Rabu, 28 Desember 2016

Pencairan Dana PKH, Polisi Disiagakan

Pencairan Dana PKH, Polisi Disiagakan

GEMA, PULAULAUT BARAT - Beberapa anggota Polsek Pulaulaut Barat disiagakan di kantor kecamatan setempat.

Kehadiran beberapa anggota polsek dalam giat pengamanan kegiatan pencairan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap IV Tahun 2016 oleh Bina Sosial Tenaga Kerja Kantor Pos Kabupaten Kotabaru, Rabu (28/12/2016).

Total dana yang dibagikan sejumlah Rp. 94.412.500. Untuk dibagikan kepada 262 orang penerima dari 10 desa di Kecamatan Pulaulaut Barat.

Masyarakat sepuluh desa mendapatkan dana tersebut antara lain Desa Semaras sejumlah Rp. 8.575.000 dengan 27 orang penerima, Desa Terangkih sejumlah Rp 14.100.000 dengan 40 orang penerima, dan Desa Sepagar sejumlah Rp. 6.800.000 dengan 19 orang penerima.

Selanjutnya Desa Subur Makmur sejumlah Rp. 6.800.000 dengan 20 orang penerima, Desa Sumber Sari sejumlah Rp. 3.475.000 dengan 10 orang penerima, Desa Sebanti sejumlah Rp. 10.362.000 dengan 26 orang penerima, Desa Gemuruh sejumlah Rp. 8.357.500 dengan 26 orang penerima, dan Desa Lontar Utara sejumlah Rp. 17.912.500 dengan 52 orang penerima.

Kemudian desa Lontar Selatan sejumlah Rp. 4.397.500 dengan 14 orang penerima, Desa Tepian Balai sejumlah Rp. 11.325.000 dengan 28 orang penerima..

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalu Kasubag Humas Tuti Sulistyowati mengatakan, petugas yang melaksanakan pengaman berjumlah empat personel dipimpin oleh Bripka Agus Firmansyah.

"Kegiatan berlangsung aman dan lancar," kata Tuti. (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Selasa, 27 Desember 2016

Main Balogo Tutup Kegiatan Akhir Tahun Media Gathering Indocement

Main Balogo Tutup Kegiatan Akhir Tahun Media Gathering Indocement

GEMA, PULAULAUT - Kegiatan media gathering ke IV Indocement di akkhir tahun 2016 ditutup dengan acara main Balogo antara PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun dengan awak media Kotabaru di Gedung Mahligai Pemuda.

Santai dan penuh keakraban bersama keluarga kegiatan olahraga bahari yakni Balogo tersebut dimaksudkan untuk ikut melestarikan kebudayaan bahari yang dimasa sekarang hampir-hampir jarang terlihat masyarakat memainkannya.

Belasan wartawan pun nampak senang bisa mencoba permainan bahari tersebut bersama dengan jajaran management Indocement. Tak sedikit dari mereka yang mencoba olahraga bahari itu nampak kesulitan bukan hanya membidik sasaran saja melainkan juga mengayunkan tongkat pemukul yang dibuat dari bambu itu.

“Rupanya bermain Balogo ini tak semudah yang kita kira, meskipun nampak sederhana namun untuk memukul dan mengenai sasaran ternyata lumayan sulit,” cetus salah satu rekan wartawan.

Assistant GMO Indocement Plant Tarjun yang baru menjabat sejak 1 Oktober 2016 Agus Erfin mengatakan bahwa, kegiatan media gathering yang dilaksanakan secara rutin oleh Indocement bersama insan pers Kotabaru merupakan salah satu bentuk nyata guna meningkatkan keakraban dan terus menjalin silaturahmi yang telah terbangun dengan sangat baik.

“Kegiatan media gathering ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan mengingat peran media adalah penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat utamanya terkait dengan kegiatan apa saja yang sudah dilaksanakan oleh Indocement kepada masyarakat,” tutur Agus.

Dijelaskannya pula sekilas mengenai catatan akhir tahun 2016 bahwa Indocement yang merupakan produsen Tiga Roda telah mendapatkan beberapa kategori penghargaan bergengsi dan itu tentunya dilakukan dengan upaya yang baik.

