Rabu, 13 Februari 2013

KPU Koordinasikan Masalah Kampanye

KPU Koordinasikan Masalah Kampanye



GEMA -  Dalam hal menyambut pesta demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengkoordinasikannya dengan aparatur pemerintah terkait permasalahan partai baik peraturan dan tata cara berdemokrasi yang baik dan benar seperti pemasangan atribut parpol di daerah tertentu.

Hadir dalam rapat koordinasi ini Bakiasda, Kesbanglinmas, Satpol pp, Badukcapil, AL dan AD serta media cetak juga elektronik.

Dalam pembahasan yang dilakukan Jumat pagi diruangan media center kpu Kotabaru dikatakan bahwa ada daerah yang terlarang untuk pemasangan atribut parpol seperti baliho, umbul-umbul dan yang lainnya. kawasan terlarang itu jalur hijau, kantor pemerintahan, tiang listrik dan telpon, kawasan pemda, kawasan pasar limbur, jembatan dan fasilitas umum dengan jarak pemasangan 50 meter.

Panwaslu Kotabaru, Hj Asni Harijati menanggapi hasil rapat, semua hal ini akan dituangkan dengan keputusan bupati baik masalah pemasangan atribut seperti stiker, baliho, sepanduk dan umbul - umbul parpol terhadap lokasi mana yang diperbolehkan.

"Dalam hal pemasangan atribut parpol perlu adanya perhatian aspek keindahan dan keamanan kota, nantinya akan kembali di koordinasikan bersama dengan pihak parpol" tambah Asni.

Daftar penduduk pemilihan potensial pemilih (DP4) sebanyak 227.943 sedangkan pemilih di Kalimantan Selatan sebanyak 3.307.083.








- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online
Ditahun Ular Air Warga Tionghoa Beribadah Dirumah

Ditahun Ular Air Warga Tionghoa Beribadah Dirumah




 
 
GEMA - Warga tionghoa rayakan tahun baru imlek 2564 di kawasan Kelenteng An Hwa Tian Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dilaksanakan secara sederhana dengan harapan di tahun ular ini akan lebih baik dari sebelumnya.

Tiap Imlek datang warga tionghoa memadati kelenteng untuk beribadah namun tahun ini sepi pengunjung kebanyakan mereka melaksanakan sembahyang dan berdoa di rumah bahkan merayakannya keluar kota. 

Deretan lilin dari yang kecil sampai yang besar selalu dinyalakan setiap perayaan imlek karena dipercayai sepanjang tahun yang dijalani rezekinya selalu terang seperti lilin yang menyala.


Darman Aman Sentosa selaku ketua Kelenteng An Hwa Tian menjelaskan, dalam shio ular air tahun ini merupakan ujian dan diharapkan untuk selalu bersabar karena kapanpun dan dimanapun bisa berselisih.

Tambah Darman, "Shio ini melambangkan ular yang sedang naik ke atas tanah penuh dengan dendam dan bila tidak dilandasi kesabaran setiap orang bisa bertengkar sehingga wajib waspada"


Di Indonesia kebanyakan tahun baru imlek dirayakan juga sebagai perayaan hari lahirnya kong hu chu yang lahir ditahun 551 Masehi dan tahun Masehi 2013 bagi pemeluk agama kong hu chu atau budha disebut sebagai tahun baru imlek ke 2564.

Imlek (hari raya) merupakan tradisi dalam memberikan penghormatan  kepada pihak yang lebih tua ataupun kepada kedua orang tua dan dalam agama apapun wajib hukumnya sejauh tidak mengikuti ritual persembahyangan dengan tata cara agama lain.

Ada Enam tradisi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat tionghoa untuk menyambut tahun baru cina (imlek) diantaranya sajian jeruk yang melambangkan besar rezeki, apel berarti besar kesehatannya dan keselamatannya sedangkan buah pear melambangkan kebahagiaan serta kue keranjang. Bahkan tradisi mercon,kemabng api dan lampion merah serta tradisi barongsai dan naga (liong).








- Penulis : Siti Aisyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online