Senin, 31 Oktober 2016

Sjacrani Mataja Serahkan Bantuan Alat Pertanian di Kecamatan Pulaulaut Timur

Sjacrani Mataja Serahkan Bantuan Alat Pertanian di Kecamatan Pulaulaut Timur

GEMA, BERANGAS - Anggota Komisi IV DPR RI, Sjachrani Mataja kembali melalukan kunjungan kerja (kunker) ke Kecamatan Pulaulaut Timur, Kotabaru. Bahkan tidak sekadar kunker, tapi sekaligus menyerahkan bantuan alat pertanian (Alsintan), Senin (31/10/2016).

Penyerahan alsintan berupa traktor roda dua dan mesin pompa air, dengan total 16 unit diberikan kepada kelompok tani (gapoktan) di beberapa desa di kecamatan pulaulaut timur.

Antara lain, desa Kulipak sebanyak enam unit, desa Karangsari sebanyak empat unit, desa Langkangbaru dua unit, desa Betung tiga unit, dan desa Bakambit satu unit.

Penyerahan 16 unit alsintan ke masing-masing kelompok tani oleh anggota DPR RI Sjachrani Mataja yang juga mantan bupati Kotabaru, bersamaan dengan kegiatan reses anggota DPR RI masa persidangan 1 tahun 2016-2017.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala dinas Pertanian Hairudin, anggota DPRD Kotabaru Rustam Effendi, camat pulaulaut timur Erawati, perwakilan danramil dan perwakilan kapolsek pulaulaut timur.

Selain itu, juga hadir kepala desa Kulipak, Jali Rahman, Ketua DPC partai Gerindra Kotabaru Nuraini, masyarakat dan anggota kelompok tani sekitar 50 orang.

Kepala Dinas Pertanian Kotabaru Hairudin, berharap bantuan alat pertanian selain dapat digunakan seluruh anggota kelompok tani. Tapi, alat pertanian tersebut dapat memerbaiki dan memaksimalkan pemanfaatan alsintan.

Terkait penurunan produkai padi, kata Hairudin, pihaknya akan melakukan koordinasi. Karena dampak dari larangan pembakaran lahan.

Sementara itu, anggota komisi IV DPR RI Sjachrani Mataja, mengatakan selain akan menjadi fasilitator meningkatkan usaha tani. Namun dikesempatan mendatang, ia akan mengundang dirjen pertanian untuk datang ke lokasi sehingga dapat melihat perkembangan hasil pertanian.

"Siap mendukung agar kecamatan pulaulaut timur dapat lagi menjadi swasembada pangan," katanya.

Terpisah, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasubag Humas Tuti Sulistyowati mengatakan, pelaksanaan berlangsung aman, tertib dan lancar. Beberapa orang personel polsek diturunkan untuk membantu pengamanan selama berlangsung kegiatan. (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com
Undian Simpeda KPE Serentak di 13 Wilayah Kalsel

Undian Simpeda KPE Serentak di 13 Wilayah Kalsel

GEMA, PULAULAUT - Pengundian Simpeda KPE periode ke II tahun 2016 kali ini Bank Kalsel secara serentak dilakukan di 13 wilayah di Kalimantan Selatan, yaitu, Banjarmasin, Barabai, Kotabaru, Amuntai, Tanjung, Rantau, Pelaihari, Kandangan, Martapura, Batulicin, Banjarbaru, Marabahan, dan Paringin. Dengan nomor LOT tertinggi untuk cabang Kotabaru adalah 532.239

Di Kabupaten Kotabaru sendiri hal tersebut dilakukan oleh Bank Kalsel pada saat apel rutin Senin, (31/10/2016), di halaman Kantor Bupati Kotabaru, dengan mengundi dua motor matic sebagai hadiah utama dan hadiah hiburan diantaranya, Kipas angin, Kulkas, TV LCD, dan Sepeda.

Penyaringan undian Simpeda KPE sendiri menggunakan tabung silinder, sehingga seluruh nasabah Bank Kalsel yang telah memiliki nomor undian dan masih tercatat sebagai nasabah akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah yang disediakan.

Untuk ketentuan poin undian lokal periode ke II ini adalah setiap kelipatan Rp.250.000 mendapatkan satu point atau kupon dengan saldo rata-rata bulanan sebesar Rp.2.500.000.

Pengundian dilakukan oleh Sekretaris Daerah H Suriansyah dan pemenang undian Simpeda KPE Bank Kalsel cabang Kotabaru yang berhak mendapatkan motor matic adalah Hamzah Guru SMP Kelumpang Hulu dan Ika Apriliani dari BKD Kotabaru.

Hadiah secara simbolis di serahkan oleh Sekda kepada perwakilan dari pemenang yaitu Kepala Dinas Pendidikan Joni Anwar dan Kepala BKD Kotabaru Slamet Riyadi.

Selain mengundi hadiah dua buah Motor Matic, Bank Kalsel juga memberikan bantuan dua buah unit Komputer kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kotabaru untuk mendukung program PERPUSERU.










- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 29 Oktober 2016

Tiga Roda Kampanyekan Ramah Lingkungan

Tiga Roda Kampanyekan Ramah Lingkungan

GEMA, TARJUN - Perusahaan produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP) Plant Tarjun yang beraktifitas di wilayah Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru menggelar aksi peduli dengan ikut berkampanye pembatasan penggunaan kantong plastik dengan membagikan tas atau kantong ramah lingkungan (Recycle Plastic To Save Earth) yang terbuat dari hasil daur ulang limbah bungkus paper bag semen Tiga Roda menjadi tas penganti penggunaan kantong plastik.

