Senin, 20 April 2015

Ketua Yayasan : Mahasiswa Politeknik Merasa "ditunggangi"

Ketua Yayasan : Mahasiswa Politeknik Merasa "ditunggangi"

GEMA, PULAULAUT - Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Saijaan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sugian Noor menyatakan mahasiswa Politeknik merasa "ditunggangi".

"Mereka merasa tidak membuat surat tuntutan yang dibagi-bagikan saat berdemo di gedung DPRD Kotabaru pada Senin (13/4)," kata Sugian di Kotabaru, Minggu.

Sugian yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru mengemukakan, enam mahasiswa yang namanya tercatat dan menandatangani surat tuntutan tersebut membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak merasa membuat surat yang dibagi-bagikan.

"Tidak ada paksaan dari pihak lain, enam mahasiswa tersebut membuat surat yang menyatakan tidak pernah membuat surat pernyataan di atas matrei 6.000," ujarnya.

Salah satu tuntutan yang ada dalam surat yang dibagi-bagikan adalah, menuntut agar Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Saijaan (YP2S) mengganti Direktur Politeknik Kotabaru, karena beberapa alasan.

"Padahal selama ini tidak ada yang salah dalam pengelolaan Politeknik Saijaan. Sehingga tidak ada alasan untuk mengganti Direktur," paparnya.

Direktur Politeknik Kotabaru Ibnu Fauzi menyangkal dan menjelaskan semua tudingan yang disampaikan mahasiswa.

"Tidak benar ada ancaman drop out (DO) bagi mahasiswa yang tidak bayar SPP, kampus memberikan toleransi, begitu juga dengan mahasiswa kurang mampu," katanya.

Bahkan lanjut dia, apabila ada mahasiswa yang tidak mampu membayar sumbangan penyelenggaraan pendidkkan (SPP), pihaknya memberikan solusi dengan membuat surat pernyataan, sehingga kampus mengetahui.

"Semuanya berjalan sesuai aturan dan mekanisme, dan hingga detik ini tidak ada mahasiswa yang di-DO karena, tidak mampu bayar SPP," tandas Ibnu seraya menjelaskan perihal dana hibah periode 2012 yang semuanya sudah dilaporkan ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Setelah dilakukan penyelidikan sudah clear karena semuanya melalui mekanisme yang benar, lnjut dia.

Mengenai adanya aksi mahasiswa Politeknik di DPRD Kotabaru Senin pagi, Ibnu sendiri mengaku kaget, sebab selama ini merasa tidak ada masalah terkait kebijakan dan pengelolaan Politeknik.

Dirinya menduga hal ini ada pihak lain (eksternal) yang memanfaatkan mahasiswa untuk kepentingan tertentu.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kotabaru, Hj Alfisah usai memimpin rapat dengar pendapat yang mempertemukan mahasiswa dan direktur Politeknik usai berdemo mengatakan, semua itu hanya karena miss komunikasi.

"Semuanya sudah jelas, apa yang dikeluhkan dan pertanyaan mahasiswa hingga melakukan aksi, dijawab langsung oleh direktur, baik ancaman DO hingga transparansi penggunaan dana sudah dijelaskan secara tuntas," ungkap Alfisah.

Khusus menyangkut struktur dan manajemen civitas akademika, menurut Alfisah hal itu hanyalah masalah internal dan bisa dibicarakan atau musyawarahkan dengan duduk bersama antara manajemen kampus dan mahasiswa.

Apalagi lanjut dia, dari penuturan direktur, pihak kampus membuka forum terbuka guna menyerap aspirasi mahasiswa, menyangkut banyak hal, yang semuanya akan dibicarakan untuk kemudian mencarikan solusi demi kebaikan bersama.








- Sumber : antaranews.com
Gubernur Kalsel Resmi Buka MTQ ke XXVIII Balangan

Gubernur Kalsel Resmi Buka MTQ ke XXVIII Balangan

GEMA, BALANGAN - Setelah melakukan serangkaian acara, akhirnya MTQ ke XXVIII di Kabupaten Balangan resmi dibuka oleh Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, Minggu, (19/4/2015) malam.

Sebelumnya acara di buka dengan pawai semboyan dari 13 kab/kota kepada gubernur Kalsel dan di hibur dengan tarian klosal anak anak Balangan dengan nama Riwayat Datu Kandang Haji di halaman panggung utama MTQ, Jalan Trans Kalimantan Ahmad Yani KM 10.

Pembukaan MTQ sendiri selain gubernur dan istri juga di hadiri oleh bupati 13 kab/kota se Kalsel bersama jajarannya. Tak ketinggalan warga setempat memadati lokasi pelaksanaan untuk melihat secara langsung jalannya pelaksanaan tersebut.

Dalam sambutannya Bupati Balangan, Sefek Effendi menyampaikan, bahwa masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan MTQ ini karena minimnya infrastruktur dalam pembangunan di Kabupaten Balangan. Dan ia pun mengucapkan terimakasih atas bantuan pihak perusahaan serta masyarakat dalam menyambut peserta MTQ.

Masih kata bupati Balangan, selain itu panitia pelaksana MTQ juga menyiapkan transportasi angkutan bagi para kafilah untuk menuju tempat lokasi pelaksanaan yang tersebar di beberapa tempat.

Sebelum membuka secara resmi MTQ nasional ke XXVIII tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Balangan, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin menyampaikan, semoga momentum MTQ ini bisa menjadikan kita lebih giat lagi dalam membaca Al Qur'an serta hapalannya dengan sebenar benarnya.

Gubernur pun mengucapkan terimakasih kepada semua lapisan masyarakat Kalsel umumnya dan warga Balangan khususnya dengan terlaksananya MTQ tahun ini.

Suasana panggung utama MTQ berubah warna warni sorotan lampu laser setelah gubernur menyatakan MTQ resmi di buka. Dan dari seluruh penjuru lokasi pelaksanaan kembang api pun di terbangkan tentunya di sambut gembira semua pihak.

Sekedar diketahui pelaksanaan MTQ ke XXVIII di Kabupaten Balangan ini langsung di rangkai dengan peringatan HUT Balangan ke 12.

Untuk menambah semaraknya acara, panitia pelaksana juga mendatangkan artis dari ibukota Wafifah Azizah.










- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online