Jumat, 29 April 2016

Taruna dan Taruni KRI Ki Hajar Dewantara 364 Sapa Warga Kotabaru

Taruna dan Taruni KRI Ki Hajar Dewantara 364 Sapa Warga Kotabaru

GEMA, PULAULAUT - Untuk kesekian kalinya  Kapal Republik Indonesia (KRI) singgah di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Dan kali ini Rabu, (27/4/2016) KRI Ki Hajar Dewantara, tambat di Kotabaru dengan membawa 41 taruna dan taruni dalam rangka pelatihan navigasi dan serangkaian kegiatan lainnya menyapa warga Kotabaru.

Dari serangkaian acara yang dilakukan oleh taruna dan taruni selama berada di Kotabaru, mereka juga menyapa masyarakat Saijaan melalui media Radio Gema Saijaan (RGS) 102 Fm milik pemda setempat yang dipandu oleh penyiar H Kisra Sarwansyah.

Dalam dialog yang berdurasi sekitar 30 menit tersebut baik taruna maupun taruni banyak menyampaikan pengalaman mereka selama bergabung bersama dengan angkatan laut dan mengajak serta memotivasi warga Kotabaru untuk bisa bergabung bersama mereka di Akademi Angkatan Laut (AAL).

Ada tiga taruna dan satu taruni yang berkesempatan menyapa warga Kotabaru langsung melalui radio yang di pimpin oleh Kapten Laut (P) Bambang Hermanto. dan tiga taruna tersebut adalah Sersan Mayor Dua, Yudha bela Nusantara, Sersan Mayor Dua, Tri prastyo Budi Utomo, Sersan Mayor Dua, Faisal Firmansyah, dan Sersan Mayor Dua, Irma Dewi.

Sersan Mayor Dua, Irma Dewi, yang berasal dari Jawa Timur, Nganjuk, dalam dialognya menyampaikan, setelah lulus SMA dia langsung mendaftarkan diri keangkatan laut karena sudah menjadi cita-cita awal menjadi tentara walaupun seorang wanita.

"Saya nekat jadi seorang tentara walaupun wanita karena orang tua bukan siapa-siapa hanya golongan rendah sebab kalau kuliah harus mengeluarkan biaya yang banyak," ungkap Irma.

Ia, pun memotivasi warga Kotabaru, untuk terus belajar dan berlatih karena ilmu tersebut akan terasah dan digunakan nantinya. Selain itu pengalaman bisa keliling Indonesia dan berlayar keluar negeri salahsatunya ke Itali, semua itu didapatkan selama bergabung dengan TNI AL, bebernya.

Ditambahkan Kapten Laut (P), Bambang Hermanto, kedatangan 41 taruna dan taruni KRI Ki Hajar Dewantara 364 ke Kotabaru ini adalah dengan misi melaksanakan pelatihan praktek navigasi pemanduan yang mana teori yang mereka sudah dapatkan untuk dipraktekkan langsung membawa kapal terhadap laut yang ada alurnya salahsatunya di Kotabaru ini.

Selain itu tambah Bambang, nantinya juga akan melakukan bhakti sosial kegiatan bersih-bersih pantai bersama masyarakat yang berada di pesisir pantai Kabupaten Kotabaru.

"Rencana setelah dari Kotabaru, akan kembali menelusuri Laut Jawa menuju Benoa, Bali, terus kembali ke pangkalan di Surabaya. Dan untuk pelatihan praktik ini sendiri dilaksanakan selama 10 hari," jelas Bambang.  












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Selasa, 26 April 2016

Ratusan Anak TK Lakukan Parade Kartini

Ratusan Anak TK Lakukan Parade Kartini

GEMA, PULAULAUT - Ratusan anak usia dini yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, memadati halaman Siringlaut untuk melakukan parade Kartini dengan pakaian adat keliling Siringlaut, walaupun dibawah terik mentari yang menyengat mereka tetap antusias.

