Sabtu, 11 Juli 2015

Kotabaru Bangun Jembatan Terpanjang Di Indonesia

Kotabaru Bangun Jembatan Terpanjang Di Indonesia

GEMA, SALINO - Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, membangun jembatan terpanjang di Indonesia dengan bentangan 6,5 kilometer yang akan menelan biaya sebesar Rp3,7 triliun.

Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Ariffin di Kotabaru, Kamis mengatakan, untuk saat ini jembatan Tanjung Serdang, Kabupaten Kotabaru-Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan yang pembangunanya dimulai Kamis (9/7), masih yang terpanjang di Indonesia, lebih panjang dari Jembatan Surabaya-Madura yang memiliki bentangan 5,4 kilometer.

"Meski pembangunan diproyeksikan akan menelan waktu hingga lima tahun, tetapi kita semua berharap apabila masing-masing daerah komitmen untuk fokus mengalokasikan anggaran maka pembangunan jembatan cukup waktu tiga tahun," terang Gubernur pada acara Ground Breaking atau peletakan batu pertama di Tanjung Serdang, Kotabaru.

Gubernur berharap, dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pulaulaut dengan daratan Kalimantan tersebut, mampu mendorong laju roda pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan, khususnya untuk Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Dikatakan, pembangunan jembatan yang menyambungkan Pulau Laut dengan Pulau Kalimantan itu akan menelan dana sekitar Rp3,7 triliun dengan dana patungan.

Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu masing-masing sekitar Rp250 miliar, Pemprov Kalimantan Selatan Rp500 miliar, dan sisanya sekitar Rp2,7 triliun disiapkan pemerintah pusat melalui APBN.

Gubernur menambahkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulaulaut-Pulau Kalimantan merupakan kawasan stragetis serta masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Bupati Kotabaru Irhami Ridjani menambahkan, pembangunan jembatan Pulaulaut-Batulicin, merupakan program yang sudah lama ditunggu-tunggun oleh masyarakat Kotabaru, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kelancaran transportasi di kedua daerah.

"Kita berharap, dengan dibangunnya jembatan ini bisa memberikan dampak positif yang lebih luas lagi, karena arus transportasi akan semakin lancar, itu berarti distribusi barang dan jasa akan semakin lancar," paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan Martinus mengemukakan, jembatan Pulaulaut-Pulau Kalimantan memiliki bentang utama jembatan 350 meter, dengan kontruksi struktur cable stayed, dan lajur empat line dengan tambahan line motor.

Sementara itu, kontraktor pemenang yang akan mengerjakan pembangunan jembatan tahap pertama PT Adhi Karya (persero) Tbk dengan total nilai Rp43 miliar berupa pekerjaan pembersihan lahan dan yang lainnya.









- Sumber : Antara News
Kabag Hukum: Saya Tidak Tahu Apa Dasar Bupati Jadi Tersangka

Kabag Hukum: Saya Tidak Tahu Apa Dasar Bupati Jadi Tersangka

GEMA, PULAULAUT - Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kotabaru, Basuki, mengakui sudah mengetahui dua bupati yang ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi oleh Bareskrim Mabes Polri.

Dua dari bupati yang ditetapkan tersangka oleh Bareskrim, seperti dirilis di beberapa media salah satunya adalah Bupati Kotabaru Irhami Ridjani.

Saat ditemui BPost Online, Basuki mengatakan tidak mengetahui secara pasti dasar Bareskrim menetapkan tersangka kepada Irhami.

"Sudah, mendengarnya juga dari media. Apa dasar penetapan tersangkanya belum tahu," ujar Basuki, Jumat (10/7/2015).

Apa langkah dilakukan bagian hukum? Basuki belum bisa memastikan. "Belum tahu. Akan berkoordinasi dulu dengan bupati dan pengacara beliau," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Bupati Kotabaru, Irhami Ridjani dan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Hal itu disampaikan Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus, melalui pesan singkat, Jumat (10/7/2015) pagi. "Betul, Bupati Bengkalis dan Kotabaru telah kami tetapkan status tersangka," ujar Wiyagus.

