Minggu, 30 Maret 2014

Petugas Amankan Kotak Pemilu

Petugas Amankan Kotak Pemilu

GEMA, SUNGAI DURIAN - Beberapa hari lagi pelaksanaan pemilihan umum legeslatif berlangsung, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru, mulai membagikan kotak logistik pemilu ke kecamatan. Diantaranya Kecamatan Sungai Durian, Kotabaru.

Kedatangan kotak logistik tersebut langsung dijaga oleh petugas untuk pengamanan, karena kotak tersebut sudah berisi surat suara pemilih 9 April mendatang.

Sekcam Sungai Durian, Zaki mengatakan, penjagaan kotak suara langsung dilakukan setiba ditempat oleh petugas keamanan, dan nantinya akan dibagikan untuk tujuh desa yang tersebar di 102 TPS.

"Kami siap akan mensukseskan pelaksanaan pemilu tahun ini, setiap TPS dijaga tiga orang petugas keamanan baik dari polsek maupun hansip dan bekerjasama dengan petugas pemilu untuk kelancaran jalannya pelaksanaan 9 April nanti, ujarnya.

Sekedar diketahui, Kecamatan Sungai Durian dengan Ibukotanya manunggal Lama dengan luas 1.042.81 Km2. Dipimpin oleh seorang camat, Zainal Abidin, dengan tujuh desa yaitu, Gendang Timburu, Manunggal baru, Manunggal Lama, Rantau Buda, Rantau Jaya, Terombong Sari, Buluh Kuning.










- Penulis : Fachrizal - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 28 Maret 2014

Indocement Dukung Pelestarian Hutan Bakau

Indocement Dukung Pelestarian Hutan Bakau

GEMA, TARJUN - Bukan hanya mengunjungi bank sampah binaan Indocement Tarjun di Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru, namun wakil Bupati Kotabaru, Rudy Suryana, juga melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan hidup. Dan, dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman pohon bakau di pesisir pantai.

SSECSR Dept Head PT ITP Tarjun, Teguh Iman Basoeki, menyampaikan, Indocement sangat mendukung program pelestarian hutan bakau oleh pemerintah tersebut. Dan pihak perusahaan siap membantu baik sponsorship maupun program kegiatan tersebut. 

Menanggapi hal tersebut Sekdes Langadai, Mukhtar, membenarkan kalau pihaknya memang akan melakukan gerakan penanaman bakau di pesisir.

Warga dan pemerintah akan bahu-membahu dalam menyelamatkan lingkungan bagi generasi yang akan datang.

Adapun mengenai bibit, pihaknya akan berusaha menyedikan. Jadi, warga tinggal menanamnya saja di tempat yang akan di tentukan.

Mukhtar berharap pihaknya bisa memberikan motivasi kepada warga lainnya agar berbuat hal yang sama. Tanaman yang juga di sebut mangrove itu diperlukan sebagai tempat berkembang biak beberapa satwa laut, juga menjaga pesisir dari abrasi.

“penting bagi warga untuk melakukan gerakan penanaman bakau ini,” ujar Rudy Suryana.

Rudy ingin komitmen tersebut ditingkatkan dan dilanjutkan ke depannnya. Tanpa adanya komitmen bersama dari semua elemen masyarakat maka kegiatan tidak akan berjalan dengan maksimal dan adanya dukungan pihak swasta.

Anak muda dan elemen masyarakat lainnya juga bisa mengadakan kegiatan penyelamatan lingkungan dari hal terkecil dulu. Jadi, masalah lingkungan perlu adanya aksi nyata dari warga,” pesannya.









- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Wabup Kotabaru Kunjungi Bank Sampah

Wabup Kotabaru Kunjungi Bank Sampah

GEMA, TARJUN - Warga antusias sambut kedatangan wakil Bupati Kotabaru, Rudy Suryana saat melakukan kunjungan ke Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, untuk melihat bank sampah yang di kelola warga binaan Indocement. Sebelumnya warga binaan perusahaan semen tigaroda ini diberikan pelatihan dan pendidikan ke kota Surabaya dan Bogor hingga bisa mengimplementasikannya dengan  mendirikan dan membuka Bank Sampah Andesla (Anak Desa Langadai) Desa Langadai.

Inovasi warga desa tersebut membuat Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana terkesima saat melihat langsung kegiatan bank sampah yang dilakukan masyarakat Desa Langadai. Diharapkannnya, dengan adanya bank sampah itu, tak hanya memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekitar. tapi sudah berjalannya bank sampah di Desa Langadai, menjadi percontohan bagi desa lainnya di kecamatan kelumpang hilir khususnya.

SSECSR Dept Head PT ITP Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Teguh Iman Basoeki mengatakan, bank sampah tak cuma berjalan di Desa Tarjun dan Langadai. Namun kegiatan di dukung program CD/CSR, dan akan terus digalakan khususnya di desa binaan.

Menurut Teguh, pembinaan terhadap masyarakat didesa binaan PT ITP, melalui program CD/CSR perusahaan tidak hanya pengelolaan bank sampah yang sekarang sudah menunjukkan keberhasilan. Tapi juga program lainnya melalui CD/CSR tersebut, yang dimasukkan dalam konsep lima pilar pembangunan program CSR PT ITP yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosbudagor, dan keamanan.