Pembagiannya di fokuskan kepada kalangan masyarakat di beberapa daerah Provinsi Kalsel seperti di pasar Terapung Lok Baintan dan taman Kamboja di Banjarmasin, Car Free Day lapangan Murjani Banjarbaru serta Car Free Day kawasan Siring Laut Kotabaru, kegiatan itu dilakukan beberapa kali di lokasi dan waktu yang berbeda.

Kepala Departement SSECSR Indocement Teguh Iman Basoeki mengatakan, program peduli lingkungan tentunya menjadi salah satu agenda kerja untuk kalangan CSR perusahaan, dan khususnya bahan plastik menjadi salah satu sampah yang tidak mudah terurai secara alami dan saat ini di masyarakat sekitar perusahaan ada 10-15% sampah plastik dari data unit pengolahan sampah yang dibangun perusahaan berarti jika tidak dikelola maka akan menjadi beban bagi lingkungan.

“Dengan melaksanakan aksi itu paling tidak masyarakat diharapkan bisa mulai sadar akan peduli lingkungan dan bisa beralih dari penggunaan kantong plastik ke kantong yang bisa di daur ulang,” tutur Teguh.

Dijelaskannya juga, kantong yang dibagikan adalah kantong yang bisa di daur ulang dan ada logo Tiga Roda sehingga sekali langkah dua tiga pulau terlampaui dalam artian Indocement mensosialisasikan penggunaan kantong daur ulang. Selain itu, perusahaan juga telah memanfaatkan sebagian dari sisa pembungkus kantong semen untuk dijadikan kantong belanja.

“Selain dimasyarakat, program juga selalu diawali dari internal perusahaan baru keluar dan ini sudah berjalan sejak    3 tahun lalu, menjadi harapan besar penggunaan dan pemanfaatan limbah domestik juga bisa menjadi alternatif untuk menggantikan konsumsi kantong plastik yang tidak diperlukan dan sekaligus mengurangi beban terhadap lingkungan akibat sampah plastik,” jelasnya.

Senada dengan itu, pelaksana program yang juga selaku CSR Section Head Indocement Nor Imansyah menjelaskan, pelaksanaan kegiatan itu dilaksanakan pada 3 lokasi berbeda dengan total kantong yang sudah dibagikan sebanyak 1.000 pcs. Disamping itu, berkaitan dengan hal tersebut pastinya juga bisa menjadikan sebagai bentuk edukasi peduli pelestarian lingkungan dan kemudian akan lebih difokuskan pada segmen masyarakat seperti siswa pelajar, para ibu rumah tangga dan pedagang.

“Alhamdulillah, dengan kegiatan yang terlaksana masyarakat merasa antusias dan tersadarkan akan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, harapannya jelas agar masyarakat menyadari dampak dari sampah plastik yang sangat merusak lingkungan sehingga diupayakan kesadaran bersama untuk mengurangi penggunaan plastik atau memanfaatkan produk daur ulang guna pelestarian alam dan banyak cara untuk menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya adalah dengan gerakan 3R (Reuse Reduce Recycle),” ujarnya.

Sementara, salah satu karyawan Indocement yang juga penggagas lahirnya komunitas Go Green Hendra Adiwijaya menyatakan, dengan adanya komunitas peduli lingkungan tentunya merupakan wujud nyata penerapan kebijakan perusahaan bagi karyawan dan keluarga besar Indocement berkaitan dengan penggunaan sumber daya alam dan harmonisnya hubungan dengan para stakeholder dan lingkungan.

“Kegiatan kami di komunitas beberapa diantaranya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat secara langsung mengenai sampah organik dan non organik serta memberikan wawasan manfaat sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali,” ucapnya.

Melalui itu, sambungnya, diharapkan kedepan akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan kantong plastik dan pada saat berbelanja kepasar agar bisa membawa tas belanja sendiri. “Kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjaga dan memelihara lingkungan yang bersih dan hijau untuk di nikmati bersama bagi generasi sekarang dan yang akan datang sudah dapat dipastikan menjadi harapan besar, karenanya harus dimulai dari diri kita sendiri untuk melakukannya dan melalui kegiatan ini Tiga Roda menunjukkan sebagai perusahaan dengan komitmen kuatnya dalam inisiatif pelestarian lingkungan hidup.,” tambah Hendra.

Melihat aksi nyata tersebut, salah satu masyarakat Pulau Laut menilai sudah seharusnya kegiatan serupa patut dilakukan oleh perusahaan lainnya yang beraktifitas dibumi Saijaan agar rasa kepedulian terhadap lingkungan dapat terus ditumbuhkan secara bersamaan. Akan tetapi, bukan hanya dikalangan perusahaan maupun pemerintah saja tapi juga dikalangan masyarakat seyogyanya bisa lebih menyadari bahwa pentingnya untuk menjaga lingkungan.

“Itu bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita, dan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh Indocement patut di apresiasi oleh seluruh kalangan, karena ketika kita bicara perhatian terhadap lingkungan tidak peduli dia datang dari kalangan mana atau dari status apa, tapi lebih kepada aksi nyata yang dilakukan seperti halnya Indocement yang selalu konsen melihat hal tersebut,” cetus Rahman.

Warga lainnya, seperti yang sering dilakukan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar Alydrus mengagendakan secara rutin melaksanakan bersih-bersih lingkungan perkotaan dan pedesaan, pastinya itu juga merupakan bentuk perhatian nyata dan sudah selayaknya di contoh.

“Masa pemimpin saja turun ke jalan memungut sampah, kita sebagai masyarakat harusnya malu melihat itu dan bisa lebih peduli kedepannya terhadap lingkungan, karena disadari dengan lingkungan bersih maka pola hidup akan sehat, dan aksi Indocement menurut saya adalah keren,” imbuh Yohar sambil tersenyum.

