-->

Warga Hampang Inginkan Ada Rambu Lalu Lintas

GEMA, PULAULAUT - Sepanjang 25 KM jalan menuju Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru, tidak ada satu pun terpampang tanda rambu jalan peringatan di daearah tersebut apalagi daerah rawan kecelakaan kepada pengguna jalan, hingga sering terjadi kecelakaan lalu lintas di daerah itu.

Banyaknya jalan yang menanjak juga belokan ditambah jalan yang berlubang dimana mana dan badan jalan yang sempit hingga sangat diperlukan adanya rambu jalan untuk meminimalisir adanya kecelakaan didaerah tersebut.

Dikatakan Camat Hampang, Agus Salim Sumantri, dari simpang tiga jalan poros Kecamatan Kelumpang Hulu (Cantung) hingga masuk ke Kecamatan Hampang, tidak ada rambu-rambu jalan yang terpasang dari instansi terkait dalam hal ini Dishubkominfo.

"Sejak berdirinya kecamatan ini belum ada rambu rambu lalu lintas di wilayah tersebut, padahal tanda rambu jalan tersebut sangat diperlukan warganya dikarenakan banyak daerah rawan kecelakaan seperti tanjakan, dan belokan," ungkapnya.

Memang pihak kecamatan sudah pernah melakukan pengajuan kepada pihak Dishubkominfo bahwa perlu adanya pemasangan rambu rambu disepanjang jalan tersebut namun sampai sekarang hal tersebut masih belum terwujud.

"Kami tidak mengetahui kenapa hal tersebut belum terlaksana, mungkin anggaran terbatas ataupun masalah teknis lainya hingga sampai sekarang belum ada tindakan dari instansi terkait," tutur camat.

Padahal tambahnya, dengan adanya rambu-rambu jalan tersebut sangat diperlukan warga untuk meminimalisir kecelakaan karena sudah sering terjadi kecelakaan di daerah tersebut apalagi untuk warga luar Hampang ‎​yang ingin melintas di daerah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishubkominfo, Sugian Noor, mengatakan bahwa, rambu rambu jalan atau pun penunjuk jalan dan pembatas jalan memang sangat diperlukan untuk keselamatan berlalu lintas. Dan tahun ini seluruh kecamatan akan dipasangkan rambu rambu sebab ini adalah kewajiban dari pihak kabupaten untuk memenuhinya.

Hal ini tambah Sugian, Rambu atau pun penunjuk jalan adalah unsur keselamatan berlalu lintas dan pihak kecamatan yang belum memiliki rambu harus mengusulkan kepada pihak Dishub dimana saja titik titik rawan kecelakaan yang akan dipasang rambu tersebut, hingga nantinya pihaknya akan melakukan kajian terhadap lokasi itu.

"Pihak kami sudah mengusulkan kepada pihak provinsi dan pusat untuk memenuhi anggaran pengadaan rambu tersebut, karena pengendara sangat tergantung dari penunjuk jalan tersebut. Dan daerah rambu rambu di Kotabaru sudah 60 persen terpenuhi walau pun masih banyak kekurangan," tegas Sugian.

Ia pun berpesan bahwa nantinya semua lini harus ikut menjaga keselamatan berlalu lintas bersama seperti menjaga aset pemerintah tersebut dengan tidak merusak ataupun menjarah alat alat tersebut karena akan berpengaruh terhadap keselamatan bagi pengguna jalan.
 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kotabaru Siapkan Lahan 20 Hektar Untuk Sport Center

GEMA, PULAULAUT - Untuk memajukan olahraga di Kabupaten Kotabaru, berbagai fasilitas sarana dan prasana olahraga menjadi perhatian pemerintah setempat untuk ditingkatkan. Dan ada 10 desa yang akan dibangunkan fasilitas olahraga bahkan Pemkab Kotabaru sudah menyiapkan lahan sekitar 20 hektar untuk membangun sport center yang bertaraf nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, H Ahmad Fitriadi Fazrianoor, setiap desa nantinya akan ada olahraga unggulan dengan membangunkan sarana dan prasana pendukungnnya. Dan selain itu nantinya akan dibangun sport center, yangmana lokasi pusat kegiatan olahraga akan menjadi satu di daerah Desa Sebelimbingan, Pulaulaut Utara.