Adapun mekanisme pengelolaan sampah melalui bank sampah, warga cukup menyetorkan sampah ke bank sampah setiap minggu kepada pengelola. Dan sampah yang di setorkan terdiri dari sampah organik dan anorganik, seperti tembaga aluminium, kuningan dan sampah lainnya.

Harga per kilogramnya bervariasi, mulai dari harga Rp 50 rupiah hingga Rp 30 ribu. Dapat dipastikan keberadaan bank sampah Andesla tersebut dapat memberikan nilai tambah untuk penghasilan masyarakat di desa setempat.

“Sampah disetorkan ke bank sampah seminggu sekali, selanjutnya oleh pengelola akan di ambil oleh pengumpul. Jadi sampah tidak sampai menumpuk di pengelola,” ujar salah seorang warga.

Pada umumnya, pengelolaan sampah melalui bank sampah dapat di laksanakan di desa-desa di ibu kota kecamatan. Terlebih, pengelolaan bank sampah tersebut selain mendapat dukungan tetapi disambut antusias warga rutin dengan menyetorkan sampah dikumpulkan selama seminggu.

Salahsatu Motivator dan Fasilitator, Eva Ariani menjelaskan, pelatihan yang didapatkan di desa jambangan, Surabaya adalah pelatihan tentang management bank sampah dengan figure dan karateristik yang berbeda di setiap RT serta pengelolaan sampah daur ulang, dan juga bagaimana peran aktif aparat desa menjalankan fungsinya untuk mensukseskan program penanggulangan sampah.

Sedangkan di Bogor, kami mendapat pengetahuan bagaimana cara memasarkan produk dan membuat produk daur ulang menjadi siap pasar. Selain itu, baik di Surabaya maupun bogor kami mendapat keterampilan tentang pengolahan sampah organik, pengolahan sampah An-organik berupa anyaman dari sampah plastik, seperti membuat baju, dompet, tas dan topi, ungkapnya.

Eva meneruskan, Saya kira keterampilan ini sangat aplikatif untuk masyarakat, selain dapat dipakai sendiri juga layak untuk dipasarkan sehingga menambah pendapat keluarga, kini banyak keterampilan yang sudah kami ajarkan ke warga desa lainnya seperti membuat tudung saji, anyaman plastik menjadi tas, dompet, tikar, souvenir dari kertas Koran.

Untuk bank sampah, kami sudah berdiri dan aktif sejak 3 bulan yang lalu, semua bahan baku bisa kami dapatkan sehingga produk-produk tersebut dapat kami buat, lanjut Eva.









- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 22 Maret 2014

Jupiter vs Beat, Adu Kuat

Jupiter vs Beat, Adu Kuat

GEMA - PULAULAUT - Suasana sepi Jalan Pangeran Indera Kesuma Negara berubah ramai dan sesak oleh warga. Pasalnya dua buah motor, Yamaha Jupiter dan Honda Beat adu kekuatan, Jum'at, (21/3/2014) malam sekitar pukul 20.30 wita, depan kantor Cabang BRI.

Adu kuat, dua buah motor tersebut mengakibatkan pengemudinya luka parah pada bagian kepala dan patah kaki hampir putus hingga masing masing langsung dilarikan kerumah sakit.

Keadaan dua buah motor tersebut hancur, Yamaha Jupiter nopol DA 3775 GX warna merah dan Honda Beat warna putih biru, langsung diamankan pihak Satlantas Polres Kotabaru.

Informasi dilapangan, pengendara Yamaha Jupiter adalah laki-laki dan Honda Beat seorang perempuan. Dengan arah yang berlawanan diduga Yamaha Jupiter melaju cepat dari Hilir.

Warga di TKP mengatakan, kendaraan Yamaha Jupiter dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba langsung menghantam Honda Beat yang dikendarai oleh perempuan yang di duga seorang pedagang di Desa Hilir.

"Kejadiannya begitu cepat, hingga menimbulkan bunyi deguman yang cukup keras dan dua buah motor itu langsung terpental hancur" jelasnya.

"Kronologi kejadian belum diketahui, sebab pihak Satlantas belum melakukan olah tempat kejadian perkara" ucap salah seorang petugas Satlantas.   










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Rabu, 19 Maret 2014

Indocement Ajarkan Warga Hidup Mandiri

Indocement Ajarkan Warga Hidup Mandiri


GEMA, TARJUN - Mengawali program peternakan tahun 2014, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru mengajarkan hidup mandiri kepada warga desa binaan, melalui Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M), dengan cara beternak kambing.

Pelatihan peternakan angkatan kedua ini dilaksanakan selama tiga hari dengan jenis ternak kambing. Hal semacam ini di gelar PT Indocement agar masyarakat desa binaan perusahaan lebih memahami secara baik dan  memiliki pengetahuan beternak hingga praktek peternakan yang matang.

CSR Section Head Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif mengatakan, perusahaan berusaha memberikan kesejahteraan kepada warga binaan, melalui program yang mereka kembangkan. Setelah mengikuti pelatihan dan magang, perusahaan melalui program CSR akan memberikan bantuan bergulir bibit kambing dengan komposisi satu peternak menerima dua ekor kambing.

"Harapan perusahaan, mereka bisa mengembangkan atau pun mempraktekkan peternakan ini didesa masing-masing” kata Yanuar.

