Home » » Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

Hak Cipta By : gemasaijaanonline Posting Hari : Minggu, 10 April 2016 Jam : 2:21:00 AM

GEMA, PAMUKAN SELATAN - Warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, yangmana masyarakatnya mayoritas petani inginkan adanya perhatian dari pemerintah daerah, terkait akses jalan di desa mereka yang sudah puluhan tahun rusak dan berlumpur namun belum ada perbaikan, padahal akses jalan tersebut selalu dipergunakan warga, diantaranya mengangkut hasil panen.

Sudah puluhan tahun warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kotabaru, harus melewati jalan berlubang dan berlumpur puluhan kilometer untuk membawa hasil panen mereka kedesa tetangga maupun keluar daerah untuk dijual.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Desa Talusi, Tarmidi, melalui via telepon, bahwa jalan di desa mereka sudah puluhan tahun rusak, apalagi bila hujan turun maka warga akan kesulitan melewatinya sehingga hasil panen pun sulit dibawa keluar desa untuk dijual.

"Mudah mudahan dengan bupati yang baru ini, bisa memperbaiki jalan tersebut karena akan berimbas dengan meningkatnya penghasilan warga, khususnya petani dalam membawa hasil panen keluar desa atau pun dari pemasok luar yang datang," harap Tarmidi.

Selain itu tambahnya, mereka kesulitan dalam mendapatkan pupuk untuk tanaman padi, juga belum adanya irigasi mengairi sawah warga. Dan sementara mereka menanam padi tanpa pupuk juga pengairan pun hanya mengandalkan air tadah hujan saja.

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, saat ditanya media masalah keluhan warga tersebut pada waktu peresmian pasar Sengayam beberapa waktu lalu mengatakan, memang dimana mana persoalan yang dialami warga adalah tidak adanya listrik dan keadaan jalan yang rusak.

"Saya sudah keliling kemana mana dan melihat sendiri keadaan didaerah tersebut, persoalannya bukan hanya di daerah Kecamatan Pamukan Selatan saja, namun hampir semua kecamatan di Kotabaru masalahnya sama," ungkap bupati.

Ia pun, menjelaskan, semua itu sudah dimasukkan dalam program pemerintah dan akan dijalankan pada tahun 2017 mendatang. Dan sementara ini akan melakukan koordinasi dengan PLN serta pihak terkait.  

Saat ini warga setempat membuat bibit padi sendiri. Dan menanam padi dengan cara alamai, hingga mereka hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Hal tersebut dikarenakan sulitnya warga mendapatkan pupuk ditempat mereka.

"Seandainya menggunakan pupuk dalam menanam padi tentu hasil petani setempat akan meningkat dengan panen lebih satu kali setahun," harap Tarmidi.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share this article :

1 komentar:

  1. Semoga YTH Bpk Bupati yg hanyar kwa labih lgi memperhatikn nasib wrgax yg tnggal di pedesaan

    BalasHapus

leave comment

Semua umpan balik Kami hargai dan Kami akan membalas pertanyaan yang menyangkut artikel di Blog ini sesegera mungkin.

1. Komentar SPAM akan dihapus segera setelah kami review
2. Pastikan untuk klik "Berlangganan Lewat Email" untuk membangun kreatifitas blog ini
3. Jangan Menggunakan Kata yang Mengandung SARA,PORNOGRAFI DLL
4. Jangan Tambah Link ke tubuh komentar Anda karena kami memakai system link exchange

5. Dilarang menyebarluaskan artikel tanpa persetujuan dari Admin.

Bila anda senang dengan artikel ini silahkan Ikuti Website Gema Saijaan atau berlangganan geratis Artikel dari blog ini. Pergunakan vasilitas diatas untuk mempermudah anda. Bila ada masalah dalam penulisan artikel ini silahkan kontak kami melalui komentar atau share sesuai dengan artikel diatas.

Me

Pilih Bahasa

 
Address : Jl.Jendral Sudirman No.82 Kabupaten Kotabaru
Telphone : 0812 5138 5020
Em@il : gemasaijaan@gmail.com
Website : www.gemasaijaanonline.info
Copyright © 2011-2016. Gema Saijaan Kotabaru Online - All Rights Reserved