Kamis, 30 Maret 2017

PT ITP Sulap Lahan Ilalang Jadi Lokasi Ekowisata

PT ITP Sulap Lahan Ilalang Jadi Lokasi Ekowisata

GEMA, TARJUN - PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Plant Tarjun terus berkomitmen menjaga sekitar lingkungan perusahaan dan pabrik. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan industri semen ini yaitu dengan melaksanakan penanaman pohon di lahan kosong di area perusahaan.

Kegiatan penanaman pohon bekerja sama UPT Kesatuaan Pengelola Hutan (KPH) Cantung, Kecamatan Kelumpang Hulu Kotabaru, juga melibatkan beberapa orang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)  Banjarbaru, Rabu (29/3).

Bibit pohon yang ditanam jenis Trembesi sebanyak 1.000 pohon dan 300 bibit lagi seperti jambu, rambutan, ramania pada penanaman juga melibatkan awak media dan serikat pekerja, sekaligus untuk lebib mempererat hubungan antara perusahaan dengan media massa yang dikemas dalam bentuk Media Gathering.

Penanaman bibit trembesi tepat di pinggir danau area perusahaan dilakukan dengan nuansa kebersamaan. Selain pihak manajemen, petugas UPT KPH, dan mahasiswa juga para awak media pun mendapat kesempatan melakukan penanaman.

Kepala Dept SSECSR PT ITP Tbk Plant Tarjun Teguh Iman Basoeki mengatakan, penanaman diharapkan menjadi langkah signifikan terlebih kegiatan berkaitan dengan alam menjadikan komitmen perusahaan menjaga dan merawat serta terus mengembangkan kawasan tersebut.

Teguh berharap lokasi penanaman bibit pohon trembesi selain mengurangi kegersangan, tapi kelak lokasi tersebut menjadi lokasi ekowisata.

Dan bibit trembesi juga ditanam disepanjang jalan perry agar dulunya gersang dan panas akan berubah menjadi hijau dan asri sehingga bermanfaat bagi pengguna jalan.

"Tak hanya itu, Nanti akan kami buat petak. Jadi selain jenis tanaman kehutanan tapi juga ada jenis tanaman buah-buahan," kata Teguh.

Selain di lokasi tersebut akan disediakan fasilitas berupa apotek hidup, yang mana nantinya bisa menjadi paket wisata edukasi bagi anak-anak dan warga di sekitar perusahaan.

Ditambahkan Teguh, di lahan yang ditanam bibit pohon trembesi sebelum dijadikan embung (danau mini), setiap musim kemarau selalu terjadi kebakaran. Sebab sebelumnya kawasan itu adalah ditumbuhi ilalang.

"Maka dari itu kami (ITP) selalu konsen bagaimana mengembangkan kawasan ini. Diharapkan ke depan tidak ada lagi kebakaran. Selain pranaktif dari masyarakat," terangnya.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan UPT KPH Cantung Dani prasetyo mengatakan, kegiatan penanaman bibit pohon trembesi dilakukan di lahan PT ITP juga bersamaan dengan hari bhakti Rimbawan.

Menurut Dani, mulai tahun 2017 akan dimulai kegiatan yakni revolusi hijau di Bumi Kalimantan Selatan mulai digerakan. Hal itu telah disepakati dalam penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Gubernur dengan Bupati,  Gubernur dengan pihak ketiga.

Termasuk para perusahaan yang aktif di wilayah kalimantan selatan. Diharapkan juga berpartisipasi aktif dalam melaksanakan penghijauan, dengan harapan indeks kualitas hubungan lebih meningkat.

"Mengenai penanaman trebesi ini atas permintaan ITP dengan pertimbangan karena pertumbuhannya cepat dan daunnya cepat mengurai," jelasnya.












- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 24 Maret 2017

Burhanudin Hadiri Acara Tanam Pohon SDN Sei Taib

Burhanudin Hadiri Acara Tanam Pohon SDN Sei Taib

GEMA, PULAULAUT - Wakil Bupati Kotabaru Burhanudin menghadiri acara tanam pohon yang diselenggarakan oleh SDN Sei Taib, di Lapangan SDN Sei Tabib Kabupaten Kotabaru dalam rangka revolusi hijau yang mengangkat tema "Menanam dan menanam untuk anak cucu kita". Kotabaru, Jumat, (24/03).