Sekitar 940 orang anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), yang ada di 45 sekolah TK tersebar di Kecamatan Pulaulaut Utara mengikuti acara tersebut.

Sejak pagi mereka sudah memadati halaman Siringlaut, didampingi guru sekolah masing-masing dan orang tua dengan aneka macam pakaian adat bhineka tunggal ika yang dikenakan.

Setiap kelompok ada guru pendamping yang mengawal mereka keliling halaman Siringlaut, dan melewati panggung utama melambaikan tangan kepada bunda PAUD maupun IGTKI Kotabaru yang ada dipanggung utama.

Ketua Panitia pelaksana, Nur Aina, menyampaikan, acara ini adalah program tahunan IGTKI Kotabaru, dengan tujuan agar bisa menumbuhkan rasa kebangsaan dalam hati anak sejak dini dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.

"Diharapkan acara ini bisa membuat anak-anak bisa menghargai semangat dan perjuangan Kartini sejak dini," ungkapnya.

Walaupun raut wajah lemas dan kepanasan dibawah sinar mentari namun ratusan anak-anak tersebut penuh dengan semangat dan kecerian melakukan parade kartini diawali barisan drumband cilik dari TK Negeri Pembina Kotabaru, hingga acara berakhir.  










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 23 April 2016

PKK Hampang Gelar Lomba Kebaya

PKK Hampang Gelar Lomba Kebaya

GEMA, HAMPANG - Peringatan RA Kartini dilakukan oleh semua kalangan untuk mengenang perjuangannya, hal tersebut juga dilakukan oleh TP PKK, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, yang jauh berada dipelosok dengan menggelar lomba kebaya terhadap warganya.

Walaupun baru pertama kali dilaksanakan oleh TP PKK, Kecamatan Hampang, namun masyarakat setempat sangat antusias mengikuti kegiatan lomba tersebut.

Ketua PKK Hampang, Afifah Zahidah, mengatakan, acara ini bertujuan untuk membuat ibu-ibu setempat bisa percaya diri untuk tampil ditengah masyarakat sehingga bisa lebih berkembang kedepannya.

"Kebanyakan para ibu disini masih malu dan tidak percaya diri untuk tampil, dan ini pertama kali digelar namun mereka sangat antusias dengan adanya acara tersebut dan nantinya akan dilaksanakan setiap tahunnya," ungkap Afifah.

Ia, berharap kedepannya PKK Kecamatan Hampang akan lebih maju dan mampu percaya diri dengan tetap bekerjasama antara PKK kecamatan dan PKK desa setempat untuk mendongkrak keterampilan yang mereka miliki seperti anyaman bambu dan yang lainnya hingga bisa dipasarkan keluar daerah.

Disisi lain Camat Hampang, Agus Salim Sumantri, mengungkapkan, nantinya hasil kerajinan dari PKK Hampang tersebut akan ditampilkan dalam pameran peringatan hari jadi Kabupaten Kotabaru ke-66 tahun 2016.

Selain itu tambahnya, setiap PKK kecamatan dan desa di Hampang harus mempunyai keterampilan dan kuliner khas sendiri, walaupun letak Kecamatan Hampang yang jauh namun diharapkan tidak kalah dengan PKK yang lainnya di Kotabaru.

Nampak terlihat dilapangan warga memadati lokasi lomba yang berada di halaman kantor camat yang terletak di Desa Hampang, walaupun sempat acara tertunda karena diguyur hujan lebat tetapi acara kembali dilanjutkan penuh dengan kemeriahan dan terdengar sorak sorai dari para pendukung masing-masing peserta. 









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Senin, 11 April 2016

Satu Buah Bangunan Ludes Dilalap Sijago Merah

Satu Buah Bangunan Ludes Dilalap Sijago Merah

GEMA, PULAULAUT - Warga di kawasan Jalan Berangas, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru, dibuat geger dengan adanya Sijago merah yang melahap satu buah bangunan pertokoan tepat di seberang SPBU di wilayah setempat, Minggu, (10/4/2016), sekitar pukul 8.30 malam.

