-->

Wacana Pensiun Dini, BKD Banjarmasin Akan Cek PNS Lulusan SMA

GEMA, BANJARMASIN - Beberapa hari terakhir, sejumlah lulusan SMA di seluruh Indonesia gelisah. Pun di Kalsel Penyebabnya ada wacana pensiun dini bagi PNS yang lulusan SMA sederajat.

Rasionalisasi PNS yang akan dilakukan pemerintah. Kualitas PNS di Indonesia masih banyak yang berada di bawah standar kompetensi.

PNS yang memiliki tingkat pendidikan di bawah standar kini menjadi target rasionalisasi PNS. Pasalnya, saat ini jumlah PNS pusat dan daerah mencapai 4,517 juta.

Terkait kebijakan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)Kota Banjarmasin, Ahmad Husaini, mengaku sudah mendengar wacana tersebut. Namun sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi.

"Ini seperti isu-isu lain, seperti tak ada pengangkatan honorer menjadi PNS dan lainnya. Kami belum terima surat resminya," katanya.

Meski begitu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mendata kembali PNS di lingkungan Pemko Banjarmasin, terutama yang masih lulusan SMA. "Masih ada yang lulusan SMA, tapi belum kami data ulang," katanya.

Menurutnya, data harus diperbaharui lagi karena ada PNS yang saat masuk lulusan SMA namun sambil kuliah. "Banyak yang lulusan SMA kuliah untuk bisa meraih gelar S1," katanya.

Salah satu PNS yang tetap kuliah meski menggunakan ijazah SMA saat mulai bekerja, Arbain, mengaku saat menjadi PNS dia memang hanya lulusan SMA.

Namun, kini dia sudah meraih tingkat pendidikan diploma tiga. "Saat jadi PNS saya lulusan SMA, sekarang diploma III," ujarnya.

Sebelumnya, Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmaja, beberapa hari lalu, ada 39 persen PNS yang kemampuannya di bawah rata-rata.

"Target rasionalisasi adalah PNS yang pendidikannya SMA, SMP, dan SD. Selain pendidikannya rendah, kompetensinya juga kurang," kata Setiawan dikutip satu situs nasional.

Dia menyebutkan, PNS di instansi daerah yang lulusan SMA sebanyak 26,5 persen. Sedangkan SMP serta SD masing-masing 1,9 dan 1,2 persen.

Sementara itu, PNS lulusan SMA di pusat mencapai 26,3 persen. Sedangkan lulusan SMP serta SD mencapai 1,8 dan 1,1 persen.

"Target pemerintah, yang menjadi PNS minimal lulusan diploma. Saat ini jumlah PNS daerah yang mengenyam pendidikan diploma 23 persen dan 13,9 persen di pusat," jelas Setiawan.

Untuk lulusan S1, PNS daerah sebanyak 43,9 persen. Sedangkan di pusat mencapai 42,4 persen. Sementara itu, PNS lulusan S2 di pusat sekitar 13,2 persen. Sedangkan daerah mencapai 3,5 persen. Di sisi lain, lulusan S3 untuk PNS pusat 1,26 persen dan daerah 0,03 persen. (ire)










- Sumber : Banjarmasin Post
Share:

1,37 Juta PNS Dipensiunkan Dini, Diberi Pesangon

GEMA, JAKARTA - Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kebijakan, Penyusunan, Evaluasi Program, dan Pembinaan SDM Kementerian Pendayagu‎naan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Bambang Dayanto Sumarsono mengatakan, PNS yang masuk daftar rasionalisasi‎ akan diberikan kompensasi. Dengan demikian, PNS yang dirumahkan tersebut bisa memikirkan alternatif pekerjaan lainnya.

"PNS yang kena rasionalisasi akan diberi pesangon. Dalam usulan kami, pesangonnya diberikan sekaligus dan tidak dicicil agar bisa dimanfaatkan PNS-nya untuk usaha dan lain-lain. Tapi keputusan akhirnya ada di Kementerian Keuangan, karena mereka paling tahu apakah dana cukup atau tidak," ujar Bambang kepada JPNN, Sabtu (5/3).

Dia mencontohkan, bila PNS yang kena rasionalisasi umurnya 45 tahun, maka pesangonnya dihitung berdasarkan masa kerja hingga 58 tahun sesuai batas usia pensiun (BUP) yang diatur dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

PNS yang mendapatkan pesangon, syaratnya sudah mengabdi minimal 10 tahun.

"Rasionalisasi berupa pensiun dini juga diberlakukan untuk PNS yang pengabdiannya minimal 10 tahun," sergahnya.

Dalam roadmap rasionalisasi, ada sekira 1,37 juta PNS jadi target. Mereka tersebar di jabatan fungsional umum dengan pendidikan SMA, SMP, dan SD.

Rasionalisasi akan dilakukan bertahap selama empat tahun, sehingga pada 2019 jumlah PNS menjadi 3,5 juta dari 4,517 juta pegawai. (esy/jpnn)‎









- Sumber : Jpnn.com
Share:

Dua Jam Hujan Rumah Warga Terendam

GEMA, PULAULAUT - Sekian lama dilanda kekeringan dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih kini warga Kotabaru disibukkan dengan luapan air hujan yang merendam jalan bahkan tempat tinggal mereka dikarenakan curah hujan yang tinggi sekitar dua jam mengguyur kota Bumi Saijaan tersebut.