Dalam kesempatan itu, Burhanudin, menyampaikan gerakan tanam pohon sangat penting untuk dilakukan karena pohon menghasilkan oksigen dan sumber energi bagi umat manusia.

"Apapun yang kita tanam insyaallah bagian dari amal, Allah SWT, pasti membalasnya, menanam pohon merupakan tabungan masa depan untuk anak cucu kita, karena pohon mempunyai peran penting menjaga stabilitas makhluk hidup di dunia ini" ujar Burhanudin.

Tambahnya, kegiatan ini sangat membantu program pemerintah, apalagi saat ini pemerintah daerah juga sedang gencar-gencarnya untuk mengadakan penghijauan melalui penanaman pohon.

Sementara itu, pihak penyelenggara SDN Sei Taib mengucapkan banyak terima kasih kepada instansi instansi yang terkait yang telah membantu terselenggaranya acara ini.

Selain itu, SDN Sei Taib juga mengikuti  lomba Adiwiyata tingkat provinsi, yangmana Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dahulu dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

"Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah dapat ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif." imbuhnya.

Sekedar diketahui tujuan program Adiwiyata adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan pekerja lainnya), sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya – upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata dikembangkan berdasarkan norma – norma dalam berperikehidupan yang antara lain meliputi: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 18 Maret 2017

Sayed Jafar Hadiri Rakornas Penanganan Konflik Sosial

Sayed Jafar Hadiri Rakornas Penanganan Konflik Sosial

GEMA, JAKARTA - Bupati Kotabaru Sayed Jafar menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang digelar Kementrian Dalam Negeri (KEMENDAGRI) Republik Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta (15/03.

Rakornas Tim terpadu penanganan konflik sosial yang berlangsung selama satu hari ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, bertujuan untuk menjamin stabilitas keamanan di daerah dan meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah maupun  antar instansi, yaitu pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mencegah konflik sosial terjadi.

Kemendagri menggandeng unsur dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/POLRI dan lainnya. Sehingga, setiap kerawanan di daerah, baik kerawanan konflik, narkoba, dan bencana, dapat segera terdeteksi dan diantisipasi.

Secara umum pengertian konflik sosial adalah sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Latar belakang adanya konflik adalah adanya perbedaan yang sulit ditemukan kesamaannya atau didamaikan baik itu perbedaan kepandaian, ciri fisik, pengetahuan, keyakinan, dan adat istiadat.  










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Selasa, 14 Maret 2017

Pejabat di Kotabaru Kembali Bergeser Posisi, 269 Orang Dilantik

Pejabat di Kotabaru Kembali Bergeser Posisi, 269 Orang Dilantik

GEMA, PULAULAUT - Gerbong pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru kembali dirombak. Itu menyusul kembali dilaksanakan pelantikan pejabat Administrator dan Pengawas oleh Wakil Bupati Ir Burhanudin mewakili Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH, Senin (13/3/2017) siang.

Seperti sebelum-sebelumnya pelantikan berlangsung di Gedung Paris Barantai, Jalan Jenderal Sudirman Kotabaru. Adapun pejabat administrator dan pengawas yang dilantik berjumlah 249 orang. Terdiri atas sebanyak 63 orang pejabat administrator dan sebanyak 186 orang pejabat pengawas.

Ratusan orang pejabat dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Kotabaru yang dibongkar pasang, mereka secara resmi dilantik dan diambil sumpah oleh Wakil Bupati Kotabaru Ir Burhanudin.

Hadiri dalam pelantikan perwakilan masing-masing Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) kabupaten kotabaru.

Sekadar diketahui, sebuah proses pelantikan merupakan hal yang wajar dan kerap terjadi, baik di lingkungan pemerintah kabupaten kotabaru. Namun upaya bentuk dari `penyegaran` itu juga kerap dilakukan di instansi-instansi lainnya.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar SH dalam sambutannya yang dibacakan Wakilnya Ir Burhanudin mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilakukan terhadap administrator dan pengawas, selain untuk penyegaran.