“Diantara penghargaan yang diraih misalkan saja 3 pabrik Indocement yang berada di Palimanan, Tarjun dan Citeureup mendapatkan industri hijau level V yang secara langsung diserahkan oleh oleh Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto, dan masih ada beberapa penghargaan bergengsi lainnya,” terangnya.

Selain itu, katanya melanjutkan, sebanyak 166 mahasiswa berprestasi dari 18 perguruan tinggi di Indonesia yang memenuhi berbagai kriteria penilaian dan penulisan makalah menerima bantuan beasiswa Tiga Roda diberikan oleh Indocement. Beasiswa yang diberikan merupakan bagian dari kontribusi dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan untuk wilayah Kalsel beasiswa diberikan kepada mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Banjarmasin dan Politeknik Kotabaru.

Selain untuk program pendidikan S1, Beasiswa juga diberikan untuk tingkat SD, SMP, SMA, Diploma, S2 hingga tingkat doctoral dan sejak 1991 sampai saat ini, total penerima Beasiswa Indocement mencapai 12.920 orang.

Disamping itu, sejak 2015 Indocement telah menyelenggarakan program Sekolah Tukang Semen Tiga Roda (SETARA) yakni suatu program pelatihan dan sertifikasi teruntuk tukang bangunan yang dilaksanakan di 11 kota di Indonesia dan di Kalsel telah diselenggarakan dua kali yaitu Desember 2015 di Politeknik Negeri Banjarmasin dan Desember 2016 LPMP Banjarbaru.

Masih menurut Agus Erfin, dengan kondisi saat ini Indocement sendiri menyadari kompetitor perusahaan semen semakin ketat dan dengan dengan situasi sekarang pastinya berbagai upaya dan inovasi terus dilakukan terhadap produknya dalam meningkatkan kualitas yang ditawarkan.

Beberapa hal lainnya dan dinilai penting adalah Indocement tengah konsen untuk program kegiatan pasca tambang yang mana akan melibatkan unsur masyarakat untuk bisa bersama-sama peduli akan lingkungan dan tentunya hal tersebut melalui kajian-kajian yang akan dilakukan sebagaimana yang telah dilakukan oleh di Bogor.

“Kalau dulu cuma hanya ada beberapa pabrik semen, sekarang sudah sangat banyak. Untuk itu, demi menjaga kepuasan para pelanggan tentu kami terus melakukan gebrakan baru yang tentunya juga soal efisiensi terhadap produk-produk yang dihasilkan dan tetap terus memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat karena itulah sebagian cara kami bertahan di tengah kerasnya persaingan,” imbuhnya.

Sementara, CSR Section Head Indocement H Nor Imansyah mengungkapkan berkenaan dengan rencana kerja media gathering yang dilaksanakan 4 kali setahun dan pada 2017 mendatang tentunya menjadi harapan bersama kerjasama tersebut tetap akan terjalin dengan baik.

“Nah, untuk menutup akhir tahun 2016 ini kenapa memilih olahraga tradisional karena diharapkan jangan sampai tergerus oleh permainan modern yang erat kaitannya dengan dunia teknologi sekarang dan Balogo menjadi salah satu ciri khas masyarakat kita,” katanya.

Disela permainan Balogo, dengan senyum ia menyampaikan rahasia jurus bermain logo dengan mantra yang diucapkan menggunakan bahasa Banjar yang meskipun itu hanya sebuah hiburan namun mampu membuat seisi ruangan tertawa dan bertepuk tangan.

“Bermain logo juga ada mantra khususnya dan orang-orang tua dahulu yang sering bermain logo pasti mengetahuinya,” cetusnya tertawa.

Ia mengaku miris melihat kondisi sekarang generasi muda bahkan masyarakat sudah sangat jarang memainkan olahraga bahari Balogo dan ini sebagai upaya bersama selain mengingatkan juga lebih kepada agar Balogo bisa terus dilestarikan.

Disamping itu, Indocement juga berterimakasih kepada media yang ada di Kotabaru yang selalu mensupport penuh perusahaan PT ITP Plant Tarjun.

“Saya berharap, situasi seperti ini akan terus terjalin baik sehingga komunikasi serta silaturrahmi akan terus meningkat,” tandas Imansyah berharap.