Ia menambahkan, pelatihan dan magang ini sudah angkatan kedua, namun akan terus bertambah angkatan berikutnya dari peternak-peternak kecil terus berkembang dan meningkat untuk menjadi peternak-peternak besar.

Indocement ingin programnya selalu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi sekitarnya, maka itu apa yang bisa kita lakukan untuk memberdayakan masyarakat akan kita lakukan,”ujarnya.

Instruktur pelatihan, Taufik dari Dinas Peternakan Kotabaru dan Kepala P3M Indocement Tarjun serta Sunaryo selaku peternak sukses dari Desa Tarjun angkatan pertama. Kegiatan ini diikuti 4 calon peternak.

Kepala P3M Indocement Tarjun, I Wayan Kedep menyampaikan, Peternak secara khusus diberikan materi tentang membuat kandang yang bagus, pemilihan bibit ternak, pengenalan beternak kambing, pemberian pakan yang tepat dan cara-cara penanganan hewan sakit.

Selain itu, kesehatan pakan, cara mengetahui umur, seleksi bibit yang baik, perkandangan, pasca panen hingga analisa usaha dan pemasaran. Bahkan peserta diberi kesempatan untuk praktik dan membandingkan antara peternak yang satu ke peternak yang lain sehingga mereka lebih terbuka.

“Kemampuan peserta menyerap materi pelatihan cukup bagus dan antusias, bahkan semangat mereka untuk beternak cukup bagus. Kiat-kiat sukses beternak kambing adalah telaten terhadap ternak, kebersihan kandang serta pakan yang cukup, sungguh-sungguh dalam memelihara, tanggap terhadap penanganan penyakit hewan dan rajin mencari pasar " beber Wayan.

Dikatakan Siswo Hadi, salah seorang peserta pelatihan warga Desa Serongga RT.08/ RW III, pelatihan ini menambah wawasan dan pengalaman kami tentang memelihara ternak. Harapan kedepan bisa untuk penghasilan tambahan bagi kami warga.

Diakui Hadi bahwa latar belakang mereka bukan peternak tetapi buruh harian lepas atau tukang bangunan dan berkebun, namun untuk kesiapan kami sudah mendapatkan pengetahuan bahkan ternak dibantu Indocement.

"Lahan sudah kami siapkan, modal juga ada dan jenis pakan ternak cukup banyak tersedia di desa kami, ya pada intinya ada kemauan yang ulet lah. Kalau untuk pemasaran, disekitar kami banyak sekali pembeli bahkan pembelantik ternak sehingga tidak ada masalah dengan penjualan" tuturnya.

Disisi lain Kepala Desa Serongga, H. Anwar Sayid menyampaikan, Terima kasih atas program CSR perusahaan atas bantuan nya di bidang peternakan kepada warga kami, apa lagi setelah mengikuti pelatihan peternakan kemarin, semoga mereka dapat mengaplikasikan dan berhasil.

Seperti telah diketahui, Produsen semen merk Tiga Roda ini memiliki program CSR perusahaan dengan 5 pilar pembangunan sosial, antara lain seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya agama olahraga dan keamanan, termasuk permberdayaan berkelanjutan (Sustainable Development).










- Penulis : Humas ITP Tarjun - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 15 Maret 2014

Layang-Layang Kembali Marak

Layang-Layang Kembali Marak

GEMA, PULAULAUT - Permainan layang-layang kembali merebak dikalangan masyarakat Kotabaru, permainan musiman ini datang dengan sendirinya tiap tahun bahkan dapat dimainkan oleh semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa.

Untuk mendapatkan layang-layang tersebut, bisa membuat sendiri atau membeli langsung kepada pengrajin layang-layang dengan harga yang terjangkau.

Layangan terbuat dari bahan tipis berkerangka dan memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya, merupakan sebuah permainan tradisional yang sangat tua. Diperkirakan sejarah permainan tradisional layang-layang ini telah ada sekitar 2.500 tahun sebelum masehi.

Menengok dari sejarahnya yang sangat panjang, bisa disimpulkan bahwa sejarah permainan tradisional layang-layang ini berasal dari dataran Cina.

Layang-layang berupa lembaran kertas tipis segi empat yang diberi kerangka dari bambu, lalu diberi benang atau tali untuk menerbangkannya. Namun pada perkembangannya semakin banyak bentuk layang-layang yang sangat unik di berbagai tempat seperti kotak, bundar, oval, dan lain sebagainya.

Dikotabaru bentuk layangan seperti pyramid menjadi jenis pilihan warga dan sangat populer hampir disemua kalangan.

Sekedar diketahui layang-layang sudah lama dikenal sebagai permainan tradisional anak-anak di seluruh Indonesia. Mainan ini mudah dibuat,bahan dasarnya adalah kertas, potongan bambu kecil dan lem.

Cara memainkannya layang-layang diterbangkan ke udara dengan segulung benang gelasan yang bisa ditarik-ulur, saat di udara layang-layang diadu dengan lawan musuh dan bagi siapa yang terlebih dulu memutuskan benang lawan dialah pemenangnya.

Musa, salah satu pengrajin layang-layang mengatakan, mainan musiman ini sangat memberikan manfaat yang besar bagi ekonominya, saat musim layang-layang tiba saya dapat menjual layangan yang saya buat dengan harga beragam dan relatif murah.

