Jumat, 16 Januari 2015

Kodim 1004 Kotabaru Gelar Diklat Satgas

Kodim 1004 Kotabaru Gelar Diklat Satgas

GEMA, PULAULAUT - Pembangunan suatu bangsa tidak akan lepas dari generasi muda, dan terkait hal itu Kodim 1004 Kotabaru adakan Diklat satgas GM FKPPI selama tiga hari mulai, Jum'at, (16/1/2015).

Upacara pembukaan Diklat satgas tersebut dilakukan di lapangan Siringlaut Kotabaru, dan sebagai pembina Dandim 1004 Kotabaru, Letkol Inf Khabib Mahfud dan Inspektur upacara Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani.

Sedangkan Komandan upacara, Oktavia dari SMAN1 Kotabaru dan pembacaan janji siswa dilakukan oleh Abdul Aziz dan Jenifer.

Dalam sambutannya Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani menyampaikan, bahwa diharapkan untuk yang mengikuti diklat ini mampu menyerap pengetahuan yang diberikan dan nantinya bisa diterapkan kepada masyarakat.

Bupati berpesan, moment ini agar bisa menimbulkan keselarasan dalam berorganisasi dan hindari narkoba serta obat obatan terlarang, sebab apabila generasi muda terkontaminasi maka pupuslah harapan kepemimpinan.

Peserta terdiri dari pelajar SMA di Pulaulaut Utara dan untuk medan pelatihan nantinya dilaksanakan di bumi perkemahan Desa Sigam selama tiga hari.

Sekedar diketahui untuk jenis pelatihan yaitu, melintas rayapan tali satu, jaring pendarat, jurit malam, penyeberangan basah, dan dasar PBB.

Sedangkan pelatih yaitu, Peltu Soegiarto, Sertu Abdul rahman, Sertu Syukur, Sertu David, Sertu Thoiran Ababil dan Serda Syahrani.









- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Jenazah Diduga Korban AirAsia Bertambah

Jenazah Diduga Korban AirAsia Bertambah

GEMA, PULAUSEMBILAN - Korban yang diduga dari kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan di perairan Pulau Maradapan, Kecamatan Pulausembilan, Kotabaru bertambah satu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BPost Online, satu korban yang dikabarkan anak-anak ditemukan oleh tim gabungan saat mengevakuasi dua jenazah sebelumnya.

Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Alfian Tri Permadi, membenarkan jumlah jenazah diduga kuat korban AirAsia bertambah satu orang.

Menurut Alfian, satu jenazah tersebut ditemukan di sebelah barat daya perairan Pulau Maradapan.

Namun, Alfian belum bisa merincikan kronologis temuan satu korban tersebut, karena hingga siang ini pihaknya belum bisa kontak dengan tim gabungan di KP Sadewa 7003 yang kini dalam perjalanan ke Kotabaru.

Alfian menambahkan, dengan ditemukan satu korban, saat ini jenazah yang dievakuasi menggunakan KP Sadewa berjumlah tiga orang.

"Berarti ada tiga di Sadewa. Diperkirakan pukul 17.00 Wita, tim gabungan sudah tiba," katanya.









- Sumber : Banjarmasin Post
Gelombang Empat Meter Hambat Evakuasi Korban

Gelombang Empat Meter Hambat Evakuasi Korban

GEMA, PULAUSEMBILAN - Evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 oleh tim gabungan Satpolair, Basarnas, dan TNI-AL tidak maksimal.

Terhambatnya proses evakuasi oleh tim gabungan dengan menggunakan KP Sadewa 7003 milik Mabes Polri karena terkendala gelombang setinggi empat meter terjadi di perairan Pulausembilan.

"Karena gelombang tinggi empat meter tim gabungan berangkat dari Kotabaru pukul 09.00 Wita pagi, baru tiba di Pulau Marabatuan pukul 15.00 Wita," kata Kasat Intel AKP Heriyanto, kepada BPost Online, Kamis (15/1/2015) malam.

Tak hanya proses evakuasi terhambat. Namun, menurut Heri diperkirakan tim gabungan yang membawa dua jenazah baru tiba subuh atau pagi.

"Apalagi menuju lokasi (Pulau Maradapan) dari Pulau Marabatuan diperlukan waktu empat jam. Sementara gelombang setinggi empat meter," katanya.

Bahkan informasi diperoleh dari anggotanya yang tergabung dalam rombongan, itu karena gelombang besar membuat semua yang tergabung di rombongan mabuk. Kecuali anggota dari KP Sadewa.

Sekedar diketahui Kapal Patroli Sadewa 7003 milik Mabes Polri yang berangkat dari dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) membawa rombongan petugas gabungan tersebut sempat kandas di perairan Pulau Suwangi, Kabupaten Tanahbumbu.

Hal itu disebutkan salah seorang anggota satpolair, yang ditemui di pos polisi di Pelabuhan Panjang Kotabaru, Kamis (15/1/2014) pagi.

"Info kandasnya tadi dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Hingga siang ini posisi masih kandas di Pulau Suwangi. Dan, ditarik menggunakan tugboat," ucapnya.








- Sumber : Banjarmasin Post