Juga dimaksudkan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada di beberapa satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Senin, 13 Maret 2017

Bupati Kotabaru Tandatangani MOU WKDS

Bupati Kotabaru Tandatangani MOU WKDS

GEMA, JAKARTA - Bupati Kotabaru Sayed Jafar menandatangani MOU wajib kerja Dokter (WKDS) bersama Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno Sutarjo di Hotel Grand Sahid, (09/03), Jakarta.

Bupati Kotabaru Sayed Jafar, mengatakan dengan adanya Program WKDS dari Kementerian Kesehatan ini akan berdampak positif kepada Kabupaten Kotabaru dalam memenuhi standar pelayanan kesehatan yang maksimal.

"Syukur Alhamdulillah, dengan adanya program WKDS ini, masyarakat Kotabaru bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari Dokter Spesialis yang telah ditugaskan di Kabupaten Kotabaru", ucap Sayed Jafar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru Ernawati menyampaikan, nantinya para dokter spesialis yang ditugaskan akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kotabaru.

Ernawati mengharapkan dengan ditugaskannya para dokter spesialis ini Kabupaten Kotabaru tidak kekurangan dokter spesialis lagi, sehingga masyarakat Kabupaten Kotabaru bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

Bersamaan dengan itu Dr. Nanang yang menjabat direktur RSUD Kotabaru menambahkan dengan adanya program WKDS ini merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis, khususnya doktwr spesialis bedah, spesalis anak, spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam dan spesialis anastesi.

Program WKDS ini merupakan  upaya pemerataan dokter spesialis, yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 tentang wajib kerja dokter spesialis (WKDS) yang telah disahkan pada 12 Januari 2017 lalu.

Dalam program WKDS ini telah mengatur bagi setiap dokter spesialis yang baru lulus pendidikan profesi program dokter spesialis dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri per 12 Januari, akan memiliki kewajiban untuk menjadi peserta WKDS dan ditempatkan di rumah sakit pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Lokasi penempatan dokter spesialis dibagi menjadi tiga bagian yang diprioritaskan pada rumah sakit daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan; rumah sakit rujukan regional; rumah sakit rujukan provinsi.

Pendistribusian tenaga dokter spesialis disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah yang membutuhkan. Bupati dan walikota berhak mengajukan usulan kebutuhan dokter spesialis kepada Gubernur melalui Dinas Kesehatan Provinsi. Kemudian Gubernur mengajukan usulan kebutuhan dokter spesialis di wilayahnya kepada Menteri berdasarkan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan provinsi.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 03 Maret 2017

Bupati Kotabaru Ramah Tamah Perkenalan Dengan Kajati Kalsel

Bupati Kotabaru Ramah Tamah Perkenalan Dengan Kajati Kalsel

GEMA, BANJARMASIN - Bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, SH beserta istri Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar hadiri acara malam ramah tamah perkenalan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel yang baru, Dr. Abdul Muni, SH, MH.

Dalam malam ramah tamah tersebut juga hadir Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Sekda Prov Kalsel, Haris Makkie, dan pejabat SOPD di Pemprov Kalsel.

Juga hadir, Danrem 101 Antasari, Kol Kav Yanuar Adil, Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Erwin Triwanto dan para bupati serta wakil bupati dan wali kota dan wakil wali kota seluruh Kalsel.

Mengawali sambutannya Kajati Kalsel Dr. Abdul Muni, SH, MH., "Sebagai warga baru, mohon saya diterima dengan baik dan mohon doa restunya sehingga atas dukungan bapak dan ibu mudah mudahan kami bisa melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang menjadi harapan warga banua serta kedepan dapat memberikan warna serta manfaat terhadap daerah.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyampaikan sambutannya di hadapan para tamu undangan yang hadir. Sahbirin Noor mengucapkan selamat datang kepada Kajati baru Kalsel, Abdul Muni dan Istri.

"Kajati serta para jajarannya diharapkan dapat memberikan masukan dan arahan-arahan sehingga kedepannya kemitraan antara Pemprov kalsel dengan Kajari maupun Kajati dapat terus terjalin baik," ungkap Sahbirin.










- Penulis : Rudy - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online