Senin, 14 Oktober 2013

325 Caljah kloter Lima ke Arafah

325 Caljah kloter Lima ke Arafah



GEMA, Makkah - Setelah melakukan serangkaian kegiatan di kota Makkah, akhirnya 325 calhaj kloter 05 embarkasi Banjarmasin Kalimantan Selatan diberangkatkan menuju Arafah Minggu, (13/10/2013) malam dengan Lima Bus yang disiapkan oleh maktab.

Sekedar diketahui kloter 05 BDJ gabungan calhaj asal Kotabaru, Tanah Bumbu, Martapura dan Banjarmasin bermukim di Bahutmah kota Makkah, 21 KM dari Arafah dan menempati dua tempat di maktab 40 yaitu gedung no 816 serta no 817.

Ada delapan kloter yang bermukim di maktab 40 ini diantaranya, Papua, Jawa Barat, Ujung Pandang, namun sesuai hasil kesepatan kloter Lima asal Banjarmasin mendapatkan giliran terakhir menuju ke Arafah.

Menanggapi hal ini ketua kloter 05 BDJ H Salman Basri via telepon mengatakan, Jamaah sudah diberitahukan bahwa nanti membawa bekal makanan dan minuman juga buah buahan, sekedar untuk persiapan tiba di Arafah.

Jadwal makan di Arafah pukul Delapan hingga Sepuluh malam waktu setempat, jadi antisipasi lebih dulu siapa tau kedatangan kloter kita terlambat tiba di Arafah" ujar Salman.

Ditambahkannya, dari 325 calhaj kita hanya disiapkan Lima Bus saja, otomatis ada sebagian jamaah yang berdiri karena Satu Bus yang seharusnya diisi 45 orang namun diisi hingga 60 jamaah, dan Lima Bus ini akan konvoi menuju Arafah.






- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Tanjung Kembar Gelar Pesta Adat

Tanjung Kembar Gelar Pesta Adat



GEMA, Sungai Pasir - Masyarakat Desa Sungai Pasir Kecamatan Pulau Tengah Kotabaru Kalimantan Selatan, menggelar pesta adat Tanjung Kembar yang berlangsung di Pantai Sungai Pasir.

Untuk menambah kemeriahan pesta adat tersebut, pemerintah desa setempat menggelar berbagai even diantaranya, lomba karaoke , sepak bola, bola voly, tarik tambang dan hiburan lainnya.

Bupati Kotabaru yang diwakili oleh staf ahli bupati bidang pembangunan Ir Mocran mengatakan , pemkab menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya pesta adat ini , dan bermakna positif dalam rangka upaya kita mengembangkan dan melestarikan adat budaya.

Dengan adanya budaya seperti ini tentu dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah kita, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. jelasnya.

Sebelum pesta adat dimulai warga lebih dulu mempersiapkan sajian dan makanan 41 macam, penyembelihan Satu ekor kambing , 14 ekor ayam kampung dan makanan khas yang di hias.

Persembahan tersebut nantinya akan ditaruh disebuah tempat yang disebut dengan Ance-ance, dan akan diletakkan di Empat penjuru, yaitu, Pantai Tanjung Kembar, pancuran, benteng dan dirancah. jelas salah satu tetua adat.







- Penulis : Misna - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online