Sabtu, 02 Mei 2015

Mahasiswa Kunjungi Wisata Mangrove dan P3M Indocement

Mahasiswa Kunjungi Wisata Mangrove dan P3M Indocement

GEMA, TARJUN - Sebanyak 23 orang mahasiswa Program Magister Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarbaru melaksanakan praktik lapangan di hutan wisata mangrove Desa Langadai.

Pada kegiatan tersebut selain dosen juga turut mendampingi tim CSR Indocement dan Kepala Desa Langadai sebagai pemandu.

Setelah praktik lapangan, mahasiswa dan dosen diajak untuk berkeliling hutan mangrove dengan menggunakan perahu.

Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan profil perusahaan semen tiga roda dan program-program CSR yang dilaksanakan perusahaan, terutama kunjungan ke Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Indocement Pabrik Tarjun.

Dosen pembimbing, DR. Bashir, Phd menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Langadai dan Management Indocement atas sambutan dan pendampingan.

”Tujuan kunjungan kami adalah dalam rangka praktek tinjau lapangan mengenai konservasi flora dan fauna in-situ dan ex-situ hutan mangrove yang dikelola masyarakat dan dibina oleh Management Indocement Tarjun,” ujarnya.

Bashir menambahkan, Kunjungan ini sangat bermanfaat dan perlu ditindaklanjuti serta perlunya pembinaan kepada masyarakat mengenai ekosistem hutan mangrove. Dan adanya pemandu wisata (guide local) yang memiliki kompetensi dibidang ekologi hutan mangrove seperti flora dan fauna serta ekosistem mangrove.

Salahsatu mahasiswa, Rozali, S.Hut mengatakan, praktek lapangan ini termasuk dalam mata kuliah silvikultur hutan yang bertujuan agar mahasiswa bisa mengenal lebih dalam mengenai hutan mangrove mulai dari jenis, umur, klasifikasi, keanekaragaman flora dan fauna serta manfaatnya.

"Hutan mangrove di Desa Langadai ini masih hijau, tertata dan kesadaran masyarakatnya pun masih tinggi tentang manfaat hutan mangrove," ujar Rozali.

SSECSR Dept Head Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki menyambut baik kunjungan dosen dan para mahasiswa pasca sarjana kehutanan Unlam ke Desa Langadai dan Indocement.

“Kunjungan ini sejalan dengan kebijakan perusahaan dalam menjalin hubungan dengan stakeholder yaitu Public Private Partnership sehingga pihak perusahaan sebagai unsur di Private dapat terus menjalin hubungan yang harmonis dengan Public baik dari akademisi maupun masyarakat sekitar,” ungkap teguh.

Dalam hal dukungan perusahaan, selain infrastruktur, perusahaan juga mendidik kepedulian, perawatan dan pengolahan lingkungan yang ramah termasuk kawasan hutan mangrove, hal ini juga bagian dari dukungan perusahaan untuk mempromosikan wisata hutan mangrove” jelasnya.

Hutan mangrove sudah diidentifikasi seluas 3,4 ha dan akan terus bekerjasama dengan Pemerintah Desa Langadai untuk memperluas area wisata mangrove. Dan Indocement telah membuat pondasi yang cukup kuat sehingga pengembangan hutan wisata harusnya bisa melibatkan semua pihak terkait untuk terus memelihara, mengembangkan hingga mempunyai nilai positif untuk pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Masih kata Teguh, Guna mendukung Wisata Hutan Mangrove, sebelumnya Indocement telah melaksanakan berbagai kegiatan dan pelatihan seperti hasil produk olahan mangrove diantaranya kerupuk, kue, tepung, sirup dan lainnya, juga budidaya kepiting soka.










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
PT ITP Gelar Pelatihan Menjahit untuk Desa Binaan

PT ITP Gelar Pelatihan Menjahit untuk Desa Binaan

GEMA, TARJUN - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Pabrik Tarjun Kotabaru, kembali memberikan pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bidang menjahit pakaian kepada warga desa-desa binaan, khususnya para usaha kecil dan ibu rumah tangga di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

Departemen Head CSR Indocement Plant Tarjun, Teguh Iman Basoeki mengatakan ”PT Indocement melalui program CSR pada pilar pembangunan ekonomi membantu memberikan satu buah mesin jahit, mesin obras, mesin pelubang kancing dan mesin bordir. yang dihibahkan kepada Pemeritahan Desa Cantung Kiri Hilir untuk dikelola secara bergulir”.

"Memang pihak perusahaan telah memberikan fasilitas tersebut untuk penunjang kegiatan mereka dan pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya. Dengan harapan bisa dikelola dan dipelihara bersama sama," ungkap Teguh.

Pelatihan sendiri digelar di Kantor Desa Cantung Kiri Hilir Kecamatan Kelumpang Hulu, Kotabaru atau sebelah utara tambang quarry Indocement Plant Tarjun.

Instruktur Pelatihan, Jur Taylor Kotabaru menjelaskan, materi yang diberikan kepada peserta tentang pengoperasian dan perbaikan serta service mesin jahit jenis manual maupun listrik, mesin obras, pelubang kancing serta pengoperasian mesin bordir.

Selain itu mereka juga diajarkan cara menggunakan mesin dengan listrik karena pada umumnya para penjahit telah menggunakannya selain lebih cepat juga tidak lelah.

"Cara kerja mesin listrik ini tidak sulit dan para peserta cepat menyesuaikan diri, kalau pun listrik mati para penjahit kan bisa kembali dengan mesin manual," jelas instruktur.

Peserta dari RT.04 Desa Cantung Kiri Hilir, Maslinda mengatakan, sebelumnya kami mendapatkan pelatihan menjahit selama satu bulan mengenai dasar-dasar menjahit dan memotong dengan mesin manual, namun sekarang diajarkan dengan mesin jenis listrik.

"Hal ini sangat mudah, cepat serta tidak melelahkan, caranya juga mudah dipahami termasuk perbaikan dan service mesinnya hingga pengoperasian mesin bordirnya,” kata Maslinda.

Dan disisi lain Kepala Desa Cantung Kiri Hilir, Fitriansyah menyampaikan terima kasih atas digelarnya pelatihan menjahit untuk warga desanya.

”Sebelumnya, untuk menjahit pakaian, warga kami harus ke ibukota kecamatan yang berjarak 15 Km dari desa kami apalagi ketika musim anak sekolah seringkali warga direpotkan namun dengan adanya pelatihan tersebut tentu akan meringankan,” ujar Kades.

Fitri menyampaikan terima kasih kepada Indocement atas bantuan mesin jahit, mesin obras dan mesin bordir satu set kepada warga Desa Cantung Kiri Hilir dan akan dikelola secara bergulir oleh Pemerintah Desa.

”Apresiasi pula kepada tim CSR Indocement dalam hal, pemilihan bakat warga untuk dididik menjadi keahlian dan usaha, sedangkan untuk pemasaran kami akan berusaha membantu UMKM Menjahit ini kepada para pihak pengusaha yang ada di desa” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Kegiatan ini merupakan realisasi Pilar Pendidikan dan Pilar Pembangunan Ekonomi, dua dari 5 pilar yang mendasari Program Bina Lingkungan sebagai bagian dari Program Corporate Social Responsibility (CSR) Produsen semen merk tiga roda tersebut.

Perusahaan bertujuan memberikan pengetahuan praktis dan peluang-peluang usaha yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan sekitar operasional perusahaan, terkhusus ekonomi yang terkait dengan usaha mikro atau usaha kecil dan berharap kemadirian tercipta dari kelompok UMKM tersebut.

Dan sebagai upaya untuk menciptakan unit-unit Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Desa Tarjun, Desa Langadai dan sekitarnya, serta aplikasinya kepada desa-desa binaan lainnya sekitar operasional pabrik untuk dikembangkan.

Pada hari yang sama masih berlangsung pelatihan menjahit untuk warga desa langadai Kec.Kelumpang Hilir, Kotabaru dan pelatihan digelar selama 1 bulan atau 90 jam.










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online