-->

Batuk dan Flu Hampiri Jamaah Haji Kotabaru

GEMA, MEKKAH - Setelah melakukan serangkaian rukun haji baik di Arafah, Muzdalifah dan Mina, kini Jamaah Haji Kotabaru kembali ke Kota Mekkah. Dan secara keseluruhan Jamaah haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru kini sudah terserang batuk dan flu.

Rata-rata para jamaah sudah terserang batuk dan flu namun masih bisa diatasi oleh pihak tim kesehatan haji kloter dengan memberikan asupan obat obatan, kata TKHD, dr Fakhrudin atau sering di panggil dr Adi.

"Kami setiap saat mengingatkan kepada para jamaah terutama yang lansia dan resti (Resiko tinggi) agar dapat mengkonsumsi air mineral lebih banyak karena suhu udara yang panas di tanah suci ini berkisar 43 derajat," ungkapnya.

Dilanjutkannya, rata rata jamaah haji Kotabaru lanjut usia (lansia) yang harus mendapatkan perhatian khusus dari tim medis, walau pun ada beberapa orang yang kelelahan dan kurang cairan hingga sempat diberikan infus namun hanya sebentar dan secara keseluruhan mereka dalam keadaan sehat.

Saat ini para jamaah haji yang lansia dianjurkan untuk sholat di pemondokan saja terlebih dulu mengingat kesehatan mereka dan bagi jamaah haji yang keadaannya prima melakukan kegiatan ibadahnya di Masjidil Haram.

Selain itu sebagian jamaah haji sudah melakukan umrah sunah dan pembayaran dam dengan jadwal yang sudah di tentukan oleh tim haji Kloter 08 BDJ.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kodim 1004 Kotabaru Gandeng Wartawan Lokal

GEMA, PULAULAUT - Dalam rangkaian program membangun daerah kedepannya, Kodim 1004 Kotabaru menggandeng wartawan lokal baik cetak, elektronik maupun online untuk bisa berbagi informasi dan ikut mengawasi pembangunan yang ada.

Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kodim, Selasa, (29/9/2015), dan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1004 Kotabaru, Letnan Kolonel Inf Agus Supriyono.

Sebenarnya pertemuan silaturrahmi dengan para awak media ini sudah lama direncanakan namun karena ada kegiatan lain mengenai penanganan kebakaran hutan di daerah dan lainnya makanya baru sekarang bisa dilakukan, ungkap Dandim 1004 Kotabaru.

Dalam rapat pertemuan dengan awak media setempat, Agus mengatakan, bahwa wartawan  bisa menspot dan dapat memberikan informasi yang lebih maupun kekurangan khususnya Kodim 1004 Kotabaru, agar nantinya bisa dilakukan pembenahan.

"Dengan ekspos berita dari kawan-kawan media tentang kegiatan Kodim 1004, tentunya akan memberikan motivasi kepada para anggota. Dan diharapkan kerjasamaya dengan saling bertukar informasi," ucap Agus.

Menurutnya, banyak potensi daerah yang bisa digali dan dikembangkan diantaranya wisata di Kotabaru, karena selain letak geografisnya yang bagus terlebih daerah Kotabaru penghasilan buminya yang berlimpah. Ia pun mencontohkan negara Singapura bisa maju padahal mereka tidak menghasilkan apa-apa, tidak menutup kemungkinan kita pun juga bisa asalkan ada kemauan dan kerjasama dari semua pihak.

Silaturrahmi antara Dandim 1004 Kotabaru dengan Wartawan lokal tersebut diisi pula dengan tanya jawab oleh awak media.

Salahsatu awak media lokal mengatakan, apabila ada kegiatan dari Kodim 1004 nantinya diharapkan para awak media bisa dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Hal tersebut ditanggapi positif oleh Dandim 1004, Letkol Inf Agus Supriyono, yang baru sekitar dua bulan bertugas di Kabupaten Kotabaru. Dan membagikan no telephone pribadinya langsung kepada para awak media terkait informasi yang diperlukan wartawan. 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

KPUD Keluarkan Jadwal Kampanye Pilkada 2015

GEMA, PULAULAUT - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 mendatang, tak terkecuali di Kabupaten Kotabaru. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) telah mengeluarkan jadwal kampanye bagi pasangan calon, Selasa, (29/9/2015) di Oproom Pemda.

Acara tersebut dihadiri perwakilan dari masing – masing calon diantaranya, Syamsul Alam dari pasangan no 5 dan Alfidri Supiannoor pasangan no 6. Dan selain itu acara juga di hadiri oleh Ketua KPUD, M Erfan dan jajaran staf KPU.

Dalam sambutannya anggota KPU, Gafuri, mengatakan, bahwa sosialisasi ini bertujuan agar para calon lebih tenang dan selalu damai dalam melaksanakan  kegiatan tersebut agar dapat menciptakan keamanan bersama dalam pelaksanaan nantinya.

"Penjadwalan kampanye nantinya kita bagi menjadi enam zona, dan setiap zona di isi empat kecamatan, masing-masing calon berkampanye satu hari untuk satu zona yang sudah dikeluarkan oleh pihak KPU," ungkapnya.

Ditambahkan Gafuri, untuk zona satu yaitu, Kelumpang Barat, Pamukan Barat, Sei Durian, dan Pamukan Utara. Dan zona dua yaitu, Pamukan Selatan, Kelumpang Tengah, Kelumpang Utara, dan Sampanahan. Zona tiga adalah, Kelumpang Hilir, Kelumpang Selatan, Kelumpang Hulu, dan Hampang.

Dan zona empat adalah, Pulaulaut Utara, Pulau Sebuku, dan Pulaulaut Timur. Zona lima, yaitu, Pulaulaut Tengah, Pulaulaut Barat, dan Pulau Sembilan.

Sedangkan zona enam, adalah, Pulaulaut Selatan, Pulaulaut Kepulauan, dan Pulaulaut Tanjung Selayar. 

Gapuri, berharap, nanti dalam berkampanye agar seluruh calon lebih memandang perdamaian antara calon yang lainya agar terjalin kampanye yang damai dan tenang.

Disisi lain Wakapolres Kotabaru, Roy Satya Putra, S.I.K, M.H, mengatakan agar KPU dan seluruh pasangan nantinya memberitahukan kegiatan tersebut sebelum dimulainya kampanye, agar pihak Polres bisa mempersiapkan pasukan untuk menjaga kegiatan tersebut.

"Mereka harus melaporkan kegiatan kampanye tersebut di daerah mana, jadi kami bisa mempersiapkan personil untuk pengamanan di lokasi," kata Wakapolres.









- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Ratusan Balakar Kotabaru Gelar Pasukan

GEMA, PULAULAUT - Ratusan Pasukan Balakar Kabupaten Kotabaru berkumpul untuk melakukan gelar pasukan dalam rangkaian memperingati upacara hari ulang tahun Himpunan Balakar Saijaan (HBS) ke-3 , Sabtu, (26/9/2015) di halaman Siringlaut Kotabaru.

