Minggu, 10 April 2016

Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

GEMA, PAMUKAN SELATAN - Warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, yangmana masyarakatnya mayoritas petani inginkan adanya perhatian dari pemerintah daerah, terkait akses jalan di desa mereka yang sudah puluhan tahun rusak dan berlumpur namun belum ada perbaikan, padahal akses jalan tersebut selalu dipergunakan warga, diantaranya mengangkut hasil panen.

Sudah puluhan tahun warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kotabaru, harus melewati jalan berlubang dan berlumpur puluhan kilometer untuk membawa hasil panen mereka kedesa tetangga maupun keluar daerah untuk dijual.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Desa Talusi, Tarmidi, melalui via telepon, bahwa jalan di desa mereka sudah puluhan tahun rusak, apalagi bila hujan turun maka warga akan kesulitan melewatinya sehingga hasil panen pun sulit dibawa keluar desa untuk dijual.

"Mudah mudahan dengan bupati yang baru ini, bisa memperbaiki jalan tersebut karena akan berimbas dengan meningkatnya penghasilan warga, khususnya petani dalam membawa hasil panen keluar desa atau pun dari pemasok luar yang datang," harap Tarmidi.

Selain itu tambahnya, mereka kesulitan dalam mendapatkan pupuk untuk tanaman padi, juga belum adanya irigasi mengairi sawah warga. Dan sementara mereka menanam padi tanpa pupuk juga pengairan pun hanya mengandalkan air tadah hujan saja.

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, saat ditanya media masalah keluhan warga tersebut pada waktu peresmian pasar Sengayam beberapa waktu lalu mengatakan, memang dimana mana persoalan yang dialami warga adalah tidak adanya listrik dan keadaan jalan yang rusak.

"Saya sudah keliling kemana mana dan melihat sendiri keadaan didaerah tersebut, persoalannya bukan hanya di daerah Kecamatan Pamukan Selatan saja, namun hampir semua kecamatan di Kotabaru masalahnya sama," ungkap bupati.

Ia pun, menjelaskan, semua itu sudah dimasukkan dalam program pemerintah dan akan dijalankan pada tahun 2017 mendatang. Dan sementara ini akan melakukan koordinasi dengan PLN serta pihak terkait.  

Saat ini warga setempat membuat bibit padi sendiri. Dan menanam padi dengan cara alamai, hingga mereka hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Hal tersebut dikarenakan sulitnya warga mendapatkan pupuk ditempat mereka.

"Seandainya menggunakan pupuk dalam menanam padi tentu hasil petani setempat akan meningkat dengan panen lebih satu kali setahun," harap Tarmidi.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
AKP Ubaldus, Lakukan Sosialisasi Operasi Bersinar Intan Melalui Media Radio

AKP Ubaldus, Lakukan Sosialisasi Operasi Bersinar Intan Melalui Media Radio

GEMA, PULAULAUT - Kasat Narkoba Polres Resort Kotabaru, AKP Ubaldus, Rabu, (6/4/2016) malam, melakukan sosialisasi masalah maraknya peredaran narkotika melalui satu perogram yaitu, Operasi Bersinar Intan, di media elektronik Radio Gema Saijaan 102 Fm (RGS), milik pemerintah daearah, agar masyarakat luas lebih mengetahui bahaya akan narkoba dan obat-obatan tersebut.

Ada dua tim dalam Operasi Bersinar Intan tersebut, yaitu tim kampanye sebagai penyuluhan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Sedangkan tim operasi adalah bersifat penindakan terhadap pelaku.

“Saat ini paling banyak kasus yang ditangani di Kotabaru adalah obat-obatan, namun hal itu sebenarnya bisa ditangani, dengan membawa mereka kerumah sakit Sambanglihum, Banjarmasin,” ungkap Ubaldus.

Selain itu tambahnya, para warga yang sudah kecanduan bisa dilakukan rehabilitasi kerumah sakit Sambanglihum Banjarmasin, Kalimantan Selatan, cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akan dilayani secara gratis sebab seluruh biaya sudah ditanggung oleh negara.

Sedangkan para pemakai yang tertangkap tetap akan dilakukan rehabilitasi namun petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel dan proses hukumnya tetap dijalankan.

Para pecandu lanjutnya, adalah kebanyakan masih orang yang sama atau pemain lama, karena beralasan faktor ekonomi, dan yang lainnya. Ubaldus, mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat tentang bahaya obat-obatan dan narkoba.

Selain itu untuk meminimalisir peredaran barang haram tersebut di wilayah Kabupaten Kotabaru yang cukup luas, sehingga para petugas Kamtibmas disebar di Polsek masing-masing kecamatan untuk menekan peredaran narkoba tersebut masuk ke Kotabaru, baik lewat jalur laut, darat, maupun udara.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online