Kamis, 13 Februari 2014

Dinkes Kotabaru Waspadai DBD

Dinkes Kotabaru Waspadai DBD

GEMA, PULAULAUT - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul tingginya curah hujan akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru drg Cipta Waspada, Kamis, mengatakan, untuk menghindari jatuhnya korban, perlu antisipasi penyakit DBD sejak dini.

"Baru-baru ini kita sudah melakukan tiga kali pengasapan atau fogging di daerah ditemukannya jentik nyamuk demam berdarah," katanya menjelaskan.

Cipta mengakui, penyakit DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang membahayakan, untuk itu perlu antisipasi dan penanganan serius agar penyakit tersebut tidak menyebar di Kotabaru.

"Secara umum, penderita penyakit demam berdarah untuk Kotabaru turun dari tahun ke tahun," ujar Cipta dengan tidak menyebutkan data secara rinci.

Begitu juga dengan korban meninggal dunia, mungkin saja masih ada. Menurut Cipta pemberantasan penyakit demam berdarah tidak akan bisa tuntas, terlebih kondisi geografis Kotabaru yang terdiri dari kepulauan dan masih banyak hutan.

"Pasien demam berdarah setiap tahun masih tetap ada, akan tetapi jumlahnya terus menurun, karena kondisi daerah yang mendukung untuk hidupnya nyamuk demam berdarah," imbuh Cipta.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kotabaru Mursalin, menambahkan, tiga tahun terakhir jumlah penderita penyakit DBD terus menurun.

Selama 2009 penderita DBD sekitar 75 orang, empat di antaranya meninggal dunia. Sedangkan 2010 diperkirakan turun menjadi sekitar 51 orang dan 2011 menjadi sekitar 37 orang satu meninggal dunia.

Menurut Mursalin, salah satu faktor turunya jumlah penderita DBD mulai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan melakukan 3 M, yaitu, menutup, menguras dan mengubur tempat/wadah yang menjadi genangan air yang bisa dijadikan tempat berkembangbiaknya nyamuk penular demam berdarah.








- Sumber : Antara News
Warga Desa Binaan Indocement Hasilkan Produk Kerajinan

Warga Desa Binaan Indocement Hasilkan Produk Kerajinan


GEMA, TARJUN - Indocement didik warga desa binaan khususnya Tarjun dan Langadai. Mereka mengikuti pelatihan satu minggu di kampung wisata, Desa Jambangan, Surabaya dan satu minggu di Citeureup, Bogor.

Saat ini, mereka telah memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk dipraktekkan dan menghasilkan produk berbagai macam kerajinan unik juga menarik. Warga begitu antusias dan tertarik untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.
 
Indocement terus mengembangkan kerajinan bahan limbah sampah kepada warga desa-desa binaan, bahkan kini telah terbentuk kelompok-kelompok kerajinan dengan menghasilkan berbagai macam bentuk kerajinan.

Sementara, CSR Section Head Indocement Tarjun, Yanuar Arif menyatakan, Program ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut program CSR perusahaan untuk desa proklim, sehingga kita perlu membawa beberapa warga desa binaan untuk bisa melihat dan belajar langsung ditempat yang telah menata desanya dengan baik, bersih, sehat dan hijau.

"Warga yang kita kirim akan menjadi pelopor, fasilitator dan motivator untuk membawa masing-masing desanya menjadi desa yang baik, bersih, sehat dan hijau" ungkap Yanuar.

Ditambahkan, Teguh Iman Basoeki selaku SSECSR Dept Head Indocement Tarjun, Program ini adalah Implementasi program-program CSR dengan mensinergikan pilar pendidikan, kesehatan, sosial budaya agama juga termasuk pilar ekonomi, karena jika hal ini dijalankan bersama seluruh aspek SDM, kesehatan masyarakat, ekonomi dapat terus ditingkatkan. 

Salahsatu Motivator dan Fasilitator, Eva Ariani menjelaskan, pelatihan yang didapatkan di desa jambangan, Surabaya adalah pelatihan tentang management bank sampah dengan figure dan karateristik yang berbeda di setiap RT serta pengelolaan sampah daur ulang.

Ditambahkannya, bukan hanya itu saja tetapi juga bagaimana peran aktif aparat desa menjalankan fungsinya untuk mensukseskan program penanggulangan sampah, dan dukungan warganya yang saling bahu membahu dalam kegiatan kebersihan dan penghijauan di desa mereka.

"Hal ini menarik perhatian kami. Karena itu, kami bertekad sepulang dari pelatihan ini kami ingin mengubah desa kami menjadi desa yang bersih, hijau dan bermanfaat" ungkap Eva penuh semangat.

Sedangkan di bogor, warga diajarkan bagaimana cara memasarkan produk dan membuat produk daur ulang menjadi siap pasar. Selain itu, baik di Surabaya maupun bogor warga juga mendapatkan keterampilan tentang pengolahan sampah organik, diantaranya, anyaman dari sampah plastik seperti membuat baju, dompet, tas dan topi.

Keterampilan lainnya yaitu membuat kerajinan berbahan dasar kertas Koran, membuat bunga dari kantong kresek, juga membuat bunga dari botol mineral dan botol plastik lainnya. Produk tas dari kantong semen bekas, tudung saji dari gelas mineral, tempat tisu dari pelepah pisang, daun-daunan, taplak meja dari sedotan, kap lampu dari kertas majalah bekas, membuat sandal dari limbah plastik dan membuat kerajinan tutup gallon bekas.

Eva meneruskan.“Saya kira keterampilan ini sangat aplikatif untuk masyarakat, selain dapat dipakai sendiri juga layak untuk dipasarkan sehingga menambah pendapatan keluarga, sudah banyak keterampilan yang kami ajarkan ke warga desa lainnya, seperti membuat tudung saji, anyaman plastik menjadi tas, dompet, tikar, souvenir dari kertas Koran.

Sedangkan untuk bank sampah, kami sudah berdiri dan aktif sejak 3 bulan yang lalu, semua bahan baku bisa kami dapatkan sehingga produk-produk tersebut dapat kami buat, lanjut Eva.

Peserta dari desa Tarjun, Rusminah mengatakan, Keterampilan yang diajarkan kepada kami dapat diserap dan dipelajari, karena semangat para motivator untuk merubah lingkungan dan penyampaian yang cukup jelas hingga menarik penuh keakraban.

"Kelompok kerja akan kami bentuk, untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan mengolah sampah menjadi kerajinan kreatif, inovatif dan cantik. Tidak ada rasa yang kotor tetapi bersih juga jujur, dan ini sesuai dengan motto bank sampah kami, yaitu membuat sampah menjadi berkah benar-benar terwujud”, katanya.












- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Kotabaru Tambah Bangunan Pengolahan Air Bersih

Kotabaru Tambah Bangunan Pengolahan Air Bersih



GEMA, PULAULAUT - Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum setempat kembali membangun pangolahan instalasi pengolahan air bersih di Gunung Sari dengan kapasitas 40 liter per detik.

Plt Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kotabaru Zulkifli AR, di Kotabaru Rabu, (12/2/2014) mengatakan, pengoilahan air bersih Gunung Sari mampu untuk melayani 3.000 pelanggan.

"Namun saat ini baru melayani sekitar 1.100 pelanggan yang tinggal di daerah Stagen, Sungai Taib, Pelabuhan Pelindo III, Terminal Induk, Bandara Stagen dan sekitarnya," jelasnya.

Agar bisa melayani pelanggan lebih luas lagi, pengolahan air bersih Gunung Sari perlu dukungan dana untuk pembangunan instalasi pipa distribusi untuk daerah yang belum terlayani. Pembangunan pipa distribusi tersebut, bisa berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Kotabaru.

Zulkifli mengemukakan, dana untuk pembangunan instalasi pengolahan air bersih Gunung Sari berasal dari dana APBD sekitar Rp4 miliar. Saat ini, lanjut dia, pelanggan PDAM Kotabaru di perkotaan mendapatkan layanan air bersih dari sumber air dari Gunung Uli kapasitas 30 liter per detik, dan 20 liter per detik.

Gunung Reli yang sumber airnya dari Gunung Mandin dengan kapasitas 50 liter per detik, Gunung Tirawan kapasitas 30 liter per detik, Gunung Perak kapasitas 10 liter perdetik dan Gunung Pemandangan kapasitas 10 liter per detik.