Semboyan yang mereka terapkan kepada tiap anggota balakar adalah "Pantang pulang sebelum api padam".

Acara ini dihadiri langsung oleh, Kepala BPBD, Iriannoor, Kasdim 1004 Kotabaru, Mayor Inf Yudi Anwar, Komandan POM AL, Kapten Laut PM Bondan K, Kapolsek Stagen, Iptu H Gatot, Ass I Pemkab H Said Husein Kadri, Ketua Balakar, H Ahmad Mawarli, dan Intelijen SAR, Sertu Sar Adi Maulana.

Pasukan Balakar yang hadir diantaranya, Fire 01 Prisma, Fire Rescue Stagen, Balakar 02 Sudi, BPK Gunsen 0901, Fire Rescue 4 Serangkai, PMK As-Syuban Tambak 2, dan lainnya.

Mereka menampilkan beberapa perlengkapan, yaitu, dua buah truk mobil damkar, tiga buah mobil jenis jib bermuatan mesin pompa air, delapan buah tossa membawa mesin pompa air, dan peraralatan lainnya.

Dalam sambutannya Ketua Balakar Kotabaru, H Ahmad Mawarli, mengatakan, semoga pemerintah daerah mengakui legalitas balakar Saijaan dalam perannya membantu menangani bencana terutama kebakaran.

Ditambahkan Kepala BPBD Kotabaru, Iriannoor, pemerintah daerah sudah membentuk tim penanggulangan kebakaran yang di koordinator langsung oleh Dandim 1004 Kotabaru, dan untuk balakar sendiri tentunya akan terus didukung apalagi yang berkaitan dengan pengadaan operasional dilapangan.

Sambutan bupati yang diwakilkan kepada Ass I, H Said Husein, bahwa, blakar Saijaan punya semangat juang yang tinggi dan di harapkan semuanya tetap potensial dalam meningkatkan kinerja secara profesional.

Dalam kesempatan itu pula Kapolres Kotabaru, Iptu Gatot EW, mengatakan, untuk menunjang tugas balakar Saijaan terutama untuk kelancaran penggunaan armada kebakaran Polres Kotabaru akan memfasilitasi pembuatan SIM kepada anggota balakar Saijaan.

Selain menggelar pasukan balakar mereka juga melakukan pemeriksaan peralatan masing masing dan acara berjalan lancar hingga akhir.        










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Lakukan Pembangunan Perdana Risha

GEMA, TARJUN - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement”) produsen semen “Tiga Roda” bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR) serta Habitat for Humanity Indonesia (Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia) melakukan pembangunan perdana RISHA-INDOCEMENT pada hari ini di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.(23/09).

Pembangunan ini merupakan pengembangan teknologi rumah pabrikasi sederhana, sehat dan berkualitas dan merupakan gerakan awal menyambut Hari Bangunan Indonesia (HBI) pada 11 November nanti. Pembangunan ini merupakan langkah awal kerjasama pemerintah, swasta, LSM, akademisi dan komponen masyarakat lainnya, khususnya yang bergerak di bidang konstruksi. Sebagaimana diketahui, melalui program tanggung jawab sosialnya, “Tiga Roda” selama ini telah melakukan perbaikan rumah-tidak layak-huni yang berada di sekitar fasilitas operasinya, dan akan terus berperan aktif bahu membahu menyukseskan program rumah tinggal layak huni untuk rakyat.

Teknologi RISHA-INDOCEMENT merupakan konsep rumah pabrikasi berbasis semen menggunakan komponen pracetak dengan ukuran modular. Teknologi ini cocok untuk membangun rumah instan, sehat dan sederhana (RISHA) yang mudah dan cepat pembangunannya, berkualitas dan terjangkau.. Komponen utama dari teknologi ini adalah panel struktur utama, panel dinding dan kusen beton. Kombinasi dari komponen-komponen ini memungkinkan pembangunan satu unit rumah dilakukan dalam hitungan jam. Seluruh pengendalian kualitas setiap komponen dilakukan di industri pabrikasi, sehingga setiap rumah yang dibangun memiliki standar kualitas yang sama. Teknologi ini sangat memungkinkan untuk menciptakan unit-unit produksi dalam skala kecil berbasis penduduk lokal.

Pengembangan rumah instan ini didukung oleh kemampuan Indocement dalam menciptakan produk-produk aplikasi semen yang dihasilkan oleh tim riset internal maupun karya-karya cemerlang oleh para peserta ajang “Indocement Awards”, sebuah ajang penghargaan dua tahunan yang diselenggarakan Indocement bagi kontraktor, developer, peneliti, mahasiswa dan individu-individu yang berhasil menunjukkan bagusnya kinerja, karya dan inovasi serta kreativitas di dunia konstruksi yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan di Indonesia.

Direktur Indocement, Daniel Kundjono Adam mengatakan, “Teknologi RISHA-INDOCEMENT (RI) ini bertujuan memenuhi kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan standar (SNI). Inovasi ini bisa memberikan pilihan bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah dalam mewujudkan impian memiliki rumah yang sehat dan layak namun berbiaya rendah dan instan. Konsep ini sejalan dengan semangat Tiga Roda – Indocement untuk ‘Membangun Kehidupan Bermutu’ bagi masyarakat Indonesia.”










- Penulis : Humas Indocement - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Sembilan Orang Haji Kotabaru Sudah Kembali ke Pemondokan

GEMA, MINA - Akibat adanya insiden di Mina saat pelontaran yang menewaskan ratusan haji meninggal dunia dan luka luka, kejadian tersebut juga membuat sembilan orang haji Kotabaru yang ada di Kloter 08 BDJ terpisah dari rombongan namun kini sudah kembali ke pemondokan berkumpul dengan rombongan.

Setelah mengetahui bahwa jumlah Kloter 08 BDJ yang seharusnya 357 orang jamaah haji kurang, petugas kloter langsung berkoordinasi dengan Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi tentang keberadaan para jamaah tersebut, terang Ketua TPHI, H Ruslan Effendi.

"Alhamdulillah, mereka aman tidak termasuk dalam tragedi di Mina tersebut, dan informasi di dapat sembilan orang itu ada di pemondokan India, Pakistan dan Inggris," kata Ketua TPHI Kloter 08 BDJ.

Masih kata H Ruslan, bahwa, saat ini mereka sudah bergabung bersama rombongan di pemondokan sekitar menjelang sholat Dzuhur waktu setempat di antarkan oleh pihak PPIH Arab Saudi.

Dan direncanakan pelontaran berikutnya nanti Kloter 08 BDJ gabungan dari Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru akan di laksanakan setelah sholat Magrib waktu setempat, mengingat suhu udara di Mina panas  mencapai hingga 50 derajat dan banyaknya manusia yang bersamaan melontar.