Aksi kepedulian nyata terhadap perhatian lingkungan tentunya menjadi harapan besar agar kelangsungan ekosistem alam dapat berjalan sebagaimana mestinya. Banyak kegiatan yang telah terlaksana baik yang datang dari perseorangan, kalangan civil society, perusahaan, maupun pemerintah.

Untuk diketahui bersama bahwa, kegiatan tersebut terselenggara atas inisiatif dan kerjasama beberapa karyawan Indocement yang membentuk komunitas Go Green. Selain membagikan tas daur ulang juga dikemas dalam program rekreasi tahun 2016 yang diisi dengan sosialisasi peduli lingkungan kepada para pedagang dan masyarakat sekitar.Melalui kegiatan tersebut Indocement menunjukkan komitmen kuatnya dalam inisiatif pelestarian lingkungan sekaligus promosi Tiga Roda lebih dikenal sebagai produk hijau di Kalimantan.










- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 28 Oktober 2016

Tiga Tempat Kumuh Jadi Prioritas Pihak Askot

Tiga Tempat Kumuh Jadi Prioritas Pihak Askot

GEMA, PULAULAUT -  Pihak Asisten Kotaku (Askot) Kabupaten Kotabaru, beberapa waktu lalu mengadakan sosialisasi dan workshop tentang strategi komunikasi program kota tanpa kumuh di Hotel Grand Surya dan ada tiga tempat yang dikatakan kumuh hingga menjadi prioritas utama dari pihak Askot dan Pemerintah Daerah untuk mengembangkannya yaitu Desa Semayap, Dirgahayu dan juga Rampa.

Perlu diketahui bahwa Askot adalah lembaga yang menjembatani masyarakat dengan Pemerintah Daerah dan kelompok peduli dalam melaksanakan program pemerintah yaitu program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri.

Ketua panitia Siylvina Permatasari, mengatakan, salah satu upaya strategis dari Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman, Ditjen Cipta Karya, dalam rangka percepatan penanganan kawasan kumuh pada masa 2015-2019.

"Program kotaku menggunakan sinergi pendekatan antara pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dimana Pemerintah Daerah sebagai nahkoda dan hal tersebut kolaborasi antara Pemerintah Daerah bersama pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota," ungkapnya.

Lebih luas dibeberkan Siylnia, tujuan dari program ini sendiri adalah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan dan juga memperbaiki akses masyarakat terhadap insfrastrtuktur pemukiman sesuai dengan 7+1 indikator kumuh.

Sementara itu dalam sambutan bupati yang dibacakan oleh Asisten II H Akhmad Rivai, penanganan kawasan  kumuh bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan dan diperlukan dukungan juga kerja sama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun lembaga lainnya sehingga penanganan kawasan kumuh dapat terlaksana sesuai rencana.

"Melalui sosialisasi dan workshop strategi komunikasi program kota tanpa kumuh ini nantinya bisa dapat menyamakan pemahaman dan komitmen dengan Pemerintah Daerah, hingga terbangun kolaborasi dan komunikasi keterpaduan antar sektor untuk bersama – sama tergerak mencapai sasaran pembangunan kawasan permukiman khususnya kota tanpa kumuh," jelas Rivai.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk komitmen antara Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk dapat bekerja sama membangun kota tanpa kumuh di Kabupaten Kotabaru.











- Penulis : M. Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Kamis, 27 Oktober 2016

Suasana Haru Selimuti Pisah Sambut Dandim 1004 Kotabaru

Suasana Haru Selimuti Pisah Sambut Dandim 1004 Kotabaru

GEMA, PULAULAUT - Suasana haru menggelayuti ruang gedung Paris Barantai Kotabaru. Suka cita yang menyelimuti tamu undangan yang hadir, terlebih Letkol Inf Agus Supriyono yang akan bertugas di tempat tugas baru di Kodam VI Mulawarman.

Agus yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1004 Kotabaru, posisinya akan digantikan Letkol Arh Samujiyo.

Suasana keharuan menyelimuti undangan yang hadir diacara pisah sambut komandan kodim 1004 dilaksanakan di gedung Paris Barantai, Rabu (26/10/2016) selepas salat isya. Dihadiri Bupati Kotabaru Sayed Jafar, Wakil Bupati Burhanudin, unsur forkopinda, dan kepala SKPD di lingkup Pemkab Kotabaru.

Agus didampingi istri, dalam sambutannya mengatakan, selama bertugas di Kotabaru banyak pengalaman didapat.

"Ya sebenarnya bisa dibilang kerasan selama bertugas di Kotabaru. Apalagi di Kotabaru masyarakatnya ramah-ramah," kata Agus dalam sambutannya.

Tak cuma itu, pengalaman lain didapat selama di Kotabaru, ia sempat diberikan kepercayaan oleh bupati untuk menjadi ketua turnamen golf dalam rangka peringatan hari jadi kabupaten kotabaru pasa Juni lalu.

Padahal diakui Agus, dirinya tidak memiliki kepiawaian dalam olahraga golf. "Dan yang paling berharga lagi pengalaman saya dapat selama di Kotabaru, bersama dengan Kepala Dinas Pertanian terkait pertanian," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kotabaru Sayed Jafar, tak hanya mengucapkan terima kasih. Namun, ia juga mengucapkan selamat jalan kepada dandim sebelumnya yang kini melaksanakan tugas di Kodam VI Mulawarman.

"Saya ucapkan selamat jalan. Semoga sukses ditempat tugas yang baru," imbuhnya.