"Kita akan jadikan satu lokasi nantinya untuk olahraga di Kotabaru yaitu sport center di Desa Sebelimbingan, dan hal ini sudah mendapat persetujuan dari pihak Kementerian Olahraga dan rencananya pembangunan tersebut di mulai dari tahun 2016 hingga 2021," jelas Kadispora.

Mudah-mudahan hal tersebut akan segera terwujud dan akan menjadi sport center pertama di Kalimantan Selatan, ungkap Fitriadi saat acara louncing kebijakan strategis penyediaan prasarana olahraga yang berbasis keunggulan lokal, Sabtu, (24/7/2016) pagi di Siring Laut. 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Dearah Kotabaru H Suriansyah, membacakan sambutan bupati bahwa,  pemerintah menyambut baik dengan adanya hal tersebut dan diharapkan nantinya dapat memasyarakatkan olahraga dan membudayakan hidup sehat.

"Pembangunan olahraga di Kotabaru nantinya harus tetap berkesinambungan agar dapat menggali dan mendongkrak bakat putera dan puteri Bumi Saaijaan hingga bisa berprestasi di tingkat nasianal maupun internasional," ungkapnya.

Ditambahkan Suriansyah, bupati meminta maaf karena tidak bisa berhadir diacara tersebut karena berada diluar daerah dalam acara penerimaan penghargaan adipura di Riau, dan selain itu Bupati Kotabaru H Sayed Jafar juga menerima penghargaan K3 dari kementerian Tenaga Kerja, juga penghargaan terhadap pengolahan wajar tanpa pengecualian.

Selain menggelar louncing kebijakan strategis penyediaan prasarana olahraga yang berbasis keunggulan lokal, sebelumnnya juga diadakan senam sehat berhadiah yangmana para peserta senam akan diberikan doorprize.

Sebagai penutup acara dilakukan penandatangan pendukung oleh Setda, Ketua PKK, Ketua Darma Wanita, TNI AD, TNI AL, dan SKPD, juga Forkopinda.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Jembatan Kotabaru Mulai Pasang Pemancang di Bibir Laut

GEMA, PULAULAUT - Proyek pembangunan jembatan penghubung dua pulau yakni Pulau Kalimantan, Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru terus dikerjakan. Saat ini pembangunan jembatan sudah dilakukan pemasangan tiang pancang di bibir laut.

Pemerintah Provinsi Kalsel terus melakukan koordinasi kepada pemerintah pusat agar dana tambahan untuk pembangunan jembatan penghubung ini bisa terealisasi. Anggaran yang diharapkan dari pemerintah pusat sebesar Rp2,6 triliun. Sedangkan total pembangunan jembatan penghubung ini sebesar Rp3,6 triliun.

“Sambil menunggu dana dari pusat, kita tetap melakukan pembangunan dengan menggunakan dana sharing dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, kabupaten Kotabaru, dan provinsi,” kata Kepala Dinas PU Kalsel, Martinus.

Ia mengungkapkan, penggunaan dana sharing dari pemerintah daerah ini adalah untuk mempercepat pembangunan jembatan penghubung dua pulau tersebut. Untuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru masing-masing Rp250 miliar dan provinsi sebesar Rp500 miliar.

“Kami pembangunan jembatan penghubung ini selesai tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Bidang Pembangunan dan infrastruktur, H Badriansyah mengharapkan, pembangunan jembatan Pulau Laut-Pulau Kalimantan ini cepat selesai. Meski anggaran pemerintah pusat belum cair, namun pemerintah provinsi tetap melaksanakan pembangunan yang sudah direncanakan dengan matang tersebut. “Bila pembangunan jembatan penghubung ini selesai maka diharapkan perekonomian masyarakat di dua kabupaten ini bisa meningkat,” ujarnya.

Selain bermanfaat untuk masyarakat, pembangunan jembatan tersebut juga untuk menunjang kawasan industri nasional di Kabupaten Kotabaru. “Jembatan penghubung ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019,” kata politisi Partai Golkar ini.