"Untuk layang-layang ukuran kecil harga berkisar 1000 rupiah sedangkan untuk ukuran sedang hingga yang besar sekitar 1500 hingga 3000 rupiah, bahkan saat lomba permainan layang-layang banyak peserta yang memesan secara langsung kepada saya" jelas Musa sambil tersenyum.










- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
PKK Kotabaru Adakan sosialisasi P2WKSS

PKK Kotabaru Adakan sosialisasi P2WKSS

GEMA, SUNGAI PINANG - Untuk meningkatkan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS), tim penggerak PKK Kabupaten Kotabaru sosialisasikan program terpadu, Rabu, di Aula Kelurahan Desa Pantai Baru Kecamatan Pulaulaut Tengah.

Ketua TP PKK Kotabaru, Hj.Sri Maria Ningsih mengatakan, Program P2WKSS ini merupakan salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan dan pengembangan potensi desa, serta dapat memlihara keterpaduan program kerja.

"Dengan adanya pembinaan dan sosialisasi program terpadu peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS), ini untuk upaya progresif mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah" ungkap Sri Maria.

Ia berharap, dengan program P2WKSS, dapat membantu Desa Pantaibaru yang kondisinya masih memprihatinkan, seperti belum adanya kantor sekretriat PKK dan kader perempuan dalam pembangunan desa.

Melaui 10 program PKK dan pembentukan kader-kader PKK desa, akan membangun keluarga berkualitas bahkan bisa meningkatkan kemandirian ekonomi dengan mengasah kemampuan mereka terlebih dahulu, katanya.

"Desa Pantaibaru ini nantinya akan dijadikan sebagai percontohan program P2WKSS " ujar Sri Maria.

Untuk tercapainya program P2WKSS, TP PKK Kotabaru melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat agar program ini bisa bersinergi dengan Tim Penggerak PKK. untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kesadaran semua pihak yang berkompeten.

Hadir dalam acara ini ketua PKK Desa Pantaibaru, kader Posyandu serta ibu-ibu PKK kecamatan Pulaulaut Tengah.









- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 14 Maret 2014

Berbagi Kebahagian di Usia Ke-50

Berbagi Kebahagian di Usia Ke-50

GEMA, SUNGAI PINANG - Diusia yang ke-50, Bank Kalsel cabang Kotabaru bersama tim penggerak PKK Kotabaru, berbagi kebahagian bersama anak-anak Pasantren Ar-Raudah, Desa Sungup Kanan, Pulaulaut Tengah.

Puluhan anak-anak pesantren SMP Islam ini pun memadati ruangan pesantren, untuk menerima santunan dari Bank Kalsel cabang Kotabaru, Rabu, (13/3).

Kepala Bank Kalsel cabang Kotabaru, Nordin mengatakan, penyerahan bantuan ini hasil dari dana ZIS (Zakat,Infaq,Sedekah), yang bersumber dari gaji para karyawan yang dipotong secara sukarela tiap bulannya 2,5%.

Selain itu, kata Nordin, bantuan ini sebagai bentuk program tanggung jawab sosial dan kepedulian Bank Kalsel cabang Kotabaru kepada kaum dhuafa yang berada di wilayah kabupaten Kotabaru.

Sedangkan untuk alokasi dana yang diberikan kepada masing-masing cabang dibedakan berdasarkan wilayah kabupaten.

Untuk cabang tersendiri maksimal 50 juta dan sebaliknya bagi cabang yang mempunyai KCS/KCPS atau kedai syariah diwilayah tersebut, maka alokasi yang diberikan maksimal 70 juta, sehingga perlu dilakukan koordinasi dan kerjasama dalam penyalurannya, ungkap Nordin.

Acara ini dihadiri tokoh masyarakat setempat, rombongan PKK dan Bank Kalsel cabang Kotabaru.










- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Kamis, 13 Maret 2014

Pesta Mapandaoesasi Kurang Perhatian

Pesta Mapandaoesasi Kurang Perhatian

GEMA, TANJUNG SELOKA  -  Pesta adat memandikan laut (Mapandoesasi) yang digelar warga Sungai Bulan, Kecamatan Pulaulaut Selatan, setiap bulan April, kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Padahal acara ini sudah menjadi tradisi warga setempat.

Mayoritas Desa Sungai Bulan dari suku Mandar dan sehari hari pekerjaan mereka nelayan. Acara memandikan laut (Mapandoesasi) Minggu, (9/3) tahun ini kurang meriah, pasalnya banyak warga setempat tidak mengetahuinya karena tahun 2013 kemarin tidak ada perayaan.

Ketua panitia Hairudin, mengatakan, acara ini terlaksana atas bantuan pemerintah daerah, maksud perayaan memandikan laut ini bentuk syukur terhadap rejeki yang di dapatkan warga dari yang kuasa.

"Wisata di Desa Sungai Bulan ini kalau di kelola dengan baik dengan sarana dan prasarana yang memadai otomatis akan menarik wisatawan untuk berkunjung ketempat ini, namun sayang hamparan pasir putih sepanjang pantai di Sungai Bulan belum ada fasilitas dari pemerintah" ungkap Hairudin.

Ditambahkan Hamka selaku camat Pulaulaut Selatan, kurangnya kemeriahan acara tahun ini dikarenakan warga banyak yang tidak mengetahuinya sebab tahun 2013 lalu tidak bisa dilaksanakan karena dana.