Menurut Zulkifli, khusus untuk sumber air dari Gunung Tirawan dan Gunung Pemandangan rawan terhadap kemarau panjang.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, mengajak instansi terkait untuk fokus untuk menyelesaikan masalah air bersih bagi masyarakat Kotabaru, secara bertahap.

"Satu persatu kita akan menyelesaikan pembangunan instalasi, dan selanjutnya kita akan membangun jaringannya, bukan hanya pelayanan saja yang dilakukan tetapi air harus sehat dan memenuhi standar" katanya.

Bupati bertekad bisa mewujudkan masyarakat Kotabaru tidak menghadapi malasah air bersih, baik saat kemarau maupun di saat musim hujan, karena terjadi banjir. Dan rencananya nanti akan ada penambahan untuk instalasi-instalasi pengolahan air minum yang lain di Kotabaru.

Instalasi pengolahan air minum Gunung Sari, Pulaulaut Kotabaru, ini mempunyai satu gudang, satu bangunan pengolahan dan rumah jaga pegawai.


















- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
SD IT AL - Izzah Praktek Menanam Pohon

SD IT AL - Izzah Praktek Menanam Pohon


GEMA, PULAULAUT - Sekolah Dasar (SD) Al-Izzah yang terdiri dari empat lokal lakukan kegiatan menanam pohon dan praktek pertanian dibalai pembibitan pertanian Desa Sigam, Rabu, (12/2) pagi, didampingi oleh guru mereka. Dengan motto “Satu pohon seribu kebaikan”.

Berkaitan dengan hal tersebut, Balai Pembibitan Pertanian di Desa Sigam Pulaulaut Kotabaru, sebagai tuan rumah mengenalkan  nama-nama tumbuhan dan tanaman bahkan bagaimana melakukan penanaman pohon yang baik dan benar kepada siswa.

Kegiatan ini merupakan pembelajaran program SD IT Al-Izzah Kotabaru, dengan konsep pembelajaran pertanian. Dan para Guru mengajak para siswa dan siswi untuk melakukan praktek menanam pohon tanaman bunga hias dalam pot.

Sekedar diketahui bahwa musibah yang menimpa disekitar lingkungan kita, akibat ulah segelintir orang yang merusak lingkungan. Dan berawal dari hal tersebut, siswa diajarkan sejak dini untuk menumbuh kembangkan kesadarannya akan pentingnya melestarikan alam.

Kepala sekolah SD IT Al-Izzah Kotabaru, Ustad Lastiadi Muhtadin, mengatakan, program Outdoor Learning ini agar anak bisa belajar langsung melalui media lingkungan, dengan terjun langsung kelapangan.

“Kalau Cuma belajar didalam kelas saja tentunya anak-anak akan jenuh dan bosan. Jadi ini salah satu program agar anak tidak bosan” ujar Muhtadin.

Lebih luas dipaparkannya, program ini akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Dan bukan hanya bidang pertanian namun siswa juga akan diajak kelingkungan lain seperti, hutan pasar, kantor desa, bandara dan yang lainnya.

Salah Seorang Guru SD IT Al-Izzah, menambahkan, kegiatan menanam pohon ini sering dilakukan dialam terbuka, karena merupakan konsep pembelajaran dari Sekolah kami.

“Kegiatan ini tak lain agar para siswa cinta terhadap lingkungannya, dan nantinya tumbuh kepedulian hingga dapat menjaga dan merawat pohon yang ada disekitar mereka untuk penghijauan” harapnya.

Pengenalan berbagai macam tanaman kepada siswa, dipandu oleh kepala UPT Balai Benih Utama, Markus, dari Dinas Pertanian Kotabaru.

Dilain pihak Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian, Ani Sulistiawati, menyambut baik kegiatan tersebut.

“Anak-anak dikenalkan terhadap lingkungan, terutama tanaman dan holtikultural dengan kembali ke alam (Back to nature), agar nantinya Kotabaru semakin hijau, asri dan indah” jelas Ani penuh harap.









- Penulis : Salasiah/Mustika - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online