Warga setempat panik setelah mengetahui titik api berada tepat diseberang SPBU, dan tentunya was-was kalau kobaran api mengenai SPBU tersebut hingga melebar kepemukiman warga.

Kegaduhan tersebut bertambah setelah adanya pemadaman listrik diwilayah itu, hingga warga harus menggunakan alat penerangan seadanya untuk mengamankan barang dan berkas-berkas penting.

"Ya panik lah, kan apinya diseberang SPBU takut kalau menyeberang jadi bersiap siap," ungkap salah seorang warga.

Sekitar 30 menit kobaran api akhirnya bisa dikuasai oleh petugas kebakaran, hingga tidak melebar kepemukiman lain.

Belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan bangunan toko yang menjual alat-alat bangunan tersebut.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Minggu, 10 April 2016

Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

Jalan Rusak, Warga Desa Talusi Kesuliatan Bawa Hasil Panen

GEMA, PAMUKAN SELATAN - Warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, yangmana masyarakatnya mayoritas petani inginkan adanya perhatian dari pemerintah daerah, terkait akses jalan di desa mereka yang sudah puluhan tahun rusak dan berlumpur namun belum ada perbaikan, padahal akses jalan tersebut selalu dipergunakan warga, diantaranya mengangkut hasil panen.

Sudah puluhan tahun warga Desa Talusi, Kecamatan Pamukan Selatan, Kotabaru, harus melewati jalan berlubang dan berlumpur puluhan kilometer untuk membawa hasil panen mereka kedesa tetangga maupun keluar daerah untuk dijual.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Desa Talusi, Tarmidi, melalui via telepon, bahwa jalan di desa mereka sudah puluhan tahun rusak, apalagi bila hujan turun maka warga akan kesulitan melewatinya sehingga hasil panen pun sulit dibawa keluar desa untuk dijual.

"Mudah mudahan dengan bupati yang baru ini, bisa memperbaiki jalan tersebut karena akan berimbas dengan meningkatnya penghasilan warga, khususnya petani dalam membawa hasil panen keluar desa atau pun dari pemasok luar yang datang," harap Tarmidi.

Selain itu tambahnya, mereka kesulitan dalam mendapatkan pupuk untuk tanaman padi, juga belum adanya irigasi mengairi sawah warga. Dan sementara mereka menanam padi tanpa pupuk juga pengairan pun hanya mengandalkan air tadah hujan saja.

Bupati Kotabaru, H Sayed Jafar, saat ditanya media masalah keluhan warga tersebut pada waktu peresmian pasar Sengayam beberapa waktu lalu mengatakan, memang dimana mana persoalan yang dialami warga adalah tidak adanya listrik dan keadaan jalan yang rusak.

"Saya sudah keliling kemana mana dan melihat sendiri keadaan didaerah tersebut, persoalannya bukan hanya di daerah Kecamatan Pamukan Selatan saja, namun hampir semua kecamatan di Kotabaru masalahnya sama," ungkap bupati.

Ia pun, menjelaskan, semua itu sudah dimasukkan dalam program pemerintah dan akan dijalankan pada tahun 2017 mendatang. Dan sementara ini akan melakukan koordinasi dengan PLN serta pihak terkait.  

Saat ini warga setempat membuat bibit padi sendiri. Dan menanam padi dengan cara alamai, hingga mereka hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Hal tersebut dikarenakan sulitnya warga mendapatkan pupuk ditempat mereka.

"Seandainya menggunakan pupuk dalam menanam padi tentu hasil petani setempat akan meningkat dengan panen lebih satu kali setahun," harap Tarmidi.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
AKP Ubaldus, Lakukan Sosialisasi Operasi Bersinar Intan Melalui Media Radio

AKP Ubaldus, Lakukan Sosialisasi Operasi Bersinar Intan Melalui Media Radio

GEMA, PULAULAUT - Kasat Narkoba Polres Resort Kotabaru, AKP Ubaldus, Rabu, (6/4/2016) malam, melakukan sosialisasi masalah maraknya peredaran narkotika melalui satu perogram yaitu, Operasi Bersinar Intan, di media elektronik Radio Gema Saijaan 102 Fm (RGS), milik pemerintah daearah, agar masyarakat luas lebih mengetahui bahaya akan narkoba dan obat-obatan tersebut.