Ia menjelaskan bahwa, proses adat ini gambaran masyarakat yang beraneka macam suku, agama dan budaya. Mari kita kembangkan budaya daerah dan mencintainya sebab dengan sendirinya kita akan mencintai tanah air kita, ujar Hamka.

Hamka pun berharap, pemerintah kabupaten bisa membantu untuk sarana dan prasarana seperti tenda dan kursi, bahkan pembebasan lahan satu hektar untuk lokasi wisata Sungai Bulan.

Bupati Kotabaru yang diwakili Assisten III administrasi umum Sekretariat Daerah, Abd Hamid, dalam sambutannya mengatakan, acara ini jangan hanya sebagai seremonial saja, namun harus mampu meningkatkan perekonomian daerah setempat.

Selain itu, kata Hamid pemerintah kabupaten terus menggalakkan pembangunan, dan diharapkan dukungan semua element sebab pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Bahkan kekompakan dan kebersamaan selalu dijaga dengan informasi yang positif.

Abd Hamid yang mewakili bupati Kotabaru diberi kesempatan melakukan tampung tawar memandikan laut (Mapandoesasi) disusul dengan pejabat lain, namun sebelumnya dilakukan doa bersama terlebuh dulu. 














- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 08 Maret 2014

Buah Rambutan Menjamur

Buah Rambutan Menjamur


GEMA, PULAULAUT - Siapa yang tidak kenal dengan buah rambutan, baik kalangan anak-anak maupun  dewasa kenal dengan buah yang satu ini. Jenis tanaman tropis ini sangat mudah di dapat dan biasa tumbuh di Indonesia. Kini buah rambutan menjamur di Kotabaru hampir setiap tempat perbelanjaan dan jalan bisa dijumpai.

Jenis buah ini bervariasi namun musiman, harganya pun terjangkau sehingga para pembeli tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Ibu Hayati, salah seorang pedagang buah rambutan di pasar kemakmuran mengatakan, bahwa rambutan yang ia jual di datangkan dari Kapuas, setiap harinya.sebanyak 5.500 ikat hingga 6.000 ikat.

"Harganya beragam, Rp 2.000 hingga Rp. 2.500 per ikat. Setiap harinya habis terjual hingga 5000 ikat" lumayanlah kata Hayati.

Ditanya penghasilan yang di dapatkan per harinya, Hayati bersyukur, alhamdulillah, bersihnya sekitar Rp 500.000 hingga Rp. 1.000.000, tuturnya dengan senyum.

Menurut pedagang buah yang sudah berpengalaman lebih 20 tahun ini, tumpukan rambutan ini akan habis ketika menjelang sore.

Buah rambutan biasanya mulai berbuah sekitar bulan Desember hingga Maret, yang dikenal dengan musim rambutan dan biasanya bersamaan dengan buah musiman lain seperti buah durian, mangga, cempedak, pempaken, manggis,ramania dan buah lainnya.

Disamping buahnya yang enak ternyata buah rambutan memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium dan vitamin C.

Kulit buah, kulit batang hingga daun mengandung tannin, saponin, flavonida, pectic substance dan zat besi. Biji mengandung lemak dan polifenol.








- Penulis : Misnawati - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Jumat, 07 Maret 2014

Polres Kotabaru Siap Amankan Pemilu 2014

Polres Kotabaru Siap Amankan Pemilu 2014

GEMA, PULAULAUT - Dalam rangka menghadapi pengamanan pemilu 9 April mendatang, Polres Kotabaru adakan latihan pra ops mantap brata intan 2014, Jum’at, (7/3/2014), halaman Siringlaut. Dengan tema “ Dengan penguatan fungsi operasional kepolisian yang tinggi polisi siap mengamankan pemilu tahun 2014”.

Simulasi ini diselenggarakan sebagai tindak antisipasi terhadap kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pemilu 9 April mendatang.

Dan antisipasi kemungkinan adanya tindakan anarkis oleh masyarakat yang tidak bertanggungjawab, seperti ketidakpuasaan terhadap hasil pemilu yang akan berimbas dengan adanya demo ataupun penjarahan dan yang lainnya.

Kapolres Kotabaru AKBP Rijal Irawan, menghimbau, pengamanan pemilu perlu dijaga, dan sampai saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan untuk wilayah Kotabaru, yang terdiri dari 21 kecamatan dan kepulauan.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada tindakan yang mengarah kepada tindakan anarkis, diharapkan jangan sampai ada lah hal demikian" ujar Rijal.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat, jadilah pemilih yang cerdas, sebab pesta demokrasi bukanlah untuk menimbulkan kerusuhan namun memilih untuk membangun bangsa bukan merusak bangsa.

Ditambahkan dandim 1004 Kotabaru, kami siap membantu Polres mengamankan pelaksanaan pemilu apabila terjadi tindakan anarkis

Dalam simulasi tersebut diturunkan pasukan anti huru hara, mobil water canon, dan miniatur dari beberapa kantor yang berkaitan, seperti miniatur gedung KPU Kotabaru, gedung DPRD, dan TPS, bahkan menurunkan massa perusuh sehingga stimulasi terlihat seperti benar-benar terjadi.












