Jumat, 08 April 2016

Kotabaru Usulkan Bentuk 54 SKPD

Kotabaru Usulkan Bentuk 54 SKPD

GEMA, PULAULAUT - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana mengusulkan pembentukan 54 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan menyelenggarakan pemerintahan di daerah yang berjuluk `Bumi Saijaan".

"Rencana pembentukan SKPD tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," kata Kepala Bidang Organisasi dan Tata Laksana Setda Kotabaru Minggu Basuki di Kotabaru, Rabu.

Selain UU No.23/2014, lanjut dia, juga berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

"Saat ini kami juga masih menunggu pergantian Peraturan Pengganti PP No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah," jelas Basuki.

Dikatakan, ke-54 SKPD tersebut terdiri dari, dua sekretariat, empat badan, 25 dinas, satu inspektorat dan satu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta 21 kecamatan.

Dua sekretariat tersebut, Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kotabaru.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan, serta Badan Keuangan dan Aset.

Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Ketentraman dan Ketertiban Umum Linmas dan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selanjutnya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Dinas Perhubungan.

Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Energi, dan Sumberdaya Mineral, Dinas Transmigrasi, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

Kecamatan Pulau Sembilan, Pulaulaut Barat, Pulaulaut Selatan, Pulaulaut Kepulauan, Pulaulaut Timur, Pulau Sebuku, Pulaulaut Utara, Pulaulaut Tengah, Kelumpang Selatan, Kelumpang Hilir, Kelumpang Hulu, Kelumpang Barat, Kelumpang Tengah dan Kelumpang Utara.

Pamukan Selatan, Pamukan Utara, Pamukan Barat, Hampang, Sampanahan, Sungai Durian, dan Pulaulaut Tanjung Selayar.









- Sumber : kalsel.antaranews.com
PDAM Kotabaru Butuh Tambahan Embung

PDAM Kotabaru Butuh Tambahan Embung

GEMA, PULAULAUT - Untuk mengatasi terjadinya kemarau panjang yang melanda Kotabaru seperti beberapa waktu lalu, pihak Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kotabaru, membutuhkan adanya penambahan waduk yang berkapasitas lebih besar hingga dua juta kubik.

Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ifansyah, saat dijumpai di instalasi pengolahan air gunung relly, Senin (21/3), mengatakan, bahwa harus ada penambahan penampungan air baku seperti halnya waduk gunung ulin. dan minimal penambahan tersebut harus satu juta kubik.

“Kalau Kotabaru ingin terbebas dari musim kemarau yang berkepanjangan maka harus memiliki penampungan air 1500 hingga dua juta meter kubik air, jadi masih memerlukan lima sampai enam buah embung,” ungkap Ifan.

Saat ini air baku di Waduk Gunung Ulin berada dibatas normal dengan ketinggian enam meter, dengan kemampuan daya simpan 180 ribu meter kubik. Namun itu sangat tidak cukup untuk mengatasi musim kemarau di Kabupaten Kotabaru, dikarenakan dam-dam penampungan tersebut itu sifatnya cuma sebagai penangkap air saja.

Direktur PDAM, menjelaskan, apabila debit sungai yang menjadi sumber air sudah tidak bisa mengalir ke waduk maka pemakaian perhari untuk wilayah Gunung Ulin, Gunung Relly dan Gunung Pemandangan akan turun lima centimeter.

Ifan, mengharapkan, perencanaan pembangunan embung di Desa Tirawan pada tahun ini tidak ada kendala, dan pada tahun 2017 nanti akan dibangun lagi embung di gunung perak sehingga capaian satu juta meter kubik air bisa tercapai dan walaupun musim kemarau tiba air di Kabupaten Kotabaru bisa lebih panjang daya tahannya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Lomba BMX Jaring Bibit Untuk Porprov 2017

Lomba BMX Jaring Bibit Untuk Porprov 2017

GEMA, PULAULAUT - Untuk pertama kalinya Kabupaten Kotabaru mengadakan lomba sepeda BMX dan BMT tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, dalam rangkaian menjaring bibit untuk  menghadapi Porprov di Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan, 2017 mendatang.

