Rabu, 05 November 2014

Rombongan Haji Kloter 09 Kembali Ketanah Air

Rombongan Haji Kloter 09 Kembali Ketanah Air

GEMA, BANJARMASIN - Sekitar 40 hari berada ditanah suci Mekkah dan Madinah melaksanakan serangkaian ibadah wajib dan rukun haji, akhirnya rombongan haji gabungan antara Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, yang tergabung di kloter 09 BDJ akhirnya tiba di tanah air, Senin, (3/11/2014), dengan selamat mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin.

Setelah melaksanakan proses, rombongan haji langsung memasuki asrama haji Banjarbaru. Dan serah terima panitia haji provinsi dengan panitia haji kabupaten pun berlangsung di aula jeddah. Nampak hadir pejabat dari tiga kabupaten dalam penyambutan tersebut.

Sebelum meninggalkan asrama haji, para jamaah beristirahat dan disuguhkan masakan banua yaitu, soto banjar.

Sekedar diketahui bahwa dari 319 jamaah haji kloter 09, untuk Kotabaru 174 orang. Namun demikian untuk pemulangan jamaah yang minta di fasilitasi oleh panitia sekitar 53 orang saja.

Hal tersebut dibenarkan ketua kloter, H Ahmad Kamal "Memang, 53 orang jamaah haji tersebut sudah di daftarkan sejak dari tanah suci untuk minta di fasilitasi oleh panitia haji saat pemulangan. Dan untuk jamaah yang lain di jemput pihak keluarga masing masing,".

Disisi lain ketua panitia pemberangkatan dan pemulangan haji 2014, H Hasby M Tawab, mengatakan, bahwa panitia sudah menyiapkan tiga buah bis untuk mengangkut jamaah haji menuju Kotabaru, dan kalau pun kurang nanti mobil pribadi juga siap standby.

"Mulai dari asrama haji Banjarbaru, hingga menuju ke Kotabaru akan dilakukan konvoi (iring iringan), hingga subuh harinya diperkirakan mampir di Mesjid Al Kautsar, Sekapuk, Tanbu untuk sholat subuh berjamaah hingga kembali melanjutkan perjalanan ke Kotabaru," jelas Hasby.

Lebih luas ia pun mengungkapkan, saat penyeberangan di pelabuhan fery Batulicin ke pelabuhan fery Tanjung Serdang nantinya diharapkan lancar. Dan kami pun akan melakukan koordinasi dengan pihak ASDP agar rombongan haji bisa menyeberang, ujarnya.

"Alhamdulillah, setelah melakukan perjalanan panjang rombongan jamaah haji Kotabaru, tiba di Mesjid Raya Khusnul Khatimah, dengan selamat juga sehat. Dan sebelumnya rombongan mampir di mesjid Stagen untuk berganti pakaian," tutur Hasby.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Bupati Resmikan Hutan Mangrove Desa Langadai

Bupati Resmikan Hutan Mangrove Desa Langadai

GEMA, TARJUN - Desa Langadai berpenduduk lebih dua ribu jiwa, sebagian besar mayoritas berprofesi nelayan. Namun, dalam kurun waktu lima ini mereka mengalami penurunan hasil tangkapan. Penyebab terus berkurangnya ikan hasil tangkapan disebabkan tak hanya berkurangnya hutan mangrove. Tapi intrusi air asin ke daratan juga meningkat, selain fauna seperti burung dan lainnya kehilangan tempat tinggal.

Hal itu, menjadi alasan warga Desa Langadai, Kecamatan Kelumpanghilir, Kotabaru memiliki kepedulian merehabilitasi hutan mangrove, selain pemulihan kerusakan sekaligus demi kelangsungan ekosistem. "Bila ekosistem rusak, maka akan terganggu populasi ikan, persedian air bersih, penahan air bersih dan lainnya yang dapat berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat," kata Kepala Desa Langadai, Eddy Marhadi.

