Sabtu, 23 Juli 2016

Jembatan Kotabaru Mulai Pasang Pemancang di Bibir Laut

Jembatan Kotabaru Mulai Pasang Pemancang di Bibir Laut

GEMA, PULAULAUT - Proyek pembangunan jembatan penghubung dua pulau yakni Pulau Kalimantan, Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru terus dikerjakan. Saat ini pembangunan jembatan sudah dilakukan pemasangan tiang pancang di bibir laut.

Pemerintah Provinsi Kalsel terus melakukan koordinasi kepada pemerintah pusat agar dana tambahan untuk pembangunan jembatan penghubung ini bisa terealisasi. Anggaran yang diharapkan dari pemerintah pusat sebesar Rp2,6 triliun. Sedangkan total pembangunan jembatan penghubung ini sebesar Rp3,6 triliun.

“Sambil menunggu dana dari pusat, kita tetap melakukan pembangunan dengan menggunakan dana sharing dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kabupaten Kotabaru, dan provinsi,” kata Kepala Dinas PU Kalsel, Martinus.

Ia mengungkapkan, penggunaan dana sharing dari pemerintah daerah ini adalah untuk mempercepat pembangunan jembatan penghubung dua pulau tersebut. Untuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru masing-masing Rp250 miliar dan provinsi sebesar Rp500 miliar.

“Kami pembangunan jembatan penghubung ini selesai tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Bidang Pembangunan dan infrastruktur, H Badriansyah mengharapkan, pembangunan jembatan Pulau Laut-Pulau Kalimantan ini cepat selesai. Meski anggaran pemerintah pusat belum cair, namun pemerintah provinsi tetap melaksanakan pembangunan yang sudah direncanakan dengan matang tersebut. “Bila pembangunan jembatan penghubung ini selesai maka diharapkan perekonomian masyarakat di dua kabupaten ini bisa meningkat,” ujarnya.

Selain bermanfaat untuk masyarakat, pembangunan jembatan tersebut juga untuk menunjang kawasan industri nasional di Kabupaten Kotabaru. “Jembatan penghubung ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019,” kata politisi Partai Golkar ini.

Lokasi pembangunan jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut ini terletak di kawasan Tanjung Serdang (Kotabaru) dan Tanah Merah (Batulicin). Berdasarkan kajian, jalur Tanjung Serdang-Tanah Merah ini memiliki akses langsung ke jalan raya Batulicin dan aksesibilitasnya lebih baik karena langsung ke wilayah pengembangan dan pemukiman.

Untuk panjang jembatan sekitar 3,6 Km kemudian ditambah dengan jalan penghubung totalnya sekitar 6 Km. Sedangkan untuk lebar jembatan akan menggunakan dua jalur dan enam lajur ditambah ada jalan untuk roda dua.










- Sumber : kalsel.prokal.co
Indocement Gelar Berbagai Program CSR

Indocement Gelar Berbagai Program CSR

GEMA, TARJUN - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, melaksanakan berbagai program CSR di 10 desa binaan yang berlokasi disekitar operasional perusahaan.

Pada semester I tahun 2016 ini telah dilaksanakan program CSR yang terdiri dari pilar pendidikan, pilar kesehatan, pilar ekonomi, pilar sosial budaya agama dan olahraga, dan pilar keamanan serta suistainable development.

Kepala Dept SSECSR Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki mengatakan, program CSR Indocement dilaksanakan dengan berpedoman pada program 5 pilar pembangunan dan program tersebut diterapkan diseluruh lokasi usaha, baik di Pabrik Citereup, Pabrik Cirebon maupun Pabrik Tarjun serta seluruh terminal Semen Tiga Roda.

"Indocement akan terus memberikan bantuan kepada desa binaan dalam membangun sarana dan prasarana yang tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Dilain pihak, CSR Officer Indocement Tarjun, Agus Rifani saat dijumpai mengatakan bahwa, adapun program CSR Indocement Plant Tarjun yang dilaksanakan pada semester pertama tahun 2016 pada pilar pendidikan yaitu bea siswa dan anak asuh, lomba kreativitas siswa.