Ada dua tim dalam Operasi Bersinar Intan tersebut, yaitu tim kampanye sebagai penyuluhan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Sedangkan tim operasi adalah bersifat penindakan terhadap pelaku.

“Saat ini paling banyak kasus yang ditangani di Kotabaru adalah obat-obatan, namun hal itu sebenarnya bisa ditangani, dengan membawa mereka kerumah sakit Sambanglihum, Banjarmasin,” ungkap Ubaldus.

Selain itu tambahnya, para warga yang sudah kecanduan bisa dilakukan rehabilitasi kerumah sakit Sambanglihum Banjarmasin, Kalimantan Selatan, cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akan dilayani secara gratis sebab seluruh biaya sudah ditanggung oleh negara.

Sedangkan para pemakai yang tertangkap tetap akan dilakukan rehabilitasi namun petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel dan proses hukumnya tetap dijalankan.

Para pecandu lanjutnya, adalah kebanyakan masih orang yang sama atau pemain lama, karena beralasan faktor ekonomi, dan yang lainnya. Ubaldus, mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat tentang bahaya obat-obatan dan narkoba.

Selain itu untuk meminimalisir peredaran barang haram tersebut di wilayah Kabupaten Kotabaru yang cukup luas, sehingga para petugas Kamtibmas disebar di Polsek masing-masing kecamatan untuk menekan peredaran narkoba tersebut masuk ke Kotabaru, baik lewat jalur laut, darat, maupun udara.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 09 April 2016

Akses Jalan Desa Sekandis Sangat Memilukan

Akses Jalan Desa Sekandis Sangat Memilukan

Gema Saijaan - Desa Sekandis Kecamatan Pamukan Selatan, merupakan salah satu desa yang terisolir karena letaknya jauh dari pusat pemerintahan bahkan untuk mencapai kantor kecamatan masyarakat harus menempuh jarak sekitar 31 km. Selain lokasi desa yang jauh dari pusat kota, akses transportasi di Desa Sekandis juga sangat buruk. Selain itu, masyarakat di Desa Sekandis juga memiliki berbagai permasalahan lain seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Lokasi Desa Sekandis yang terisolir menyebabkan masyarakat desa kesulitan untuk menjangkau berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, dan pasar. Selain jarak yang jauh dari pusat kota, akses untuk menjangkau berbagai
fasilitas umum tersebut juga sulit karena kondisi jalan yang buruk dan tidak adanya sarana transportasi umum.

Jalan darat di Desa Sekandis kondisinya juga masih buruk. Sebagian besar jalan adalah tanah sehingga jika hari hujan penduduk tidak bisa melakukan aktifitasnya karena jalan yang amblas. Masyarakat biasa menggunakan transportasi laut (speedboat) untuk ke kota tetapi transportasi ini cukup mahal tetapi tidak sebanding dengan pelayanan keselamatan yang diberikan. Hal ini dikarenakan besar kapal yang lebih rendah dari ombak dan tidak disediakannya pelampung saat perjalanan laut sehingga tidak jarang mengalami kecelakaan. Masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar memperhatikan khuhusnya perbaikan jalan yang ada di Desa Sekandis.



Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 08 April 2016

Kotabaru Usulkan Bentuk 54 SKPD

Kotabaru Usulkan Bentuk 54 SKPD

GEMA, PULAULAUT - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana mengusulkan pembentukan 54 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang akan menyelenggarakan pemerintahan di daerah yang berjuluk `Bumi Saijaan".

"Rencana pembentukan SKPD tersebut merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah," kata Kepala Bidang Organisasi dan Tata Laksana Setda Kotabaru Minggu Basuki di Kotabaru, Rabu.