- Penulis : MN Fauzi Rahman - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 24 Desember 2016

KMP Bamega Jaya Beroperasi 2017

KMP Bamega Jaya Beroperasi 2017

GEMA, TELUKGOSONG - Untuk membuka keterisolasian beberapa daerah di Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan RI, sebuah kapal fery penyeberangan yang diberi nama KMP Bamega Jaya, dan akan dioperasikan tahun 2017 nanti.

Rencananya kapal tersebut akan melayani jurusan Telukgosong Kecamatan Pulaulaut Timur menuju Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kotabaru menyambut kedatangan KMP Bamega Jaya di Pelabuhan Teluk Gosong. Jum'at (23/12).

KMP Bamega Jaya adalah kapal buatan dari Cirebon yang mempunyai fasilitas canggih seperti, adanya VDR, Exdisc, radar yang canggih, zairo, cctv setiap sisinya dan kemudi otomatis ( autopilot).

Rudi Baskoro kasi lalu lintas angkutan sungai dan penyeberangan mengatakan bahwa kapal ini nantinya akan siap beroperasi pada bulan Maret 2017.

"Untuk pengoperasikan kapal ini akan dilimpahkan kepada PT.ASDP, tetapi tetap dibawah pengawasan Dishubkominfo Kabupaten Kotabaru, karena lintas kapal antar kecamatan dalam kabupaten menjadi tugas kita untuk mengawasinya," ungkap Baskoro.

Disisi lain Kapten Kapal Muhammadong, bahwa KMP Bamega Jaya bisa mengangkut sebanyak 180 orang penumpang dan untuk kendaraan 9 x 10 ton truk sedang. Dan kecepatan Kapal ini adalah 11 knot dari RPM 1.600 dan masih bisa untuk dinaikkan tetapi masih belum siap karena kondisi mesin masih baru.

Sementara itu Marsadik selaku manajer operasional ASDP mengatakan bahwa kapal ini nantinya akan beroperasi sebanyak tiga kali dalam seminggu.

"Untuk tarif masih dalam penyusunan pengusulan kepada Bupati Kotabaru, karena kapal ini nantinya akan beroperasi lintas kecamatan dalam kabupaten jadi merupakan kuasa bupati untuk menetapkan tarif tersebut," jelasnya.

Ditambahnya, diperkirakan tarif kapal nantinya tidak jauh berbeda dari tarif fery yang sudah beroperasi dikelola pihak swasta. Dan kedepannya seandainya jumlah penumpang sangat minim, kami akan tetap beroperasi.

"Pengoperasian kapal ini sudah mendapatkan subsidi, jadi seandainya tidak ada penumpang atau pun sedikit kami tidak masalah dan kapal tetap akan beroperasi sesuai kontrak," terangnya.










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 23 Desember 2016

Pemkab Kotabaru Terima Hibah Bangunan Pengembangan Siring Laut

Pemkab Kotabaru Terima Hibah Bangunan Pengembangan Siring Laut

GEMA, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kotabaru menerima hibah project pengembangan kawasan lapangan Siringlaut dari PT. Silo (Sebuku Iron Letific Ores) di Jakarta, Kamis, (22/12). Dan penerimaan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan akta perjanjian hibah berita acara, serah terima dilakukan oleh Bupati Kotabaru, Sayed Jafar Alidrus dan Direktur Utama PT. SILO Group, Effendi Tios.

Bupati Kotabaru Sayed Jafar menargetkan kelanjutan pembangunan proyek pengembangan lapangan Siringlaut tersebut harus selesai pada tahun 2017 mendatang agar bisa cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kotabaru.

"Kita targetkan 2017 pembangunan lapangan Siringlaut tersebut akan selesai," ungkap Sayed Jafar.

Harapannya, masyarakat kotabaru bisa menjaga bersama kebersihan dan keindahan lapangan tersebut agar manfaatnya dapat selalu dirasakan.

Secara bersamaan, dijelaskan Plt.Kepala BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Zainal Ariffin, hibah project pengembangan kawasan lapangan Siringlaut ini diawali dari pernyataan ketidakmampuan PT. Silo Group untuk menyelesaikan project pembangunan pengembangan lapangan tersebut.

