Jumat, 10 Oktober 2014

Hutan Terbakar Jamah Rumah Penduduk

Hutan Terbakar Jamah Rumah Penduduk

GEMA, PANTAI BARU - Suasana tenang saat warga beristirahat dari aktivitasnya ternyata dikejutkan oleh kobaran api dari hutan dan melahap apa saja yang dilewatinya hingga kepemukiman warga di Desa Pantai Baru RT 01, Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru, Kamis, (9/10/2014) siang.

Kurang beruntung bagi keluarga Ismanto, bukan hanya kebun yang dilahap api namun gudang penyimpanan korsen rangka bangunan rumahnya pun ikut terbakar.

Saat itu Ismanto tidak berada dirumah namun lagi bekerja dan ia kaget saat di telepon sang isteri bahwa gudang mereka habis terbakar.

"Saya kaget saat di telepon isteri gudang terbakar, dan tak banyak tanya langsung bergegas pulang untuk mengetahui penyebabnya kenapa bisa terbakar," ungkap Ismanto.

Ternyata kobaran api berasal dari hutan yang terbakar hingga kepemukiman warga. Padahal warga siap siaga terkait kekeringan ini apabila ada orang yang sengaja membakar lahan namun ternyata malah terjadinya kepemukiman kami, sesalnya. 

Ia pun sedih menatap bangunan gudang miliknya dengan tumpukan korsen rumah seperti pintu dan jendela serta peralatan tukang yang berubah jadi arang. Padahal Ismanto mengumpulkan korsen tersebut puluhan tahun lamanya dari hasil keringatnya selama ini.

Rencananya, Ismanto akan membangun sebuah rumah tidak jauh dari tempat kejadian apabila semua bahan bangunan sudah lengkap.

"Korsen dari bahan kayu ulin itu saya pesan Rp 25 juta rupiah, dan untung saja sepeda motor dibawa kerja kalau tidak ikut juga ludes," tuturnya sedih.

Informasi dilapangan, api tiba tiba muncul dari dalam hutan dan begitu cepat menyebar kepemukiman mungkin karena kemarau hingga daun, ilalang dan semak belukar kering. Tidak lama berselang sekitar satu hektar lebih kawasan hutan itu habis terbakar.

Untung saja dua unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Kotabaru datang dan langsung melakukan pembelokiran lokasi dengan menyiram daerah tersebut agar tidak meluas.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.   












- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Dinas Pertanian Kotabaru Coba Alat Pemotong Padi

Dinas Pertanian Kotabaru Coba Alat Pemotong Padi

GEMA, SALINO - Untuk bisa menekan biaya pengeluaran bagi kelompok tani saat melakukan panen padi, pemerintah melalui Dinas pertanian lakukan uji coba alat pemotong padi (Combine Harvester), Kamis, (9/10/2014) di Desa Salino Kecamatan Pulaulaut Tengah, Kotabaru. Dan selain itu juga diberikan contoh serta arahan kepada petani cara mempergunakan alat tersebut.

Alat pemotong padi sekaligus perontok ini sangat praktis. Dan nantinya kelompok tani yang tersebar di Kotabaru akan diberikan bantuan untuk mempermudah kinerja mereka.

Joni selaku bidang paska panen pada Dinas Pertanian Kotabaru, mengatakan, alat pemotong dan perontok padi ini akan menekan biaya pengeluaran petani saat panen, karena dengan alat tersebut akan cepat selesai saat melakukan panen padi.

"Memang, kerjanya cepat satu hektar cuma enam jam sedangkan secara manual berhari hari, dan mesin tersebut menggunakan BBM jenis solar dengan kapasitas lima liter," ungkap Joni.

Masih kata Joni, sementara ini masih uji coba dan membiasakan petani dengan alat tersebut dan nanti akan dibagikan kepada kelompok tani, saat ini masih dalam pemesanan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Pulaulaut Tengah, Hairiyan Ansyari sangat senang karena ini baru pertama kali warganya menggunakan mesin untuk panen padi, jadi bisa mempercepat kinerja para petani saat panen.

"Benar, ini pertama kali dan sangat membantu petani disini untuk menekan biaya pengeluaran saat panen karena kerjanya sangat cepat cuma beberapa jam untuk satu hektar sawah sudah selesai," ujarnya.

Camat muda yang akrab di panggil Riyan ini berharap, para petani bisa menjaga dan memeliharanya dengan baik bahkan nantinya mengembangkannya. Dan tak kalah penting Ryan berpesan, jangan hanya terpaku dengan bantuan namun petani harus bisa mandiri.

Ditambahkan Dwi Wijayanti selaku bidang penelitian pada Dinas Pertanian Kotabaru, ada dua jenis bibit padi yang ditanam warga yaitu parites cibogo dan parites bestari, yang mana bibit ini bersertifikat. Dan bisa menghasilkan gabah kering per satu hektarnya enam hingga tujuh ton.











- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Pembukaan TMMD Ke-93 di Desa Buluh Kuning

Pembukaan TMMD Ke-93 di Desa Buluh Kuning

GEMA, SUNGAI DURIAN - Peringatan upacara Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-93 tahun 2014, kali ini dilaksanakan di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru.

Tempat pelaksanaan halaman Koramil 1004 - 09 / GBB Kecamatan Sungai Durian, Kamis, (9/10/2014) pukul 09.00 pagi berlangsung khidmat.

Selaku Inspektur upacara Kolonel Inf  Wahardono Aster Kodam-VI/Mulawarman, dan sebagai komandan upacara, Kapten Inf Dominkus.

Peserta apel terdiri dari satu pleton Yonip 621, satu pleton Kodim, satu pleton Polres, Satpol PP, Hansip dan Pramuka serta iringan musik drum band kodim 1004 Kotabaru.

Tema yang di usung "Melalui program TMMD, TNI bersama Polri, kementerian, LPMK Pemkab dan seluruh komponen bangsa mengoptimalkan pembangunan di pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat".

Selain itu TMMD juga melakukan kegiatan diantaranya , pembuatan jalan sepanjang 4 Km di Desa Buluh Kuning, dan 3,5 Km di Desa batuah, rehab gereja dan mesjid serta rehab 5 buah rumah warga.

Acara dihadiri oleh dandim 1004 Kotabaru waka polres, staf ahli Pemkab Kotabaru dan muspika serta masyarakat dan tokoh agama.










- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online