Sekitar pukul 20.30 Wita, hujan mengguyur Kotabaru, dengan intensitas tinggi dan akibatnya kawasan rendah kembali terendam air, Jum'at, (4/3/2016) malam, bukan hanya jalan saja namun pemukiman warga pun ikut terendam setinggi lutut orang dewasa.
    
Sebenarnya hal tersebut klasik, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi maka kawasan Jalan H Agussalim, Jalan Diponogoro, dan Jalan Veteran, menjadi langganan banjir.

Hal tersebut dikarenakan drainase tidak berfungsi maksimal untuk menyalurkan air, nampak terlihat dilokasi drainase yang ada tidak mampu menampung volume air hujan sehingga meluap kebadan jalan bahkan pemukiman warga.

Pantauan dilapangan warga bergotongroyong membersihkan pekarangan rumah mereka dan jalan dari sampah yang menutup saluran air agar tidak tersumbat dengan menggunakan peralatan seadanya walaupun dingin menyelimuti tubuh mereka.

Hingga berita ini diturunkan hujan masih belum berhenti mengguyur Bumi Saijaan, Kotabaru, walaupun dengan skala kecil.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

ITP Tarjun Bangun Los Pasar Tradisional

GEMA, TARJUN -Perusahaan produsen semen Tiga Roda PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP) Plant Tarjun, melalui program Corporate Social Responsbility (CSR), memberikan bantuan kepada masyarakat desa binaan dengan membangunkan los pasar tradisional yang ada di Desa Tarjun Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru.

Turut hadir pada acara serahterima bangunan los pasar Desa Tarjun, Management Indocement, Pemerintahan Kecamatan Kelumpang Hilir, tokoh masyarakat, alim ulama, aparat desa, BPD dan LPM tokoh pemuda Desa Tarjun.

Management Indocement, SSECSR Dept Head Teguh Iman Basoeki, menyampaikan, pembangunan los pasar tradisional Desa Tarjun tentunya program CSR perusahaan khususnya dalam pilar ekonomi dan pilar kesehatan yang bekerjasama dengan aparat dan masyarakat Desa Tarjun.

“Dengan adanya tambahan los pasar tersebut dan renovasi bangunannya kita sama-sama berharap Desa Tarjun mempunyai pasar yang lebih tertata, sehat dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi desa,” tutur Teguh.

Sedangkan untuk bangunan los pasar itu sendiri lebar 8 meter dengan panjang 30 meter. Dan perusahaan berharap masyarakat Desa Tarjun dapat memelihara dan memanfaatkan pasar tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari hari sehingga dapat meningkatkan pekonomian di Desa Tarjun, ungkap Teguh.

Menanggapi hal tersebut Camat Kelumpang Hilir, Budi Antara SP, mengatakan, dengan adanya bantuan dari Indocement itu adalah upaya nyata untuk meningkatkan perekonomian yang disadari sangat diperlukan baik sarana dan prasarana yang mendukung.

“Kami sangat mengapresiasi pembangunan los pasar Desa Tarjun itu. Semoga menjadi aktivitas perdagangan yang lebih baik guna meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan. Apa yang telah diberikan perusahaan tersebut agar kiranya dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, ditata rapi, sehat dan kemudahan serta kenyamanan bagi warga,” papar Camat bangga.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Tarjun, Sahrani bahwa, sebelumnya kondisi pasar harian desa tidak teratur dan jumlah los yang disediakan tidak mencukupi untuk pedagang berjualan hanya sekitar 65 pedagang dan sekarang bertambah menjadi 76 pedagang.

“Dengan adanya bantuan tambahan los pasar tersebut pedagang yang sudah menjadi pelaku usaha kami pastikan mendapatkan tempat. Dan sekedar diketahui untuk sekarang jumlah pasar yang dimiliki oleh desa ini sebanyak 2 buah yakni pasar harian desa dan pasar mingguan,” ucap Kades menerangkan.

Ia mewakili Pemerintahan Desa sangat menyambut baik dengan adanya program perusahaan ini sehingga ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Dan berharap Indocement terus melakukan program lainnya yang juga bermanfaat buat desa kami.

Dilain pihak, salah satu masyarakat dari RT 01 RW.01 yang juga pedagang dari Desa Tarjun Riyan Rusmadi mengungkapkan, ia yang dalam kesehariannya berjualan ikan dan sayur mayur sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Indocement, karena sebelumnya bangunan pasar yang ada sudah terasa kurang nyaman, belum lagi tidak tertata dan sudah mulai rusak.

“Sekarang kondisi pasar sudah lebih nyaman, karena tertata dengan baik dan pastinya juga bersih, dari semua pedagang berharap kondisi pasar saat ini agar bisa dipertahankan, jika memungkinkan bisa lebih baik lagi, utamanya akses jalan pengunjung pasar masih perlu ditata lebih baik lagi,” ujarnya berharap.










- Penulis : Agus Rifani ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah