyukur sebab kita bukan hanya di karuniai kemerdekaan akan tetapi kita juga dilahirkan sebagai bangsa patriot, petarung, dan bangsa pemenang.

Dengan Indonesia yang lebih kasih sayang ungkapnya, Indonesia semakin mengasihi dan menyanyangi dalam keberagaman hingga bisa menjadikan landasan yang kokoh dan menggelorakan kembali semangat persatuan dan kesatuan seluruh warga Indonesia.

Selesai do'a bersama acara pun dilanjutkan dengan pelaksanaan penurunan bendera juga disambung dengan sholat hajat bersama.  










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Sanggar Balatik Kotabaru Suguhkan Tari Klosal Laskar Pejuang Banua

Sanggar Balatik Kotabaru Suguhkan Tari Klosal Laskar Pejuang Banua

GEMA, PULAULAUT - Sesaat sebelum upacara detik-detik proklamai kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dilaksanakan,  Sanggar Balatik Kotabaru mengisi waktu dengan suguhan tari kolosal berjudul Laskar Pejuang Banua Kalimantan, Kamis, (17/8/2017) pagi, di depan kantor bupati.

Tarian kolosal sendiri mengisahkan tentang perjuangan masyarakat banua kalimantan saat melawan penjajah. Dan ada sekitar 50 orang untuk membawakan kisah tersebut.

Nampak dalam tarian kolosal tersebut mereka menceritakan bagaimana harus melakukan perang grilya untuk dapat merebut kemerdekaan dengan berpegang teguh pada semboyan "Haram manyarah waja sampai kaputing ", hingga akhirnya kemerdekaan pun dapat direbut dari tangan Belanda.

Persembahan tari kolosal ini sendiri kerjasama Dinas Kebudayaan Pariwisata Kotabaru dengan Kodim 1004 Kotabaru.

Walaupun hujan gerimis menyelimuti Bumi Saijaan, namun acara tetap berjalan dan hal ini tentu mendapat respon positif dari masyarakat maupun para peserta upacara yang menyaksikannya.










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Tiba di Mekkah, CJH Kotabaru Kehilangan Barang

Tiba di Mekkah, CJH Kotabaru Kehilangan Barang

GEMA, MEKKAH - Sekitar pukul empat sore waktu arab saudi rombongan calon jamaah haji asal Kabupaten Kotabaru gabungan Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Banjar, tiba di Kota Mekkah dengan selamat. Dan setibanya di pemondokan para jamaah kebingungan karena banyaknya barang yang hilang juga tertukar tempat.

Dikatakan Ketua TPHD Kotabaru, Burhanudin, bahwa, rombongan meninggalkan Kota Madinah sekitar pukul 08.00 WAS, menggunakan delapan bus dan singgah sebentar di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat.

"Perjalanan lancar-lancar saja hingga tiba di Kota Mekkah, walaupun ada insiden sedikit masalah barang bawaan jamaah yang hilang dan tertukar tempat," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut kata Burhanudin, sempat membuat para jamaah panik karena tidak menemukan barang-barang mereka saat tiba di pemondokan, namun akhirnya semuanya bisa teratasi setelah dilakukan pengurusan karena hanya tertukar tempat saja.

"Ya, memang hanya tertukar lokasi saat menurunkan barang para jamaah kita oleh supir yang mengangkut barang jamaah," jelas Ketua TPHD.

Sekedar diketahui bahwa calon jamaah haji asal Kabupaten Kotabaru yang tergabung di kloter 06 BDJ bersama Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Banjar, menempati pemondokan (hotel) Manazil Al Khair di Aziziah, lantai empat, lima, dan enam dengan jarak sekitar tiga kilometer dari Masjidil Haram.

Mengingat kondisi yang melelahkan karena perjalanan panjang dari Kota Madinah menuju Kota Mekkah hingga para jamaah yang resti dan lansia hanya disuruh istirahat, sedangkan yang masih kuat setelah membereskn barang bawaan sholat isya mereka langsung melakukan tawaf.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online