Home » » Baru 10 Persen Nelayan Terima BBM Bersubsidi

Baru 10 Persen Nelayan Terima BBM Bersubsidi

Hak Cipta By : gemasaijaanonline Posting Hari : Selasa, 18 November 2014 Jam : 10:45:00 PM

GEMA, PULAULAUT - Baru 10 persen nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menerima BBM bersubsidi berupa solar, ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru H Talib.

"Kebutuhan BBM bersubsidi untuk nelayan di Kotabaru sebesar 23.000 kiloliter, atau 23.000.000 liter. Tetapi kenyataanya sampai saat ini kita baru mendapatkan 2.495 kiloliter, atau sekitar 2.495.000 liter solar," terang Talib, di Kotabaru, Senin.

Hal tersebut dikatakannya saat menerima nelayan yang berdemo di kantor Dinas Perikanan dan Keluatan Kotabaru terkait BBM bersubsidi.

Sehingga, lanjut Talib, masih kekurangan yang belum terpenuhi sekitar 21.000 kiloliter (KL), atau sekitar 21.000.000 liter.

Atas kekurangan tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru mengajukan usulan tambahan BBM bersubsidi kepada BP Migas, agar semua nelayan di Kotabaru dapat menikmati BBM bersubsidi.

Usulan kuota tambahan BBM bersubsidi tersebut juga disampaikan PT AKR selaku penyalur BBM bersubsidi di Kotabaru kepada SPBN.

Talib menerangkan, hingga saat ini jumlah kapal nelayan di Kotabaru sebanyak 5.204 unit kapal tangkap. Kapal-kapal nelayan tersebut memiliki kapasitas 5 gross tonnage (gt) sampai 30 gt.

Sementara itu, sekitar 100 orang nelayan melakukan unjuk rasa di Dinas Perikanan dan Kelautan di Kotabaru, terkait BBM bersubsidi.

Juru bicara nelayan Kamarudin, mengatakan, para nelayan mempertanyakan sejauh mana realisasi penyaluran BBM bersubsidi yang dikelola Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Samudera.

"Banyak nelayan mengeluh, karena saat hendak mengisi solar di Satsiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) di lokasi Pelelangan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru sudah habis," kata mantan anggota DPRD Kotabaru.

Padahal, kata dia, menurut catatan nelayan Kotabaru mendapatkan jatah solar bersubsidi sekitar 2.495 kilo liter atau 2.495 juta liter.

Sementara itu, solar yang sudah didistribusikan ke nelayan melalui SPBN di PPI kurang dari jumlah tersebut, terang Kamarudin.

Nelayan meminta aparat penegak hukum dan Dinas Perikanan dan Kelautan untuk menindak tegas apabila ada oknum yang sengaja mengambil keuntungan dalam pendistribusian BBM bersubsidi.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru H Talib, menjelaskan, kuota BBM bersubsidi begai nelayan Kotabaru 2014 sebanyak 2.495 kiloliter, dan distribusi BBM bersubsidi hingga saat ini sudah 2.493 kiloliter, dan masih ada sisa sekitar 2 kiloliter.

"Menurutnya harus ada sisa di tangki timbun SPBN minimal 2 kiloliter, sehingga sisanya 2 kiloliter tidak bisa didistribusikan kepada nelayan," ujar Talib.

Ia mengakui, masih banyak nelayan yang hendak mengisi solar di SPBN PPI Kotabaru, tetapi tidak dapat dilayani, karena kuotanya sudah habis.

Atas permintaan tersebut, Talib menerangkan pihaknya sudah mengajukan tambahan BBM bersubsidi bagi nelayan di Kotabaru kepada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), dan PT. Aneka Kimia Raya (AKR) Kotabaru sebagai penyalur BBM bersubsidi kepada SPBN Kotabaru.

Kepala Desa Rampa yang juga Manajer Koperasi Agus Supiani mengatakan, pendistribusian BBM bersubsidi sudah sesuai jumlah kuota yang diberikan kepada nelayan.

Karena belum puas mendapatkan jawaban Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, juru bicara nelayan Usman D Pahero meminta nelayan melanjutkan demo di gedung DPRD Kotabaru.

"Kami ingin Dinas Perikanan dan Kelautan, pengelola SPBN KPN Samudera, dan PT AKR, hadir di gedung DPRD sekarang juga," pinta Usman.








- Penulis : Imam Hanafi - Sumber : Antara News
Share this article :

0 komentar:

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DISINI

Komentar Anda Kami Anggap SPAM Bila Mengandung Unsur SARA, Pornografi, DLL ... !

Pilih Bahasa

 
Address : Jl.Jendral Sudirman No.82 Kabupaten Kotabaru
Telphone : 0812 5138 5020
Em@il : gemasaijaan@gmail.com
Website : www.gemasaijaanonline.info
Copyright © 2011-2016. Gema Saijaan Kotabaru Online - All Rights Reserved