Diungkapkan Eddy, dihadapan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Danramil, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, dalam sambutan HUT ke-59 Desa Langadai dan sekaligus diisi dengan peresmian Wisata Mangrove Desa Langadai, Minggu (2/11).

Eddy menambahkan atas dasar itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa (Indocement) Tarjun, tak hanya dengan gigih mengampanyekan rehabilitasi hutan mangrove di daerah sekitar area pabrik perusahaan. Penyambutan baik Indocement, disusul dengan pencanangan penanaman bibit pohon mangrove sebanyak 5.000 pohon. Penanaman bermula pada 5 Juni 2013 silam.

Tak cuma itu, kegiatan tersebut juga membuka usaha untuk warga setempat, karena perusahaan memberikan kesempatan warga menyediakan bibit mangrove dan berlangsung secara terus menerus. Bahkan, pada 20 April 2014 lalu, perusahaan juga melatih beberapa warga untuk melakukan pembudiyaan mangrove. Hal itu, dimaksudkan, warga selain dapat menyediakan kebutuhan mangrove untuk sekitar lokasi perusahaan. Akan tetapi, menjadikan Desa Langadai sebagai sentra produksi bibit pohon mangrove, untuk keperluan daerah di Kabupaten Kotabaru pada umumnya, serta Desa Langadai, Desa Tarjun dan sekitarnya pada khususnya.

"Pemberdayaan masyarakat binaan Indocement ini mulai menjadi peluang usaha baru, karena tiap hari lingkungan hidup banyak perusahaan yang memerlukan pohon bakau, api-api, langadai, dan nipah untuk ditanam sebagai kepedulian terhadap lingkungan," ucapnya.

Tambah Eddy, seperti pada kegiatan Kemah Bhakti Saka Bhayangkara 5 Juni 2014 lalu, Indocement bekerjasama dengan Saka Bhayangkara melakukan pembelian bibit pohon mangrove 10.000 pohon. Selain itu, warga juga mendapatkan penghasilan atas pembelian 3.000 bibit pohon mangrove dari Sahabat Bekantan Indonesia.

SSECSR Dept Head, PT ITP Teguh Iman Basuki mengatakan, pembinaan terhadap kegiatan rehabilitasi hutan mangrove, selain membuka peluang usaha baru untuk masyarakat di salah satu desa binaan. Namun, Peresmian Wisata Hutan Mangrove sekaligus upaya kepedulian terhadap kelestarian hutan mangrove demi kelangsungan hidup dan ekosistem sekitarnya. " Karena kita akui Kabupaten Kotabaru adalah daerah yang kaya dengan tanaman hutan mangrove. Oleh karena harus dijaga bersama-sama kelestariannya, " ungkap Teguh. Ia juga menambahkan, program dilaksanakan masyarakat yang difasilitasi perusahaan, ini bersifat jangka panjang.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, yang hadir sekaligus meresmikan acara Wisata Mangrove, dalam sambutannya berpesan kepada warga untuk tetap hidup akur, tentram, dan damai. Namun, orang nomor satu di Bumi Saijaan ini, juga merespon positif kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dilakukan masyarakat dan desa, khususnya di Desa Langadai, Kecamatan Kelumpanghilir.

Oleh karena itu, bupati Kotabaru berpesan, tak hanya wisata mangrove terus dikembangkan. Akan tetapi, hendaknya tanaman tersebut dapat dikombinasikan dengan tanaman lainnya seperti nipah dan rambai. "Karena tanaman nipah seperti diketahui dapat menjadi bahan pembuat gula merah. Sedangkan rambai, buahnya untuk hewan seperti bekantan. Jadi lengkap di lokasi wisata mangrove ini," ujarnya.

Karena itu, selain ia menyerahkan kepada pihak ketiga terhadap kelengkapan infrastruktur di Lokasi Wisata Mangrove. Namun, ia juga akan meminta kepada Dinas Kehutanan dan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) membekup secara teknis. "Ya kita akan minta Dinas Kehutanan dan Disporabudpar mendampingi," pungkasnya.










- Penulis : Humas PT ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online