- Penulis : Salasiah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Kotabaru Peringkat Kedua Kasus Narkoba

Kotabaru Peringkat Kedua Kasus Narkoba

GEMA, PULAULAUT - Secara geografis Kotabaru merupakan daerah laut yang memudahkan pengedar meakses masuk dari penjuru laut mana saja, dan yang memprihatinkan Kotabaru berada diperingkat kedua dalam kasus peredaran narkoba wilayah Kalimantan Selatan.

Terkait hal demikian maka diadakan monitoring dan evaluasi kegiatan sosialisasi pembentukan BNN di Kotabaru, Kamis, (6/03/2014), di Operation room, dalam rangkaian Audiensi Badan Narkotika Nasional (ABNN).

Kepala BNN Provinsi Drs Agus Budiman Manalu S.Hum, menyampaikan, berdasarkan penelitian bahwa Kalimatan Selatan merupakan sasaran empuk untuk peredaran narkoba, karena tingkat pendapatan ekonomi masyarakat tergolong tinggi.

"Melalui monitoring dan evaluasi serta sosialisasi P4GN (Rencana Aksi Pemberantasan Pengguna dan Peredaran Gelap Narkoba), yang gencar dilakukan oleh BNN terwujud harapan “Indonesia Bebas Narkoba 2015”  jelas Agus Budiman.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, menambahkan, Anak-anak adalah pemegang estafet tongkat pemerintahan, 10 – 20 tahun yang akan datang, merekalah penerus generasi bangsa ini. Kalau tidak gencar kita memerangi narkoba akan sulit mencari orang-orang dengan kualitas yang sempurna.

"Hal ini seperti mengurai benang kusut, saya prihatin terhadap prestasi yang di toreh Kotabaru dengan peringkat kedua kasus narkoba, ini bukanlah prestasi yang membanggakan apalagi kasusnya banyak terdapat anak-anak pelajar yang menghisap lem" jelas Irhami dengan nada kecewa.

Sosialisasi ini akan dilakukan besar-besaran, dan untuk Satpol PP agar mensosialisasikan ke pedagang di pasar dan warung agar berhati-hati jika ada anak-anak membeli lem kastol, kalau bisa jangan dijual.

Diasamping itu bupati mengusulkan, adanya pembentukan relawan narkoba, dalam rangka memerangi narkoba dan meminta pengadaan armada pengintai untuk wilayah laut. Sebab modus pengedaran bisa terjadi di pulau- pulau yang sepi bahkan tak berpenghuni.

Irhami, menghimbau, “Mari bersatu aparatur dan masyarakat untuk memerangi narkoba agar Kotabaru bebas narkoba”.

Hadir dalam acra ini jajaran terkait dari pemerintah daerah, Kasat Narkotika Polres Kotabaru, Kabag Hukum, dan lima sekolah tingkat SLTA yaitu SMAN 1, SMAN 2, MAN, SMK, dan SMA Garuda.

Sedangkan rombongan dari Provinsi Kalsel yaitu Kepala Bid. Pemberantasan. AKBP Sujono, kepala Bid. Pencegahan, dan Ivansyah SE. M,M.










- Penulis : Salasiah/Sri Mariana - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Kamis, 06 Maret 2014

Bupati Buka Muscab Gerakan Pramuka

Bupati Buka Muscab Gerakan Pramuka

GEMA, PULAULAUT - Moment lima tahun gerakan pramuka dibuka langsung Bupati Kotabaru, H Irhami Ridjani, Senin, (3/3/2014) di Buper (Bumi perkemahan), Sei Belingkar Bamega. Dalam acara Muscab (Musyawarah cabang), gerakan pramuka Kabupaten Kotabaru tahun 2014.

Rangkaian acara ini untuk memilih ketua kwarcab yang baru beserta anggotanya. Muscab adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang yang di adakan dalam lima tahun sekali,dengan agenda utama adalah penyampaian, pembahasan dan pengesahan petanggung jawaban kwartir cabang selama masa bhakti.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, mengatakan, gerakan pramuka mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan dan mengembangkan akhlak mulia serta budi pekerti luhur bagi generasi muda, yang dilandasi tingkat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT.

"Sesuai dengan janji pramuka dalam dasa darmanya diharapkan, setiap anggota pramuka mampu menunjukkan jati dirinya sebagai generasi muda dan kader bangsa yang handal" tegas Irhami.

Ditambahkan ketua gerakan pramuka Kotabaru H Alpidri Supiannoor, berharap, agar semua gerkan pramuka bisa bangkit kembali dan menjadi sebuah wadah bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi dan mandiri.

"Kedisiplinan kemandirian harus dilatih, sesuai dengan dasa dharma dan tristya pramuka" ungkapnya.

Penyampaian rencana kerja dan pengesahan rencana kerja ini diikuti sekitar 40 orang,  dari Kwarcap Kotabaru, Kwaran Pulaulaut Utara, Kwaran Kelumpang Hilir, Kwaran Kelumpang Hulu, Kwaran Kelumpang Tengah serta tamu undangan lainnya

Ketua panitia muscab Rahmani, mengatakan, kegiatan ini merupakan tugas yang harus dilakukan untuk membina kaum muda dalam gerakan pramuka.