Sampai saat ini seluruh jamaah haji Kloter 08 BDJ dalam keadaan sehat dan mendapatkan makanan tiga kali sehari bahkan minuman juga buah buahan berlimpah di dapatkan jamaah, tambah H Ruslan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Terpisah Saat Melontar


GEMA, MINA - Setelah melakukan wukuf di Arafah dan mabit di muzdalifah hingga menyandang titel haji. Jamaah haji Kloter 08 BDJ terpisah saat di Mina melakukan pelontaran karena adanya insiden tabrakan jamaah haji dari seluruh dunia di muara jamarat hingga mengakibatkan ratusan jamaah haji luka luka dan meninggal dunia.

Sebelumya sekitar pukul empat pagi waktu setempat rombongan haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru tiba di Mina dan menempatai maktab 42 untuk melakukan serangkaian kegiatan pelontaran di Jamarat.

Hal itu di benarkan oleh TPHI Kloter 08 BDJ, H Ruslan Effendi, melalui via telepon, "Memang benar rombongan kita terpencar namun di saat ingin keluar dari lokasi jamarat karena padatnya lokasi oleh jamaah haji dari seluruh dunia," kata H Ruslan.

Tiap rombongan membawa bendera masing masing yang di kibarkan agar mempermudah para jamaah haji mengenali rombongan mereka di tengah banyaknya jamaah haji yang berjejal.

"Semuanya jamaah haji kita sudah melaksanakan pelontaran namun sekitar 70 persen yang bisa keluar dari lautan manusia tersebut, dan sekitar 30 persen lagi jamaah terpencar saat ingin keluar dari pelontaran," jelas Ketua TPHI.

Hal tersebut terjadi karena banyaknya manusia yang berjejal dan adanya pemblokiran lokasi di sebabkan adanya insiden di pelontaran yang menewaskan ratusan jamaah haji.

Dan akibat terpencarnya jamaah haji Kloter 08 BDJ tersebut hingga sampai berita ini di turunkan masih ada sembilan jamaah haji Kloter 08 BDJ belum kembali ke perkemahan, ungkap H Ruslan.

Ia, pun berkoordinasi dengan petugas haji di Arab Saudi, tentang sembilan jamaah haji yang belum kembali ke perkemahan dan informasi di dapat mereka berada di perkemahan India, Pakistan, serta di lokasi tertentu dan siap di jemput untuk kembali ke perkemahan berkumpul dengan rombongan Kloter 08 BDJ.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arafah Diguyur Hujan Gerimis dan Angin Kencang

GEMA, ARAFAH - Sekitar 30 menit menempuh perjalanan dari Kota Mekkah, akhirnya rombongan haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, tiba Arafah sekitar pukul empat sore waktu setempat dan disambut dengan hujan gerimis juga angin kencang.

Hal tersebut dikatakan Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) Kloter 08 BDJ, H Ruslan Effendi melalui via telepon siaran langsung di Radio Gema Saijaan 102 Fm, Rabu kemarin.

"Alhamdulillah, semua jamaah dalam keadaan sehat walau pun ada kelelahan dan sudah beristirahat di tenda. Dan sempat ada hujan gerimis juga insiden angin kencang yang merobohkan tenda para jamaah haji namun untuk tenda Kloter 08 BDJ tidak apa apa walau sempat goyang," kata H Ruslan.

Ia pun, menjelaskan, jamaah haji kita belum mendapatkan makanan di siang hari namun jatah makan tersebut baru di bagikan pada malam hari, akan tetapi sudah di antisipasi dengan perbekalan yang di bawa masing masing jamaah.

Sekedar di ketahui bahwa di Arafah jamaah haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru yang berjumlah sekitar 357 orang menempati dua tenda, satu tenda besar di isi oleh Kotabaru dan Tanah Bumbu, sedangkan satu tenda besar lagi di isi oleh jamaah Banjarbaru bersama Kloter Surabaya.  










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Jamaah Haji Kloter 08 BDJ Tinggalkan Mekkah

GEMA, MEKKAH - Sekitar satu minggu berada di Kota Mekkah wilayah Mahbas Zin, akhirnya jamaah calon haji Kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru diberangkatkan ke Arafah, Selasa, (22/9/2015) sekitar pukul 09.00 WAS (Waktu Arab Saudi), dan tiba pukul empat sore waktu setempat.

TPHI Kloter 08, H Ruslan Effendi, mengatakan, keberangkatan Kloter 08 yang rencananya di angkut dengan tujuh armada bis namun pada pelaksanaannya hanya mendapatkan lima bis saja.

"Alhamdulillah, semuanya bisa terangkut dengan lima bis tersebut walau pun sebagian yang muda muda harus berdiri agar bisa muat," ungkap H Ruslan.

Untuk kesehatan jamaah mayoritas sehat walau pun ada sebagian yang terserang batuk dan flu namun masih bisa di tangani pihak kesehatan kloter, kata dr Adi selaku TKHD.

"Kami terus melakukan pengawasan kepada jamaah terutama yang Resti (Resiko tinggi) mendapat pengawasan khusus petugas medis karena suhu udara di Arafah berkisar 43 hingga 50 derajat," jelas dr Adi.



   










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

170 Jamaah Haji Kotabaru Masih Lengkap

GEMA, MEKKAH - Setelah keberangkatan meninggalkan tanah air hingga sekarang jamaah haji Kotabaru yang tergabung di Kloter 08 BDJ masih lengkap 170 orang jamaah haji.

Walau pun ada sebagian jamaah yang sudah terserang batuk dan filek namun masih bisa di atasi oleh tim kesehatan daerah. Dan perlu di ketahui dari 170 jamaah haji asal Kotabaru ada sekitar 46 orang yang dinyatakan Resti (Resiko tinggi) yang harus mendapat perhatian khusus.

Hal tersebut dibenarkan oleh Tim Kesehatan Daerah (TKHD), dr Fakhrudin atau yang di kenal dengan dr Adi, "Memang rata rata jamaah haji asal Kotabaru mayoritas usia lanjut dan harus mendapatkan perhatian khusus petugas," katanya.

Masih kata dr Adi, jauhnya jarak dari pemondokan sekitar dua kilometer, hingga membuat jamaah kelelahan dan kami pun menyarankan agar mereka jangan memporsir tenaga karena untuk persiapan wukup nanti terutama kepada jamaah yang tua tua.

"Kami terus melakukan kontrol tiap kamar dan memberikan stiker di pintu kamar jamaah untuk mempermudah melakukan pemeriksaan. dan mereka di berikan gelang warna merah, kuning juga hijau, pertanda penyakit mereka mulai dari asrama haji Banjarbaru," jelas dr Adi.

Namun secara keseluruhan jamaah asal Kotabaru dalam keadaan sehat dan siap melakukan wukuf di Arafah nantinya dan tidak ada yang di safari wukuf kan.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Salurkan 39 Sapi Qurban

GEMA, TARJUN - Setiap tahun menjelang Idul Adha, management PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Plant Tarjun secara rutin menyalurkan hewan qurban dan tahun ini, perusahaan semen tiga roda tersebut memberikan 39 ekor sapi untuk desa-desa binaan, desa-desa sekitar perusahaan dan beberapa tempat ibadah di ibukota Kabupaten Kotabaru.