Komandan Kodim 1004 Kotabaru yang baru Letkol Arh Samujiyo, dalam sambutan singkatnya mengatakan, selama melaksanakan tugas di Kotabaru berharap mendapatkan dukungan dan kerja sama yang baik. Baik dengan pemerintah daerah, unsur forkipinda seperti kepolisian.

Pantauan di lapangan, usai penyampaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian bingkisan sebagai cindera mata (kenang-kenangan) kepada Agus beserta istri. Pemberian cindera mata dimulai dari bupati.

Acara kemudian dilanjutman dengan hiburan organ tunggal. (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Senin, 24 Oktober 2016

Anggota Polres Kotabaru Diwajibkan Tahu Aplikasi Ini

Anggota Polres Kotabaru Diwajibkan Tahu Aplikasi Ini

GEMA, PULAULAUT - Program baru yaitu Mobil Police System Polres Kotabaru atau disebut Sipomas, yang beberapa waktu lalu di launching jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru terus digencarkan.

Pengenalan program baru disebut Sipomas yakni, sistem kemudahan pelayanan yang berbasis informasi teknologi (IT) selain terus diperkenalkan kepada masyarakat, pelajar serta mereka pemilik handphone berbasis android.

Tapi semua anggota di tingkat kepolisian sektor (polsek) tidak kecuali anggota bertugas di polres Kotabaru, diwajibkan untuk menggunakan aplikasi yang bisa dengan mudah di dapat aplikasi playstore.

"Semua anggota di jajaran polres Kotabaru diwajibkan menginstal aplikasi sipomas di playstore," kata Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK melalui Kasubag Humasnya Tuti Sulistyowati, Senin (24/10/2016). (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Senin, 17 Oktober 2016

Kotabaru Siapkan 20 Sekolah Jadi Adiwiyata Kabupaten

Kotabaru Siapkan 20 Sekolah Jadi Adiwiyata Kabupaten

GEMA, PULAULAUT - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menyiapkan 20 sekolah untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Ketua Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Kotabaru H. Akhmad Rivai di Kotabaru, Jumat, mengatakan, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, jadi Adiwiyata merupakan program dan bukan lomba.

"Periode 2016 kita menetapkan 20 Sekolah Adiwiyata Kabupaten, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," katanya.

Sekolah yang ditetapkan meliputi, enam SDN di antaranya SDN 1 Stagen (nilai 74), SDN Sungai Taib (nilai 73), SDN Teluk Gosong (nilai 70).

Delapan sekolah SMP/MI terdiri dari SMPN 5 Kotabaru (nilai 68), SMPN 1 Kotabaru (nilai 56), SMPN 1 Pulau Laut Timur, 6 SMA/SMK/MA terdiri dari SMKN 2 Kotabaru (nilai 74), SMA Indocement Tarjun (nilai 74), SMAN 1 Pulau Laut Timur (nilai 72).

Untuk itu dengan memerhatikan standar penilaian tingkat Kabupaten berdasarkan kisi-kisi aplikasi dan bukti fisik portofolio minimal memperoleh nilai 58 maka direkomendasikan penilaian ke tingkat provinsi.

Keuntungan mengikuti program Adiwiyata di antaranya menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif; serta menjadi tempat pembelajaran tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Disamping itu dalam upaya mendukung program Adipura yang digalakkan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar periode 2016 - 2021.

Periode 2016 telah ditetapkan pembinaan sekolah-sekolah Adiwiyata yang dilakukan oleh Tim Pembina Kabupaten mencakup 34 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, 15 SMP/MI, dan 14 SMA/SMK/MA.

Sekolah Adiwiyata Nasional 2014 dan 2015 melakukan pembinaan ke sekolah binaan/imbas Adiwiyata, yaitu SMAN 2 Kotabaru yang merupakan predikat Adiwiyata Nasional 2014 dan MAN Kotabaru merupakan Adiwiyata Nasional 2015.

"Diharapkan kedua sekolah ini akan meningkatkan predikatnya menjadi Adiwiyata Mandiri," harap mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotabaru.

Rivai menambahkan, telah disepakati sekolah-sekolah di setiap tingkatan dari TK, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MAN berkomitmen siap mendukung untuk melaksanakan program Adiwiyata, sehingga Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait wajib menyusun program penunjang dalam mensukseskan program Adiwiyata. 










- Sumber : kalsel.antaranews.com

Sabtu, 15 Oktober 2016

Yayasan Tahfidz Saijaan Wisuda 261 Santri

Yayasan Tahfidz Saijaan Wisuda 261 Santri

GEMA, PULAULAUT - Rumah tahfidz Saijaan yang sudah berumur lima tahun kini melakukan pengukuhan dan wisuda ke VI terhadap 261 santri dan santriwati yang terdiri dari beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kotabaru, Sabtu, (15/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut nampak Sekretaris Daerah, Suriansyah bersama Ketua Umum Yayasan Tahfidz Saijaan, Irhami Ridjani serta penguruh rumah tahfizd saijaan memberikan penghargaan dan ucapan selamat kepad para santri di ruangan Mesjid Raya Khusnul Khatimah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, Suriansyah atas nama Pemerintah Kabupaten Kotabaru memberikan apresiasi terhadap Badan Tahfidz yang mencetak generasi muda beralaskan Al quran dan berakhlak mulia.

"Saya atas nama Pemerintah Daerah memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Rumah Tahfidz Saijaan yang mencetak generasi penghafal Alquran," tutur Suriansyah.

Kali ini rumah tahfidz saijaan dalam acara wisuda santri dan santriwati tahun 2016 mengusung tema "Mencetak Generasi Penghafal Alquran di Bumi Saijaan Kotabaru menjadi Khairul Umrah". Dan wisuda sendiri terbagi dari delapan kategori yaitu dari setengah juz sampai 12 juz.

Gerakan menghafal Al-Qur’an terus tumbuh di Indonesia. Saat ini semakin mudah melihat orang menghafal al-Qur`an. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari penyandang difabel, pegawai negeri, ibu rumah tangga, hingga pejabat. Usianya pun beragam, mulai dari balita, remaja, maupun manula belajar menghafal al-Qur`an.










- Penulis : Rudy - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Ratusan Narapidana Lapas Kotabaru Terpaksa Tidur Bergelantungan

Ratusan Narapidana Lapas Kotabaru Terpaksa Tidur Bergelantungan

GEMA, PULAULAUT - Ratusan warga binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru, Kalimantan Selatan, terpaksa harus tidur dengan cara bergelantungan dengan menggunakan kain sarung.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kotabaru Bambang Triharjono di Kotabaru Jumat, mengatakan, sudah tidak ada ruang lagi untuk menampung anak binaan, karena semua ruangan yang ada sudah penuh diisi narapidana.

"Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotabaru yang seyogyanya diisi hanya 180 orang, kini harus diisi 1.087 orang narapidana," katanya.

Narapidana sebanyak itu, lanjut Bambang ditempatkan di 11 blok, dan blok-blok yang digunakan menampung sebelumnya adalah ruang untuk petugas, ruang aula untuk pertemuan dan ruang-ruang yang peruntukkanya bukan untuk tempat narapidana.

Setiap ruangan yang berukuran kecil terpaksa diisi hingga puluhan, bahkan ratusan orang narapidana.

Kondisi yang paling sulit terjadi ketika malam hari waktu istirahat atau tidur, ruangan yang diisi hingga ratusan orang tersebut tidak cukup apabila narapidana tidur secara bersamaan di lantai.

Sebagian terpaksa harus membuat gelantungan dari kain sarung atau tapih dan empat sudut diikat dengan seutas tali ke besi teralis jendela.

Dinding-dinding penuh dipasang paku untuk cantolan pakaian untuk ganti, jerigen, atau gayung tempat sabun dan yang lainnya.

Udara di dalam ruangan terasa pengap, karena sirkulasi udara kurang lancar karena terhalang oleh kain sarung untuk tempat tidur bergelantungan dengan tidak memakai baju namun tetap memakai celana karena panas .

Kepala Lapas Kotabaru mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi tersebut, selain tetap meminta Kementerian Hukum dan HAM segera membangun Lapas baru atau merehab Lapas yang ada.

Dikatakan, narapidana di Lapas Kotabaru berasal dari dua kabupaten, yakni, Kabupaten Kotabaru dan Kabupatehn Tanah Bumbu.

Narapidana dari Tanah Bumbu maupun dari Kotabaru sebagian besar atau sekitar 70 persen adalah kasus Narkoba.

Wakil Bupati Kotabaru Burhanuddin yang berkunjung ke blok-blok Lapas Kotabaru mengaku prihatin melihat kondisi yang sudah tidak layak tersebut.

Menurutnya, harus ada terobosan secepatnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kemenkum HAM maupun pemerintah daerah.









- Sumber : kalsel.antaranews.com

Kamis, 13 Oktober 2016

Transfer Dau Untuk Kotabaru Cair Desember

Transfer Dau Untuk Kotabaru Cair Desember

GEMA, PULAULAUT -Legislatif Kabupaten Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memastikan tranfer Dana Alokasi Umum (DAU) yang sempat ditunda Kementerian Keuangan diperkirakan akan cair Desember 2016.

Wakil Ketua DPRD Kotabaru M Arif usai mendampingi rombongan Komisi I dan Komisi II ke Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu menyampaikan hasil rapat konsultasinya tersebut salah satunya jadwal pencairan DAU pada akhir tahun ini.

"Kita harus bersabar, karena sekitar dua bulan lagi tepatnya Desember, pencairan DAU yang sempat tertunda sejak bulan kemarin sudah bisa dicairkan," kata M Arif.

Jadwal tersebut, menurutnya sedikit lebih cepat dari yang seharusnya yakni masuk ke tahun berikutnya, meski demikian perlu kerja keras pemerintah daerah untuk bisa menyiasati berkurangnya anggaran tersebut agar roda pembangunan tetap berjalan.

Pada bagian lain, terlepas adanya kepastian penundaan DAU itu berakhir, namun subtansi atas kebijakan tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi kinerja para pengampu kebijakan di daerah.

Sehubungan dengan hal itu, Legislatif mengingatkan kepada eksekutif melalui organisasi perangkat daerah agar memaksimalkan kinerja sehingga bisa mengoptimalkan serapan anggaran.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kotabaru Hj Alfisah sebagai evaluasi atas kinerja sejumlah SKPD di lingkungan pemerintah daerah yang dinilai belum maksimal, terlihat masih besarnya sisa lebih perihitungan anggaran (Silpa) dari tahun ke tahun.

"Jangan sampai terjadi lagi keterlambatan program kerja yang sudah dianggarkan namun hingga menjelang akhir tahun anggaran masih belum juga terlaksana," kata Alfisah.

Diungkapkannya, baik secara lisan maupun tertulis, legislatif berulang kali mengingatkan kepada eksekutif agar cepat-cepat pelaksanaan program sesuai dengan alokasi anggaran yang sudah ditetapkan, jangan sampai terulang akibat keterlambatan itu menyisakan silpa yang besar.

Kebijakan pemerintah pusat yang menunda pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU) salah satunya mengetahui dari hasil analisa bahwa silpa yang tinggi dianggap keuangan daerah berlebih.

