Selasa, 13 Desember 2011

Menteri Kehutanan Kunjungi Tanaman Meranti Putih

Menteri Kehutanan Kunjungi Tanaman Meranti Putih


GEMA – Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan berkunjung ke Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan untuk meninjau dan melihat secara langsung tanaman meranti putih di Desa Sebelimbingan Pulaulaut Utara Rabu (7/12).

Kedatangan rombongan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini menggunakan pesawat Susi Air di Bandara Gusti Syamsir Alam Stagen, disambut Bupati Kotabaru Irhami Ridjani beserta Wakil Rudy Suryana serta pejabat Pemerintah Kotabaru, dan disuguhi dengan tarian Radap Rahayu yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari Pusaka Saijaan.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin bersama Kapolda Kalsel Brigjen Syafruddin dan rombongan beberapa menit menyusul kedatangannya di Bandara Gusti Syamsir Alam menggunakan Heli, karena pesawat yang membawa rombangan Menteri Kehutanan tidak mencukupi.

Setelah beristirahat beberapa saat dengan jamuan makan rencananya rombongan Menhut terlebih dahulu menuju lokasi Tanjung Ayun, tetapi karena padatnya jadwal langsung menuju lokasi Sebelimbingan.

Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan dalam sambutannya Mengatakan bahwa sangat mendukung rencana Bupati Kotabaru Irhami Ridjani menjadikan tanaman meranti putih ini sebagai hutan lindung dan penelitian, hal ini akan menarik perhatian dunia bahkan manca negara nantinya.

”Saya merasa adem dan nyaman berada dibawah pepohonan ini, nantinya juga ditambahkan tanaman buah buahan agar binatang yang menghuni hutan ini lebih banyak lagi sehingga bisa dijadikan tempat wisata”. tambah Menhut.

Sebelum melakukan penanaman bibit pohon meranti putih menhut Zulkifli Hasan terlebih dulu berdialog dengan para petani setempat, hingga kembali bertolak ke Jakarta. (fjr)




Manasik Haji TK/RA/BA se Kecamatan Pulaulaut Utara

Manasik Haji TK/RA/BA se Kecamatan Pulaulaut Utara



GEMA - Bertempat di Masjid Agung Husnul Khatimah, Sabtu (10/12), berlangsung tata cara menunaikan ibadah haji untuk anak-anak dari pendidikan prasekolah.

Mempraktekkan perjalanan jamaah haji menuju tanah suci Mekkah hingga kembali ke tanah air Indonesia, anak-anak terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), dimana masing-masing kloter didampingi dua orang guru pendamping.

Dimulai dari membaca niat haji saat pelepasan di embarkasi, calon jamaah haji cilik ini diterbangkan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Arab Saudi. Teratur berjalan berkelompok dengan kedua tangan memegang pundak teman dimukanya, mereka melakukan tawaf sebangak tiga kali.  Usai tawaf minum air sumur Zam-zam.

Beberapa tempat juga harus dilalui anak-anak yang jadi rute di halaman masjid, yakni berlari-lari kecil (sai) dari bukit Safa ke Marwah, wukuf di Arofah, mengambil batu kecil di Muzdalifah untuk dilontarkan di 3 tempat (Ula, Usta, dan Aqobah). Kemudian mencukur rambut (tahalul), berkurban, dan kembali ke tempat pelepasan jamaah untuk melakukan tawaf wada’.

Tak ingin moment penting anaknya berlalu begitu saja, sebagian orangtua mengabadikan manasik haji yang diikuti anaknya menggunakan kamera dan handycam. Demikian pula panitia pelaksana menyiapkan fotografer untuk foto bersama.

Dikatakan Normila, bagaimana cara melaksanakan rukun Islam kelima bagi kaum muslimin, atau lebih popular dengan istilah manasik haji ini, diikuti anak sebanyak 371 orang didampingii 38 guru dari 8 TK/RA/BA se Kecamatan Pulaulaut Utara.

Meskipun tidak selengkap manasik haji orang dewasa, Normila selaku panitia penyelenggara  menambahkan bahwa manasiik haji versi anak-anak itu ditujukan untuk mengenalkan rukun Islam kelima ini sedini mungkin, melatih kemandirian serta mempererat jalinan silatirahmi diantara TK/RA/BA di Kecamatan Pulaulaut Utara.

Bupati Kotabaru H. Irhami Ridjani dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten Pemerintahan Setda Kotabaru Drs. Selamat Riyadi, menyatakan bahwa pendidikan agama Islam yang ditanamkan sejak usia dini sangatlah penting, sejalan dengan perkembangan fisik dan mental, serta kemampuan mengingat anak masih kuat.

“Kegiatan manasik haji ini sangat positif, karena penyerapan pendidikan pada saat kecil sangat berkesan dan mudah dicerna anak-anak,” tambah bupati.

Dia juga berpesan agar anak-anak selalu ditanamkan sikap disiplin, patuh pada orangtua dan guru, serta menjalankan tuntunan agama. (sfr)