Management Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak pabrik semen itu beroperasi pada tahun 1998 dan terus kita laksanakan setiap tahunnya. Dan bantuan hewan qurban ini merupakan realisasi dari pilar pembangunan sosial budaya dan agama yakni salahsatu pilar dari lima pilar pembangunan yang telah menjadi kebijakan perusahaan untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Teguh berharap, "Bantuan ini dapat disalurkan oleh masing-masing desa kepada yang berhak menerimanya sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima manfaat dari kehadiran Indocement. Kami juga berharap selalu do’a dan dukungan seluruh masyarakat dan desa-desa disekitar perusahaan sehingga perusahaan dapat terus menjalankan operasinya dengan selamat, sukses dan semakin maju”.

Pada Hari Raya Qurban tahun ini, jumlahnya meningkat dari tahun lalu sebanyak 38 ekor. Dan dari 39 ekor sapi qurban tersebut 19 dari perusahaan dan 20 partisipasi karyawannya, selanjutnya 13 ekor hewan qurban diberikan kepada 10 desa binaan.

Desa binaan perusahaan yang menerima yaitu, Desa Tarjun, Langadai, Serongga, Tegalrejo, Pulau Panci (Wilayah Kecamatan Kelumpang Hilir,Kotabaru), Sidomulyo, Simpang Tiga, Sungai Kupang, CKH Batulasung (Wilayah Kecamatan Kelumpang Hulu,Kotabaru) dan Sungai Dua (Kecamatan Simpang Empat,Tanah Bumbu),

Dan enam ekor sapi diserahkan di Kotabaru, sedangkan 20 ekor lagi di tempatkan di Halaman Masjid Ashobirin Desa Tarjun sebanyak 12 ekor dan Langgar Darul Hijrah Komplek Karyawan Indocement sebanyak 8 ekor untuk dilakukan penyembelihan dan daging qurban juga akan didistribusikan untuk masyarakat desa sekitar seperti desa sehapi, banua lawas, karang liwar, lalapin dan bangkalaan serta warga bubuan.

Hewan qurban untuk sepuluh desa binaan secara simbolis diserahkan Management Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki kepada Camat Kelumpang Hilir diwakili Kasi Tata Pemerintahan disaksikan para Kepala Desa-desa binaan, Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (SPISI) Tarjun, Ikatan Management Indocement Tarjun dan para Tokoh Masyarakat serta Undangan lainnya di Halaman Pusat Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Indocement Tarjun, Selasa (22/09).

Camat Kelumpang Hilir, yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan Umarul Faruk mengatakan, kegiatan ini sangat membantu bagi masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan nabati, terutama bagi warga masyarakat di desa-desa.

"Setelah di distribusikan hewan qurban ini, kami segera melanjutkan kegiatan dengan berkoordinasi kepada para kepala desa dan panitia qurban di desa-desa hingga distribusi daging qurban diterima kapada yang berhak, jelasnya.

Dan kami berharap kegiatan ini terus berlanjut, bila perlu ditambah jumlahnya seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kepada warga desa agar senantiasa menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan bertetangga dan peduli lingkungan juga turut berpartisipasi menjaga fasilitas perusahaan yang ada dalam wilayahnya dengan memberikan informasi apabila ada hal-hal yang mencurigakan akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ungkap Faruk.

Mewakili kecamatan kelumpang hilir dan kecamatan kelumpang hulu serta desa-desa binaan mengucapkan terima kasih kepada Management Indocement dan semoga perusahaan semen tiga roda berproduksi dengan lancar serta program CSR Indocement terus berkelanjutan guna meningkatkan SDM masyarakat pedesaan, ekonomi dan taraf hidup masyarakat sekitar, Faruk menambahkan.










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Indocement Bantu Anak Kurang Mampu

GEMA, TARJUN - Sebanyak 200 siswa yang merupakan anak yatim, putus sekolah dari keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR)PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk.

Bantuan tersebut berupa seragam sekolah lengkap, sepatu, kaos kaki dan bukutulis diberikan kepada anak-anak di desa binaan, yakni Desa Langadai 25 anak, Serongga 50 anak, Pulau Panci 25 anak, Didomulyo 25 anak, Sungai Kupang 50 anak, dan Bantung Kiri Hilir-Batulasung 25 anak.

Teguh Iman Basoeki, dari manajemen Indocement, mengatakan, program ini adalah perwujudan CSR Indocement pada Pilar Pembangunan Pendidikan.

"Melalui pilar ini kami mendukung program pemerintah dalam membangun pendidikan dasar sehingga anak-anak yang kurang mampu dan mempunyai keinginan besar untuk belajar dapat terus menempuh pendidikan di sekolah," katanya.

Teguh pun berharap, pihak sekolah terus meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat melahirkan lulusan terbaik dan menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Kepala SD Negeri 2 Serongga, Siti Rohani S.Pd, menyatakan sangat gembira dengan adanya penyaluran bantuan kepada para siswa yatim, putus sekolah dari keluarga kurang mampu tersebut.

"Untuk sekolah kami ada 25 siswa dan SDN 2 Serongga juga ada 25 siswa yang menerima bantuan Indocement," katanya kepada Wartawan, kemarin.

Adapun kriteria siswa yang mendapatkan bantuan, menurut dia, adalah orangtuanya berpendapatan rendah, yatim piatu, berprestasi, dan anak yang memiliki kekurangan fisik.

"Prestasi belajar anak-anak yang menerima bantuan ini cukup baik. Harapan kami, pogram ini terus berkelanjutan agar mereka yang tak mampu bisa terbantu. Dan semoga PT Indocement Tunggal Prakarsa tetap jaya dan selalu membina sekolah dan pendidikan anak perdesaan,” ujarnya.

Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi, juga mengapresiasi bantuan terhadap anak asuh yang disalurkan Indocement ini. Dan pada umumnya, penghasilan masyarakat sekitar ini adalah berkebun dan bertani sayuran serta kerja musiman seperti mengambil upah merumput, tukang kayu dan lainnya. Di sisi lain anak-anaknya cerdas serta keinginan bersekolahnya tinggi, katanya.

"Kami berharap program Indocement ini terus dilaksanakan agar tak ada lagi anak-anak putus sekolah dan mereka terus bersekolah sehingga wajib belajar 12 tahun terpenuhi. Kita berharap anak-anak terus sekolah sehingga memiliki pengetahuan untuk bekal mereka di masa depan," katanya.

Senada, Camat Kelumpang Hilir, yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan Umarul Faruk mengatakan, bantuan yang diberikan Indocement ini sangat membantu bagi keluarga yang kurang mampu dan memberikan motivasi kepada anak untuk bersekolah. Program ini membantu Pemerintah Kabupaten Kotabaru mensukseskan wajib belajar 12 tahun, katanya.