Lokasi pembangunan jembatan Pulau Kalimantan-Pulau Laut ini terletak di kawasan Tanjung Serdang (Kotabaru) dan Tanah Merah (Batulicin). Berdasarkan kajian, jalur Tanjung Serdang-Tanah Merah ini memiliki akses langsung ke jalan raya Batulicin dan aksesibilitasnya lebih baik karena langsung ke wilayah pengembangan dan pemukiman.

Untuk panjang jembatan sekitar 3,6 Km kemudian ditambah dengan jalan penghubung totalnya sekitar 6 Km. Sedangkan untuk lebar jembatan akan menggunakan dua jalur dan enam lajur ditambah ada jalan untuk roda dua.










- Sumber : kalsel.prokal.co
Share:

Indocement Gelar Berbagai Program CSR

GEMA, TARJUN - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, melaksanakan berbagai program CSR di 10 desa binaan yang berlokasi disekitar operasional perusahaan.

Pada semester I tahun 2016 ini telah dilaksanakan program CSR yang terdiri dari pilar pendidikan, pilar kesehatan, pilar ekonomi, pilar sosial budaya agama dan olahraga, dan pilar keamanan serta suistainable development.

Kepala Dept SSECSR Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki mengatakan, program CSR Indocement dilaksanakan dengan berpedoman pada program 5 pilar pembangunan dan program tersebut diterapkan diseluruh lokasi usaha, baik di Pabrik Citereup, Pabrik Cirebon maupun Pabrik Tarjun serta seluruh terminal Semen Tiga Roda.

"Indocement akan terus memberikan bantuan kepada desa binaan dalam membangun sarana dan prasarana yang tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tuturnya.

Dilain pihak, CSR Officer Indocement Tarjun, Agus Rifani saat dijumpai mengatakan bahwa, adapun program CSR Indocement Plant Tarjun yang dilaksanakan pada semester pertama tahun 2016 pada pilar pendidikan yaitu bea siswa dan anak asuh, lomba kreativitas siswa.

Pembangunan sarana MCK dan fasilitas meja untuk TK Desa Langadai, pembangunan pagar SDN 1 Serongga, semenisasi halaman SDN Sidomulyo dan pembangunan siring jalan Madrasah TPA Desa Sungai Dua serta pembangunan ruang kelas TPA Desa Sungai Kupang.

Untuk pilar ekonomi ungkap Agus, seperti pembinaan, permodalan dan pelatihan untuk usaha kecil menengah (UMKM), penyalurkan kredit modal kerja untuk UMKM, bantuan alat tangkap ikan nelayan sedangkan untuk pilar kesehatan seperti Puskemas keliling guna pelayanan kesehatan disemua desa binaan, pemberian makan tambahan untuk anak guna hindari gizi buruk dan pembangunan  Posyandu Desa Cantung Kiri Hilir.

Dikatakannya lebih jauh, pilar sosial budaya agama dan olahraga, seperti bantuan perbaikan balai Dusun Simpang Tiga, pemasangan keramik dan plafon balai Desa Langadai, pembangunan taman dan pengecatan pagar kantor Desa Sidomulyo, sponsorship dan operasional rumah seni budaya Desa Tarjun dan pembangunan pagar masjid Darul Muttaqiin Desa Tarjun serta bantuan semen untuk sarana ibadah dan infrastruktur desa-desa binaan.

Masih kata Agus, untuk pilar keamanan telah dilakukan pembangunan pos Kamling 2 unit, training pemadaman kebakaran dan Linmas Tarjun, serta suistainable development berupa pemberdayaan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan penangkaran serta pembinaan kepada bank-bank sampah di desa-desa binaan.

"Semua program tersebut telah dilaksanakan tepat waktu dan semoga membawa manfaat serta kebaikan untuk masyarakat desa-desa binaan dan selanjutnya kami fokus untuk pelaksanaan program CSR pada semester II tahun 2016," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Camat Kelumpang Hilir, Budi Antara, menyatakan apresiasinya atas terlaksananya program-program CSR Indocement dan berharap program CSR yang dilaksanakan Indocement tersebut terus berlanjut dengan kegiatan-kegiatan yang juga bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Indocement, dengan berbagai program CSR nya yang langsung menyentuh masyarakat yang tentunya sangat membantu," ujarnya.











- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Puluhan Pelajar Ikuti Seleksi Pemilihan Pelopor Keselamatan Lantas

GEMA, PULAULAUT - Perwakilan dari pelajar tingkat menengah atas ‎​yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan yang digelar oleh Dishubkominfo.

Acara ini berlangsung selama dua hari mulai tanggal 23 hingga 24 Juli 2016, di Operation Room Pemkab Kotabaru.

Dalam penuturannya Joni Mashudi, selaku kabid Darat, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari sekolah menengah atas yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara.

"Ada beberapa materi yang akan diberikan yaitu, lalu lintas angkutan jalan, keselamatan lalu lintas, asuransi jasa raharja, dan nantinya semuanya akan dilakukan evaluasi," ungkap Joni.

Selain itu tambahnya, dari puluhan pelajar tersebut hanya akan diambil dua orang sebagai perwakilan di tingkat Provinsi Kalsel.

Sekedar diketahui, bahwa Kabupaten Kotabaru pada tahun 2015 kemarin meraih posisi kedua tingkat Provinsi Kalsel dan tingkat nasional peringkat ke 19 dari 50 peserta. 

Sebagai nara sumber (pembicara) dalam acara pelopor keselamatan lalu lintas tersebut, yaitu dari Bidang Lantas Polres Kotabaru, Ipda Ratno, dan dari Jasa Rahar, Joko Susilo.

Dalam kesempatan tersebut Pjs, Asisten II, H Akmad Rivai, menyampaikan sambutan bupati bahwa, keselamatan lalu lintas tanggung jawab bersama semua kalangan dan pemerintah sangat mendukung adanya pemilihan pelajar sebagai pelopor keselamatan dalam berlalu lintas.

"Bupati nantinya berencana akan melakukan pelebaran jalan tiga meter mulai Jalan Veteran hingga Tanjung Serdang, namun itu pun dirasa masih kurang dengan banyaknya angkutan apalagi saat jam kerja," ungkapnya.

‎​Dalam sambutannya diingatkan bahwa kesadaran dari para pelajar mulai dari pola pikir tentang berlalu lintas hal tersebut akan disosialisasikan mulai dari tingkat TK hingga sekolah menengah.

Nampak terlihat para peserta pemilihan pelopor keselamatan lalu lintas serius memperhatikan apa saja yang disampaikan oleh nara sumber.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Majelis Kepercayaan Kaharingan Gelar Rapat

GEMA, HAMPANG - Sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa aliran kepercayaan harus membentuk badan hukum dan mendaftarkan diri kepemerintah agar keberadaannya diketahui di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut ketua majelis aliran kepercayaan kaharingan Kabupaten Kotabaru, Sukirman, menggelar rapat untuk membahas apa yang harus mereka lengkapi untuk pengajuan berkas-berkas yang diminta pemerintah kepada anggotanya.

Perwakilan dewan dan anggota majelis kepercayaan dari enam kecamatan, yaitu,  Hampang, Sungai Durian, Pamukan Barat (Sengayam), Kelumpang Barat (Bungkukan), Kelumpang Hulu (Cantung), dan Pamukan Utara (Bakau) menggelar rapat. terkait penyusunan kelengkapan yang harus di sinergikan antara anggota majelis.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai kelengkapan yang harus mereka lakukan yaitu, harus mempunyai badan hukum, mempunyai logo (gambar), dan asal usul ajaran yang dipercaya. Selasa, (19/7) di balai adat Hampang yang dipimpin oleh ketua majelis aliran kepercayaan tingkat Kabupaten Kotabaru.

Dikatakan ketua majelis kepercayaan, Sukirman, kami diharuskan melakukan penyusunan mulai dari badan hukum, logo, dan asal usul ajaran aliran kepercayaan kaharingan dan nantinya akan diajukan ke pemerintah kabupaten hingga diteruskan kepemerintah pusat.

"Semua ini kami lakukan agar enam kecamatan jadi satu badan hukum dan diakui di Indonesia, biar anak cucu kami nantinya jelas keberadaannya untuk identitas mereka," ungkap ketua majelis.

