Jumat, 24 Oktober 2014

Hanya 316 Haji Yang ke Madinah

Hanya 316 Haji Yang ke Madinah

GEMA, MEKKAH - Kloter 09 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, dari awal keberangkatan jamaah haji dari tanah air adalah 319 orang, namun hingga keberangkatan ke Madinah, Kamis, (23/10) kemarin, hanya tersisa 316 jamaah haji.

H Ahmad Kamal, selaku ketua kloter 09 memaparkan, memang dari 319 jumlah jamaah haji kita, hanya 316 saja yang berangkat bersama rombongan ke Madinah. hal tersebut dikarenakan ada satu orang yang meninggal asal Kotabaru dan dan dua orang sakit asal Tanah Bumbu.

"Benar, satu orang meninggal dunia, satu orang di dipulangkan lebih awal ketanah air (tanajul) dan satu orang lagi masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), Mekkah," kata Kamal, Kamis kemarin.

Namun Kamal, menjelaskan, untuk satu orang haji asal Tanah Bumbu, yang masih dirawat di BPHI, Mekkah, tersebut akan menyusul rombongan ke Madinah dengan menggunakan ambulance, dikarenakan tidak memungkin ikut rombongan dengan kondisinya yang lemah.

Masih kata Kamal, perjalanan panjang menuju ke Madinah ini dengan jarak tempuh 498 Km. Dan semua jamaah haji tidak ada yang berdiri karena menggunakan tujuh bis. beda halnya saat ke Muzdalifah, Arafah, dan Mina, hanya menggunakan lima bis yang disediakan oleh maktaf.

"Mudah mudahan perjalanan ke Madinah ini tidak ada halangan, namun lancar dan selamat hingga ke Madinah," harap Kamal.

Sebelum keberangkatan ke Madinah jamaah haji kloter 09, terlebih dulu melakukan sholat duha dan tawaf wada bersama ke Masjidil Haram, hingga selesai langsung ke pemondokan untuk persiapan keberangkatan ke Madinah pukul 04 sore waktu arab saudi.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
BPBD Sosialisasikan Resiko Bencana

BPBD Sosialisasikan Resiko Bencana

GEMA, PULAULAUT - Puluhan guru di Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru,  Kamis, (23/102014) pagi, datangi kantor kecamatan jalan Biduri, Desa Dirgahayu, untuk mengikuti acara sosialisasi penanggulangan pengurangan resiko bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Para guru sekolah SD, SMP dan SMA di Pulaulaut Utara, Kotabaru, dengan seksama mendengar setiap penjelasan yang di sampaikan pihak BPBD tentang kenali penyebab bencana seperti, cara mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air dan menanam pohan.


Acara tersebut berlangsung selama dua hari, di aula Kecamatan Pulaulaut Utraa, dengan nara sumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel.

Dan tiga orang yang akan membeberkan materi kepada peserta yaitu, Drs Suryadi, tentang materi karakteristik bencana, M Nursjamsi S Pi Mt, tentang materi konsep pengurangan resiko bencana, dan Sugeng S Tp, tentang materi supaya sekolah aman dari bencana.

Kita ketahui bersama bahwa bencana adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat baik di sebabkan faktor alam maupun manusia, hingga menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis, kata Sugeng dalam penyampaian materinya.

"Cegahlah banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan membersihkan saluran air secara berkala bahkan menanam pohon di sepanjang aliran sungai," ungkap Sugeng.

Selain itu pemateri lainya juga menyampaikan, saat banjir hendaknya matikan listrik dalam rumah atau hubungi pihak PLN, dan mengungsi ke daerah aman sedini mungkin.

Diingatkan pula oleh pihak BPBD Kalsel, bahwa jangan bakar hutan dan lahan demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun harus mencegahnya dengan meningkatkan kewaspadaan penggunaan api di dalam dan sekitar hutan.

Memadamkan kebakaran hutan adalah tanggung jawab kita bersama, jadi kendalikan api dan lestarikan hutan kita, pesan BPBD.









- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online