Ia mengungkapkan, Bupati Kotabaru, Irhami disangka korupsi sekaligus penyalahgunaan wewenang melalui proyek pemanfaatan izin pertambangan di wilayah Kalimantan Selatan. Kerugian negara dalam kasus yang menjerat Irhami masih dalam proses penghitungan.

Disisi lain penetapan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani sebagai tersangka dugaan korupsi oleh Bareskrim Polri, masih menjadi topik perbincangan hangat masyarakat di Bumi Saijaan.

Penetapan ini menuai persepsi berbeda dari masyarakat. Terlebih setelah mengetahui permasalahannya melalui media.

"Kok bisa menjual tanah milik sendiri jadi tersangka. Dimana dugaan korupsinya. Bingung," sebut Ifin salah seorang warga Pulaulaut Utara kepada BPost Online, Sabtu (11/7/2015).

Sementara itu, Kasubag Peliputan dan Pemberitaan, Humas Sekdakab Kotabaru, Pebriyanta Sitepu, mengatakan, saat ini kondisi bupati masih tenang.

"Alhamdulillah beliau masih tenang. Kondisinya baik-baik saja. Masih di Banjarmasin," katanya.









- Sumber : Banjarmasin Post
Rudy, Lepas 39 Peserta Bagarakan Sahur Kreatif

Rudy, Lepas 39 Peserta Bagarakan Sahur Kreatif

GEMA, PULAULAUT - Sekitar 39 group yang tergabung dalam remaja mesjid dan mushola yang ada di Ibukota Kabupaten Kotabaru, mengikuti lomba bagarakan sahur kreatif yang di gelar oleh KNPI Kotabaru, Sabtu, (11/7/2015) malam, dan di lepas langsung oleh Wakil Bupati Kotabaru, H Rudy Suryana, di depan Gedung DPRD Kotabaru.

Acara ini di hadiri pula oleh Ketua DPRD, Setda, dan Forkopinda Kotabaru, serta unsur Muspika hingga tokoh masyarakat.

Untuk rute yang akan dilewati oleh peserta yaitu, Jalan H Agussalim, Jalan Diponogoro, Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Suryagandamana, Jalan Putri Cipta Sari, jalan Pangeran Indra Kesuma, dan kembali ke halaman Siringlaut.

Akhmad Kamal, selaku ketua panitia pelaksana acara dalam sambutannya mengatakan, bahwa bagarakan sahur selalu menjaga keharmonisan dalam pemilihan kepala daerah dan acara ini perlu suntikan dana dari pemerintah karena sudah menjadi moment tahunan.

"Kami di desak oleh masyarakat untuk tetap melaksanakan acara bagarakan ini, karena tahun kemarin ditiadakan sebab kurangnya dana, dan diharapkan tahun depan ada suntikan dana dari pemerintah agar acara ini lebih meriah," ungkap Kamal.

Menanggapi keinginan ketua panitia pelaksana yang juga Ketua KNPI Kotabaru, Wakil Bupati Kotabaru, Rudy Suryana, menyampaikan akan mengusulkan kepada DPRD untuk bisa meanggarkan dana lomba bagarakan sahur ini agar tahun depan bisa lebih meriah dan mencakup tingkat Kabupaten Kotabaru.

"Iya, Insyaallah kita akan anggarkan dana untuk lomba bagarakan sahur ini kepada DPRD agar lebih bisa meluas lagi ajangnya bukan hanya di ibukota saja namun bisa  mencakup hingga 21 kecamatan," kata Rudy.

Peserta dilepas oleh Wakil Bupati dengan mengangkat bendera tanda di mulainya acara, disaksikan oleh unsur Forkopinda dan Muspika.

Hingga berita ini di turunkan acara bagarakan sahur masih berlangsung dan puluhan peserta keliling kota dengan aneka macam alat-alat tradisional menabuh serta melantunkan lagu lagu islami.










- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online