Padahal sebenarnya adanya silpa lebih disebabkan tidak terserapnya anggaran akibat keterlambatan program kerja yang dijalankan SKPD-SKPD dengan berbagai alasan teknis.

"Oleh sebab itu, kami sebagai mitra kerja sesuai dengan kewenangan baik dari penganggaran dan pengawasan, selalu berusaha mengingatkan kepada eksekutif agar memacu kinerja SKPD-SKPD," jelasnya.

Disinggung masih belum optimalnya serapan dana desa yang penganggarannya dari APBN, politisi Partai NasDem ini kembali mengingatkan agar pendampingan dan kontrol selalu dilakukan oleh pihak terkait.

Sementara itu, Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor.125 tahun 2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum mempengaruhi laju pembangunan di Kabupaten Kotabaru.

Karena dengan diberlakukannya PMK.125/2016 maka DAU Kotabaru berkurang Rp497 miliar, hal itu mempengaruhi kemampuan keuangan daerah sehingga berdampak pada kelangsungan proses pembangunan secara luas di "Bumi Saijaan"











- Sumber : kalsel.antaranews.com

Selasa, 11 Oktober 2016

Kadishubkominfo Janjikan Kapal Pengganti Segera Datang

Kadishubkominfo Janjikan Kapal Pengganti Segera Datang

GEMA, PULAULAUT - Selain menjadi perhatian Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, tidak beroperasinya KM Sabuk Nusantara 55 yang berdampak terhadap terlantarnya puluhan penumpang di Pelabuhan PT Pelindo III, Stagen, Kecamatan.Pulaulaut Utara juga menjadi perhatian serius instansi terkait di salah satu SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di lingkup Pemkab Kotabaru.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kotabaru Sugian Noor, mengatakan, akan ada kapal pengganti KM SN 37 yang akan menggantikan sementara KM Sabuk Nusantara 55 yang tidak beroperasional.

"Akan ada kapal pengganti sementara menggantikan Sabuk Nusantara. Informasi ini hasil koordinasi Kabid Perhubungan Laut saya," jelas Sugian, Selasa (11/10/2016) sore.

Ditambahkan Sugian, KM SN 37 kapal sementara yang menggantikan Sabuk Nusantara 55, informasinya sudah berangkat dari Surabaya menuju Kotabaru.

"Infonya pagi tadi sudah berangkat dari surabaya. Mudah-mudahan cepat sampai ke Kotabaru. Saya meminta masyarakat bisa bersabar," tandasnya. (*)










- Sumber : banjarmasin.tribunnews.com

Sabtu, 08 Oktober 2016

Bupati Kotabaru Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Bupati Kotabaru Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

GEMA, PULAULAUT - Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alidrus didampingi Bunda Paud Fatma Idiana Sayed Jafar, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2016 yang dilaksanakan di Lapangan Siring Laut Kabupaten Kotabaru, (08/10).

Selain itu Peringatan Hari Anak yang mengusung tema "Akhiri Kekerasan terhadap Anak" juga dihadiri Wakil Bupati Kotabaru, Burhanudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Suriansyah, DANDIM 1004 Kotabaru Letkol Inf. Agus Supriono dan DANLANAL Kabupaten Kotabaru Letkol (P) Agus Praptopo, ST

Dalam Peringatan Hari Anak Nasional kali ini yang juga disaksikan ratusan masyarakat Kabupaten Kotabaru, menampilkan berbagai kreativitas anak anak taman kanak kanak serta tarian tarian daerah.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru Sayed Jafar mengatakan dengan adanya peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi inspirasi dan motivasi para orangtua untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan kebutuhan dan perlindungan anak-anak kita.

"Kita akhiri kekerasan pada anak dan jangan lupakan hak hak anak Indonesia, penuhi segala kebutuhan mereka agar menjadi penunjang tumbuh kembang dan mari berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan anak indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan tentu saja sejahtera". Tutur Sayed Jafar.

Adapun hak-hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi bersama antara lain hak untuk bermain, mendapat pendidikan dan perlindungan, hak mendapatkan nama dan identitas, status kebangsaan dan kewarganegaraan, hak mendapatkan makanan, akses kesehatan, rekreasi serta hak untuk berkembang  memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan dan intelektual dan perkembangan usianya.

Perlu diketahui Sejarah hari anak nasional berawal dari gagasan mantan presiden RI ke-2 (Soeharto), yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa, sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Kegiatan Hari Anak Nasional dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, hingga daerah.

Kemudian untuk menunjang Kesejahteraan anak serta melindungi hak-hak anak-anak Sebenarnya secara hukum dan perundangan, telah banyak hal dilakukan oleh negara. Diantaranya pemerintah Republik Indonesia seperti telah diundangkannya UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang memuat berbagai ketentuan tentang masalah anak di Indonesia.

Instruksi Presiden No. 2 tahun 1989 telah ditetapkan tentang Pembinaan Kesejahteraan Anak sebagai landasan hukum terciptanya Dasawarsa Anak Indonesia 1 pada tahun 1986 - 1996 dan Dasawarsa Anak II pada tahun 1996 - 2006.

Selanjutnya, dibentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). KPAI sebagai insitusi independen guna melakukan pengawasan pelaksanaan upaya perlindungan anak yang dilakukan oleh institusi negara serta melakukan investigasi terhadap pelanggaran hak anak yang dilakukan negara, KPAI juga dapat memberikan saran dan masukkan secara langsung ke Presiden tentang berbagai upaya yang perlu dilakukan berkaitan dengan perlindungan anak.

Usaha lain yang dilakukan pemerintah untuk melindungi anak-anak, yaitu pada Kabinet Indonesia bersatu jilid kedua, Presiden RI (Susilo Bambang Yudhoyono) mengganti nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dengan harapan masalah anak menjadi lebih intens dan fokus untuk diperhatikan dan ditangani.