Pembangunan sarana MCK dan fasilitas meja untuk TK Desa Langadai, pembangunan pagar SDN 1 Serongga, semenisasi halaman SDN Sidomulyo dan pembangunan siring jalan Madrasah TPA Desa Sungai Dua serta pembangunan ruang kelas TPA Desa Sungai Kupang.

Untuk pilar ekonomi ungkap Agus, seperti pembinaan, permodalan dan pelatihan untuk usaha kecil menengah (UMKM), penyalurkan kredit modal kerja untuk UMKM, bantuan alat tangkap ikan nelayan sedangkan untuk pilar kesehatan seperti Puskemas keliling guna pelayanan kesehatan disemua desa binaan, pemberian makan tambahan untuk anak guna hindari gizi buruk dan pembangunan  Posyandu Desa Cantung Kiri Hilir.

Dikatakannya lebih jauh, pilar sosial budaya agama dan olahraga, seperti bantuan perbaikan balai Dusun Simpang Tiga, pemasangan keramik dan plafon balai Desa Langadai, pembangunan taman dan pengecatan pagar kantor Desa Sidomulyo, sponsorship dan operasional rumah seni budaya Desa Tarjun dan pembangunan pagar masjid Darul Muttaqiin Desa Tarjun serta bantuan semen untuk sarana ibadah dan infrastruktur desa-desa binaan.

Masih kata Agus, untuk pilar keamanan telah dilakukan pembangunan pos Kamling 2 unit, training pemadaman kebakaran dan Linmas Tarjun, serta suistainable development berupa pemberdayaan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan penangkaran serta pembinaan kepada bank-bank sampah di desa-desa binaan.

"Semua program tersebut telah dilaksanakan tepat waktu dan semoga membawa manfaat serta kebaikan untuk masyarakat desa-desa binaan dan selanjutnya kami fokus untuk pelaksanaan program CSR pada semester II tahun 2016," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Camat Kelumpang Hilir, Budi Antara, menyatakan apresiasinya atas terlaksananya program-program CSR Indocement dan berharap program CSR yang dilaksanakan Indocement tersebut terus berlanjut dengan kegiatan-kegiatan yang juga bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Indocement, dengan berbagai program CSR nya yang langsung menyentuh masyarakat yang tentunya sangat membantu," ujarnya.











- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Puluhan Pelajar Ikuti Seleksi Pemilihan Pelopor Keselamatan Lantas

Puluhan Pelajar Ikuti Seleksi Pemilihan Pelopor Keselamatan Lantas

GEMA, PULAULAUT - Perwakilan dari pelajar tingkat menengah atas ‎​yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang digelar oleh Dishubkominfo.

Acara ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 23 hingga 24 Juli 2016, di Operation Room Pemkab Kotabaru.

Dalam penuturannya Joni Mashudi, selaku kabid Darat, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari sekolah menengah atas yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara.

"Ada beberapa materi yang akan diberikan yaitu, lalu lintas angkutan jalan, keselamatan lalu lintas, asuransi jasa raharja, dan nantinya semuanya akan dilakukan evaluasi," ungkap Joni.

Selain itu tambahnya, dari puluhan pelajar tersebut hanya akan diambil dua orang sebagai perwakilan di tingkat Provinsi Kalsel.

Sekedar diketahui, bahwa Kabupaten Kotabaru pada tahun 2015 kemarin meraih posisi kedua tingkat Provinsi Kalsel dan tingkat nasional peringkat ke 19 dari 50 peserta. 

Sebagai nara sumber (pembicara) dalam acara pelopor keselamatan lalu lintas tersebut, yaitu dari Bidang Lantas Polres Kotabaru, Ipda Ratno, dan dari Jasa Rahar, Joko Susilo.

Dalam kesempatan tersebut Pjs, Asisten II, H Akmad Rivai, menyampaikan sambutan bupati bahwa, keselamatan lalu lintas tanggung jawab bersama semua kalangan dan pemerintah sangat mendukung adanya pemilihan pelajar sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.

"Bupati nantinya berencana akan melakukan pelebaran jalan tiga meter mulai Jalan Veteran hingga Tanjung Serdang, namun itu pun dirasa masih kurang dengan banyaknya angkutan apalagi saat jam kerja," ungkapnya.

‎​Dalam sambutannya diingatkan bahwa kesadaran dari para pelajar mulai dari pola pikir tentang berlalu lintas hal tersebut akan disosialisasikan mulai dari tingkat TK hingga sekolah menengah.