Selain UU No.23/2014, lanjut dia, juga berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

"Saat ini kami juga masih menunggu pergantian Peraturan Pengganti PP No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah," jelas Basuki.

Dikatakan, ke-54 SKPD tersebut terdiri dari, dua sekretariat, empat badan, 25 dinas, satu inspektorat dan satu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta 21 kecamatan.

Dua sekretariat tersebut, Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kotabaru.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan, serta Badan Keuangan dan Aset.

Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Ketentraman dan Ketertiban Umum Linmas dan Penanggulangan Bencana, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Selanjutnya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Dinas Perhubungan.

Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Energi, dan Sumberdaya Mineral, Dinas Transmigrasi, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

Kecamatan Pulau Sembilan, Pulaulaut Barat, Pulaulaut Selatan, Pulaulaut Kepulauan, Pulaulaut Timur, Pulau Sebuku, Pulaulaut Utara, Pulaulaut Tengah, Kelumpang Selatan, Kelumpang Hilir, Kelumpang Hulu, Kelumpang Barat, Kelumpang Tengah dan Kelumpang Utara.

Pamukan Selatan, Pamukan Utara, Pamukan Barat, Hampang, Sampanahan, Sungai Durian, dan Pulaulaut Tanjung Selayar.









- Sumber : kalsel.antaranews.com
PDAM Kotabaru Butuh Tambahan Embung

PDAM Kotabaru Butuh Tambahan Embung

GEMA, PULAULAUT - Untuk mengatasi terjadinya kemarau panjang yang melanda Kotabaru seperti beberapa waktu lalu, pihak Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kotabaru, membutuhkan adanya penambahan waduk yang berkapasitas lebih besar hingga dua juta kubik.

Direktur PDAM Kotabaru, Noor Ifansyah, saat dijumpai di instalasi pengolahan air gunung relly, Senin (21/3), mengatakan, bahwa harus ada penambahan penampungan air baku seperti halnya waduk gunung ulin. dan minimal penambahan tersebut harus satu juta kubik.

“Kalau Kotabaru ingin terbebas dari musim kemarau yang berkepanjangan maka harus memiliki penampungan air 1500 hingga dua juta meter kubik air, jadi masih memerlukan lima sampai enam buah embung,” ungkap Ifan.

Saat ini air baku di Waduk Gunung Ulin berada dibatas normal dengan ketinggian enam meter, dengan kemampuan daya simpan 180 ribu meter kubik. Namun itu sangat tidak cukup untuk mengatasi musim kemarau di Kabupaten Kotabaru, dikarenakan dam-dam penampungan tersebut itu sifatnya cuma sebagai penangkap air saja.

Direktur PDAM, menjelaskan, apabila debit sungai yang menjadi sumber air sudah tidak bisa mengalir ke waduk maka pemakaian perhari untuk wilayah Gunung Ulin, Gunung Relly dan Gunung Pemandangan akan turun lima centimeter.

Ifan, mengharapkan, perencanaan pembangunan embung di Desa Tirawan pada tahun ini tidak ada kendala, dan pada tahun 2017 nanti akan dibangun lagi embung di gunung perak sehingga capaian satu juta meter kubik air bisa tercapai dan walaupun musim kemarau tiba air di Kabupaten Kotabaru bisa lebih panjang daya tahannya.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Lomba BMX Jaring Bibit Untuk Porprov 2017

Lomba BMX Jaring Bibit Untuk Porprov 2017

GEMA, PULAULAUT - Untuk pertama kalinya Kabupaten Kotabaru mengadakan lomba sepeda BMX dan BMT tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah, dalam rangkaian menjaring bibit untuk  menghadapi Porprov di Kabupaten Tanjung, Kalimantan Selatan, 2017 mendatang.