Karena selama ini, tambah Sukirman, identitas, perkawinan dan yang lainnya menjadi persoalan dipemerintahan bagi warga yang menganut kepercayaan kaharingan sebab di Indonesia hanya lima agama yang diakui saat ini.

Ia pun berharap dengan adanya hal ini mudah-mudahan permasalahan yang dihadapi oleh warganya bisa cepat terselesaikan dan keberadaan mereka diakui dipemerintahan.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Aliran Kepercayaan Hampang Gelar Bawanang Putung Tahun

GEMA, HAMPANG - Warga suku dayak Desa Hampang Kecamatan Hampang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang menganut aliran kepercayaan kaharingan menggelar acara balian bawanang putung tahun (syukuran panen tahunan).

Kegiatan tersebut dilaksanakan warga setempat rutin setiap tahunnya setelah habis panen raya di balai adat Hampang, dan masa pelaksanaannya mulai dari 4 hari, 6 hari, 8 hari, 10 hari, dan 12 hari tergantung dari hasil panen yang mereka peroleh setiap tahunnya..

Hal tersebut dipercaya sebagai bentuk rasa syukur warga kepada  ‎​yang maha kuasa atas rejeki ‎​yang mereka dapatkan selama ini.

Dikatakan Sukirman, selaku ketua majelis aliran kepercayaan kaharingan tingkat Kabupaten Kotabaru, kegiatan tahun ini berlangsung selama enam hari enam malam di balai adat Desa Hampang.

"Acara ini sudah berlangsung sejak turun temurun hingga sekarang dan kalau masalah biaya patungan dari warga setempat," ungkap Sukirman.

Sukirman,  ‎​yang juga sebagai Kepala Desa Hampang, mengungkapkan bahwa ada proses acara yang harus dilakukan selama pelaksanaan enam hari enam malam tersebut diantaranya untuk dua malam yaitu baharian, untuk empat malam hingga enam malam yaitu bawanang.

Masih kata Kades Desa Hampang, bahwa ada beberapa acara balian di Kotabaru diantaranya Balian Dewa, Balian Darat, dan Balian Belahan Waluh.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

PNS Tertarik Program Rasionalisasi Pemerintah Pusat

GEMA, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Korps Pegawai RI (Korpri) Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan tidak ada kepanikan atau ketakutan dari 4,4 juta Aparat Sipil Nasional (ASN) akan rencana rasionalisasi satu juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sempat dikemukakan pemerintah pusat.

Sebaliknya, secara tidak langsung, diungkapkan Zudan sebagian PNS merasa tertarik dengan adanya program rasionalisasi atau pensiun dini yang ditawarkan pemerintah dengan niat menata kelembagaan dan kepegawaian akibat desakan perekonomian yang melemah.

"Tidak (ada ketakutan akan rasionalisasi). Kalau orang minta pensiun ditanya pesangonnya berapa? Kalau besar bisa jadi pensiun. Jadi, jangan dipandang misalnya proses untuk pensiun dini selalu negatif bisa jadi banyak yang berminat," kata Zudan usai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Selasa (12/7).

Bahkan, Zudan mengatakan banyak PNS dengan kinerja baik tertarik untuk mengikuti program pensiun dini tersebut. Hanya saja, tidak semua akan dikabulkan karena persoalan utama dari tidak efisiennya PNS adalah masalah distribusi.

"Yang bagus-bagus malah tertarik karena dia bisa buka peluang di tempat lain. Tapi, ini harus kita sikapi dengan bijaksana karena PNS kita ini tersebar di seluruh Indonesia," ungkap Zudan.

Lebih lanjut, Zudan mengatakan bahwa Korpri mendukung penuh rencana pemerintah melakukan rasionalisasi terhadap PNS dan membatasi rekrutmen baru untuk menggantikan posisi yang pensiun.

"Kita usulannya sama dengan Pak Wapres dan Pak Presiden. Kita alamiah, misalnya pensiun 500.000 diangkat 100.000 jadi berkurang terus. Pengurangannya secara alami jadi tidak dipotong di tengah jalan, pensiun dini misalnya kurang bagus. Istilahnya yang pensiun 500.000 yang diangkat 100.000. Itu bisa minus, sampai nanti ketemu PNS ideal," kata Zudan.

