Kamis, 24 September 2015

Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Terpisah Saat Melontar

Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Terpisah Saat Melontar


GEMA, MINA - Setelah melakukan wukuf di Arafah dan mabit di muzdalifah hingga menyandang titel haji. Jamaah haji Kloter 08 BDJ terpisah saat di Mina melakukan pelontaran karena adanya insiden tabrakan jamaah haji dari seluruh dunia di muara jamarat hingga mengakibatkan ratusan jamaah haji luka luka dan meninggal dunia.

Sebelumya sekitar pukul empat pagi waktu setempat rombongan haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru tiba di Mina dan menempatai maktab 42 untuk melakukan serangkaian kegiatan pelontaran di Jamarat.

Hal itu di benarkan oleh TPHI Kloter 08 BDJ, H Ruslan Effendi, melalui via telepon, "Memang benar rombongan kita terpencar namun di saat ingin keluar dari lokasi jamarat karena padatnya lokasi oleh jamaah haji dari seluruh dunia," kata H Ruslan.

Tiap rombongan membawa bendera masing masing yang di kibarkan agar mempermudah para jamaah haji mengenali rombongan mereka di tengah banyaknya jamaah haji yang berjejal.

"Semuanya jamaah haji kita sudah melaksanakan pelontaran namun sekitar 70 persen yang bisa keluar dari lautan manusia tersebut, dan sekitar 30 persen lagi jamaah terpencar saat ingin keluar dari pelontaran," jelas Ketua TPHI.

Hal tersebut terjadi karena banyaknya manusia yang berjejal dan adanya pemblokiran lokasi di sebabkan adanya insiden di pelontaran yang menewaskan ratusan jamaah haji.

Dan akibat terpencarnya jamaah haji Kloter 08 BDJ tersebut hingga sampai berita ini di turunkan masih ada sembilan jamaah haji Kloter 08 BDJ belum kembali ke perkemahan, ungkap H Ruslan.

Ia, pun berkoordinasi dengan petugas haji di Arab Saudi, tentang sembilan jamaah haji yang belum kembali ke perkemahan dan informasi di dapat mereka berada di perkemahan India, Pakistan, serta di lokasi tertentu dan siap di jemput untuk kembali ke perkemahan berkumpul dengan rombongan Kloter 08 BDJ.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Arafah Diguyur Hujan Gerimis dan Angin Kencang

Arafah Diguyur Hujan Gerimis dan Angin Kencang

GEMA, ARAFAH - Sekitar 30 menit menempuh perjalanan dari Kota Mekkah, akhirnya rombongan haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, tiba Arafah sekitar pukul empat sore waktu setempat dan disambut dengan hujan gerimis juga angin kencang.

Hal tersebut dikatakan Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) Kloter 08 BDJ, H Ruslan Effendi melalui via telepon siaran langsung di Radio Gema Saijaan 102 Fm, Rabu kemarin.

"Alhamdulillah, semua jamaah dalam keadaan sehat walau pun ada kelelahan dan sudah beristirahat di tenda. Dan sempat ada hujan gerimis juga insiden angin kencang yang merobohkan tenda para jamaah haji namun untuk tenda Kloter 08 BDJ tidak apa apa walau sempat goyang," kata H Ruslan.

Ia pun, menjelaskan, jamaah haji kita belum mendapatkan makanan di siang hari namun jatah makan tersebut baru di bagikan pada malam hari, akan tetapi sudah di antisipasi dengan perbekalan yang di bawa masing masing jamaah.

Sekedar di ketahui bahwa di Arafah jamaah haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru yang berjumlah sekitar 357 orang menempati dua tenda, satu tenda besar di isi oleh Kotabaru dan Tanah Bumbu, sedangkan satu tenda besar lagi di isi oleh jamaah Banjarbaru bersama Kloter Surabaya.  










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Tinggalkan Mekkah

Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Tinggalkan Mekkah

GEMA, MEKKAH - Sekitar satu minggu berada di Kota Mekkah wilayah Mahbas Zin, akhirnya jamaah calon haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru diberangkatkan ke Arafah, Selasa, (22/9/2015) sekitar pukul 09.00 WAS (Waktu Arab Saudi), dan tiba pukul empat sore waktu setempat.

TPHI Kloter 08, H Ruslan Effendi, mengatakan, keberangkatan Kloter 08 yang rencananya di angkut dengan tujuh armada bis namun pada pelaksanaannya hanya mendapatkan lima bis saja.

"Alhamdulillah, semuanya bisa terangkut dengan lima bis tersebut walau pun sebagian yang muda muda harus berdiri agar bisa muat," ungkap H Ruslan.

Untuk kesehatan jamaah mayoritas sehat walau pun ada sebagian yang terserang batuk dan flu namun masih bisa di tangani pihak kesehatan kloter, kata dr Adi selaku TKHD.

"Kami terus melakukan pengawasan kepada jamaah terutama yang Resti (Resiko tinggi) mendapat pengawasan khusus petugas medis karena suhu udara di Arafah berkisar 43 hingga 50 derajat," jelas dr Adi.



   










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
170 Jamaah Haji Kotabaru Masih Lengkap

170 Jamaah Haji Kotabaru Masih Lengkap

GEMA, MEKKAH - Setelah keberangkatan meninggalkan tanah air hingga sekarang jamaah haji Kotabaru yang tergabung di Kloter 08 BDJ masih lengkap 170 orang jamaah haji.

Walau pun ada sebagian jamaah yang sudah terserang batuk dan filek namun masih bisa di atasi oleh tim kesehatan daerah. Dan perlu di ketahui dari 170 jamaah haji asal Kotabaru ada sekitar 46 orang yang dinyatakan Resti (Resiko tinggi) yang harus mendapat perhatian khusus.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tim Kesehatan Daerah (TKHD), dr Fakhrudin atau yang di kenal dengan dr Adi, "Memang rata rata jamaah haji asal Kotabaru mayoritas usia lanjut dan harus mendapatkan perhatian khusus petugas," katanya.

Masih kata dr Adi, jauhnya jarak dari pemondokan sekitar dua kilometer, hingga membuat jamaah kelelahan dan kami pun menyarankan agar mereka jangan memporsir tenaga karena untuk persiapan wukup nanti terutama kepada jamaah yang tua tua.

"Kami terus melakukan kontrol tiap kamar dan memberikan stiker di pintu kamar jamaah untuk mempermudah melakukan pemeriksaan. dan mereka di berikan gelang warna merah, kuning juga hijau, pertanda penyakit mereka mulai dari asrama haji Banjarbaru," jelas dr Adi.

Namun secara keseluruhan jamaah asal Kotabaru dalam keadaan sehat dan siap melakukan wukuf di Arafah nantinya dan tidak ada yang di safari wukuf kan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online