"Untuk menyukseskan wajib belajar ini, kami pun telah melakukan sosialisasi dan mendatangi rumah-rumah penduduk agar putera-puterinya tidak putus sekolah karena wajib belajar 12 tahun ini dari usia 7 tahun sampai dengan lulus SLTA," jelas Umarul.










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Bendera Saijaan Berkibar di Arafah

GEMA, MEKKAH - Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) Kloter 08 BDJ, H Ruslan Efendi bersama ketua kloter dan yang lainnya sudah melakukan survei terkait persiapan wukuf di Arafah, Mina dan Muzdalifah, bahkan sudah memberikan tanda dengan berkibarnya bendera Saijaan di Arafah.

H Ruslan, menuturkan via telepon melalui siaran langsung info haji di Radio Gema Saijaan (RGS) 102 Fm, bahwa, nantinya jamaah calon haji Kloter 08 BDJ gabungan dari Kabupaten Kotabaru, 170 orang, Kabupaten Tanah Bumbu, 140 orang, dan Kota Banjarbaru, 45 orang, akan di berangkatkan dengan tujuh bis menuju ke Arafah.

"Kloter kita dapat urutan keempat dari delapan kloter yang ada, dan nanti pada Selasa, (22/9/2015) pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS) akan di berangkatkan ke Arafah dengan tujuh bis," jelas Ketua TPHI.

Ditambahkan Ketua TPHI, bahwa, di Arafah nantinya akan mendapatkan satu tenda besar yang berisikan 25 tenda kecil di dalamnya. Dan untuk kabupaten Kotabaru bersama Kabupaten Tanah Bumbu menjadi satu tenda sedangkan Kota Banjarbaru bergabung dengan Kloter dari Surabaya.

"Masalah ini sudah di rapatkan oleh semua pihak karena tampungan tenda tidak mencukupi  untuk semua jamaah Kloter 08, jadi Kotabaru 170 jamaah dan Tanah Bumbu 140 jamaah satu tenda, dan Banjarbaru 45 jamaah terpisah di gabung dengan tenda dari Surabaya," tutur H Ruslan.

Saat ini semua jamaah Kloter 08 BDJ masih dalam keadaan sehat, dan hanya flu juga batuk batuk disebabkan perubahan cuaca namun masih bisa di atasi oleh para tim kesehatan kloter. 












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Fans Club Komunitas Futsal Gelar Jalan Sehat

GEMA, PULAULAUT - Dalam rangkaian silaturrahi antar pemuda dan pemudi di Kotabaru, panitia komunitas futsal menggelar jalan sehat keliling kota, Minggu, (20/09/2015) pagi, di halaman Siringlaut.

Rute yang mereka lalui yaitu, Jalan H Agussalim, Jalan Pangeran Diponogoro, Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Suryagandamana, hingga kembali ke Siringlaut.

Acara diikuti oleh 11 club komunitas futsal diantaranya, Inter, Ac Milan, Barito, Arema, Real Madrid, dan yang lainnya.

Nampak terlihat pengurus Persiko Yudi dan H Sahidudin atau yang lebih di kenal H Iid dan menghadiri acara kepemudaan tersebut berbaur dengan mereka.

"Dengan adanya jalan sehat fans club ini diharapkan bisa lebih menjaga kebersamaan dalam membangun Kotabaru sehat dan sejahtera," ungkap H Iid.

Ia pun menginginkan Persiko Kotabaru bisa hidup kembali dan persepakbolaan bisa bangkit kembali di Bumi Saijaan ini.

Ditambahkan salahsatu panitia pelaksana, Mipta, bahwa, maksud dan tujuan even ini selain silaturrahmi antar pemuda Kotabaru, juga agar selalu berolahraga dan terhindar dari narkoba.

"Kegiatan ini murni silaturrahmi antar pemuda Kotabaru, tidak ada unsur politik di dalamnya," jelas Mipta.

Selain jalan sehat fans club futsal Kotabaru juga mengadakan check up kepada para peserta jalan sehat. Acara berjalan dengan lancar dan lancar.









- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

IGTKI Ajak Anak Usia Dini Minum Susu

GEMA, PULAULAUT - Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Kabupaten Kotabaru, mengajak anak-anak usia dini minum susu bareng di halaman Siringlaut, Sabtu, (19/09/2015) dalam rangkaian peringatan hari olahraga nasional.

Kegiatan ini diikuti 50 Sekolah TK dan ribuan anak TK yang ada di Kecamatan Pulaulaut Utara, selain minum susu bareng mereka juga di ajak senam pinguin bersama guru pembimbing masing-masing sekolah.

Sebelumnya acara di awali dengan penampilan Drum Band anak-anak dari TK Negeri Pembina Kotabaru

"Senam dan gerakan minum susu tersebut sebagai titik awal untuk membiasakan anak minum susu, dan bukan hanya hari ini akan tetapi selamanya. Dengan harapan anak tidak jajan sembarangan yang dapat menimbulkan penyakit," sambutan Kadisdikbud yang di wakili oleh Kabid PAUD, Ridjani Efendi.

Ketua IGTKI, Kotabaru, Rabiatul Fahmi, mengatakan, diharapkan nantinya dengan hal tersebut dapat memberikan rangsangan terhadap anak untuk gemar minum susu untuk kesehatan mereka. 

Ditambahkan TP PKK pengurus bunda PAUD, Elsya Nahason, bahwa, pendidikan PAUD/TK merupakan salahsatu aspek pendidikan untuk mendukung jasmani dan rohani anak untuk menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi dan olahraga merangsang kesehatan dan kecerdasan anak. 










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Peringati Haornas, 1.500 Anak TK Padati Siringlaut

GEMA, PULAULAUT - Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), sekitar 1.500 anak usia dini padati halaman Siringlaut untuk senam massal pinguin.

Kegiatan tersebut digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Kotabaru, Sabtu, (19/09/2015) pagi.

Senam massal pinguin tersebut diikuti sekitar 50 TK baik negeri maupun dari yayasan dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kotabaru dengan tema "Memeriahkan hari olahraga dengan senam massal pinguin untuk usia dini agar badan tetap sehat".

"Dengan adanya kegiatan senam massal ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan anak untuk lebih maju dan berkembang dengan hal-hal positif dan lebih sehat," jelas Ketua IGTKI, Kotabaru.

Acara dihadiri oleh Ketua PGTKI, bunda PUAD, dan pendiri rumah pintar, serta guru pendamping masing-masing sekolah.

Nampak terlihat di wajah anak-anak tersebut penuh kecerian walaupun di bawah sengatan mentari tetapi mereka tetap semangat mengikuti senam pinguin tersebut.       










- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

BPBD Bentuk Tim Penanggulangan Kebakaran Hutan

GEMA, PULAULAUT - Musim kemarau yang melanda nusantara tak terkecuali di Kotabaru membuat beberapa titik menimbulkan suhu panas yang membuat banyaknya lahan atau hutan yang terbakar. Dan hal tersebut membuat BPBD harus membentuk tim penanggulanagan bencana kebakaran.