Di samping itu, peringatan HAN ( Hari Anak Nasional ) juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran si anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orang tua, masyarakat, lingkungan serta kepada bangsa dan negara.

Peringatan HAN ( Hari Anak Nasional ) merupakan kesempatan untuk terus mengajak seluruh komponen warga atau bangsa Indonesia, baik itu orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, maupun pemerintah dan negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yaitu tentang Perlindungan Anak, yang isi undang-undang tersebut melakukan upaya perlindungan dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya dan perlakuan tanpa diskriminasi.










- Penulis : Reza Fahlevi - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Rabu, 05 Oktober 2016

Bupati Lantik Pejabat Tiap Kecamatan

Bupati Lantik Pejabat Tiap Kecamatan

GEMA, PULAULAUT TIMUR - Setelah melakukan pelantikan terhadap pejabat di pusat kota Kotabaru beberapa waktu lalu, kini Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, kembali melakukan pelantikan terhadap pejabat di masing-masing kecamatan yang ada di wilayah Kotabaru.

Ada dua pejabat eselon III dan IV di Kecamatan Pulaulaut Timur, yang langsung dilantik oleh bupati di ruang aula pertemuan Kantor Camat Pulaulaut Timur, Kotabaru, Rabu (05/10).

Pejabat Eselon III yaitu Erawati, yang menduduki jabatan Camat Pulau Lauttimur dan Halim Perdana Putra yang menduduki jabatan Sekretaris Camat Pulaulaut Timur.

Selain itu juga dilantik Pejabat Eselon IV yaitu, Nor Janah sebagai Kasubbag Program dan Nuzulurrahman sebagai Kasubbag kepegawaian pada Kecamatan Pulaulaut Timur.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru Sayed Jafar mengatakan, kali ini memberikan kesempatan untuk para wanita untuk berkarir dalam mengelola wilayah kecamatan.

"Wanita biasanya lebih teliti makanya sekarang kita berikan kesempatan sebagai ujung tombak pemerintahan di kecamatan," kata Sayed Jafar.

Bupati berharap, camat yang sudah dilantik agar segera mungkin untuk mempersiapkan diri dan berkomunikasi dengan seluruh jajarannya juga masyarakat sehingga dapat saling bekerja sama untuk dapat mencapai percepatan pembangunan di Kotabaru.

Sebelumnya, Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, juga melakukan pelantikan terhadap pejabat di Kecamatan Kelumpang Hilir dan Kecamatan Kelumpang Hulu, Selasa, (4/10) di tempat masing-masing.

Untuk Kecamatan Kelumpang Hilir ada enam orang Pejabat Eselon III dan IV yaitu, Hj Ernawati sebagai Camat Kelumpang Hilir, Syamsuddin sebagai Sekretaris Camat, Akhyar Maulana sebagai Kasubbag program, Hanisyah sebagai Kasubbag keuangan, Ifa Soleha kasubbag Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Ruslan sebagai Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umun.

Sedangkan di Kecamatan Kelumpang Hulu ada tiga orang yaitu, Agus Salim Sumantri sebagai Camat Kelumpang Hulu, Nanang Ilmi sebagai Sekretaris Camat dan Sahdat sebagai Kasi Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga.

Tujuan pelantikan yang dilaksanakan di daerahnya masing - masing tersebut untuk lebih dekat dengan masyarakat sehingga mereka bisa mengetahui siapa orang yang memimpin daerahnya, ungkap bupati

"Karena selama ini ada pejabat yang sudah sekian lama menjabat di daerah tersebut namun masyarakat setempat tidak mengetahui siapa pemimpin mereka di daerah," tutur bupati.

Informasi yang di dapat bahwa nantinya bupati akan kembali melakukan pelantikan terhadap pejabat struktural baik eselon III maupun eselon IV di tiap kecamatan masing-masing yang ada di Kotabaru, untuk mengisi kekosongan pejabat di daerah tersebut.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
173 Pejabat Eselon III dan IV di Mutasi

173 Pejabat Eselon III dan IV di Mutasi

GEMA, PULAULAUT - Sebanyak 173 pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemkab Kotabaru dimutasi dan sebagian ada juga yang mendapatkan promosi jabatan.

Hal tersebut dilakukan agar adanya penyegaran dalam kinerja mereka biar tidak ada rasa jenuh, kata Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar.

Acara pelantikan dilakukan langsung oleh bupati di Gedung Paris Barantai, Senin, (3/10/2016).

Diharapkan dengan adanya pemindahan pejabat tersebut akan bisa meningkatkan kinerja mereka dan bisa membangun Kotabaru lebih baik lagi.

Daftar nama-nama Eselon III



Daftar nama-nama Eselon IV



Daftar nama-nama Eselon III dan IV Kecamatan dan Kelurahan










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Minggu, 02 Oktober 2016

Ratusan Pelajar Semarakkan Tahun Baru Islam

Ratusan Pelajar Semarakkan Tahun Baru Islam

GEMA, PULAULAUT - Ratusan pelajar yang tergabung dari pelajar SD hingga SMA semarakkan peringatan tahun baru Islam 1438 Hijriyah dengan keliling kota menggunakan pakaian muslim layaknya orang yang menunaikan ibadah haji, Minggu, (2/10).

Pelaksanaan karnaval sendiri dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI), yangmana puluhan peserta mengikuti jalannya acara tersebut penuh semangat dengan membawa berbagai macam miniatur sejarah Islam, seperti, Ka'bah, Burung Ababil, Unta, dan lainnya.