Maka dari itu tambahnya, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengambil alih melanjutkan pembangunan tersebut dikarenakan Project Lapangan Siringlaut merupakan obyek strategis yang terletak didepan kantor bupati Kotabaru dan juga merupakan obyek pariwisata.

"Pembangunan project pengembangan lapangan Siringlaut hanya bisa dilanjutkan dengan cara dihibahkan terlebih dulu ke Pemerintah Daerah sehingga pendanaannya bisa dimasukkan ke APBD Pemerintah Kabupaten Kotabaru," jelas Zainal.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Senin, 19 Desember 2016

Bupati Kotabaru Terima DIPA

Bupati Kotabaru Terima DIPA

GEMA, BANJARBARU - Bupati Kotabaru Sayed Jafar menghadiri dan menerima secara langsung Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2017 dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di gedung Idham Chalid perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan Banjarbaru, Senin (19/12).

Dalam Kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menerima alokasi transfer ke daerah sebesar 1.171.481.073.000. Anggaran tersebut dapat direalisasikan sesuai pengalokasian tahapan berdasarkan pembagian dalam triwulan tahunan anggaran berjalan.

Penyerahan DIPA dilaksanakan lebih awal, agar para penguasa anggaran bisa memaksimalkan penggunaan anggaran di Tahun 2017 sehingga tepat waktu dan bisa mengejar percepatan pembangunan.

Diharapkan dengan lebih cepat diserahkannya DIPA Tahun Anggaran 2017 dapat membantu pembangunan yang sudah direncanakan sehingga terrealisasi pelaksanaannya. Baik yang bersumber dari APBN maupun APBD, sesuai dengan dukumen anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam Sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan yang akrab dipanggil Paman Birin berpesan kepada seluruh Satuan kerja di Provinsi Kalimantan Selatan untuk bisa memaksimalkan Anggaran yang ada dan juga tepat sasaran.

DIPA yang merupakan dasar untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN telah diserah terimakan kepada Satuan Kerja (Satuan Kerja) di lingkup wilayah bayar KPPN Provinsi Kalimantan Selatan. Total DIPA yang telah diserahterimakan sebanyak 622 DIPA, tersebar di tiga belas kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Acara ini selesai pada pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan penyerahan DIPA Petikan kepada seluruh KPA Satuan Kerja. Bagi Satuan Kerja yang tidak diwakili oleh KPA, wajib untuk menyerahkan surat kuasa, mengingat pentingya dokumen negara yang diserahkan.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Burhanudin Hadiri Pembukaan MTQ Tingkat Provinsi di Barabai

Burhanudin Hadiri Pembukaan MTQ Tingkat Provinsi di Barabai

GEMA, BARABAI - Wakil Bupati Kotabaru Burhanudin beserta istri dan Sekretaris Daerah Suriansyah menghadiri acara seremonial Pembukaan MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten HST, Barabai, Jumat malam (16/12).

Peresmian MTQ ditandai dengan pemukulan beduk oleh gubernur, wabup HST dan ketua LPTQ Haris Makkie, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel,Noor Fahmi serta ulama KH Husin nafarin.

Sebelum mengakhiri sambutan, gubernur yang akrab disapa paman Birin ini, membacakan puitisasi Alquran, yang dipetik dari surah Alqahfi.

Sahbirin yang rupanya punya talenta di bidang puisi, berhasil membawakan puisi yang dia lupa menyebut penciptan dan judul puisinya itu dengan ekspresi yang membuat kagum para hadirin. Tepuk tangan pun bergemuruh.

Pembukaan MTQ, sendiri berlangsung meriah, diawali dengan defile kafilah dari 13 kabupaten/kita se Kalsel.

Dilanjutkan, tarian kolosal "Panji-panji Tauhid", pembacaan ayat suci Alquran oleh qori internasional dari jawa barat, Ainum MukminMubaraq, dan penaikan bendera MTQ.

Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ke 29 tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Hulu Sungi Tengah yang digelar mulai 15 Desember sampai 23 Desember 2016, diikuti 1.046 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kalsel

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Kotabaru terbanyak mengirimkan qori/qoriahnya, yaitu 100 orang. Sedangkan HST sebagai tuan rumah hanya 95 orang.