Dalam rapat tersebut di ketuai oleh Setda Kotabaru, H Suriansyah, pelaksana Kepala BPBD, Iriannoor, Dandim 1004 Kotabaru, Letkol Agus Supriyono.

Nampak ikut hadir dalam rapat yaitu, Forkopinda, Ormas, Polres Kotabaru, Lanal dan Kodim, BMKG, Dishubkominfo serta unsur terkait lainnya.

Setda Kotabaru H Suriansyah, mengatakan, pembentukan tim siaga ini sesuai dengan permasalahan dan keadaan sedangkan untuk posko sendiri sesegera mungkin akan dibentuk agar petugas dapat bersiaga.

Ditambahkan Kepala BPBD Kotabaru, Iriannoor, pihak BPBD akan selalu siap tanggap dengan bencana yang terjadi karena dengan suhu panas sekarang tentunya akan mudah menemukan titik-titik panas tersebut.

Pembentukan tim ini berdasarkan Surat Keputusan Tanggap Daerah (SKTD) dari bupati maupun gubernur, dan untuk pembentukan posko penanggulangan bencana berdasarkan SK bupati No 188.45/490/Kum/2015 yang berisikan "10 Nopember 2015 setatus siaga bencana kabut asap dan kebakaran lahan di Kabupaten Kotabaru".

Informasi dari pihak BMKG Kotabaru, Cucu Kusmayancu, bahwa, curah hujan normal pada bulan Nopember akan tetapi karena adanya fenomena el nino (Peningkatan suhu permukaan laut di wilyah pasifik), jadi di perkiraan akan normal pada bulan Desember 2015.










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Parkiran Kendaraan Roda Dua dan Empat di Tertibkan

GEMA, PULAULAUT - Sesuai dengan rapat bersama tentang penertiban lahan parkir untuk roda dua maupun roda empat, pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Polres Kotabaru, dan Satuan Polisi Pamong Praja memberikan himbauan kepada pengguna jalan dan memberikan selebaran kepada pengelola pertokaan tentang larangan parkir sembarangan.

Dalam selebaran tersebut dikatakan bahwa, terhitung dari tanggal 17 September 2015 semua jenis kendaraan baik angkutan penumpang maupun angkutan barang di larang parkir pada daerah yang sudah di berikan tanda rambu dilarang parkir.

Kawasan yang dilarang parkir tersebut yaitu, sepanjang Jalan Suryagandamana, Jalan Putri Cipta Sari, dan Jalan Pangeran Kesuma Jaya.

Sedangkan daerah yang diperbolehkan parkir untuk kendaraan roda empat yaitu di halaman Pasar Limbur Raya dan samping Taman Kota. Dan untuk mobil angkutan barang hanya boleh beroperasi pada pukul 16.00 Wita.

Hal tersebut sesuai dengan Undang undang lalu lintas dan angkutan jalan no 22 tahun 2009 pasal 99, yang mana telah disepakati pada rapat bersama pada 16 September 2015 kemarin.

Diharapkan bersama dengan adanya peraturan tersebut pihak pemerintah ingin agar masyarakat tertib dalam berlalu lintas agar Kabupaten Kotabaru bisa rapi dan bersih. 










- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Tiap Hari Jamaah Kloter 08 BDJ Periksakan Diri

GEMA, MEKKAH - Lima hari berada di Kota Suci Mekkah, jamaah calon haji kloter 08 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, kini beradaptasi dengan suhu udara disana bahkan pola makan dan hal tersebut mengharuskan mereka untuk rutin melakukan pemeriksaan kepada tim kesehatan haji kloter.

Para jamaah rutin ke Masjidil Haram bersama dengan petugas haji kloter baik ketua rombongan maupun ketua regu mereka yang mendampingi dan kebanyakan mereka hanya sakit ringan seperti sakit kepala, pegal pegal dan lainnya.

Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) untuk kloter 08 BDJ dr Dalia T N, melalui via telepon mengatakan, rata rata setiap harinya para jamaah memeriksakan diri ada sekitar 20 orang kepada tim kesehatan kloter dan meminta asupan vitamin maupun obat yang harus di konsumsi.

"Setiap harinya pasti ada yang memeriksakan diri ke posko kesehatan kloter, sekitar 20 an jamaah karena pegal pegal setelah datang dari Masjidil Haram dan melakukan kegiatan lainnya," jelas Dalia.

Selain para jamaah yang memeriksakan diri ke posko kesehatan, tim kesehatan kloter juga melakukan pemeriksaan dan kontrol tiap kamar terhadap jamaah. Dan jamaah pun di himbau agar menjaga kesehatan mereka dengan mengurangi kegiatan ibadah sunat karena beberapa hari lagi akan melakukan wukuf di Arafah. 










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

360 Jamaah Calon Haji Kloter 08 BDJ Sehat

GEMA, PULAULAUT - Setelah meninggalkan tanah air Senin, (14/09/2015), pukul 02.44 dini hari dengan pesawat Garuda Air G 330 di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, kloter 08 BDJ gabungan Jamaah calon haji asal Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, kini sudah berada di Kota Mekkah dalam keadaan sehat.

Sebelum menuju kepemondokan di Mahbas Jin, rombongan kloter 08 BDJ begitu tiba di gerbang Kota Mekkah disambut dengan mukimin yang ada disana dengan memberikan makanan dan minuman kepada jamaah.

Kloter 08 BDJ gabungan dari Kotabaru 170 orang, Tanah Bumbu 140 orang dan Banjarbaru 45 orang, memang rata rata berumur 60 tahun keatas namun sampai saat ini masih dalam keadaan sehat.

Informasi dari TPHI kloter 08, DR H Ruslan Efendi melalui via telepon mengatakan, pemondokan yang di tempati jamaah kloter 08 gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, dalam keadaan bagus dengan fasilitas yang lengkap.

"Semuanya serba ada untuk keperluan jamaah, bahkan pengering rambut pun ada di kamar mereka jadi tidak ada keluhan untuk saat ini semuanya menikmati fasilitas tersebut," ungkap H Ruslan.

Bahkan ada beberapa orang yang tua tua yang tadinya sewaktu berada di tanah air lemas namun ketika berada di tanah suci Mekkah mereka sangat kuat dengan semangat yang tinggi, bahkan menuju Masjidil Haram dengan berjalan kaki, jelasnya.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Inilah Asal Usul Tanda Baca Titik Koma

GEMA, PULAULAUT - Koma, titik dua, titik , tanda tanya, begitu biasa seakan-akan sudah ada sejak dulu -ternyata tidak.

Sebagai pembaca dan , kita mengenal secara intim titik, garis miring, dan berbagai tanda baca dalam bahasa tulisan.

Koma, titik dua, titik , dan saudara-saudaranya merupakan bagian tak terpisahkan dari penulis, menunjukkan struktur gramatik, dan membantu kita mengubah tulisan menjadi bahasa lisan atau gambar.

Kita akan tersesat tanpa tanda-tanda baca itu (atau setidaknya, akan luar biasa bingung), namun nyatanya para penulis dan pembaca purba bisa mengatasi hal itu selama beribu tahun.

