Selasa, 14 Oktober 2014

Pemerintah Salurkan Bantuan Untuk Nelayan Kotabaru

Pemerintah Salurkan Bantuan Untuk Nelayan Kotabaru

GEMA, PULAULAUT - Acara perencanaan program peningkatan kehidupan nelayan (PKN), Senin, (13/10) di PPI kemarin, selain membahas tentang persiapan pemantapan hari nusantara, namun juga dirangkai dengan pemberian bantuan pembangunan gedung pusat layanan usaha terpadu bagi koperasi dan nelayan.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kelauatan dan Perikanan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan dan Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, serta pejabat Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru.

Pemberian bantuan baik dari Kementerian Kelautan dan Kementerian Koperasi dan UKM langsung diterima oleh Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, berupa fasilitas alat tangkap nelayan dan pembangunan gedung layanan usaha terpadu koperasi nelayan sebesar, Rp 2.742.000.000 miliar rupiah.

Dewan kelautan Indonesia Ir Dedy H Sutrisna menyatakan "Kegiatan PKN dan Harnus ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dan tidak hanya untuk satu sektor saja namun berkaitan dengan sektor sektor lainnya".

Disi lain Sekjen Kementerian dan Kelautan RI, Prof Syarif Widjaya menyampaikan, bahwa berdasarkan sensus 2010 untuk kelautan dan perikanan mengalami peningkatan dibanding bidang pertanian.

Melihat banyaknya pulau pulau kecil yang dimiliki oleh Kabupaten Kotabaru, Syarif pun memberikan usulan kepada bupati tentang perencanaan zonasi (Pengelompokan kawasan kelautan).

"Ya, mekanismenya seperti di darat, ada RT atau pun RW, contohnya kawasan tambang, usaha, wisata dan yang lainnya dibagi secara jelas," tuturnya.

Syarif, juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akan ditetapkan sebagai poros maritim kelautan Indonesia pada hari nusantara, 13 Desember mendatang. Dan hal ini sesuai dengan peninjauan keadaan wilayah Kotabaru.

Dipenghujung acara puluhan kapal hias nelayan Kotabaru lakukan parade di lokasi perairan pangkalan pelelangan ikan, Desa Sungai Taib.









- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Data Arsip Kecamatan Dibenahi

Data Arsip Kecamatan Dibenahi

GEMA, SUNGAI PINANG -  Lima Kecamatan menjadi target Badan Komunikasi Informatika Arsip dan Sandi Daerah (BAKIASDA) Kotabaru, bidang kearsipan dalam memberikan sosialisasi cara mengarsipkan data data penting di kecamatan dengan baik dan benar.

Kegiatan tersebut berlangsung, Selasa, (14/10/2014) di aula Kecamatan Pulaulaut Tengah. Dan nantinya dilanjutkan di Kecamatan Pulaulaut Barat, Kecamatan Pulaulaut Tanjung Selayar, Kecamatan Pulaulaut Selatan dan Kecamatan Pulaulaut Kepulauan.

Plt Camat Pulaulaut Tengah, Khairyan Ansyari, menyambut gembira dengan adanya kegiatan pengarsipan dari Bakiasda ini dan mengucapkan terimakasih atas bantuannya dalam memberikan tata cara menyusun data yang begitu banyak dengan baik dan cepat.

"Kami sangat senang dan terbantu dengan adanya pembelajaran tata cara pengarsipan ini, tentu hal ini akan mempermudah dalam mencari arsip baru maupun lama dalam kumpulan berkas yang begitu banyak, ungkap Khairyan".

Sebelumnya dalam sambutan Kepala Bakiasda, Eko Suryadi Widodo, "Staf kecamatan jangan malu malu untuk belajar tata cara mengarsipkan berkas berkas penting, agar bisa mempelancar kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.

Ditambahkan Kassubbid arsip dinamis, Gufransyah, bahwa tata cara pengarsipan ini sangat penting diketahui sebab kita dapat mencari berkas dengan cepat walaupun itu berkas lama," ungkapnya.

"Ya, kita pasti ingin cepat lah untuk mendapatkan berkas yang diperlukan, tapi kalau berkas itu banyak dan menumpuk pasti akan memakan waktu dan merepotkan," ucapnya.

Selain lima kecamatan yang ada di Pulaulaut, rencananya tata cara pengarsipan ini akan terus dilakukan keseluruh kecamatan yang ada di Kotabaru, hingga mengetahui bagaimana pengarsipan yang baik dan benar.











- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Potensi Laut Kotabaru Belum Maksimal Digarap

Potensi Laut Kotabaru Belum Maksimal Digarap

GEMA, PULAULAUT - Kabupaten Kotabaru yang terdiri dari kepulauan dan mempunyai luas wilayah seperempat Kalimantan Selatan, dengan hasil bumi yang berlimpah dan potensi laut yang menjanjikan. Namun sayang masih belum tergarap dengan maksimal.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, pada sambutan acara Program Kehidupan Nelayan (PKN), Senin, (13/10/2014) pagi, di Pangkalan Pelelangan Ikan (PPI) Desa Sungai Taib, Kecamatan Pulaulaut Utara.

"Potensi kelautan kita belum di garap dengan maksimal, ini karena luasnya wilayah Kotabaru seperempat dari wilayah Kalsel. Namun kita tetap akan terus meningkatkan potensi itu," ungkapnya.

Bupati berharap, Kabupaten Kotabaru bisa menjadi maritim tingkat nasional, karena letak geografisnya berada ditengah tengah dan dimungkinkan menjadi pelayaran internasional.

Ditambahkan Sekjen Kementerian dan Kelautan RI, Prof Syarif Widjaya, "Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap kelompok kerja PKN ini, sesuai dengan Kepres No 10 tahun 2011, yang mana pencanangan khusus kepada 11 menteri terkait peningkatan taraf hidup masyarakat nelayan".

Menurut sensus tahun 2010, masyarakat nelayan di Indonesia mengalami peningkatan perekonomian dibandingkan dengan bidang pertanian. Tetapi masih terkendala dengan pola hidup masyarakat yang masih jauh dari sehat.

Dikesempatan tersebut Syarief mengusulkan kepada Bupati Kotabaru Irhami Ridjani, untuk membuat perencanaan mengenai zonasi (Pengelompokan kawasan kelautan) akan tetapi sistemnya sama seperti di daratan, diantaranya ada RT dan RW.

"Ya contohnya, seperti kawasan produksi ikan, kawasan usaha, kawasan wisata, kawasan budaya dan yang lainnya agar dibagi secara jelas," tuturnya.

Perlu diketahui, keadaan Kotabaru sesuai dengan peninjauan Pemerintah RI, dan akan di tetapkan sebagai poros maritim kelautan Indonesia pada puncak perayaan hari nusantara (Harnus) Desember mendatang.  










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online