Seluruh peserta telah tiba di HST, dan menempati penginapan yang telah disediakan, yaitu di rumah-rumah warga.

Penginapan tersebar di berbagai titik, kota Barabai dengan jarak paling jauh satu kilo meter, yaitu di sekitar RSUD Damanhuri Barabai.

Mengenai lokasi-lokasi  lomba tilawah untuk berbagai kategori, juga tersebar di lima masjid dan lima sekolah.

Masjid tersebut Al-maksum, Bawan, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Masjid Agung Riyadussalihin, , Masjid  Al-Huda Sungai Tabuk, Masjid Dalilul Talihin, Mualimin serta Masjid As Syulaha Jalan Hevea. Sedangkan sekolah yang digunakan, yaitu MAN 1, MAN 2 dan MTs Barabai. 










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Selasa, 13 Desember 2016

Kotabaru Operasikan Angkutan Sampah Modern

Kotabaru Operasikan Angkutan Sampah Modern

GEMA, PULAULAUT - Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengoperasikan sarana angkutan sampah modern berupa "Garbage Compactor" alat angkut sampah dengan cara mengepres atau memadatkan sehingga sampah yang diangkut lebih banyak.

Kepala Dinas Cipta Karya Permukiman dan Perumahan Kotabaru H Akhmad Rivai, di Kotabaru, Minggu, mengatakan sebenarnya APBD 2016 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk dua unit Garbage Compactor.

"Namun kenyataannya unit yang tersedia di pabriknya hanya satu Garbage Compactor," katanya.

Mudah-mudahan, tahun depan Kotabaru bisa menambah unit baru dan perusahaan juga telah menyiapkan armada yang dibutuhkan Kotabaru.

Mantan kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotabaru itu menjelaskan produksi sampah di Kotabaru beberapa tahun terakhir meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk "bumi Saijaan" terutama di wilayah perkotaan.

Dalam kondisi normal, produksi sampah di wilayah Kotabaru sekitar 99 meter kubik atau sekitar 30 ton per hari.

Jumlah tersebut akan meningkat drastis manakala terjadi musim buah, dan saat kondisi tertentu.

Untuk mengangkut sampah yang cukup besar tersebut, Dinas Cipta Karya Permukiman dan Perumahan Kotabaru mengoperasikan sedikitnya 12 unit truk sampah masing-masing kapasitas 5,5 meter kubik.

Dengan armada truk sampah yang tersedia, Rivai mengaku terpaksa menjadwal dalam mengangkut sampah, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat terutama saat di jalan raya, karena sampah bisa terbang terkena angin dan air yang ada pada sampah menetes dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Salah satu upaya untuk mengantisipasi bau sampah dan air menetes saat diangkut, serta sampah yang belum sempat terangkut karena terbatasnya waktu pengangkutan, maka disiapkan armada Garbage Compactor.

Keunggulan Garbage Compactor di antaranya, mampu menampung atau mengangkut sekitar 6-10 meter kubik, cukup dua orang tenaga terdiri dari satu sopir dan satu operator. "Sehingga lebih efesien dan efektif," jelas Rivai.

Sementara setiap satu unit mobil truk sampah biasa, hanya mampu mengangkut sekitar 5,5 meter kubik, tenaga yang diperlukan empat orang termasuk sopir, dan bau akan terbang terbawa angin.

Dikatakan, baru dua daerah di Indonesia yang mengoperasikan Garbage Compactor ukuran kecil, yakni, Kabupaten Kotabaru dan Medan. 










- Sumber : kalsel.antaranews.com

Selasa, 06 Desember 2016

Warga Gunung Ulin Kotabaru Geger Temuan Mayat Pria Mengenaskan

Warga Gunung Ulin Kotabaru Geger Temuan Mayat Pria Mengenaskan

GEMA, PULAULAUT - Warga lingkungan RT 05, Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru, Kalsel, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 16.00 Wita langsung geger.

Diperoleh informasi, selain warga lingkungan RT setempat. Petugas terkait langsung dibuat sibuk, menyusul ditemukannya sesosok mayat laki-laki yang sudah dalam kondisi mengenaskan.

Belakangan korban yang diketahui bernama Wasit (85), warga RT 04, Desa Gunung Ulin, kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru.

Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto SIK, melalui Kasubag Humas, Tuti Sulistyowati, mengatakan terungkapnya identitas korban yang juga diketahui kesehariannya sebagai buruh berawal dari seorang saksi bernama Satu dan saksi lainnya Abdul Wahid.

"Awalnya para saksi menanyakan korban, karena hampir dua minggu tidak muncul di bengkel seperti biasa kumpul-kumpul dengam warga," kata Tuti, Senin (5/12/2016) malam.

Karena hampir dua pekan tidak bertemu korban, kedua saksi lalu mendatangi rumah korban yang saat itu dalam keadaan terbuka.

"Saksi melihat korban sudah tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa dan kondisi tinggal tulang belulang yang berposisi di ruang bagian paling belakang dengan posisi tengkurap," ujar Tuti.

Mengetahui kejadian tersebut kedua saksi menghubungi aparat desa setempat yang kemudian menghubungi pihak kepolisian dan membawa korban ke rumah sakit Kotabaru. (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Sabtu, 03 Desember 2016

Indocement Tingkatkan Kompetensi SDM

Indocement Tingkatkan Kompetensi SDM

GEMA, TARJUN - Untuk meningkatkan dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat, PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Plant Tarjun terus melakukan pembinaan maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang handal dan mandiri.

Beberapa waktu lalu, perusahaan semen yang merupakan produsen dari Tiga Roda ini menggelar pelatihan peningkatan kompetensi kepada kalangan peternak serta pelatihan perikanan terkait budidaya ikan lele di kolam terpal di Desa Langadai melalui program binaan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Indocement Plant Tarjun.

Sebagai informasi, sebelumnya tim CSR Indocement berhasil mengembangkan bidang peternakan bagi masyarakat sekitar kawasan perusahaan. Melihat itu, Indocement kembali berinisiasi untuk melakukan pelatihan dalam rangka peningkatan peranan SDM dan saat ini jumlah peternak yang dibina sebanyak 26 orang.

CSR Section Head Indocement Nor Imansyah menyatakan, pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari pembinaan ternak kambing di desa-desa binaan Indocement dan dipandang perlu sebagai upaya peningkatan kompetensi para peternak dengan memanfaatkan peran sosial media dalam mengelola peternakan.

"Peternak harus bisa memanfaatkan sosial media dalam hal pengelolaan, sharing informasi hingga aspek pemasaran yang merupakan wadah bersilaturrahmi sesama peternak dan kelompok usaha. Tentunya menjadi harapan bersama para peternak tidak hanya mampu menjual produk berupa kambing yang berkualitas tapi bisa meningkatkan nilai jual ke konsumen berupa aneka makanan yang bahan utamanya kambing seperti menyediakan kareh, gulai kambing bagi warga yang punya hajatan Tasmiyah/Aqiqah," katanya berharap.

Kegiatan pelatihan selain melibatkan peternak juga kepada para isteri peternak dan petugas PPL Dinas Peternakan Kabupaten Kotabaru. Harapan lain adalah dengan modal peningkatan kompetensi peternak kambing bisa ditularkan ke pihak lain seperti petani, peternak  ikan, tambak dan lain sebagainya, serta kepada peserta yang ikut dalam pelatihan perikanan budi daya ikan lele karena bagusnya permintaan oleh karenanya sangat perlu dilaksanakan pembinaan.

"Mudah-mudahan saja kedepan setelah mengikuti pelatihan mereka dapat terus meningkatkan dan mengaplikasikan pengetahuannya sehingga kesejahteraannya akan semakin bagus, baik itu kalangan peternak dan juga masyarakat yang ikut dalam pelatihan budi daya ikan lele," pungkasnya.

Sementara, instruktur pelatihan Kepala P3M Indocement Pabrik Tarjun I Wayan Kedep Sudhiarta memaparkan, dengan adanya binaan CSR perusahaan beberapa peternak yang dibina telah berhasil dengan baik dan telah memiliki rata-rata saat ini 10-20 ekor ternak dari bantuan yang telah diberikan sejak tahun 2014 dan hingga sekarang jumlah peternak yang dibina perusahaan sebanyak 26 orang.