Panitia pelaksana Ikatan Spot Indonesia (ISI), yang ada di Kotabaru menggelar event lomba balap sepeda BMX maupun BMT tersebut selama dua hari, di kawasan Stagen, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kilometer 6,5 untuk menjaring para atlit muda dalam pagelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), 2017 nantinya.

Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Teguh, mengatakan, bahwa para pemenang nantinya akan dilakukan pembinaan dalam mengikuti ajang yang pertama kali di adakan di Porprov 2017.

"Dengan adanya lomba sepeda BMX atau pun BMT tersebut tentu memberikan wadah tersendiri bagi para warga Kotabaru umumnya dan khususnya bagi anak-anak muda dalam menyalurkan bakat atau hobi mereka," ungkap Teguh.

Para peserta yang mengikuti lomba BMX yaitu, untuk tingkat SD sebanyak 43 orang, dan tingkat SMP sebanyak 33 orang. Sedangkan kelas BMT yaitu, tingkat SMP 30 orang, tingkat SMA 29 orang, dan umum 22 orang.

Lomba tersebut disambut baik oleh warga Kotabaru, nampak terlihat mereka antusias dengan adanya acara ini dan memadati lokasi lomba walau pun cuaca saat itu panas menyengat.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
ITP Latih PKK Langadai Cara Bertani

ITP Latih PKK Langadai Cara Bertani

GEMA, TARJUN - Melalui program Corporate Social Responsbility (CSR), Perusahaan produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Plant Tarjun, sekitar 20 orang anggota PKK Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, dilatih cara bertani di Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).

Manager Indocement, Ir H Achmadi menyampaikan, pelatihan tersebut dilakukan guna menarik minat masyarakat untuk bertani khususnya petani sayuran atau hortikultura agar tidak terjadi kekurangan sayuran dimasyarakat.

“Ini yang ketiga kalinya dilakukan oleh pihak perusahaan, dan kedepan perusahaan akan terus membina warganya sehingga lahan-lahan kosong yang dimiliki warga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan para petani mampu meningkatkan hasil panen mereka sehingga pendapatan masyarakat bisa bertambah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Achmadi, pelaksanaan pelatihan lebih awal dirasa penting dan selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Karena faktor keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesungguhan warga untuk berkembang. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan berupa bibit serta pendampingan langsung kepada masyarakat.

Salah satu peserta pelatihan Sumarni, dari RT 01/RW.01 Desa Langadai mengatakan, ia bersyukur dengan adanya pelatihan yang di fasilitasi oleh Indocement tersebut banyak mendapatkan informasi, yangmana dulunya kami hanya mendapatkan informasi cara bertani dari keluarga saja.
 
Sementara, narasumber kegiatan Kepala P3M Indocement Plant Tarjun, I Wayan Kedep Sudhiarta mengatakan bahwa, ada beberapa materi yang disampaikan misalkan saja terkait dengan jenis tanah, pengelolaan tanah untuk budidaya pertanian yang baik, dan pemahaman kepada petani tentang cara menjaga kesuburan tanah, penanaman, jenis-jenis pupuk, hama dan penyakit tanaman, pemeliharaan serta pemasaran.

"Keinginan peserta untuk mengembangkan usaha sangat baik apalagi di lingkungan sekitar warga sangat mendukung dan lahan juga kebutuhan air cukup apalagi mereka mendapat dukungan dari pemerintah desanya," ungkapnya.

Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi mengungkapkan, melihat kondisi tanah di wilayahnya sangat baik tentunya, kedepan akan sangat bagus prospeknya untuk usaha pengembangan usaha pertanian. Dan mayoritas warga disini adalah petani.

Pelatihan dasar pertanian ini merupakan realisasi dari Pilar Pendidikan dan Pilar Ekonomi, dua dari 5 pilar yang mendasari Program Bina Lingkungan sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR), tentunya juga ini merupakan upaya untuk menciptakan unit-unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang pertanian di desa binaan dan aplikasinya kepada 10 desa binaan sekitar operasional pabrik untuk dikembangkan.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online