Apa yang mengubah benak mereka?

Di abad ke-3 sebelum Masehi, Iskandariah, kota di Mesir yang dibangun orang Yunani kuno, seorang pustakawan bernama Aristophanes sudah merasa saatnya berbuat.

Ia adalah kepala staf perpustakaan kota yang sangat terkenal, yang memiliki koleksi ratusan ribu gulungan tulisan, yang sangat makan waktu untuk dibaca.

Terlebih karena diketahui bahwa kaum Yunani kuno menulis naskah-naskah mereka dengan huruf-huruf yang dideret tanpa tanda baca atau spasi dan tanpa pembedaan huruf kecil atau huruf besar.

Dari huruf-huruf yang sesak berjejeran itu, terserah pada pembaca untuk menemukan sendiri di mana sedia kata atau kalimat berakhir dan kalimat berikutnya bermula.

Toh ketiadaan tanda baca dan spasi antar kata tampaknya tak menjadi masalah. Di negara-negara demokrasi awal seperti Yunani kuno dan Romawi kuno, tempat para pejabat yang dipilih rakyat berdebat untuk mempromosikan pandangan mereka, pidato yang fasih dan persuasif dianggap lebih penting ketimbang bahasa tulisan.

Dan orang harus membentang gulungan naskah sebelum membacakannya di hadapan massa. Tak banyak orang yang bisa langsung mengerti suatu naskah dengan satu kali baca: tatkala diminta membaca dengan lantang sebuah dokumen yang tak pernah ia kenal sebelumnya, seorang penulis abad ke 2 bernama Aulus Gellius memprotes dan beralasan bahwa ia bisa saja keliru dalam memaknai dan memberi penekanan pada kata-kata dokumen itu.

(Ketika seorang pejalan kaki menawarkan diri untuk melakukannya, Gellius akhirnya membacanya juga) Menghubungkan titik-titik

Terobosan Aristophanes adalah untuk menyarankan bahwa pembaca bisa memberi catatan pada mereka, menghentikan aliran teks yang tak berkesudahan dengan titik-titik di bagian tengah (·), bawah (.) atau atas (·) dari setiap baris.

Bermacam titik terhubung dengan jeda pada kalimat yang pendek, menengah, dan makin panjang, dan pembaca bisa menyisipkan penanda dari apa yang disebut koma, titik dua, dan titik.

Ini bukan tanda baca seperti yang kita kenal - Aristophanes memperlakukan tanda bacanya lebih untuk menunjukkan jeda sederhana dan bukan penanda tata bahasa - tapi benih awal telah ditanam.

Sayangnya, tidak semuanya teryakinkan akan nilai penting penemuan baru ini. Ketika Roma mengambil alih orang Yunani sebagai penguasa kekaisaran kuno, mereka meninggalkan sistem 'titik-titik Aristophanes tanpa pikir panjang. Cicero, misalnya, salah satu pembicara paling terkenal di Roma, mengatakan kepada hadirin pidatonya, bahwa akhir kalimat.

"Seharusnya ditentukan bukan oleh jeda pembicara yang mengambil napas, atau tanda yang ditentukan oleh juru tulis naskah, tetapi oleh penakanan irama".

Orang-rang Yunani sendiri, pada abad ke dua Masehi juga meninggalkan tanda baca titik-titik itu.

Mitos tentang bicara di depan umum adalah disuarakan dengan lantang, dan semua naskah dibacakan keras-keras: kebanyakan pakar menganggap bahwa orang-orang Yunani dan Romawi kuno mengatasi ketiadaan tanda baca dengan bergumam dnegan keras saat mereka membaca naskah apapun.

Tulis menulis beranjak dewasa Munculnya jenis kepercayaan yang berbeda mendorong hidupnya lagi titik-titik Aristophanes dan bahkan berkembang ke arah tanda baca.

Seiring runtuhnya Kekaisaran Romawi di abad 4 dan 5, orang-orang pagan Roma mendapati diri mereka terlibat dalam peperangan sia-sia melawan agama baru yang disebut Kristen.

Berbeda dengan masyarakat pagan selama ini selalu meneruskan tradisi dan budaya mereka dari mulut ke mulut, orang-orang Kristen lebih suka menuliskan mazmur dan Injil mereka untuk menyebarkan firman Allah dengan lebih baik.

Buku menjadi bagian integral dari identitas Kristen, menciptakan huruf berhias dan tanda pemisah paragraf (Γ, ¢, 7, ¶ dan lain-lain), dan banyak tulisan yang meriah dengan ilustrasi lukisan yang rumit dan daun emas.

Seiring penyebarannya di Eropa, agama Kristen mendaya-gunakan penulisan, dan menghidupkan tanda baca.

Di abad ke enam, para penulis Kristen mulai memberi tanda baca pada karya-karya mereka sendiri jauh sebelum pembaca membacanya, untuk melindungi makna aslinya.

Kemudian, pada abad ke-7, Isidore of Seville (awalnya seorang uskup agung dan kemudian dibeatifikasi menjadi seorang suci, meskipun sayangnya bukan untuk apa yang diperbuatnya untuk tanda baca) menjelaskan versi terbaru dari sistem Aristophanes -ia menata ulang sistem titik-titik berdasarkan ketinggian letaknya untuk menunjukkan jeda baca yang singkat (.), menengah (·) dan panjang (·).

Lebih dari itu, untuk pertama kalinya secara eksplisit Isidore menghubungkan langsung tanda baca dengan makna.

Tanda subdistinctio atau titik rendah (.) yang sudah dikristenkan itu tidak lagi cuma menandai jeda sederhana tapi agak merupakan tanda dari koma berdasar ketentuan gramatika; sedangkan titik tinggi, ordistinctio finalis (·), menandai akhir kalimat.

Spasi di antara kata-kata muncul segera setelah ini, sebagai penemuan biarawan Irlandia dan Skotlandia yang bosan dan capek dengan keharusan memisah-misahkan kata-kata Latin yang asing.

Dan menjelang akhir abad ke-8, di negara Jerman yang baru lahir, raja terkenal, Charlemagne alias Karl (Charles) Yang Agung memerintahkan seorang biarawan bernama Alcuin untuk merancang alfabet terpadu dari huruf-huruf yang, kemudian kita kenal sekarang sebagai huruf kecil.

Tulis menulis sudah beranjak dewasa, dan tanda baca adalah bagian tak terpisahkan dari itu. Memotong-motong tanda

Sesudah titik-titik kecil Aristophanes menjadi hal biasa,penulis mulai memperluas cakupannya.

Ada yang meminjam tanda dari notasi musik, terinspirasi oleh nyanyian zaman Gregoria untuk membuat tanda baru seperti punctus versus (dering abad pertengahan untuk titik digunakan untuk akhiri kalimat) dan elevatus punctus (tanda dalam posisi terbalik ';' yang berkembang menjadi titik koma modern) yang berimplikasi pada perubahan nada serta makna gramatikal.

