Senin, 04 November 2013

Sejarah Kelenteng An Hwa Tian

Sejarah Kelenteng An Hwa Tian



GEMA - Kelenteng An Hwa Tian (Tepekong), adalah tempat ibadah warga Tionghoa di Kotabaru Kalimantan Selatan, yang berada di jalan Sisingamangaraja Pulaulaut Utara, berdiri sejak tahun 1895 dan satu-satunya di daerah ini.

Masyarakat Saijaan sering menyebutnya Tepekong cina, sejak dulu kelenteng ini di beri nama An Hwa Tian yang artinya keselamatan perantau warga Tionghoa.

Tepekong (kelenteng) ini di kelola oleh Darman Aman Santosa selaku ketua kelenteng, Nanang Hartono selaku penasehat klenteng dan Johan Bakti penjaga klenteng.

Kelenteng ini salah satu bangunan tertua di Kotabaru, dan bermula dari bangunan berbahan kayu namun seiring berkembangnya zaman kelenteng ini pun direnovasi berbahan semenisasi, dengan arsitektur yang sangat indah hingga memukau pandangan mata, tak jarang warga Saijaan menjadikan objek photo.

Kita semua pasti tau kelenteng memiliki bangunan yang beragam, namun yang sering dilihat pasti berwarna merah mencolok, karena dalam tradisi masyarakat Tionghoa warna memiliki arti tersendiri seperti warna merah melambangkan kegembiraan,kebahagiaan dan keberhasilan.

Selain itu warna merah juga menjadi warna dasar yang mampu membuat suasana menjadi hangat,bersemangat dan memberi sentuhan semarak khususnya pada perayaan Imlek.

sedangkan lukisan serta tekstur di kelenteng An Hwa Tian ini di ambil dari cina kuno, dengan gambar naga yang melambangkan binatang yang baik hati, sangat perkasa dan penguasa udara. Dan banyaknya lilin di dalam kelenteng baik ukuran kecil sampai yang besar yang selalu dinyalakan khususnya pada perayaan imlek, dipercaya nantinya sepanjang tahun rezeki selalu terang.

Ternyata lilin-lilin tersebut mempunyai nama yaitu, lilin panjang umur, lilin murah rezeki dan lilin perjodohan, yang mana biasanya pada perayaan imlek warga Tionghoa mempunyai beberapa tradisi yang masih dilakukan diantaranya tradisi bunga Mei Hua, adalah pertanda datangnya musim semi tradisi saji jeruk kuning, apel dan pear jeruk berarti besar rezeki.

sedangkan apel berarti besar kesehatannya dan keselamatannya dan untuk buah pear melambangkan kebahagiaan tradisi kue keranjang yang berbentuk bulat mengandung makna agar keluarga yang merayakan imlek dapat terus bersatu, rukun dan tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Perlu diketahui bahwa tradisi mercon, kembang api dan lampion merah, menurut legenda binatang buas bernama Nian Show takut pada benda berwarna merah, maka warga tionghoa menggantung kain, lampion dan kertas merah dilekgkapi puisi indah serta memasang mercon dan kembang api untuk mengusir makhluk Nian Show yang berupa hawa jahat.

Kita pasti kenal dengan barongsai dan naga (liong), ini merupakan tradisi tarian yang dianggap mendatangkan kebaikan, kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan, bagi warga Tionghoa.

Mereka juga mempunyai tradisi angpao, ini bukan hanya sekedar dapat membawa keberuntungan, namun juga dapat melindungi anak-anak dari roh jahat. Dan tidak ketinggalan tebu, di yakini agar rezeki selalu manis dan keluarga pun selalu harmonis.






- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
21 Sekolah Siap Tampung Tes CPNS

21 Sekolah Siap Tampung Tes CPNS



GEMA - Ada 21 sekolah yang akan disiapkan untuk menampung 3.297 peserta tes CPNS dari kategori umum, ditambah 162 peserta dari honorer kategori 2, dan ruangan sekolah paling banyak dipakai adalah SMAN 1 Kotabaru, sebanyak 23 ruang.

Selain SMAN 1, juga ada SMKN 1 sebanyak 17 ruang, sekolah ini berada sekitar Enam kilometer dari pusat kota kabupaten. Bagi para peserta yang tak mempunyai kendaraan pribadi, taksi angkot bisa menjadi pilihan.

SMPN 1 sebanyak 19 ruang, SMPN 2 Kotabaru sebanyak 8 ruang, SDN 2 Semayap sebanyak 7 ruang, SDN 1 Semayap sebanyak 7 ruang, SDN 3 Dirgahayu sebanyak 6 ruang, SDN 4 Dirgahayu sebanyak 4 ruang, SDN 1 Dirgahayu sebanyak 6 ruang, SDN 2 Dirgahayu sebanyak 7 ruang, SDN 6 Dirgahayu sebanyak 6 ruang, SMA Garuda sebanyak 9 ruang. Semua sekolah berada di pusat kota.

Selain sekolah yang ada di pusat kota tersebut, juga dipakai sekolah yang berdekatan dengan Mapolres Kotabaru. Yakni, SDN 1 Baharu Selatan sebanyak 6 ruang, SDN 2 Baharu Selatan sebanyak 6 ruang, SDN 1 Baharu Utara sebanyak 6 ruang, SDN 1 Batuah sebanyak 4 ruang, SDN 2 Batuah sebanyak 6 ruang, SD Muhammadiyah sebanyak 6 ruang.

Bahkan sekolah yang berada di kampung nelayan Desa Hilir Muara, sekitar 4 kilometer dari pusat kota. Yakni, SDN 2 Kotabaru Hilir sebanyak 5 ruang dan SDN 3 Kotabaru Hilir sebanyak 9 ruang.

Kabid Pengembangan Pegawai BKD Kotabaru M Rodli mengatakan, semua ruang akan diawasi oleh satu orang guru dari sekolah tersebut. Dan guru-guru tersebut akan diberikan honor sesuai anggaran yang ada.

"Kita harap semua guru nanti akan mengawasi dengan baik," ujar Rodli.

Kemudian, katanya, setiap peserta hanya boleh masuk ruang dengan membawa pensil 2B, penggaris arsiran, dan penghapus.

Selain itu dilarang. "Handhphone dan alat lainnya harus ditinggal, kalau hilang tanggung jawab peserta, saran kami jangan bawa alat-alat itu saat tes, imbaunya.



   

- Editor : Rian - Sumber : Radar Banjarmasin