Nampak terlihat para peserta pemilihan pelopor keselamatan lalu lintas serius memperhatikan apa saja yang disampaikan oleh nara sumber.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Majelis Kepercayaan Kaharingan Gelar Rapat

Majelis Kepercayaan Kaharingan Gelar Rapat

GEMA, HAMPANG - Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa aliran kepercayaan harus membentuk badan hukum dan mendaftarkan diri kepemerintah agar keberadaannya diketahui di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut ketua majelis aliran kepercayaan kaharingan Kabupaten Kotabaru, Sukirman, menggelar rapat untuk membahas apa yang harus mereka lengkapi untuk pengajuan berkas-berkas yang diminta pemerintah kepada anggotanya.

Perwakilan dewan dan anggota majelis kepercayaan dari enam kecamatan, yaitu,  Hampang, Sungai Durian, Pamukan Barat (Sengayam), Kelumpang Barat (Bungkukan), Kelumpang Hulu (Cantung), dan Pamukan Utara (Bakau) menggelar rapat. terkait penyusunan kelengkapan yang harus di sinergikan antara anggota majelis.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai kelengkapan yang harus mereka lakukan yaitu, harus mempunyai badan hukum, mempunyai logo (gambar), dan asal usul ajaran yang dipercaya. Selasa, (19/7) di balai adat Hampang yang dipimpin oleh ketua majelis aliran kepercayaan tingkat Kabupaten Kotabaru.

Dikatakan ketua majelis kepercayaan, Sukirman, kami diharuskan melakukan penyusunan mulai dari badan hukum, logo, dan asal usul ajaran aliran kepercayaan kaharingan dan nantinya akan diajukan ke pemerintah kabupaten hingga diteruskan kepemerintah pusat.

"Semua ini kami lakukan agar enam kecamatan jadi satu badan hukum dan diakui di Indonesia, biar anak cucu kami nantinya jelas keberadaannya untuk identitas mereka," ungkap ketua majelis.

Karena selama ini, tambah Sukirman, identitas, perkawinan dan yang lainnya menjadi persoalan dipemerintahan bagi warga yang menganut kepercayaan kaharingan sebab di Indonesia hanya lima agama yang diakui saat ini.

Ia pun berharap dengan adanya hal ini mudah-mudahan permasalahan yang dihadapi oleh warganya bisa cepat terselesaikan dan keberadaan mereka diakui dipemerintahan.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Aliran Kepercayaan Hampang Gelar Bawanang Putung Tahun

Aliran Kepercayaan Hampang Gelar Bawanang Putung Tahun

GEMA, HAMPANG - Warga suku dayak Desa Hampang Kecamatan Hampang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang menganut aliran kepercayaan kaharingan menggelar acara balian bawanang putung tahun (syukuran panen tahunan).

Kegiatan tersebut dilaksanakan warga setempat rutin setiap tahunnya setelah habis panen raya di balai adat Hampang, dan masa pelaksanaannya mulai dari 4 hari, 6 hari, 8 hari, 10 hari, dan 12 hari tergantung dari hasil panen yang mereka peroleh setiap tahunnya..

Hal tersebut dipercaya sebagai bentuk rasa syukur warga kepada  ‎​yang maha kuasa atas rejeki ‎​yang mereka dapatkan selama ini.

Dikatakan Sukirman, selaku ketua majelis aliran kepercayaan kaharingan tingkat Kabupaten Kotabaru, kegiatan tahun ini berlangsung selama enam hari enam malam di balai adat Desa Hampang.

"Acara ini sudah berlangsung sejak turun temurun hingga sekarang dan kalau masalah biaya patungan dari warga setempat," ungkap Sukirman.

Sukirman,  ‎​yang juga sebagai Kepala Desa Hampang, mengungkapkan bahwa ada proses acara yang harus dilakukan selama pelaksanaan enam hari enam malam tersebut diantaranya untuk dua malam yaitu baharian, untuk empat malam hingga enam malam yaitu bawanang.

Masih kata Kades Desa Hampang, bahwa ada beberapa acara balian di Kotabaru diantaranya Balian Dewa, Balian Darat, dan Balian Belahan Waluh.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online