Tetapi, ditegaskan Zudan, permasalahan terkait kinerja PNS tidak hanya jumlah namun juga masalah distribusi terutama ke daerah.

Rasionalisasi satu juta PNS pertama kali dikemukakan oleh Menteri Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Yuddy Chrisnandi. Diharapkan rasionalisasi menjadi solusi atas masalah pengeluaran belanja pegawai yang jumlahnya cukup besar, yaitu 33,8 persen dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau di atas 60 persen di sekitar 294 Kabupaten/Kota. Dengan perhitungan, pengeluaran belanja pegawai pusat akan di bawah 30 persen.

Dengan asumsi pengeluaran belanja pegawai di pemerintah pusat harus di bawah 30 persen, pemerintah provinsi 35-40 persen, dan pemda kabupaten/kota tidak boleh lebih dari 50 persen, maka yang dikurangi (PNS) 20-25 persen. Dengan simulasi 4,5 juta pegawai yang ada, diperkirakan 33,8 persen belanja rutinnya. Lalu, akan dikurangi satu juta orang, berarti kurang lebih 25 persen akan berkurang. Hampir Rp 720 triliun (serapan belanja pegawai) dikurangi sekitar 25 persen.

Namun, diungkapkan Yuddy, untuk merealisasikannya akan ada empat kuadran atau pengelompokan. Kuadran pertama berisi PNS yang akan dipertahankan, yaitu yang produktif dan kompeten. Kuadran kedua, mereka yang akan dinilai ulang karena tidak produktif tapi kompeten, sehingga mungkin salah tempat.

Kuadran ketiga, berisi PNS yang produktif tapi tidak kompeten, sehingga harus disekolahkan atau mengikuti program sertifikasi secara berkesinambungan. Kuadran keempat, adalah mereka yang akan dirasionalisasi karena dinilai tidak produktif dan tidak kompeten. Serta kerap membuat masalah malas dan tidak disiplin.

Hanya saja, diungkapkan Yuddy bahwa Wapres Jusuf Kalla meminta perhitungan tersebut dikaji ulang bersama Kementerian Keuangan untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat. Demikian juga, wacana pengurangan PNS diminta untuk dikaji lebih lanjut agar tidak menimbulkan guncangan di pemerintahan.

Tetapi, pertengahan tahun 2016, belum terlihat realisasi dari rencana rasionalisasi satu juta PNS tersebut.










- Sumber : beritasatu.com
Share:

Ratusan Calon Haji Ikuti Manasik Haji

GEMA, PULAULAUT - Memasuki musim haji 2016 ratusan calon haji dari 21 kecamatan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengikuti bimbingan manasik masal yang digelar oleh Kementerian Agama, Kabupaten Kotabaru, Rabu, (13/7/2016), diaula Masjid Khusnul Khatimah.

Ada sekitar 130 calon haji asal Kabupaten Kotabaru yang nantinya akan bergabung di kloter 06 BDJ, bersama dengan 138 calon haji asal Kabupaten Tanah Bumbu dan 20 calon haji asal Kota Banjarmasin.

Kepala Kemenag Kabupaten Kotabaru, H Salman Basri, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji ini dilakukan agar para calon haji mengetahui tata tertib dan rukun haji ketika berada di kota suci Makkah dan Madinah.

"Bimbingan manasik haji ini lebih awal disampaikan kepada calon haji sebelum keberangkatan agar nantinya calon haji tidak kebingungan saat berada dikota suci," ungkap Salman.

Ditambahkannya, bimbingan manasik haji akan dilakukan sebanyak 10 kali yaitu di tingkat kabupaten sebanyak dua kali dan delapan kali di tingkat kecamatan.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan oleh Kabag Kesra, H Mukhyar bahwa, nantinya para calon haji agar dapat mempelajari dan memperhatikan apa yang akan disampaikan oleh pembimbing haji agar lebih mengetahui tentang tata tertib maupun rukun haji.

Diharapkan pula bagi para calon haji agar dapat mempersiapkan diri sejak dini baik kesehatan dan yang lainnya. Hal ini adalah sebagai sebagai bekal saat berada di tanah suci nantinya agar tidak mendapatkan kesulitan.