Panitia pelaksana Ikatan Spot Indonesia (ISI), yang ada di Kotabaru menggelar event lomba balap sepeda BMX maupun BMT tersebut selama dua hari, di kawasan Stagen, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kilometer 6,5 untuk menjaring para atlit muda dalam pagelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), 2017 nantinya.

Salah seorang panitia pelaksana, Muhammad Teguh, mengatakan, bahwa para pemenang nantinya akan dilakukan pembinaan dalam mengikuti ajang yang pertama kali di adakan di Porprov 2017.

"Dengan adanya lomba sepeda BMX atau pun BMT tersebut tentu memberikan wadah tersendiri bagi para warga Kotabaru umumnya dan khususnya bagi anak-anak muda dalam menyalurkan bakat atau hobi mereka," ungkap Teguh.

Para peserta yang mengikuti lomba BMX yaitu, untuk tingkat SD sebanyak 43 orang, dan tingkat SMP sebanyak 33 orang. Sedangkan kelas BMT yaitu, tingkat SMP 30 orang, tingkat SMA 29 orang, dan umum 22 orang.

Lomba tersebut disambut baik oleh warga Kotabaru, nampak terlihat mereka antusias dengan adanya acara ini dan memadati lokasi lomba walau pun cuaca saat itu panas menyengat.












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
ITP Latih PKK Langadai Cara Bertani

ITP Latih PKK Langadai Cara Bertani

GEMA, TARJUN - Melalui program Corporate Social Responsbility (CSR), Perusahaan produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Plant Tarjun, sekitar 20 orang anggota PKK Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, dilatih cara bertani di Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).

Manager Indocement, Ir H Achmadi menyampaikan, pelatihan tersebut dilakukan guna menarik minat masyarakat untuk bertani khususnya petani sayuran atau hortikultura agar tidak terjadi kekurangan sayuran dimasyarakat.

“Ini yang ketiga kalinya dilakukan oleh pihak perusahaan, dan kedepan perusahaan akan terus membina warganya sehingga lahan-lahan kosong yang dimiliki warga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan para petani mampu meningkatkan hasil panen mereka sehingga pendapatan masyarakat bisa bertambah,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Achmadi, pelaksanaan pelatihan lebih awal dirasa penting dan selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Karena faktor keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesungguhan warga untuk berkembang. Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan berupa bibit serta pendampingan langsung kepada masyarakat.

Salah satu peserta pelatihan Sumarni, dari RT 01/RW.01 Desa Langadai mengatakan, ia bersyukur dengan adanya pelatihan yang di fasilitasi oleh Indocement tersebut banyak mendapatkan informasi, yangmana dulunya kami hanya mendapatkan informasi cara bertani dari keluarga saja.
 
Sementara, narasumber kegiatan Kepala P3M Indocement Plant Tarjun, I Wayan Kedep Sudhiarta mengatakan bahwa, ada beberapa materi yang disampaikan misalkan saja terkait dengan jenis tanah, pengelolaan tanah untuk budidaya pertanian yang baik, dan pemahaman kepada petani tentang cara menjaga kesuburan tanah, penanaman, jenis-jenis pupuk, hama dan penyakit tanaman, pemeliharaan serta pemasaran.

"Keinginan peserta untuk mengembangkan usaha sangat baik apalagi di lingkungan sekitar warga sangat mendukung dan lahan juga kebutuhan air cukup apalagi mereka mendapat dukungan dari pemerintah desanya," ungkapnya.

Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi mengungkapkan, melihat kondisi tanah di wilayahnya sangat baik tentunya, kedepan akan sangat bagus prospeknya untuk usaha pengembangan usaha pertanian. Dan mayoritas warga disini adalah petani.

Pelatihan dasar pertanian ini merupakan realisasi dari Pilar Pendidikan dan Pilar Ekonomi, dua dari 5 pilar yang mendasari Program Bina Lingkungan sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR), tentunya juga ini merupakan upaya untuk menciptakan unit-unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang pertanian di desa binaan dan aplikasinya kepada 10 desa binaan sekitar operasional pabrik untuk dikembangkan.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online