Kamis, 23 Oktober 2014

Terakhir Dikota Mekkah Ziarah ke Gua Hira

Terakhir Dikota Mekkah Ziarah ke Gua Hira

GEMA, MEKKAH - Untuk terakhir kalinya jamaah kloter 09 BDJ melakukan kegiatan ziarah, yaitu ke Gua Hira, di Jabal Nur, enam kilo meter sebelah utara Masjidil Haram. Dan disinilah pertama kalinya Nabi Muhammad SAW,  menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril.

Perlu diketahui bahwa untuk sampai ke Gua Hira, maka harus melalui tanjakan juga bebatuan terjal dan membutuhkan fisik yang kuat hingga sampai kesana.

Hanya beberapa orang jamaah kita saja yang ikut dalam ziarah ke Gua Hira ini, pasalnya harus mempunyai fisik yang kuat, selain itu harus mendaki diantara batu terjal dan tidak ada tangga seperti halnya di Jabal Rahmah, hal ini memakan waktu sekitar satu jam untuk sampai kepuncak, ungkap H Ahmad Kamal selaku ketua kloter.

Namun, Kamal, menambahkan bahwasanya Gua Hira adalah salahsatu tempat yang banyak dikunjungi oleh jamaah haji asal berbagai negara dan tentu hal ini membuat penziarah berjejal untuk bisa masuk ke Gua Hira yang sempit dan hanya bisa muat sekitar empat orang saja.

Ia pun, menghimbau kepada jamaah jangan memaksakan diri untuk mencoba masuk kedalam Gua Hira yang penuh jejal dengan jamaah luar yang besar besar pastinya, karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Memang, banyaknya jamaah yang berjejal datang ke Gua Hira tersebut dengan berbagai tujuan dan keyakinan, misalnya, ada yang ingin merasakan seberapa berat perjalanan Rasullullah kegunung tersebut, ada yang ingin mendapatkan berkah dan yang lainnya.

Rencanya kloter 09 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, akan di berangkatkan ke Madinah setelah sholat asyar pukul 04.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun terlebih dulu akan melakukan Tawaf Wada (salam perpisahan) ke Masjidil Haram selepas sholat subuh. Dan nantinya akan di angkut dengan tujuh bis menuju Madinah.  












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Jamaah Tahlilan Dipemondokan

Jamaah Tahlilan Dipemondokan

GEMA, MEKKAH - Wafatnya salahsatu jamaah haji asal Kabupaten Kotabaru, Senin, (21/10) malam pukul 09.00 waktu arab saudi.  Membuat jamaah kloter 09 BDJ gabungan Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala, lakukan tahlilan di pemondokan untuk almarhum, Hj Siti Rohayah (53), Selasa malam usai sholat magrib.

Ruangan aula dipemondokan pun dijadikan untuk tempat tahlillan (selamatan) yang sudah tentu padat oleh jamaah haji pria maupun wanita untuk mendoakan almarhumah Hj Siti Rohayah isteri dari H Muhammad Rafi'i, yang meninggal di Mekkah.

Rasa haru dan sedih nampak terlihat diwajah para jamaah, tidak terkecuali sang suami H Rafi'i. Dan hal tersebut dikarenakan selain harus kehilangan orang yang dicintai namun juga harus berpisah dengan Baitullah.

"Memang kami langsung mengadakan tahlilan setelah sholat magrib berjamaah di pemondokan untuk ibu Hj Siti Rohayah, dan ternyata para jamaah banyak yang ikut memadati ruangan untuk mendoakan," ungkap ketua kloter H Ahmad Kamal.

Ia, menjaelaskan, selain itu kami pun bersama TKHI, TPHI, TPHD, selalu memberikan semangat kepada para jamaah demikian halnya terhadap pa H Rafi'i, bahwa segala sesuatu sudah menjadi kehendak dan aturan dari Allah SWT. Dan alhamdulillah, beliau sadar akan hal itu hingga ihklas dengan semuanya, kata Kamal.

Perlu diketahui, hari terakhir jamaah berada di kota Mekkah dimanfaatkan untuk itikaf di Masjidil Haram, mulai dari zuhur hingga subuh hari jamaah baru pulang ke pemondokan.

Selain itu persiapan barang barang jamaah pun sudah dilakukan baik tas koper besar maupun tas kecil. Dan mereka dihimbau bahwa tas koper besar jangan lebih dari 32 Kg dan tas kecil 8 Kg.

"Insyaallah, semua jamaah di kloter 09 BDJ sudah mempersiapkan barang bawaan mereka. Dan selain itu mereka sudah siap untuk berangkat ke Madinah, mudah mudahan semuanya lancar," harap Kamal.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online