Informasi dari panitia haji bahwa calon jamaah haji (CHJ) asal Kotabaru rencananya akan diberangkatkan pada Sabtu, (13/8/2016) mendatang, langsung menuju asrama haji Banjarbaru.

Nampak terlihat di ruangan induk Masjid Khusnul Khatimah, 130 orang calon haji menyimak dengan seksama apa apa saja yang disampaikan oleh pembimbing dengan khusu.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

DPRD Kotabaru Sahkan Raperda Menjadi Perda

GEMA, PULAULAUT - Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru kembali melakukan pengesahan terhadap satu buah Rancangan Pembangunan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda), Senin, (11/7/2016) malam, di ruangan rapat paripurna lantai III.

Pengesahan tersebut mengenai RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah), untuk lima tahun kedepan dari tahun 2016 hingga 2021.

Salah seorang tim pansus DPRD Kotabaru, Sukardi menyampaikan, nantinya akan dibangun rumah sakit di Desa Seronga dan Desa Sengayam, agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat cepat terlayani.

Bukan hanya itu saja jebolan dari Partai Nasdem tersebut pun menyampaikan bahwa lima tahun kedepan agar semua rancangan pembangunan tersebut bisa terwujud untuk kesejahteraan masyarakat Saijaan.

Dalam kesempatan itu Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, menyampaikan pendapat akhirnya terkait RPJMD 2016 - 2021, yangmana sudah sesuai dengan peraturan daerah dan nantinya hasil keputusan ini akan di ajukan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk dijadikan acuan kerja lima tahun kedepan.

"Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah saja namun harus dilakukan bersama sama dengan DPRD Kotabaru, untuk menuju pembangunan yang lebih baik di Kotabaru," ungkap bupati.

Hingga akhir acara pengesahan berjalan lancar dan kondusif. Dan acara pun dirangkai langsung dengan halal bihalal antara kalangan legislatif bersama eksekutif dan Forkopinda serta undangan yang berhadir dengan suasana keakraban dan saling maaf memaafkan.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Pasar Blok E Kotabaru Harus Selesai Akhir Desember, Warga Diminta Ikut Mengawasi

GEMA, PULAULAUT - Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) beberapa hari lalu melakukan penandatanganan kontrak dengan PT Mutiara Indah Abadi. Penandatanganan kontrak itu pertanda akan dimulainya pekerjaan pembangunan los pasar blok E, Kompleks Pasar Kemakmuran Kotabaru.

Dikatakan Kepala Disdagsar Kotabaru Mahyudiansyah, Minggu (10/7/2016) melalui telepon genggamnya.

Menurut Wahyudi, sebelum dimulai pekerjaan rencana besok (hari ini Senin, 10/7/2016) dilakukan pemagaran sekeliling area proyek bersumber dari dana APBN sebesar Rp 6,8 miliar rupiah tersebut.

"Pemasangan pagar keliling untuk keamanan. Ya walau sebenarnya pemagaran tidak masuk dalam RAB atau rencana anggaran biaya," kata Mahyudi.

Dikatakan Mahyudi lagi, pekerjaan pembangunan los pasar blok E atau di lokasi eks kebakaran, secepatnya dilaksanakan mengingat waktu pelaksanaan yang sedikit.

Ia pun meminta pihak PT Mutiara Indah Abadi selaku kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum akhir Desember mendatang.

"Kontraktor dari Kalimantan Tengah. Dan kami minta kontraktornya bisa menyelesaikan proyek ini pada Akhir Desember," ucap Mahyudi.

Mahyudi juga menyatakan, selain meminta kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Dia berharap pula agar pekerjaan proyek tersebut sesuai spesifikasi sudah ditentukan.

Oleh karena itu, agar hasil proyek pembangunan los pasar blok E sesuai harapan, dimintanya juga semua elemen masyarakat turut melakukan pengawasan.

"Mari bersama-sama kita melakukan pengawasan. Termasuk kontrol dari media dan LSM atau Lembaga Swadaya Masyarakat,” aku Mahyudi.