Tanda baru lainnya, leluhur dari tanda tanya disebut punctusinterrogativus, digunakan untuk menekankan pertanyaan sekaligus menandai naiknya nada (Tanda seru baru muncul kemudian, di abad ke-15.)

Tetapi di sisi lain, ini mengakibatkan tiga titik Aristophanes yang pertama kali melahirkan tanda baca, jadi tersingkir.

Simbol-simbol yang lebih spesifik terus diciptakan. Perbedaan antara titik rendah, sedang dan tinggi jadi tidak jelas, dan akhirnya yang tersisa adalah titik sederhana yang bisa ditempatkan di mana saja pada suatu kalimat untuk menunjukkan jeda - campuran adonan dari koma, titik koma dan titik. Si titik yang rendah hati itu makin mendapat tekanan lagi ketika abad ke-12 penulis Italia bernama Boncompagno da Signa mengusulkan sistem tanda baca yang sama sekali baru yang terdiri dari hanya dua tanda: garis miring (/) berarti jeda, sedangkan tanda datar (-) menghentikan kalimat.

Tapi nasib lambang-lambang bikinan da Signa ternyata suram - apakah menjadi atau tidak menjadi nenek moyang tanda garis datar seperti yang mengurung kalimat ini - tetapi garis miring atau virgula suspensiva, adalah sebuah sukses besar.

Tanda garis miring itu kompak dan tampak beda, dan segera menyingkirkan sistem Aristophanes terakhir yang memiliki fungsi umum koma atau jeda.

Inilah yang kemudian menjadi bentuk tanda baca pada puncak Renaisans: perpaduan antara titik Yunani kuno; titik dua, tanda tanya, dan tanda lainnya yang berasal dari simbol abad pertengahan; dan sejumlah pendatang baru seperti garis miring dan garis datar. (bbc.com/indonesia)










- Sumber : bbc.com/indonesia
Share:

KPN Meriahkan Pagelaran Seni Budaya Nusantara

GEMA, PULAULAUT - Kelompok Pemuda Nusantara ( KPN) terdiri dari 500 putra putri Indonesia yang di angkut oleh KRI Teluk Bintuni, setelah melakukan kunjungan ke hutan Mangrove Sarangtiung dan silaturrahmi di Parisbarantai dan malamnya mereka meriahkan Pagelaran seni budaya nusantara di Siringlaut, Kotabaru.

Selain 500 orang putra dan putri Indonesia yang memeriahkan pagelaran tersebut nampak juga hadir Dandin 1004 Kotabaru, Danlanal, Kejaksaan, pihak DPRD Kotabaru, Staf ahli bidang kemasyrakatan, Kapolres Kotabaru, dan unsur masyarakat.

Sebelum malam perpisahan kelompok pemuda nusantara pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Kotabaru selaku panitia mengadakan kesenian tari dari berbagai daerah yang ada di indonesia, Senin, (31/8/2015) malam. di taman Siringlaut. 

Tarian yang di tampilkan diantaranya, seni tari dari Provinsi Aceh, Jawa Barat, Bali, Banten, Sumatera, Riau, Kabupaten Kotabaru selaku tuan rumah dan daerah lainya.

Dan tidak lupa juga seluruh daerah memberikan plakat kepada seluruh unsur Muspida Kabupaten Kotabaru yang berhadir dalam acara kesenian malam pergelaran budaya nusantara.

Dalam sambutannya Staf ahli bidang kemasyrakatan dan SDM, Ahmad Asbili, "Dengan adanya Sail Tomini ini masyarakat bisa saling kenal dan mempererat tali silaturrahmi satu sama lain antar pemuda di nusantara.

Perwakilan pemuda dan pemudi yang tergabung dari 34 provinsi di Indonesia itu pun di bagi beberapa kelompok, diantaranya, Kelompok Pulau Siau, Kelompok Tahuna, Kelompok Marampit, Kelompok Marore, Kelompok Boalemo, dan yang lainnya.

"Semoga dengan adanya kunjungan Sail Tomini ini Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan bisa dijadikan sebagai poros maritim nusantara," kata Presiden Jokowi dalam acara hari nusantara 2014 kemarin di Kotabaru..












- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Kemenpora RI Adakan Audiensi di Kotabaru


GEMA, PULAULAUT - Setelah menyambut kedatangan KRI Teluk Bintuni bersama 500 orang putra dan putri terbaik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kementerian Pemuda Olahraga RI yang merapat di Pelabuhan Pelindo III, Stagen. Pemkab Kotabaru langsung menggelar acara audiens, Senin, (31/8/2015) di Gedung Parisbarantai.

Acara di hadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ahmad Asbili, Kemenpora, Suprapto, Forkopinda, dan duta batik Nusantara tahun 2012, 2013, 2014, hingga pemuda dan pemudi perwakilan Asean.

Sebelumnya rombongan disambut dengan musik hadrah dan lagu Indonesia raya, kemudian ucapan selamat datang dari Pemkab Kotabaru.

Staf Ahli, Ahmad Asbili yang mewakili penjabat bupati, merasa gembira dengan kunjungan peserta lintas nusantara remaja dan pemuda bahari Sail Tomini 2015 ke Kotabaru. Dan ia pun dalam sambutannya menjelaskan keadaan daerah dan luas wilayah serta batasan Kotabaru dengan kabupaten tetangga.

Dalam kesempatan tersebut Letkol Laut Eko Yuri, menjelaskan bahwa kedatangan KRI Teluk Bintuni ke Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bersama ratusan perwakilan putra dan putri terbaik nusantara ingin berbagi ilmu pengetahuan.

"Mereka para peserta Sail Tomini 2015 ini ingin mengenal Kotabaru lebih dekat, alasannya karena daerah ini terkenal dengan kemaritiman dan baharinya sebagai bahan pembuatan naskah. Bahkan mereka ingin merasakan langsung kuliner di kota tersebut," ungkap Letkol Laut Eko.

Ditambahkan Eko, bahwa, para peserta memang banyak yang mabuk semasa di perjalanan sebab gelombang tinggi, namun mereka semua tetap semangat melaluinya hingga sampai disini.

Masih kata Eko, setelah dari Kabupaten Kotabaru, KRI Teluk Bintuni dengan nomor lambung 520, bersama ratusan putra dan putri nusantara tersebut akan kembali melakukan perjalanan ke Tiau, Rahuna, Melong, Ternate, Paringimotong, dan Muna.

"Semoga perjalanan panjang ini setelah dari Kotabaru, para peserta tidak ada yang mabuk lagi dan mohon do'a nya kepada semua masyarakat Kotabaru agar bisa berjalan lancar dan sukses hingga sampai tujuan," harap Eko disambut tepuk tangan peserta.

Para pemuda dan pemudi yang di bawa bersama ratusan peserta Sail Tomini 2015 tersebut adalah dari negara Timur Leste, Vietnam, Malaysia, dan Myanmar. 










- Penulis : Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Share:

Arsip Blog

 
close
Hosting Murah