Ketua PHBI, H Muhammad Imran, menyampaikan, pawai 1 Muharram ini selain bertujuan untuk memeriahkan tahun baru islam 1438 H juga untuk mengenang sejarah hijrahnya Rasulullah Nabi besar Muhammad SAW dari Maktab menuju Madinah.

"Kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kecintaan dan menambah pengetahuan kepada para anak - anak khususnya para pelajar bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW, dalam membela agama Islam," ungkapnya.

Ia, pun berharap, agar kegiatan ini bisa tambah lebih meriah lagi pada pelaksanaan tahun depannya sehingga antusias masyarakat bisa meningkat dan juga selalu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah pastinya.

Karnaval sendiri diikuti sebanyak 32 peserta dari kalangan para pelajar, yaitu, tingkat SD sebanyak 17 peserta, SLTP 8 peserta sedangkan SLTA sederajat / umum sebanyak 7 peserta.

Rute yang ditempuh para peserta pawai adalah start dari Jalan M. Alwi, Jalan Veteran, Jalan Surya Gandamana, Jalan Singabana, Jalan Patmaraga, Jalan Agussalim, dan panggung kehormatan di depan kantor DPRD Kotabaru dan finis di Siringlaut.

Tampak dipanggung kehormatan Bupati Kotabaru, Sayed Jafar bersama istri, Wakil Bupati, Burhanudin bersama istri, Ketua DPRD, Hj Alfisah, Sekretaris Daerah, H Suriansyah beserta istri, Forkopinda, Ketua PHBI dan ratusan masyarakat.

Setiap peserta diberikan kesempatan menampilkan kreatifitas dan melakukan atraksi mereka di depan panggung kehormatan dimana bupati dan jajarannya memperhatikan dengan seksama penuh dengan kebahagian bangga terhadap generasi muda tersebut.











- Penulis : M. Sabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 01 Oktober 2016

Wahh.. Sebanyak 8.500 Guru Daerah Dipindahkan ke Provinsi

Wahh.. Sebanyak 8.500 Guru Daerah Dipindahkan ke Provinsi

GEMA, BANJARMASIN - Dari tujuh urusan pemerintah kabupaten dan kota yang resmi dialihkan ke pemerintah provinsi, salah satunya adalah pengelolaan pendidikan menengah. Aset dan seluruh guru SMA/SMK dan SLB akan beralih di bawah binaan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel.

Dengan begitu, status guru yang sebelumnya ASN daerah bakal berubah menjadi ASN provinsi. Dengan kenaikan status tersebut, banyak guru berharap tunjangan mereka juga akan dinaikkan. Namun harapan itu masih sebatas harapan, karena hingga saat ini pemerintah provinsi belum dapat memastikan apakah tunjangan guru akan dinaikkan.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, penentuan tunjangan guru akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. "Nanti secara teknis akan kita telaah terlebih dahulu sesuai dengan kemampuan daerah," katanya.

Menurutnya, yang terpenting adalah fokus pada pelaksanaan peralihan wewenang dari pemerintah daerah ke provinsi. "Yang berkaitan dengan tunjangan guru dan teknis lainnya nanti dulu disesuaikan dengan keuangan daerah," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Ia mengaku belum mengetahui apakah tunjangan guru yang akan beralih ke provinsi bakal naik atau tidak. "Mungkin kalau mau menaikkan tunjangan dengan kondisi keuangan seperti ini akan sulit," katanya.

Namun, menurutnya dengan ditariknya guru SMA/SMK dan SLB ke provinsi berdampak positif kepada keuangan Kota Banjarbaru. "Beban kita untuk pembiayaan hal-hal yang berkaitan dengan SMA/SMK dan SLB akan berkurang," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar Gusti Ruspan Noor juga mengakui bahwa tunjangan guru akan sulit dilakukan. "Mungkin tunjangan akan tetap disamakan saat guru menerima tunjangan dari daerah," katanya.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel sendiri sudah mengantongi data final jumlah guru SMA, SMK dan SLB yang diserahkan dari kabupaten dan kota. Total ada 8 ribu guru yang kini menjadi tanggung jawab provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Dr Ngadimun menjelaskan, jumlah guru berstatus ASN yang diserahkan ke provinsi mencapai 5.565 orang, sedangkan guru non ASN sebanyak 3.314 orang. Dari jumlah tersebut, ada 556 guru ASN yang masih bermasalah dalam pendataan. Permasalahan yang dimaksud karena yang bersangkutan belum bisa memasukan data ke Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian milik BKN.

“Permasalahan terjadi karena beberapa hal, misalnya ada guru PNS yang jadi kepala sekolah swasta, ada yang jadi guru di sekolah swasta dan lainnya, dan itu menunya belum ada di aplikasi BKN,” jelasnya. Sementara itu, mendapat tanggung jawab mengelola ribuan guru menuntut terjadinya perubahan struktur organisasi dan tata kerja di Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel maupun dinas pendidikan kabupaten dan kota.

Khusus di tingkat provinsi ada beberapa bidang yang dihilangkan, seperti Bidang Bina SMP, Bidang Bina SD, dan Bidang PAUDNI. Penggantinya ada bidang baru yaitu Bidang SMA, Bidang SMK, Bidang PKLK, dan Bidang Pembinaan Ketenagaan.

“Karena provinsi khusus menangani SMA, SMK dan PLB, jadi untuk SMP dan SD termasuk PAUD diserahkan ke kabupaten dan kota,” paparnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel Dr H Amka menambahkan, untuk mempermudah pengawasan dan pembinaan, ke depan akan dibentuk UPT. UPT ini berfungsi sebagai ruang koordinasi dan pembinaan bagi para guru.










- Sumber : kalsel.prokal.co