Pembangunan los pasar blok E dengan kontruksi bertingkat dua, selain diprioritaskan untuk pedagang pecah belah yang berjumlah 70 pedagang. Namun, juga dibangunan tersebut juga akan di tempatkan pedagang kuliner.

"Pedagang pecah belah di tempatkan di bawah. Untuk kuliner di lantai atas. Kami akan tata bertahap untuk menghilangkan kesemrawutan," ujarnya.








- Sumber : Banjarmasinpost
Share:

Jelang Lebaran Bupati Kunjungi Desa Serongga

GEMA, SERONGGA - Hanya hitungan hari lebaran akan tiba, namun hal tersebut dimanfaatkan oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar bersama jajarannya untuk berkunjung ke Desa Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, Sabtu, (2/7/2016) dalam rangkaian safari ramadhan 1437 Hijriayah tahun 2016.

Rombongan bupati disambut langsung oleh Camat Kelumpang Hilir, Budi Antara bersama warga setempat yang sudah memadati lokasi di aula kantor camat dengan senang dan bahagia karena orang nomor satu di Bumi Saijaan tersebut bisa berkunjung kedesa mereka.

Moment tersebut dimanfaatkan warga Serongga untuk melakukan dialog tanya jawab langsung dengan bupati bersama instansi terkait mengenai pembangunan yang ada di desa mereka.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar menyampaikan, banyak insfrastruktur yang harus diperbaiki di setiap daerah karena sekitar 202 desa yang sudah dikunjungi mengalami permasalahan yang sama.

"Saya sudah mendatangi sekitar 202 desa semuanya mempunya masalah yang sama yaitu masalah air, listrik, dan jalan. Tiga hal tersebut harus segera dituntaskan agar bisa membuat sejahtera masyarakat Kotabaru," tegas bupati.

Salah seorang warga Desa Langadai, Hadi menyampaikan, listrik di desa mereka belum terealisasi padahal tiangnya sudah dilakukan pemasangan dengan anggaran ratusan juta, namun sampai sekarang belum juga ada kabar kelanjutannya.

Ditambahkan warga lainnya, Darmadi, kawasan tempat tinggal desa mereka dinyatakan daerah cagar alam dan harapan warga pemerintah bisa membantu menyelesaikan permasalahan yang mereka alami.

Hal tersebut menjadi perhatian bupati dan jajarannya untuk dimasukkan dalam agenda kerja dan akan segera ditindak lanjuti.

Acara dialog antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kabupaten tersebut berjalan tertib dan kondusif. Dan acara kembali dilanjutkan berbuka bersama sekaligus sholat magrib berjamaah di Mesjid Al Mujahirin Serongga.








- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bupati Kotabaru Maksimalkan Bantuan Untuk Pertanian

GEMA, BERANGAS - Untuk mewujudkan percepatan pembangunan pemerintah, Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, akan memaksimalkan bantuan kepada seluruh kelompok pertanian, perkebunan maupun perikanan yang ada di Kabupaten Kotabaru.

Dalam kesempatan safari Ramadhan ke Desa Berangas, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kamis, (30/6/2016), bupati menyerahkan bantuan berupa mesin alat pemotong padi dan bibit jagung, di Mesjid Nur yang berada di Desa Teluk Masjid.

"Bantuan ini merupakan wujud percepatan pemerintan daerah kepada kelompok pertanian, perkebunan dan perikanan yang ada di Kecamatan Pulau Laut Timur ini dan tolong dimanfaatkan dan dipelihara antar kelompok semaksimal mungkin," ungkap Sayed Jafar.

Bupati pun, menambahkan, kepada seluruh kelompok yang mendapatkan bantuan dapat memanfaatkan dan memeliharanya secara maksimal sehingga nantinya hasil yang mereka peroleh bisa lebih meningkat, dan apabila hasil produksi mereka meningkat bantuan tersebut akan ditambah.

Selain bantuan untuk kelompok pertanian, perkebunan maupun perikanan Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar juga menyerahkan bantuan pemeliharaan kepada pengurus Mesjid Nur dan Langgar Berangas.

Acara ini juga dihadiri oleh 13 Kepala SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah), camat, para alim ulama dan ratusan masyarakat yang memadati ruang induk mesjid.










- Penulis : Shabirin - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah