Sabtu, 04 Oktober 2014

Ratusan Jemaah Muhammadiyah Kotabaru Laksanakan Sholat Ied

Ratusan Jemaah Muhammadiyah Kotabaru Laksanakan Sholat Ied

GEMA, PULAULAUT - Tepat pukul 07.16 Wita, ratusan jemaah Muhammadiyah Kotabaru padati lapangan Siringlaut untuk Sholat Idul Adha, Sabtu, (4/10/2014).

Selaku Khatib, H Harman Tajang Lc MHI, Dosen Tafsir Ma' ahad Ali STIBA Makassar.

"Idul Adha momentum untuk berbagi dan bersedekah pada sesama menggapai kejayaan dengan dakwah Islam yg bijak," kata khatib.

Ditambahkannya, tiada kalimat terindah selain ucapan takbir, tahlil dan tahmid kepada Allah SWT, ke agungan yang tertinggi, kebesaran yang tak tertandingi karunia Nya begitu besar, nikmat pemberian Nya tak terhingga.

Wajah ceria, senyum yang mengembang ayunan langkah yang ringan sungguh merupakn pemberian Illahi yang wajib kita syukuri, ungkap H Harman selaku khatib.
 
Tema Idul Adha kali ini adalah Repleksi Keteladanan Perjuangan Nabi Ibrahim AS.

Sekedar diketahui ketika Nabi Ibrahim As, beranjak remaja , nuraninya terusik berontak apa yang ia saksikan, akal sehatnya tidak dapat menerima apa yang dilakukan masy, ritual syirik dan keji kemungkaran merajalela tanpa seorang pun bangkit untuk mengingkarinya. Maka ia pun bangkit untuk memikul amanah dakwah menasehati kaumnya agar menghentikan dosa besar ini.

Masy enggan meninggalkan kesyirikan bahkan hendak membinasakan Nabi Ibrahim As didalam kobaran api yang menyala nyala, hingga pada akhirnya Allah SWT menyelamatkan.

H Harman pun berpesan kepada orangtua dan guru pengajar di segenap tingkat pendidikan agar bertanggung jawab kepada pendidikan anak karna kemajuan intelek atas pondasi iman yang kuat kepada Allah swt.

Hendaknya bergaul dengan orang yang saleh dan dapat membantu serta bermanfaat bagi masyarakat agat tidak menyia nyiakan usia, kemampuan terbaik bagi umat dan bangsa.

Sholat Idul Adha berjalan dengan tertib dan lancar, jamaah pun dengan khusuk menyimak apa yang disampaikan khatib hingga pelaksanaan selesai pukul 07.55 Wita.

Walaupun berbeda pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini antara Sabtu dan Minggu. Namun hal itu tidak menimbulkan perpecahan antara keduabelah pihak karena keduanya saling menghormati satu dengan yang lainnya.











- Penulis : Siti Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
319 Jamaah Kloter 9 BDJ Kini Bergelar Haji

319 Jamaah Kloter 9 BDJ Kini Bergelar Haji

GEMA, ARAFAH - Ditengah tengah terik mentari yang menyengat dengan kisaran 43 derajat,  319 jamaah kloter 9 BDJ gabungan asal Kotabaru, Tanah Bumbu dan Barito Kuala bersama ribuan umat muslim seluruh penjuru dunia melaksanakan wukuf di Arafah, Jum'at, (3/10/2014).

Jamaah dibagi empat rombongan, dan semuanya sudah selesai melaksanakan wukuf dan sekarang menyandang gelar haji.

"Alhamdulillah, semua jamaah sudah mendapatkan predikat haji dan penuh semangat melaksanakan wukuf," ungkap H Kamal via telepon. 

Disampaikan H Kamal, isi penyampaian kutbah saat wukuf tentang kemabruran haji setelah mendapatkan gelar haji dengan perubahan sikap dan pengenalan diri akan hamba dengan tuhannya sebab hamba pada dasarnya tidak sempurna.

Rencananya kloter 9 BDJ akan diberangkatkan sekitar pukul 18.30 Waktu Arab Saudi (WAS), menuju ke Muzdalifah. Dan jeda waktu untuk keberangkatan berikutnya satu jam setiap kloter sesuai dengan hasil qurah, sedangkan untuk kloter 9 BDJ sendiri no urut lima.

Untuk 32 tenda yang disediakan di Arafah berada dekat dengan MCK, dan makanan untuk jamaah cukup bahkan berlabel Kementerian Agama dan menu sesuai dengan selera keseharian jamaah, ditambah dengan buah buahan seperti apel, pisang, jus dan lainnya, jelas ketua kloter.

H Kamal berharap, nantinya semua rombongan bisa diangkut serempak ke Muzdalifah hingga Mina, soalnya saat ini telah terjadi kepadatan di Arafah dan untuk transportasi angkutan jamaah tidak bisa tepat waktu.

Sekedar diketahui untuk bis yang disediakan mengangkut kloter 9 BDJ hanya lima buah dengan kapasitas 45 kursi jadi harus diisi dengan 65 orang, otomatis sebagian jamaah berdiri.

Disinggung masalah kesehatan jamaah saat wukuf di Arafah, Kamal mengatakan semuanya segar dan penuh semangat cuma hanya sebagian jamaah yang masih batuk dan yang mempunya penyakit resiko tinggi (Resti) memeriksakan tekanan darahnya.









- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Indocement Bantu Siswa Tidak Mampu

Indocement Bantu Siswa Tidak Mampu

GEMA, TARJUN - Dalam rangka pelaksanaan program CSR (Corporate Social Responsibility) melalui pilar pembangunan pendidikan, PT.Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Plant Tarjun, Kotabaru, Kalsel memberikan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah untuk kembali bersekolah.

Sebelumnya Indocement telah melaksanaan bantuan tahap pertama April 2014 lalu dan kini masuk tahap kedua yaitu akan diberikan kembali bantuan seragam sekolah yang terdiri dari baju, celana, sepatu, kaos kaki dan buku tulis.

Desa binaan yang mendapatkan bantuan tersebut antara lain, Desa Serongga sebanyak 15 anak, Desa Sungai Kupang 40 anak, Desa Sidomulyo 20 anak dan Desa Sungai Dua 24 anak.

CSR Section Head Indocement Plant Tarjun, Yanuar Arif menjelaskan, “Ada beberapa dasar pemikiran menyelenggarakan kegiatan ini karena perusahaan ingin lebih memberikan perhatian khusus kepada anak-anak siswa keluarga tidak mampu.

Tujuan ini agar anak mendapatkan hak pendidikan layaknya anak-anak lainnya dan menumbuhkan semangat belajar lebih baik lagi guna manfaat buat dirinya sendiri dan berguna bagi kehidupan bermasyarakat serta untuk menuju masa depan mereka, ugkap Yanuar.

Masih kata Yanuar, selain itu perusahaan juga melaksanakan program anak asuh atau bantuan pendidikan kepada siswa-siswa dari keluarga tidak mampu, termasuk anak yatim dan putus sekolah untuk sekolah kembali dengan pembiayaan sepenuhnya sesuai kebutuhan pendidikan dan sekolah.

Disamping itu pula, dapat membantu program pemerintah dalam wajib belajar 9 tahun dalam kerangka peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, jelas Yanuar.

Kepala SDN 2 Serongga, Siti Rohani, S.Pd mengatakan, “Harapan kami, perusahaan dapat terus menerus melaksanakan program anak asuh ini dan mereka sangat memerlukan bantuan dan dukungan untuk terus bersekolah.

"Nilai raport mereka bagus artinya semangat bersekolahnya sangat baik, sangat disayangkan kalau mereka tidak mendapat dukungan," ungkap Rohani.

Ia menambahkan, mereka di masukkan kriteria tidak mampu terutama anak yatim yang ditinggal orang tua dan anak putus sekolah, karena orang tua mereka berpenghasilan rendah sedangkan keinginan dan semangat anak untuk bersekolah tinggi.

Disi lain Kepala Desa Serongga, Muhammad Yasa menyampaikan, “Selaku aparat pemerintahan desa sangat meapresiasi langkah-langkah kebijakan yang dilakukan management Indocement terhadap pendidikan dalam rangka peningkatan SDM bagi warga desa binaan.

Kami sangat bersyukur dan terima kasih bahwa anak yatim, anak putus sekolah dan siswa keluarga tidak mampu menjadi program anak asuh Indocement. Dan kami sangat mendukung program ini karena besar sekali manfaatnya, jelasnya.

“Harapan kami, kiranya pembinaan dan program bantuan terhadap Anak Yatim, Anak Putus sekolah dan Siswa keluarga tidak mampu ini berjalan hingga lulusan sekolah sesuai dengan program pendidikan yang diwajibkan pemerintah yaitu wajib belajar hingga 9 tahun,” ungkap Yasa.













- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online