"Berkaitan dengan kendala yang dihadapi jika peternak memiliki ternak diatas 20 ekor maka kesulitannya adalah mengadakan pakan ternak, sehingga perlu pakan alternatif dan untuk pemasarannya masih banyak peluang pasar sehingga tidak ada masalah namun perlu peluang lebih ditingkatkan kembali dengan cara memasarkan produk ternak melalui sosial media yang ada, selain itu juga perusahaan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kotabaru," tuturnya.

Dikatakannya lebih jauh, untuk materi pertama yakni mengingatkan kembali bagaimana beternak kambing yang baik dan sehat serta memutarkan video-video inspirasi pengusaha ternak sukses kemudian cara memasarkan ternak melalui sosmed. Meskipun perlu disadari peternak harus mendapatkan bimbingan lebih lanjut dan pendampingan secara langsung namun yang pasti peserta antusias mengikuti pelatihan.

"Intinya adalah peternak harus mempunyai kemauan dan ketekunan dalam pemeliharaan ternak sehingga hasil yang diharapkan pun akan maksimal," imbuhnya.

Sementara, untuk pelatihan teknik budidaya ikan lele sendiri karena melihat dari perkembangannya cukup baik serta adanya minat dan permintaan dari warga sekitar pabrik semen.

"Karena bagusnya minat permintaan ikan lele di sekitar perusahaan sehingga perlu kiranya perlu dikembangkan selain itu P3M juga sudah siap dan mampu mengembangkan dan memproduksi bibit lele sehingga masyarakat sekitar perusahaan tidak perlu susah mencari bibit lele," paparnya.

Peserta dijelaskan bagaimana cara pembuatan kolam dari terpal, masa waktu kolam terpal, jenis bibit lele, cara pemeliharaan ikan lele dan yang layak panen, serta juga diberikan bibit lele yang pastinya juga akan diberikan dampingan dalam pengelolaan budi dayanya.

Salah satu peternak Desa Serongga Kecamatan Kelumpang Hilir Sumarji mengatakan bahwa, bisa dipastikan manfaat yang diambil dari pelatihan yang digelar yakni kalangan peternak dan petani bertambah wawasan serta pengetahuan dan diajarkan membuat grup di sosial media untuk mempermudah pemasaran sehingga dari kelompok peternak menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi.

"Sangat bermanfaat sekali bisa mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Indocement, dengan adanya media sosial tentu pemasaran akan lebih memudahkan. Memang sebelumnya kami agak kesulitan dalam hal pemasaran karena secara umum pembelian kambing pada saat hari raya qurban dan akikah serta acara keluarga saja, disamping itu menjual kambing betina yang telah afkir dengan harga murah karena tidak tahu lagi harus menjual kemana. Maklum ya pa, dikampung namanya juga wong ndeso," kata Sumarji tersenyum.

Disambungnya, dengan adanya pelatihan tersebut tentu dari sisi komunikasi dan saling berkoordinasi dengan peternak lainnya akan terbuka aksesnya serta memperluas jaringan para peternak.

Ia juga merasa bersyukur karena dibantu subsidi handphone untuk bisa memperluas jaringan di sosmed dan dengan pengajaran yang telah diberikan sangat membantu. “Untuk memperluas cakupan, kami di sosmed membuat semacam grup peternak Barokah yang didalamnya akan saling bertukar informasi sehingga semakin mempermudah usaha,” tambahnya.

Senada dengan itu, peternak lainnya dari Desa Tegal Rejo Slamet Riyadi mengungkapkan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat dan selain menambah wawasan serta pengetahuan dalam beternak kambing juga dibantu dari sisi pemasarannya dengan diperkenalkan dunia teknologi secara online dan itu sangat membantu.

Ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut dapat meningkatkan harga penjualan dan peternak juga lebih mudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan sesama kelompok peternak sehingga tak dirugikan.

"Intinya, kami sangat terbantu oleh Indocement karena sudah melatih dan diajarkan dengan baik serta dibantu subsidi handphone sehingga dapat langsung dipergunakan agar pelatihan ini segera diterapkan guna memperluas wawasan dan mempermudah terutama dalam hal pemasaran serta saling bertukar informasi untuk kemajuan bersama," jelasnya. (*)











- Penulis : MN Fauzi Rahman - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online