- Penulis :Misnawati - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Rabu, 05 Maret 2014

Buah Durian Jadi king of fruit

Buah Durian Jadi king of fruit

GEMA, PULAULAUT - Buah durian, siapa yang tidak mengenal buah yang satu ini, yang mana nama durian di ambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Dan buah ini pun mendapat julukan raja dari segala buah atau dalam bahasa inggrisnya”king of fruit”.

Buah durian adalah buah yang membuat kita membayangkan suatu buah penuh duri tentu mengerikan. Namun dibalik semua itu buah ini memliki ciri khas kulit yang keras dan berlekuk-lekuk tajam, dan jika matang memiliki aroma yang sangat menyengat.

Memang sebagian orang tidak menyukai aroma buah tersebut, namun kebanyakan orang Indonesia menyukainya.

Biasanya buah durian yang lebih terkenal adalah durian montong yang berasal dari Thailand. Tapi tahukah anda bahwa durian lokal asli Indonesia pun cukup banyak dan rasanya tidak kalah dengan durian montong.

Dikabupaten Kotabaru, tepatnya di jalan Panorama terdapat salah satu warung buah musiman yang dijual khusus durian, dengan berbagai jenis dan pastinya dengan rasa yang sangat lezat pula.

Jenis buah durian yang dijual diantaranya durian ketupat,durian mentega,durian tupai dan masih banyak lagi. Pedagang lokal tidak memetik langsung dari pohonnya tapi menunggu buah durian nya jatuh saja.

Karena dengan jatuhnya buah tersebut pertanda sudah matang dan siap untuk di makan. Kisaran harga buahnya pun variatif dari harga 5 ribu hingga 20 ribu perbuah, sedangkan harga 1 ikatnya sebesar 70 ribu rupiah.

Arhat, salahsatu penjual buah musiman ini mengatakan, buah durian yang bagus itu dilihat dari tangkai buahnya yang besar dan kulitnya yang hijau serta durinya yang tajam, dengan begitu isi di dalamnya pasti sangat enak dan manis.

Perlu diketahui ternyata buah durian merupakan salah satu makanan sehat, sebab memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh seperti vitamin B kompleks, memiliki kegunaan bagi kesehatan yang beragam seperti memperbaiki sistem syaraf, meningkatkan mood, kandungan mineral mangan, tembaga, zat besi.

Bahkan terdapat magnesium, yang bermanfaat dalam memproduksi dan pembentukan sel darah merah serta mencegah anemia.

Buah durian segar merupakan sumber kalium yang berguna bagi tubuh, bahkan dapat membantu mengontrol detak jantung serta tekanan darah. Banyak sekali manfaat buah durian bagi kesehatan kita.










- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Selasa, 04 Maret 2014

SMAN1 Kotabaru Bikin Sasirangan

SMAN1 Kotabaru Bikin Sasirangan

GEMA, PULAULAUT - Banyaknya prestasi yang diraih oleh SMAN1 Kotabaru, baik pada tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional, tidak membuat sekolah ini besar kepala dan berhenti berkarya.  Selain itu ternyata siswa sekolah tersebut juga memiliki kreatifitas membuat kain sasirangan.

Kerajinan membuat kain sasirangan ini sudah mereka geluti sejak satu tahun terakhir, melalui mata pelajaran seni budaya. Kegiatan ini dilakukan oleh kelas IPA maupun IPS secara bergiliran setiap hari Sabtu.

Salah seorang guru seni budaya SMAN1 Pulaulaut Kotabaru Budi, menjelaskan, bahwa untuk pembuatan pola sasirangan dilakukan oleh siswa siswi kelas IPA, dengan peralatan diantaranya kertas karton, pensil, gunting, kain katun atau sutra bewarna putih, benang, jarum jahit dan yang lainnya.

"Warna untuk kain sasirangan ini sesuai keinginan, sebab untuk warna yang mencolok kain tersebut harus direndam ke dalam air yang mendidih sedangkan untuk warna yang kalem hanya dicelupkan ke dalam air yang dingin, baru di jemur" papar Budi.

Ditambahkan Budi, kain sasirangan memiliki bermacam motif dan melambangkan arti tertentu, misalnya motif gigi Haruan dan Gelombang. motif ini berdasarkan dari gigi ikan Haruan yang runcing dan tajam menjadi lambang ketajaman berpikir manusia.

Sedangkan motif Gelombang dijadikan tamsil, dan ibarat bagi kehidupan manusia kadang-kadang menemukan gelombang dalam menjalani kehidupan, sehingga menuntut adanya keuletan dan kesabaran dalam menjalani hidup.

Motif yang sering dipakai adalah Hiris Gagatas dengan makna bungas dan langkar. Dan dari 3 motif tersebut  sebenarnya masih ada 13 motif dengan arti yang sangat menarik, tegasnya.

Budi berharap, semua orang dapat menggunakan kain sasirangan sebagai seragam kerja maupun sekolah, bahkan juga dapat mempelajari proses pengolahannya. saat ini SMAN1 Kotabaru sudah menggunakan kain sasirangan sendiri untuk seragam sekolah mereka.

Sekedar diketahui SMA Negeri 1 Kotabaru berlokasi di jalan Berangas KM 4, dibangun diatas lahan sekitar dua Hektar. Dan dipimpin Kepsek Umar Dani, mempunyai 22 ruang kelas dengan jumlah pelajar 700 orang hingga saat ini, dengan tenaga pendidik 54 orang.









- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Senin, 03 Maret 2014

Si Jago Merah mengamuk di Pasar Kemakmuran

Si Jago Merah mengamuk di Pasar Kemakmuran


GEMA, PULAULAUT - Warga Kotabaru kembali dibuat geger dengan amukan si jago merah di kawasan Pasar Kemakmuran Kotabaru, Minggu, (2/3/2014) pukul 21.50 wita. Dan empat ruko (Rumah toko) dilalap si jago merah bagian atap bangunan.

Namun tidak berselang waktu lama kobaran api bisa dikuasai petugas pemadam kebakaran di bantu warga setempat.

Walaupun sempat petugas pemadam kebakaran kesuliatan memasuki lokasi titik kobaran api karena dipenuhi oleh warga yang berjejal memenuhi lokasi, ada sebagian yang membantu tetapi lebih parahnya banyak warga yang hanya sebagai penonton.  

Info dilapangan data ruko (rumah toko) yang terbakar yaitu, toko Roni, tukang Hasan Basri, Andre motor, dan toko buah. Dan rata-rata milik mereka terbakar bagian atap dan plafon.

Penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwajib.










- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online

Sabtu, 01 Maret 2014

Musim Buah, Volume Sampah Meningkat

Musim Buah, Volume Sampah Meningkat

GEMA, PULAULAUT - Banyaknya hasil alam yang berlimpah di Kabupaten Kotabaru, salahsatunya buah-buahan seperti sekarang tidak disia siakan oleh PKL (Pedagang kaki lima), baik lokal maupun luar daerah untuk menggelar dagangannya. Namun hal ini justru membuat volume sampah meningkat, diberbagai tempat Kecamatan Pulaulaut utara.

Buah-buahan ini selain dari lokal juga di datangkan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Makassar, diantaranya rambutan, cempedak dan durian.

Pedagang buah musiman ini menggelar dagangannya ditrotoar atau pun dipinggir jalan, dan perlu kita ketahui bahwa setiap musim buah tiba menyisakan sampah berserakan dimana mana, tentu kurang sedap dipandang mata bahkan aromanya yang menyengat.

Hal ini tentu membuat warga pejalan kaki merasa terganggu dan masyarakat sekitar tempat pembuangan sementara (TPS) mengeluh dengan aroma yang kurang sedap. 

Pada musim penghujan dan musim buah yang terjadi saat ini, sudah barang tentu menyebabkan terjadinya peningkatan volume sampah. Dan hal ini membuat petugas kebersihan harus bekerja ekstra, karena sampah menjadi lengket.

Peningkatan volume sampah ini didominasi oleh sampah kulit durian. Diharapkan dan dihimbau kepada masyarakat khususnya para pedagang untuk dapat bekerjasama dalam menjaga kebersihan setidaknya lingkungan tempat mereka berjualan.

Dengan demikian para pedagang ini secara tidak langsung turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari  produksi sampah organik yang meningkat.










- Penulis : Mustika - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Disdik Sosialisasikan Kurikulum 2013

Disdik Sosialisasikan Kurikulum 2013

GEMA, PULAULAUT - Untuk menyesuaikan kurikulum sekolah dasar dan menengah yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dinas Pendidikan Kotabaru menyelenggarakan sosialisasi kurikulum untuk SD (Sekolah dasar), dan Sertifikasi Guru Tahun 2014, Rabu, ( 26/2 ) tempat SDN1 Rampa Kotabaru.

Acara ini diikuti 150 peserta dari 9 sekolah dilingkup gugus sebatung dan beberapa perwakilan gugus wilayah Kecamatan Pulaulaut Utara. Dan saat ini wacana yang berkembang adalah penyempurnaan kurikulum, dimaksudkan untuk menyempurnakan kurikulum yang sudah ada.

Perlu diketahui bahwa pendidikan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas manusia, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat.

Sosialisasi dengan narasumber H.Sucipto, dari Dinas Pendidikan Kotabaru yang menyampaikan, tentang Kurikulum SD 2013, bahwa dengan adanya sosialisasi seperti ini diharapkan agar semua peserta dapat mengambil manfaatnya dalam terbangunnya kapasitas pengajaran yang berpusat pada peserta didik. 

"Keberadaan kurikulum 2013 ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, dengan pembaharuan sistem pengajaran yang lebih baik. Tujuannya untuk membangun karakter bangsa ( peserta didik )", jelas Sucipto.

Terkait dengan program sertifikasi guru, Sucipto, mengharapkan, agar sertifikasi ini dapat menjadi motivasi guru untuk memiliki komitmen yang lebih kuat dan bisa menunjukkan kinerja yang tinggi dengan didasari nilai moral yang tinggi pula.

Lebih luas ia memaparkan bahwa, tugas untuk menyukseskan program pencerdasan kehidupan bangsa bukanlah hanya tugas pemerintah semata, tetapi tugas itu adalah tugas bersama antara pemerintah dan masyarakat guna menjadikan anak bangsa menjadi insan-insan yang cerdas serta memiliki wawasan yang luas akan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ).

Diharapkan, dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah, peneyelenggaran pendidikan di sekolah-sekolah dapat berjalan secara optimal. Dan adanya sertifikasi guru ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan secara berkelanjutan. Disamping peningkatan kesejahteraan terhadap guru itu sendiri.










- Penulis : Mustika - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online